cover
Contact Name
Sofyan Musyabiq Wijaya
Contact Email
obiqwijaya@gmail.com
Phone
+6281559678993
Journal Mail Official
jkunila@gmail.com
Editorial Address
Jl Prof.Dr.Soemantri Brojonegoro No 1 , Bandar Lampung, Lampung
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
JK Unila (Jurnal Kedokteran Universitas Lampung)
Published by Universitas Lampung
ISSN : 25273612     EISSN : 26146991     DOI : 10.23960/jku
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) is a journal of scientific publications published every six months using a peer review system for article selection. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung (JK Unila) can receive original research articles relevant to medicine and health, meta-analysis , case reports and medical science update.
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA" : 27 Documents clear
Pengaruh Pemberian Ekstrak Etanol Daun Pegagan (Centella asiatica) terhadap Gambaran Histopatologi Limpa Tikus (Rattus norvegicus) yang diinduksi Sodium Nitrit Sub Akut Afiqoh, Ainun Nur; Fidianingsih, Ika; Handayani, Ety Sari
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1668

Abstract

Sodium nitrit adalah senyawa garam yang secara luas digunakan sebagai pengawet dan pewarna merah daging. Konsumsi berlebihan dan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan terbentuknya senyawa karsinogenik dan terbentuk methemoglobin. Methemoglobin dapat menyebabkan terbentuknya Reactive Oxygen Species (ROS) yang dapat menyebabkan stres oksidatif pada berbagai sel tubuh salah satunya sel limfosit pada pulpa putih limpa. Sel limfosit yang berperan penting dalam sistem imun tubuh ini dapat mengalami nekrosis karena oksidan ini. Pemberian ekstrak etanol daun pegagan diharapkan dapat mencegah efek dari sodium nitrit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol daun pegagan terhadap gambaran histopatologi limpa tikus yang diinduksi dengan sodium nitrit subakut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental dengan posttest control group design. Sampel dibagi ke dalam 3 kelompok dengan 5 ekor tikus pada masing-masing kelompok. Kelompok tersebutadalah kelompok kontrol, PI (sodium nitrit 50 mg/kgBB), dan PII (sodium nitrit 50 mg/kgBB dan ekstrak etanol daun pegagan 600 mg/kgBB). Setelah perlakuan selama 42 hari, diambil preparat limpa tikus untuk dilihat rata-rata luas pulpa putih. Terdapat perbedaan tidak bermakna rata-rata luas pulpa putih pada setiap kelompok dengan rata-rata terkecilterdapat pada kelompok PI (p=0,899). Ekstrak etanol daun pegagan tidak berpengaruh secara bermakna terhadap gambaran histopatologi limpa yang diinduksi sodium nitrit subakut.Kata kunci: limpa, pegagan, pulpa putih, sodium nitrit
Studi Indeks Larva DBD Pada Sekolah Dasar Se- Kecamatan Kalianda 2015 Sutarto, Sutarto; Talkah, Talkah
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1720

Abstract

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kelurahan/Desa se-kecamatan Kalianda sebagian besar menyerang anak usia Sekolah Dasar (SD). Penderita DBD pada hari pertama dan kedua setelah terinfeksi virus belum merasakan gejala klinis, sehingga masih melakukan aktifitas sehari-hari seperti pergi ke sekolah. Namun pada hari ke-1 dan ke-2 penderita yang telah terinfeksi oleh virus dengue, penderita sudah merupakan sumber penular bagi orang lain yang yang sehat apabila iatergigit oleh nyamuk Aedes aegypti. Sehingga apabila terdapat vektor DBD di lingkungan sekolah akan mempercepat proses penularan kepada siswa lainnya. Tujuan penelitian ini menilai indeks larva di SD. Jenis penelitian adalah observasional dengan desain studi crossectional. Survey dilakukan pada 46 SD di wilayah Kelurahan/Desa se-kecamatan Kalianda padatahun 2015. Sebagian besar SD di Kelurahan/Desa se-kecamatan Kalianda ditemukan positif jentik DBD, dan 80,5 % jentik yang ditemukan adalah spesies Aedes aegypti yang merupakan vektor DBD.Kata kunci: aedes, demam berdarah dengue, indeks larva, sekolah dasar
Gambaran Perilaku Kerja Aman pada Petani Hortikultura Pengguna Pestisida Di Desa Gisting Atas sebagai Faktor Risiko Intoksikasi Pestisida Mayasari, Diana
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1715

Abstract

Petani merupakan kelompok pekerja terbesar di Indonesia dan penggunaan pestisida semakin meningkat. Cara kerja petani dalam penanganan pestisida saat ini masih belum aman dan berisiko bagi kesehatan. Beberapa penelitian dan laporan kasus menemukan adanya hubungan pajanan pestisida dengan berbagai gangguan kesehatan baik akut maupun kronik. Studi ini bertujuan mengetahui gambaran perilaku kerja aman pada petani hortikultura pengguna pestisida cara kerja amanpekerja. Penelitian dilakukan pada September hingga Oktober 2015 di Desa Gisting Atas Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus Provinsi Lampung. Studi ini menggunakan desain cross sectional dengan besar sampel 119 orang petani tanaman hortikultura yang diambil secara consecutive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (73,1%) berusia >40 tahun, 63,9% responden memiliki tingkat pendidikan rendah, 79,8% responden memiliki masa kerja>10 tahun dan 74,8% bekerja 41-84 jam per minggunya. Menurut cara kerja aman yang dilakukan terdapat 98,3% responden yang masih buruk dalam hal penggunaan APD dengan APD yang terbanyak digunakan oleh responden (73,9%) adalah baju lengan panjang dan celana panjang, sedangkan APD yang paling sedikit digunakan adalah slungkup kepala (5 %). Sebagian besar responden (53,8%) memiliki higiene tangan yang baik, namun hanya 3,4% yang langsung mandi setelah bekerja dan 76,5% responden masih tergolong kurang baik dalam higiene pakaian. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi rendahnya perilaku kerja aman pada petani pengguna pestisida.Kata kunci: alat pelindung diri, cara kerja aman, higiene, pestisida,
Cover JK Unila JKUnila, Admin
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1663

Abstract

Cover JK Unila
Hubungan antara Panjang Serviks dan Kejadian Persalinan Preterm pada Kasus Risiko Persalinan Preterm di RS Abdoel Moeleoek Bandar Lampung Ratna Dewi Puspita Sari
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1674

Abstract

Persalinan preterm adalah persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 22-36 minggu dengan berat bayi lahir hidup >2500g. sekitar 50% sekuele yang terjadi pada anak-anak disebabkan oleh karena persalinan preterm. Panjang serviks yang kurang atau sama dengan 30 mm atau dilatasi serviks 70% hingga 100% diperkirakan akan mengalami persalinan preterm. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang serviks pada kasus risiko persalinan preterm (partus prematurus imminens, ketuban pecah dini dan riwayat abortus berulang) dengan kemungkinan kejadian persalinan preterm. Penelitian ini adalah penelitian observasional dengan rancangan studi potong lintang (cross sectional) yaitu merupakan studi yang dilakukan pada satu waktu. Subyek pada penelitian ini berjumlah 80 wanita hamil 22-36 minggu yang mengalami persalinan preterm di kamar bersalin atau ruang perawatan di Bagian Obstetri dan Ginekologi RS Abdul Moeleok Lampung. Terbagi atas 3 kelompok risiko persalinan prematur, yaitu partus prematurus imminens, ketuban pecah dini, dan riwayat abortus berulang. Masing-masing kelompok diukur dengan USG transvaginal panjang dari serviks dengankategori panjang serviks < 30 mm atau > 30 mm. Hasil penelitian didapatkan Risiko persalinan prematur 18% pada kasus partus prematurus imminens, diikuti dengan 4,1% ketuban pecah dini dan 4% riwayat abortus berulang. Terdapat hubungan bermakna antara panjang serviks <30 mm untuk terjadi kelahiran prematur dengan faktor risiko adalah partus prematurus imminens (P = 0,02 ).Kata kunci: Panjang serviks, Persalinan preterm, USG transvaginal
Kurma (Phoenix dactylifera) dalam Terapi Anemia Defisiensi Besi Nurul Utami; Risti Graharti
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1726

Abstract

Anemia adalah suatu kondisi di mana jumlah sel darah merah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Kekurangan zat besi dianggap sebagai penyebab paling umum anemia di seluruh dunia. Anemia menjadi permasalahan gizi bagi anak dan ibu hamil. Cakupan ibu hamil yang mendapat tablet Fe di Provinsi Lampung tahun 2015 sebesar 83%. Capaian ini belum mencapai target yang diharapkan yaitu >92%. Survei kesehatan anemia defisiensi besi pada bayi hingga balita menunjukkan kejadian anemia defisiensi besi mencapai 40-45%.Penanggulangan anemia defisiensi besi menjadi salah satu dari 5 kegiatan yang dicanangkan oleh pemerintah propinsi Lampung pada periode 5 tahun kedepan untuk mengatasi gizi buruk. Kurma (Phoenix dactylifera) adalah buah yang tumbuh khas di daerah gurun pasir. Potensi kurma di bidang kesehatan sudah sejak lama dikenal. Kandungan berbagai mineral dan vitamin di dalam kurma dipercaya memiliki potensi sebagai anti kanker, antiinflamasi, analgesik, serta berperan dalam proteksi ginjal dan hepar. Mineral yang terkandung dalam buahkurma diantaranya Seng, Fosfor, Kalsium, Besi, Magnesium dan Flourin. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa pemberian kurma dapat meningkatkan kadar Hb yang bermakna secara statistik.Kata kunci: Anemia Defisiensi Besi, Gizi, Kurma
Hubungan Derajat Miopia Dengan Kejadian Degenerasi Lattice Nuraniar Bariq Kinayoh; Nur Khoma Fatmawati; Sulistiawati Sulistiawati
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1669

Abstract

Degenerasi lattice merupakan degenerasi retina perifer yang terjadi akibat peregangan pada retina dan koroid sehingga terjadi penurunan sirkulasi darah serta penipisan pada retina, terutama retina perifer. Degenerasi lattice lebih sering terjadi pada mata miopia daripada mata non-miopia. Mata miopia yang disertai dengan lesi degenerasi lattice merupakan faktorrisiko penting dalam terjadinya ablasio retina yang jika tidak ditangani dapat menyebabkan kebutaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui presentase derajat miopia yang mengalami degenerasi lattice dan mengetahui hubungan antara derajat miopia dengan kejadian degenerasi lattice. Metode penelitian ini menggunakan penelitian observasionalanalitik dengan desain cross-sectional. Penelitian dilakukan di klinik mata SMEC Samarinda dari bulan April - Juni 2016 dengan responden penelitian sebanyak 66 mata miopia dari 35 pasien berusia 20-40 tahun. Miopia terbagi menjadi derajat ringan (< 3 D), derajat sedang (3-6 D), dan derajat berat (> 6 D). Seluruh responden penelitian dilakukan pemeriksaan koreksi refraksi dan pemeriksaan oftalmoskopi indirek oleh dokter spesialis mata. Penelitian ini didapatkan kejadian degenerasi lattice pada mata miopia sebesar 36,4% (24 mata dari 66 mata). Degenerasi lattice pada mata miopia derajat ringan ditemukan sebesar 15,6% (5 mata dari 32 mata). Pada mata miopia derajat sedang sebesar 47,6% (10 mata dari 21 mata ), dan sebesar 69,2% (9 mata dari 13 mata) degenerasi lattice pada miopia derajat berat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan antara derajat miopia dan kejadian degenerasi lattice dengan nilai p=0,001 (p<0,05). Dapat disimpulkanbahwa terdapat hubungan antara derajat miopia dengan degenerasi lattice.Kata Kunci : Degenerasi Lattice, Miopia.
Penatalaksanaan Holistik pada Wanita Obesitas dengan Hipertensi Grade II dan Osteoartritis Minerva Nadia Putri A.T; Diana Mayasari; Eka Cania B; Indriasari Nurul Putri
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1721

Abstract

Prevalensi penderita hipertensi di Lampung mencapai 24,7% dari jumlah penduduk. Faktor resiko hipertensi salah satunya ialah obesitas. Selain hipertensi, penyakit degeneratif lain yang dapat timbul akibat obesitas adalah osteoartritis. Salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengontrol kedua penyakit degeneratif tersebut adalah menghilangkan faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Analisis studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis (autoanamnesis dan alloanamnesis dari pasien dan anggota keluarganya), pemeriksaan fisik dan kunjungan rumah untuk melengkapi data keluarga, data psikososial dan lingkungan. Penilaian dilakukan berdasarkan diagnosis holistik dari awal, proses, dan akhir studi secara kuantitatif dan kualitatif. Pasien memiliki derajat fungsional 2 dengan hipertensi grade II, osteoartritis danobesitas. Memiliki faktor resiko internal usia 54 tahun, IMT 37,2 (obesitas II), aktivitas tergolong ringan, gaya hidup kurang baik, kurangnya pengetahuan tentang penyakitnya, memiliki faktor stressor dan memiliki pola pengobatan kuratif. Penatalaksanaan medikamentosa dan non medikamentosa dilakukan berdasarkan prinsip pelayanan kedokteran keluarga, serta edukasi terhadap pasien dan keluarganya tentang upaya mengubah gaya hidup, mengonsumsi obat dan kontrol secara teratur bagi pasien dan melakukan upaya pencegahan pada anggota keluarga yang berisiko. Kemudian, dilakukan evaluasi untuk menilai perubahan yang terjadi dari sebelum dilakukan intervensi. Pada evaluasi didapatkan penurunan tekanan darah namun tetap dalam kategori hipertensi grade II dan berkurangnya frekuensi nyeri pada kedua sendi lutut.Kata Kunci: Hipertensi, Obesitas, Osteoartritis, Pelayanan Kedokteran Keluarga
Analisis Imunoekspresi Emmprin pada Karsinoma Urotelial Infiltrating dan Non Infiltrating Agus Koesmawan; Sri Suryanti; Bethy S. Hernowo
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.2187

Abstract

Karsinoma urotelial adalah keganasan yang berasal dari epitel transisional vesika urinaria. Karsinoma ini merupakan jenis keganasan vesika urinaria paling sering sekitar 90% dari seluruh tumor primer pada organ ini. Pemberian terapi yang tepat merupakan hal penting dalam  menungkatkan harapan hidup pasien. Pemilihan terapi yang optimalsangat dipengaruhi oleh gradasi histopatologi. Penentuan diagnostik dan prognostik menjadi lebih akurat jika didukung dengan melihat peranan penanda molekuler Extracelullar Matrix Metalloproteinase Inducer (EMMPRIN) dalam menentukan adanya invasi pada karsinoma urotelial. Penelitian ini merupakan penelitian studi observasional analitik dengan desain crossectional. Analisis katagorik tidak berpasangan terhadap 40 kasus karsinoma urotelial di Departemen Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran/RSUP Dr.Hasan Sadikin Bandung, yangterdiri dari 20 kasus karsinoma urotelial infiltrating dan 20 kasus karsinoma urotelial non infiltrating. Seluruh sampel yang terkumpul diperiksa imunohistokimia EMMPRIN di Laboratorium Patologi Anatomi RSHS Bandung. Penelitian ini menunjukan terdapat perbedaan distribusi proporsi skor EMMPRIN pada kelompok karsinoma infiltrating dannon infiltrating diperoleh informasi nilai P=0,000 (<0,005).Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan hasil kesimpulan nahwa imunoekspresi EMMPRIN pada karsinoma infiltrating lebih tinggi dibandingkan karsinoma non infiltrating yang berarti signifikan atau bermakna secara statistik.Kata kunci : EMMPRIN,Karsinoma urotelial infiltrating, karsinoma urotelial non infiltrating
Postur Kerja dan Keluhan Musculoskeletal Disorder Pada Perawat di Instalasi Rawat Inap RSUD Abdul Moeloek Fitria Saftarini; Desindah Loria Simanjuntak
Jurnal Kedokteran Universitas Lampung Vol 1, No 3 (2017): JK UNILA
Publisher : Fakultas Kedokteran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jk unila.v1i3.1716

Abstract

Musculoskeletal disorder pada dasarnya adalah sebuah keluhan rasa nyeri pada bagian tubuh yang mencakup otot, sendi, ligamen, rangka, dan saraf. Postur kerja merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya peningkatan keluhan Musculoskeletal Disorder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan keluhanMusculoskeletal Disorder pada perawat di instalasi rawat inap RSUD Abdul Moeloek.Desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini melibatkan 144 responden dengan metode proportional random sampling yang mengisi kuesioner nordic body maps untuk menilai keluhan Musculoskeletal Disorder dan dilakukan penilaian postur kerja menggunakan metode Rapid Upper Limb Assesment (RULA). Berdasarkan hasil analisis univariat untuk karakteristik responden, postur kerja yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu resiko rendah (31,3%). Sebagian besar responden memiliki keluhan Musculoskeletal Disorder sedang (39,6%). Berdasarkan analisis bivariat yang dilakukan dengan uji chi square terdapat hubungan bermakna antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorder dengan nilai p=0,001 (α<0,05). Simpulan, postur kerja yang paling banyak dimiliki oleh responden yaitu postur kerja dengan resiko rendah. Sebagian besar responden memiliki keluhan Musculoskeletal Disorder sedang.Terdapat hubungan yang bermakna antara postur kerja dengan keluhan Musculoskeletal Disorder.Kata kunci:Musculoskeletal Disorder, Nordic Body Maps, Postur kerja

Page 1 of 3 | Total Record : 27