cover
Contact Name
Hafizh Al Fikri
Contact Email
hafizalfikri@ikj.ac.id
Phone
+6281380151716
Journal Mail Official
jurnal@senirupaikj.ac.id
Editorial Address
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta Kompleks Taman Ismail Marzuki Jalan Cikini Raya No. 73, Cikini Kec. Menteng Kota Jakarta Pusat, 10330
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Senirupa Warna (JSRW)
ISSN : 23551682     EISSN : 26857618     DOI : https://doi.org/10.36806
JSRW supports the vision and mission of FSR-IKJ to publish works of a scientific nature within FSR-IKJ and beyond. Works published must discuss discourses of arts (either fine or applied) in the fields related to visual aspects, such as fine arts, design, craft, visual narratives, and forms of art that utilize the new media.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme" : 6 Documents clear
THE COMMONS: EKOLOGI DAN POLITIK MEMANDANG ALAM : MEMBACA KEMBALI MITOS TENTANG KEINDAHAN ALAM DAN RELASINYA DENGAN MANUSIA MELALUI KARYA SENI MEDIA Yuka Dian Narendra
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.164

Abstract

Diskusi tentang alam dalam praktik seni rupa modern seringkali berujung pada visualisasi keindahan alam yang mengagumkan. Dalam seni lukis modern Indonesia, praktik visualisasi ini sempat digunakan untuk mengonstruksi narasi tunggal tentang alam Indonesia yang indah permai. Gunung, persawahan, seperti juga pantai dan lautan menjadi representasi umum yang ditampilkan. Sementara itu, hutan gambut yang juga merupakan bagian penting dari lansekap alam Indonesia masih jarang ditampilkan sebagai representasi keindahan alam Indonesia. Kemampuannya menyerap jejak karbon dari atmosfer mejelaskan peran penting hutan gambut dalam mengatasi perubahan iklim planet ini. Artikel ini mencoba mengulas bagaimana wacana tentang perubahan iklim, pelestarian ekosistem alam dan penggambaran keindahan hutan gambut di Katingan, Kalimantan Tengah, diartikulasikan oleh seniman media DigitalNativ, dalam karya mereka yang berjudul “The Commons.” Karya ini diproduksi untuk perhelatan “Five Passages to the Future” yang digelar di Galeri Nasional, bulan Oktober 2019 lalu. Selain itu, makalah ini juga mencoba mengelaborasi bagaimana pendekatan teknis yang digunakan dalam karya tersebut digunakan untuk memvisualkan dimensi saintifik dari alam yang “liar” dan “tidak terkendali.”  
IDENTITAS VISUAL DESA BUDAYA PAMPANG SAMARINDA Arafah Zakiyah Rachma; Nicholas Wila Adi; Hafizh Al Fikri
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.165

Abstract

Desa Budaya Pampang merupakan salah satu tujuan wisata yang terdapat di Samarinda, Kalimantan Timur. Kebudayaan Dayak yang ditawarkan oleh desa ini diminati oleh wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Desa ini merepresentasikan eksotisme kebudayaan Dayak dalam bentuk tarian,  rumah Lamin Panjang, dan lain-lain, seperti  aneka cenderamata manik-manik yang dapat dibeli oleh para wisatawan. Namun, kurangnya publikasi dan tidak adanya identitas visual yang dimiliki oleh Desa Budaya Pampang sangat disayangkan. Identitas visual dapat menjadi solusi, khususnya bagi pemerintah serta pengelola untuk dapat memajukan pariwisata dan melestarikan kebudayaan Suku Dayak.  Identitas visual dapat berfungsi untuk mengangkat citra positif serta menarik minat wisatawan untuk berkunjung agar membawa kemajuan bagi Desa Budaya Pampang sebagai salah satu destinasi wisata. Tulisan ini membicarakan identitas visual tersebut menggunakan metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, studi Pustaka, dan dokumentasi. Data yang telah diperoleh merupakan dasar dari proses identitas visual beserta strategi komunikasinya. 
SIMBOL MULTIKULTURALISME PADA IMAJI HIBRID PAKSI NAGA LIMAN KERATON KANOMAN CIREBON Ismet Zainal Effendi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.167

Abstract

Artikel ilmiah ini fokus pada kajian simbol mutikultural yang terdapat pada Paksi Naga Liman Keraton Kanoman Cirebon.  Pemilihan Keraton Kanoman, dengan pertimbangan artefak dan peninggalan sejarah yang tersimpan di keraton, memperlihatkan nilai artistik dan fungsional sebagai suatu produk seni-budaya dan memiliki nilai-nilai simbolik religio-magis.  Paksi Naga Liman, merupakan sosok jejaden yakni sosok makhluk hibrid yang berwujud ganjil, yakni, berkepala naga, berbelalai dan berbadan gajah, bersayap burung pemangsa, bertaring, dan belalainya melilit sebuah senjata tradisional berupa ‘cakra-trisula’.  Pemilihan  Paksi Naga Liman, karena merupakan warisan budaya Nusantara yang perlu dijaga dan digali makna historis dan simbolis khususnya dalam konteks hibriditas sebagai karakter nilai-nilai yang dimiliki bangsa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan melakukan kajian-kajian terhadap imaji mitos Paksi Naga Liman yang ada di Keraton Kanoman Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan. Hasil kajian menunjukan terdapat spirit multikulturalisme pada Paksi Naga Liman, secara historik-diakronik merupakan simbol akulturasi dalam Kerajaan Cirebon. Paksi, merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang dibawa oleh orang-orang Mesir ke Cirebon. Naga, merupakan pengaruh dari Negeri Tiongkok yang masik ke wilayah Cirebon, dan Liman, merupakan pengaruh dari kebudayaan Hindu yang dibawa oleh orang-orang India ke Cirebon.
EKSPLORASI ESTETIK BERBASIS OUTING CLASS MODELS: MULTIKULTURALISME DI KAMPUNG BATIK MANDING SIBERKREASI WONOSARI GUNUNG KIDUL YOGYAKARTA Maria Adventina Sunardiyah; Supriyoko; Moh. Rusnoto Susanto
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.173

Abstract

Wonosari sebagai kota Kabupaten Gunung Kidul sebagai bagian dari daerah penopang keistimewaan Yogykarta yang dikenal sebagai daerah multikulturalisme merupakan landscape kawasan yang tengah berkembang progresif pada pengembangan destinasi wisata budaya, kuliner, dan wisata pantai dalam beberapa dekade ini mencuri perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara, salah satunya kaswasan Kampung Batik Siberkreasi di Wonosari, Gunung Kidul Yogyakarta. Tujuan dari penelitian diantaranya; (1) untuk mengeksplanasi pengaruh kegiatan eksplorasi estetik berbasis outing class multikulturalisme dan hasil pembelajaran peserta didik untuk menumbuhkan minat menciptakan kreasi batik bagi pengunjung khususnya peserta didik Sekolah Dasar di Kampung Batik Siberkreasi Wonosari Yogyakarta, (2) Menganalisis hasil kegiatan eksplorasi estetik berbasis outing class models multukulturalisme di Kampung Batik Siberkreasi Wonosari Yogyakarta dalam meningkatkan ketrampilan membatik bagi peserta didik Sekolah Dasar. Jenis penelitian yang digunakan penelitian kwalitatif dengan pendekatan deskriptif analisis proses kreatif. Adapun tahapan pelaksanaan outing class ini dimulai dari perencanaan, pelaksanaan, refleksi, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, peneliti membuat perancangan perangkat pembelajaran. Pada pelaksanaan peserta didik dibimbing oleh narasumber (mentor dan exspert serta tutor sebaya) melakukan kegoatan workshop dan pendampinga selama proses membatik bebasis outingclass models berlangsung. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa; (1) Melalui penerapan model outing class, pembelajaran membatik menjadi lebih menarik dan menyenangkan karena peserta didik dapat langsung praktik membuat batik di Kampung Batik Siberkreasi Wonosari Yogyakarta. (2) Kegiatan sinergitas antara pengunjung, expert, tutor, mentor, dan guru pendamping) menjadi pengalaman empiris bagi peserta didik dengan outing class models mampu menghasilkan produk batik.
MANUSIA DAN KARYA MULTIKULTURAL DALAM SENI RUPA Embun Kenyowati
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.178

Abstract

Ekspresi, persepsi dan interpretasi visual dalam seni rupa pada dasarnya dimulai dengan perbedaan visual antar manusia dan antar budaya sejak awal. Penghargaan terhadap perbedaan visual adalah cikal bakal bagi karya-karya multikultural, yang berasal dari berbagai budaya.  Dari berbagai karya yang telah diakui menyiratkan adanya budaya yang bercampur pada pelakunya. Inilah yang dapat asumsikan dalam karya-karya multikultural. Tulisan ini tidak bermaksud mengklasifikasi atau mengevaluasi pelukis/perupa atau karya-karya yang berciri multikultural, melainkan memberi gambaran bahwa sejauh yang dimaksud seni rupa sebagai seni rupa modern kontemporer, maka pada dirinya adalah karya multikultural. Proses kesejagatan (globalisasi) sejak awal telah melahirkan manusia hybrid dan karya hybrid yang mengekspresikan multikulturalisme, tanpa mengabaikan bahwa masih terdapat karya yang konsisten mendukung pada keaslian dan lokalitas budaya.  Dengan pendekatan filsafat seni dan padangan multikulturalisme - yang  bukan hanya sebagai keberagaman dan pluralitas budaya, namun juga sebagai pengakuan  budaya dan karya minoritas yang terpinggirkan - dan dengan metode empiris, analisis, kritis,  tulisan ini bermaksud mengelaborasi hal tersebut, dengan membahas manusia dan karya yang dianggap multikultur,  sebagai hakekat dari multikulturalisme itu sendiri yang sifatnya terbuka.
REPRESENTASI BUDAYA URBAN PADA SKENOGRAFI TEATER KAJIAN : PEMENTASAN PESTA PARA PENCURI Edy Susanto; Junian R Siregar; Ery Ekawati; Dewi Hafianti; Citra Smara Dewi
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 11 No. 1 (2023): Multikulturalisme
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v11i1.179

Abstract

Artikel ilmiah ini fokus pada kajian karya Skenografi pada Pertunjukan Teater yang memiliki karakteristik budaya Urban. Pemilihan skenografi dengan pertimbangan bahwa fungsi skenografi adalah menunjukan identitas tempat terjadinya peristiwa. Keurbanan juga nampak pada peristiw yang terjadi di café tersebut, disamping itu kajian tentang scenografi yang fokus pada budaya urban masih sangat terbatas. Studi kasus kajian ini adalah pertunjukan teater berjudul Pesta Para Pencuri karya Jean Anouilh hasil adaptasi Rachman Sabur, yang mengangkat fenomena sosial abad 20. Kajian terdahulu dengan judul “Tata Artistik (Scenografi) dalam Pertunjukan Kesenian Tradisi Berbasis Kerakyatan” yang ditulis oleh Heny Purnomo, di vol. 2 No. 2 (Oktober): 2018; mengetengahkan bahwa berbagai tayangan hiburan berbasis industri seni popular, seperti tayangan media televisi, sudah didukung penataan artistik dengan teknologi canggih, sementara kesenian tradisi berbasis kerakyatan seperti pertunjukan ludruk Irama Budaya Surabaya, yang diselenggarakan di panggung proscenium sudah ketinggalan zaman dan tidak memberi keuntungan pasar. Caranya adalah dengan memanfaatkan dukungan penataan skenografi secara maksimal; sedangkan metode penelitian yang digunakan penulis pada penulisan jurnal ilmiah ini adalah kualitatif yang bersifat laporan deskriptif argumentatif. Hasil Kajian menunjukan, peran scenografi dalam pertunjukan teater ini sangat besar, baik  dalam representasi kehidupan kaum urban, memperkuat karakter  para aktor dan menegaskan makna sehingga pesan dan nilai yang hendak disampaikan menjadi semakin jelas ditangkap  penonton.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6