Articles
81 Documents
KEKERASAN SIMBOLIK PADA KOMUNITAS FOTOGRAFI DI KOTA PALEMBANG
Bonny Pasandra;
Ridha Taqwa;
Faisal Nomaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v21i1.4
Penelitian ini meneliti tentang kekerasan dalam bentuk simbol terhadap fotografer amatir dan fotografer profesional di komunitas fotografi di kota Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif bermaksud untuk menggambarkan dan menjelaskan penyebab kekerasan simbol dalam komunitas fotografi dan juga bentuk kekerasan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekerasan dalam komunitas fotografi terjadi karena beberapa faktor, seperti kekuatan dominasi moderator FotograferNet masyarakat, pelestarian ideologi, signifikansi kelompok tertentu, membela ketenaran dan kekuasaan. Selain itu, kekerasan simbol dalam komunitas fotografi memiliki beberapa bentuk, yaitu kekerasan simbol dalam bahasa dalam bentuk kata yang meminggirkan satu kelompok yang menyebabkan isolasi kelompok tertentu. Disamping itu, kekerasan simbol dalam bentuk gambar yang menunjukkan dominansi dari satu kelompok menangani kegiatan fotografi di kota Palembang yang menyebabkan kecemburuan sosial atau bahkan menyebabkan isolasi dari kelompok fotografer lain. Semua perilaku masing-masing individu memiliki simbol dengan makna tersembunyi di atasnya. Jika simbol ini dimaksudkan untuk mempengaruhi atau memmarginalisasi orang lain, maka itu bisa dikategorikan sebagai tindak kekerasan meskipun terkadang tidak memiliki bukti nyata
PERANAN FASILITATOR DALAM PEMBERDAYAAN ANAK MELALUI PROGRAM WAHANA VISI INDONESIA DI WILAYAH GUNUNG SITOLI KABUPATEN NIAS SUMATERA UTARA
Merry Dian Cristin Telaumbanua;
Dadang Hikmah Purnama;
Mery Yanti
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 1 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v21i1.5
Masalah penelitian ini adalah bagaimana peran fasilitator dalam pemberdayaan anak melalui program Wahana Visi Indonesia di wilayah Gunung Sitoli Kabupaten Nias Utara Sumatera. Para peneliti melihat bagaimana pelaksanaan fungsi fasilitator Wahana Visi Indonesia, serta peran Wahana Visi Indonesia dalam pemberdayaan anak di Kabupaten Nias Sumatera Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian dilakukan di Kabupaten Nias Sumatera Utara dengan mengambil 10 informan utama dan 7 orang yang mendukung informan. Teknik pengumpulan data meliputi pengamatan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitator memfasilitasi kegiatan program di lapangan. Program ini ada di empat bidang termasuk Kesehatan, pendidikan, pembangunan ekonomi dan sponsor. Fasilitator memiliki empat fungsi, yaitu sebagai narasumber, mediator, Trainer, dan aktivator. Dalam kegiatan pemberdayaan anak, Wahana Visi Indonesia menjalin hubungan kemitraan dengan pemerintah dan lembaga lainnya di Kabupaten Nias. Hubungan ini memberikan kemudahan dalam memberikan informasi tentang berbagai program yang dilaksanakan di daerah dibantu
PENGEMBANGAN KREATIVITAS KEWIRAUSAHAAN MAHASISWA MELALUI PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA DI UNIVERSITAS SRIWIJAYA
aris juliasya;
Eva Lidya;
Vieronica Varbi Sununianti
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v21i2.13
DIKTI mulai mengembangkan PMW di 2009. Unsri salah satu universitas yang melakukan program ini untuk membantu siswa dalam mengembangkan kreativitas kewirausahaan mereka. Program ini diberikan kepada sekelompok siswa yang mengajukan usulan twith mekanisme yang telah ditentukan oleh PMW. Penelitian ini berfokus pada bagaimana pengembangan kreativitas siswa kewirausahaan melalui PMW di unsri. Perpose kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif yang merupakan informan yang kedelapan. Teknik pengumpulan data adalah pengamatan dan wawancara menggunakan tujuan sampling. Hasil penelitian yang Diperoleh dari pengembangan wirausaha crativity yang ada whitin siswa memiliki beberapa faktor yang akan dikembangkan dan berkembang. Hal ini dapat dilihat intrinsicand motivasi ekstrinsik yang dialami oleh peristiwa individu kreativitas dalam Kewirausahaan juga dapat dilihat melalui sifat kognitif yang ada. Munculnya kreativitas.
PERANAN USTADZ DALAM MENGATASI KENAKALAN REMAJA DI DESA RAMBUTAN KECAMATAN RAMBUTAN BANYUASIN
desya nurkarimah;
Yusnaini Yusnaini;
Rudy Kurniawan
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 21 No 2 (2018): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v21i2.14
Tujuan dari studi ini adalah meneliti bagaimana bentuk kenakalan remaja di desa rambutan dan bagaimana Ustadz menyelesaikan kenakalan remaja. Penelitian ini kualitatif deskriptif yang menggambarkan data deskriptif fenomena dipelajari. Unit analisis data dalam penelitian ini adalah individu. Jumlah informan dalam penelitian ini adalah 22 orang yang terdiri dari Ustadz, kepala desa, remaja yang kenakalan dan orang tua remajanya sebagai pendukung informan. Penentuan informan didasarkan pada teknik purposive. Strategi penelitian yang digunakan adalah fenomenologi dengan teknik pengumpulan data dalam bentuk pengamatan, mendalam wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketunggasan remaja oleh remaja di desa Rambutan adalah nakal yang tidak bermoral dan asosial, yaitu mengembara, untuk lulus sekolah, untuk Merokok, untuk minum alkohol, untuk balap liar dan perjudian. Kemudian kenakalan yang merupakan pelanggaran hukum yang pencurian dan perkelahian. peran Ustadz dalam menyelesaikan kenakalan remaja di desa Rambutan yang pertama, Ustadz menyelesaikan kerusakan yang amoral dan asosial dengan mendekati remaja dan mengawasi kenakalan remaja di lingkungan sekitar Ustadz Residence. Kedua, Ustadz menyelesaikan kejahatan yang tidak sah hanya dengan mengawasi tindakan remaja dan menengahkan jika ada remaja yang melakukan tindak pidana. Selain itu ada kegiatan yang dilakukan Ustadz untuk mencegah kenakalan remaja adalah bacaan untuk remaja dan mengembangkan setiap organisasi pemuda dan komunitas remaja
KONTROL SOSIAL MASYARAKAT DALAM MENGENDALIKAN PENYIMPANGAN PERILAKU BERPACARAN MAHASISWA KOST DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA INDRALAYA
destia fransiska;
Yunindyawati Yunindyawati;
Faisal Nomaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i1.16
Penelitian ini berjudul “Kontrol Sosial Masyarakat Dalam Mengendalikan Penyimpangan Perilaku Berpacaran Mahasiswa Kost di Kawasan Kampus Universitas Sriwijaya Indralaya”. Pemasalahan dalam penelitian adalah bagaimana bentuk-bentuk kontrol sosial dan fungsi kontrol sosial oleh masyarakat dalam mengendalikan penyimpangan perilaku pacaran pada mahasiswa kost. Penelitian ini untuk menganalisis mengenai bentuk-bentuk kontrol sosial dan fungsi kontrol sosial masyarakat dalam mengendalikan perilaku pacaran tersebut. Untuk menganalisa permasalahan tersebut maka digunakan teori kontrol sosial dengan konsep ikatan sosial Travis Hirchi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Lokasi penelitian dilakukan di Kelurahan Timbangan Kecamatan Indralaya Utara. Informan penelitian dipilih secara pusposive dengan mengambil 12 informan dari masyarakat yang terdiri dari pemilik kost, RT/RW dan warga sekitar dan informan dari mahasiswa mengambil 10 informan yaitu mahasiswa kost yang melakukan pacaran. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa bentuk-bentuk kontrol sosial adalah melalui peraturan tertulis yang ditempelkan di kost, teguran dari masyarakat dan sanksi denda berupa uang serta sanksi pengucilan bagi mahasiswa yang diketahui melakukan perbuatan asusila dilingkungan kost. Sedangkan fungsi kontrol sosial dari peraturan tertulis adalah untuk menjaga ketertiban dan keamana bersama dilingkunan kost, fungsi dari teguran adalah untuk memberikan rasa takut kepada mahasiswa yang hendak menyeleweng dari peraturan dan mendisiplinkan perilaku mahasiswa sesuai dengan peraturan yang telah disepakati. Sedangkan fungsi dari sanksi denda dan pengucilan untuk memberikan efek jera yang hendak melanggar peraturan
KENAKALAN SISWA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) YP GAJAH MADA PALEMBANG
sri sutami;
Dadang Hikmah Purnama;
Safira Soraida
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i1.17
Penelitian ini mengkaji mengenai “Kenakalan Siswa Di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) YP Gajah Mada Palembang”. Permasalahan dalam penelitian ini yaitu kenakalan yang dilakukan oleh siswa di sekolah karena beberapa sebab baik sebab internal maupun sebab ekstenal sehingga sebab- sebab tersebut akhirnya membawa pada kasus-kasus kenakalan yang dilakukan oleh siswa di sekolah. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana kenakalan siswa di sekolah dan apa penyebab siswa melakukan kenakalan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori tindakan sosial dari Max Weber. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kenakalan siswa terjadi karena hasil dari suatu proses interaksi dari keluarga dan teman sebaya yang tidak sempurna, dimana keluarga merupakan agen sosialisasi pertama yang akan diterima oleh siswa sebelum siswa bersosialisasi diluar keluarga yaitu teman sebaya. Teman sebaya merupakan tempat bersosialisasi sebagai proses siswa menjalin hubungan yang baru dengan orang lain diluar hubungannya dengan keluarga yang terlepas dari tindakan instrumental (zwerk rational) merupakan tindakan sosial yang dilakukan seseorang didasarkan atas pertimbangan dan pilihan sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan itu dan ketersediaan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Tindakan afeksi atau tindakan yang dipengaruhi emosi (affectual action) merupakan tindakan yang didasarkan pada sentiment atau emosi yang dimiliki oleh seseorang.
PERANAN BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH (BPBD) DALAM MEMBANGUN WAWASAN PENANGGULANGAN BENCANA PADA MASYARAKAT KABUPATEN OGAN ILIR
fela islamia;
Tri Agus Susanto;
Faisal Nomaini
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 1 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i1.18
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Ilir juga membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari berbagai instansi/institusi yang bekerja berdasarkan prosedur tetap Tim Reaksi Cepat. Tujuannya adalah untuk mengatasi bencana dengan cepat dan lebih luas dalam penanggulangan bencana. personel yang tergabung dalam tim reaksi cepat tersebut siaga 24 jam secara bergantian dan sewaktu-waktu siap turun ke lokasi terjadinya bencana, dampak musim hujan sekarang ini, seperti banjir dan tanah longsor. Sedangkan faktor penghambat yang dihadapi Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ogan Ilir dalam membangun wawasan penanggulangan bencana pada masyarakat Kabupaten Ogan Ilir adalah kekurangan dana yang berdampak pada kekurangan alat penanggulangan bencana untuk tiap desa misalnya, perahu karet, mesin air, penyaring air untuk air minum
BENCANA BANJIR DAN PETANI CABAI: STUDI CARA BERTAHAN HIDUP DESA ARISAN JAYA
hamdani sumantri;
zulfikri Suleman;
Vieronica Varbi Sununianti
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i2.25
Bencana banjir di Kabupaten Ogan Ilir pada tahun 2016 membuat petani cabai gagal panen. Kondisi ini memunculkan dampak terutama penurunan pendapatan serta mengancam keberlangsungan hidup petani. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dikuatkan dengan analisis deskriptif. Sampel unit adalah kepala keluarga. Hasil penelitian mengemukakan 3 strategi bertahan hidup yaitu, (1) strategi aktif berupa diversifikasi pekerjaan, menambah jam kerja dan keterlibatan anggota keluarga untuk bertani; (2) strategi pasif yang dilakukan adalah melakukan penghematan pengeluaran rumah tangga; (3) Strategi jaringan yang dilakukan adalah memperkuat jaringan keluarga/ tetangga, jaringan pemerintah desa serta jaringan mahasiswa
SIKAP NARAPIDANA WANITA PADA PELAKSANAAN PROGRAM PEMBINAAN KETERAMPILAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN WANITA KLAS IIA PALEMBANG
risma jayanti;
Yoyok Hendarso;
Safira Soraida
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i2.26
Penelitian ini berfokus kepada bagaimana sikap narapidana wanita kelas II A Palembang dalam melaksanakan program pembinaan keterampilan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini mengacu kepada teori sikap dari Saifuddin Azwar. Metode kualitatif digunakan dalam menjawab pertanyaan penelitian dengan menggunakan Teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive dengan mengambil dua belas orang informasn yang terdiri dari sepuluh informan utama yakni narapidana wanita dan dua informan kunci yakni petugas Lembaga Pemsyarakatan Wanita Kelas IIA Palembang. Hasil penelitian menunjukkan (1) dilihat dari aspek kognitif, narapidana wanita memperoleh keuntungan mengisi waktu selama masa pembinaan dan sarana mencari pekerjaan, (2) dilihat secara afektif, narapidana wanita merasa senang, terhibur dan Pelepas jenuh, (3) dilihat dari aspek konatif, narapidana wanita antusias namun juga ada yang merasa malas.
Pola Asuh Anak dalam Keluarga Kyai (Studi Kasus Pada Keluarga Kyai Muyidin Sumedi Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ittifaqiah Kecamatan Indralaya)
yon kuswoyo;
Ridhah Taqwa;
Sulaiman Mansyur
Jurnal Media Sosiologi (JMS) Vol 22 No 2 (2019): Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Publisher : Jurnal Media Sosiologi (JMS)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.47753/jms.v22i2.28
Penelitian ini membahas mengenai pola asuh anak dalam keluarga kyai studi kasus pada keluarga Kyai Muhyidin Sumedi pengasuh pondok pesantren Al-Ittifaqiah Kecamatan Indralaya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasikan mengenai pola asuh anak dalam keluarga kyai serta dalam hal apa saja peran keluarga besar dalam mengasuh anak kyai. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Keluarga kyai menerapkan dua pola asuh campuran yaitu otoriter dan demokrasi. Pola asuh yang diterapkan lebih dominan ke pola asuh otoriter. Walaupun bersifat otoriter keluarga kyai masih bersifat harmonis, menghargai prestasi, kepercayaan kepada anak tinggi, dan hubungan yang serasi