cover
Contact Name
Achmad Fawaid
Contact Email
fawaidachmad@gmail.com
Phone
+6282318007953
Journal Mail Official
jurnal.guyub@gmail.com
Editorial Address
Lembaga Penerbitan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), Lantai 2 Gedung Rektorat Universitas Nurul Jadid, Jl. KH. Zaini Mun'im Karanganyar Paiton Probolinggo Jawa Timur, 67291
Location
Kab. probolinggo,
Jawa timur
INDONESIA
GUYUB: Journal of Community Engagement
ISSN : 27231232     EISSN : 27231224     DOI : -
The focus of GUYUB: Journal of Community Engagement is to provide readers the conceptual thoughts and research results in the area of community service. The scope of GUYUB: Journal of Community Engagement is relating to the main problems of community engagement areas, such as (1) training, marketing, appropriate technology, design; (2) student community services; (3) community empowerment, social access; (4) education for sustainable development, etc.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2022)" : 5 Documents clear
PKM Pendampingan Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Perguruan Tinggi Pesantren Zona Tapal Kuda Jawa Timur M. Noer Fadli Hidayat
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v3i1.3676

Abstract

Di tahun 2020 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merilis kebijakan Kampus Merdeka Merdeka Balajar (MBKM) sebagai kerangka dalam menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi. Pokok - pokok dari kebijakan MBKM meliputi: (1) pembukaan program studi baru; (2) sistem akreditasi perguruan tinggi; (3) perguruan tinggi badan hukum (4) hak belajar tiga semester di luar program studi. Dengan kebijakan tersebut Perguruan Tinggi Pesantren dituntut untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif agar mahasiswa dapat meraih capaian pembelajaran mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal dan selalu relevan melalui berbagai bentuk kegiatan belajar di luar perguruan tinggi. Tujuan PKM ini adalah kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan perguruan tinggi pesantren zona tapal kuda Jawa Timur dapat mengimplementasikan program MBKM Mandiri dan kemitraan antar perguruan tinggi pesantren. Hasil yang dicapai dari PKM ini adalah tersusunnya dokumen kebijakan dan dokumen panduan teknis dan prosedur operasional baku program MBKM serta terlaksananya program MBKM Pertukaran santri yang diikuti oleh 40 mahasiswa dari 10 Perguruan Tinggi Pesantren Zona Tapal Kuda Jawa Timur
PKM Pemberdayaan Masyarakat melalui Pemanfaatan Pengolahan Kotoran Sapi Menjadi Pupuk Kompos di Dusun Pareyaan Desa Sopet Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Fathor Rosi; Aniatul Khasanah; Rizki Eka Damayanti; Wirdatussururoh Wirdatussururoh; Sri Wahyuni
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v3i1.3677

Abstract

Pemberdayaan masyarakat dapat diartikan sebagai proses yang membangun masyarakat atau sekelompok manusia yang berangkat dari kemauan dan inisiatif dirinya sendiri dapat berupa peningkatan kemampuan, pengelompokan dan segala bentuk perubahan perilaku Masyarakat. Salah satu pemberdayaan masyarakat adalah pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk kompos di dusun pareyaan desa sopet. Dengan cara mengoptimalisasikan sinergitas antara KOTASS (Koperasi Konsumen Tani Sopet Sejahtera) dengan masyarakat Dusun Pareyaan Desa Sopet yang didominasi oleh petani dan peternak sapi. Adapun alasan untuk memilih pemanfaatan kotoran sapi antara lain: 1) Mempertimbangkan penduduk Dusun Pareyaan Desa Sopet yang presentase 80 % berprofesi sebagai petani, 2) Melihat keadaan yang hampir di setiap rumah penduduk memiliki ternak sapi, 3) Kotoran sapi yang ada disetiap rumah ada yang dibakar dan adapula yang dibiarkan begitu saja hingga berserakan kesisi jalan, 4) Biaya pengolahan yang tidak terlalu mahal, 5) Bahannya pun bisa langsung dijumpai di KOTASS antara lain dekomposer, tetes dan jamur teriku bahkan bisa dibuat secara manual, 6) Pupuk kompos jika terus menerus dipakai pada media tanam maupun tanah maka kualitas tanah tersebut semakin lama akan semakin bagus walaupun reaksinya agak lambat sebaliknya jika menggunakan pupuk kimia yang reaksinya cepat namun tidak meningkatkan kualitas tanah. Dari observasi awal didapatkan bahwa masyarakat desa sopet tidak memanfaatkan dan memproses kotoran sapi dengan bijak dan kurang memahami kelebihan dari pupuk kompos dan lebih tertarik pada pupuk kimia. Adapun hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah mampu memberikan forum yang dapat menambah pemahaman masyarakat akan kelebihan dan kemudahan dalam proses pengolahannya, dan KOTASS bersedia untuk mewadahi hasil pupuk kompos olahan masyarakat maupun menerima suplay kotoran sapi mentah dari penduduk Dusun Pareyaan Desa Sopet
PKM Pendampingan Pola Hidup Bersih dan Sehat pada Peserta Didik Taman Pengasuhan Anak Ar-Rahmah Pondok Pesantren Nurul Jadid Ahmad Zubaidi; Mistria Harmonis; Ismail Marzuki
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v3i1.3678

Abstract

Pengabdian ini dilakukan dalam bentuk pendampingan dalam rangka mempraktikkan Pola hidup Persih dan sehat pada Taman Pengasuhan Anak Ar-Rahmah Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo. Aktivitas yang dilaksanakan oleh anak didik Siswa-siswi A-Rahmah di antaranya, pengenalan makanan sehat gizi seimbang; cuci tangan dengan memakai sabun; pengenalan pengelolaan sampah, kebersihan rumah; pengenalan vektor penyakit yang disebabkan oleh serangga (lalat, kecoa, serta tikus). Ada pun pengenalan materi-materi tersebut dilaksanakan dengan metode cerita dan bermain peran (role playing) disertai dengan gambar-gambar menarik. Hasil kegiatan memperlihatkan hasil pemahaman yang cukup baik, yang ditunjukkan dengan hasil: 80 % peserta didik di TPA Ar-Rahmah mampu membiasakan diri hidup bersih dan sehat baik disekolah mapun dirumah.
PKM Pendampingan Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 dalam Manajemen Diri Pasca Karantina di Rumah Karantina SMP Negeri 1 Pajarakan Probolinggo Setiyo Adi Nugroho; Septi Maharani Putri
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v3i1.2751

Abstract

Covid varian delta kini masuk ke Negara Indonesia, tentunya kondisi ini membuat pemerintah harus mencari cara untuk menekan angka peningkatan jumlah kasus covid-19 varian delta dikarenakan terbatasnya tenaga kesehatan dan ruang isolasi dirumah sakit. Salah satu langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten probolinggo agar tidak terjadinya overload pasien covid-19 di rumah sakit yaitu didirikan rumah karantina yang terletak dibeberapa tempat dikabupaten probolinggo yang dipantau oleh relawan. Tujuan pengabdian ini adalah agar pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dapat melakukan manajemen diri pasca karantina. Tahap awal yang dilakukan adalah mengidentifikasi dan mengobservasi lingkungan di rumah karantina dan melakukan komunikasi dengan pihak dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Pada tahap kedua kami melakukan pendampingan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di rumah karantina dalam persiapan pasca karantina denganĀ  tentang pedoman manajemen diri menurut WHO yang terdiri dari: Cara Mengatasi Sesak Nafas, Berolahraga, dan Mengajarkan Pentingnya Pemeriksaan Diri Saat ada Keluhan. Tahap evaluasi dilakukan dengan mengidentifikasi adanya feed-back setelah dilakukan sosialisasi mengenai pedoman manajemen diri dari WHO pasca karantina dengan menanyakan kembali materi yang telah disampaikan kepada pasien dan dengan hasil mayoritas pasien mengerti terhadap apa yang telah dijelaskan. Dalam pencegahan dan penanganan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo pemerintah masih membutuhkan bantuan relawan Covid-19 untuk membantu memantau keadaan pasien Covid-19 di rumah karantina yang terletak dibeberapa tempat di Kabupaten Probolinggo.
PKM Pelatihan Penyusunan Media Pembelajaran Android Interaktif bagi Guru MGMP IPA Wilayah Jember Selatan Syahrul Mubaroq; Aulya Nanda Prafitasari
GUYUB: Journal of Community Engagement Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/guyub.v3i1.3675

Abstract

Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung telah mendorong penggunaan blended learning sebagai sistem pembelajaran. Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menyusun media pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik khususnya para guru bidang studi IPA di wilayah Jember selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pelatihan penyusunan media pembelajaran berbasis android dan mengetahui penelian guru tentang pemanfaatan aplikasi tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru dapat memahami cara kerja Smart Apps Creator 3 dan membuat produk media pembelajaran berbasis android dalam satu kelompok mengajar. Respon peserta terhadap aplikasi Smart Apps Creator 3 menunjukkan bahwa 88% dari peserta guru setuju bahwa topik pelatihan yang diberikan relevan, 72,5% menyatakan bahwa mudah membuat media pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator 3, 88,5% setuju bahwa produk yang dihasilkan dapat mempermudah penyampaian materi kepada siswa, dan 68,6% dari peserta menilai siswa akan memiliki minat yang besar pada media pembelajaran berbasis android.Pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung telah mendorong penggunaan blended learning sebagai sistem pembelajaran.Oleh karena itu, guru diharapkan dapat menyusun media pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarikkhususnya para guru bidang studi IPA di wilayah Jember selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan pelatihan penyusunan media pembelajaran berbasis android dan mengetahui penelian guru tentang pemanfaatan aplikasi tersebut. Hasil dari kegiatan ini adalah para guru dapat memahami cara kerja Smart Apps Creator 3 dan membuat produk media pembelajaran berbasis android dalam satu kelompok mengajar. Respon peserta terhadap aplikasi Smart Apps Creator 3 menunjukkan bahwa 88% dari peserta guru setuju bahwa topik pelatihan yang diberikan relevan, 72,5% menyatakan bahwa mudah membuat media pembelajaran menggunakan Smart Apps Creator 3, 88,5% setuju bahwa produk yang dihasilkan dapat mempermudah penyampaian materi kepada siswa, dan 68,6% dari peserta menilai siswa akan memiliki minat yang besar pada media pembelajaran berbasis android.

Page 1 of 1 | Total Record : 5