cover
Contact Name
Jusuf Haurissa
Contact Email
jhaurissa65@gmail.com
Phone
+6281334283132
Journal Mail Official
jhaurissa65@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Sentani Padang Kampus USTJ Rektorat Lantai 2 Rektorat Jayapura
Location
Kota jayapura,
P a p u a
INDONESIA
Jurnal Dinamis
ISSN : 16933605     EISSN : 27220109     DOI : 10.58839
Jurnal DINAMIS merupakan jurnal ilmiah yang pertama kali diterbitkan oleh Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi ini sebagai media penyebarluasan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi rumpun ilmu teknik sipil dan perencanaan, teknologi industri dan kebumian, informasi, kesehatan dan lingkungan, ekonomi, sastra, sosial dan politik.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 241 Documents
PENGARUH DANA BAGI HASIL (DBH), DANA ALOKASI UMUM (DAU) DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP DANA PERIMBANGAN DI KOTA JAYAPURA Anita Latuheru
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Dana Bagi Hasil (DBH),Dana AlokasiUmum (DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) terhadap Dana Perimbagangan Di KotaJayapura.Penelitian ini dilakukan di Kota Jayapura. Pengumpulan data melalui kualitatif dankuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data dari instansi terkait dan metide yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini dengan mengunakan metoderegresi berganda.Hasil penelitian memunjukan bahwa Dana Bagi Hasil (DBH),Dana AlokasiUmum(DAU),Dana Alokasi Khusus (DAK) memberikan pengaruh yang signifikan dalammempengaruhi Dana Perimbangan Kota Jayapura. Dimana Dana Perimbagan secaralangsung sebesar -0.023. Dana Alokasi Umum (X2) yang diukur dengan Dana perimbagansecara langsung sebesar 0.958,sedangkan Dana Alokasi Khusus (X3) yang diukur denganDana Perimbangan secara langsung sebesar 0,053, kemudian Dana Bagi Hasil BukanPajak (X1),Dana Alokasi Umum (X2), dan Dana Alokasi Khusus (X3) secara bersamasama mempunyai hubungan memberikan pengaruh siknifikan terhadap DanaPerimbangan sebesar 0.999 %, dan sisinya yaitu 1% dipengaruhi oleh variabel lain.
ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN, HARGA TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN JASA PETI KEMAS Victor F. Pasalbessy
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk : (1). menganalisis pengaruh kualitas pelayanan danharga berpengaruh secara simultan terhadap kepuasan pelanggan; (2). menganalisispengaruh kualitas pelayanan dan harga berpengaruh secara parsial terhadapkepuasan pelanggan; (3). mengetahui variabel yang berpengaruh secara dominanterhadap kepuasan pelanggan.Hasil penelitian mengemukakan bahwa analisis secara simultan dapat diketahuibahwa : jika kualitas pelayanan (X1) dan tingkat harga (X2) meningkat, maka akanmeningkatkan kepuasan pelanggan. Hubungan antara X1 dan X2 terhadap Ysangat sama-sama memberikan kontribusi dalam mempengaruhi Y (kepuasanpelanggan) sebesar 74,90% sedangkan sisanya 25,10% dipengaruhi oleh variabelatau faktor lain. Secara parsial diketahui bahwa: apabila kualitas pelayanan (X1)sama dengan nol maka akan diperoleh besarnya kepuasan pelanggan sebesar8,933. Selanjutnya jika kualitas pelayanan dinaikkan 1 satuan, maka akanmenyebabkan kenaikan kepuasan pelanggan sebesar 0.385. Sedangkan hubunganantara kualitas pelayanan (X1) terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,492,sehingga dapat dikatakan bahwa Kualitas Pelayanan memberikan kontribusi kepadakepuasan pelanggan sebesar 24,20 persen, dan sisanya 75,80 persen dipengaruhioleh variabel lain. Selanjutnya apabila tingkat harga (X2) sama dengan nol makaakan diperoleh besarnya kepuasan pelanggan sebesar 3,292. Selanjutnya jikatingkat Harga dinaikkan 1 satuan, maka akan menyebabkan kenaikan kepuasanpelanggan sebesar 1,092. Sedangkan hubungan antara tingkat Harga (X2)terhadap kepuasan pelanggan sebesar 0,861, sehingga dapat dikatakan bahwatingkat Harga memberikan kontribusi kepada kepuasan pelanggan sebesar 74,20persen, dan sisanya 25,80 persen dipengaruhi oleh variabel lain. Dari hasil analisisbaik secara simultan dan secara parsial dapat diketahui bahwa secara dominan dapatdilihat bahwa variabel harga (X2) yang mempunyai pengaruh yang sangat besarterhadap variabel kepuasan pelanggan (Y)
THE DEVELOPMENT OF STUDENTS’ VOCABULARY THROUGH EXTENSIVE READING Sri Vitayanti
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Now daysit is very important to master English well, extensive reading can be used to improve thebasic four skills of the students’. This research aimed to investigate to what extent the studentsdeveloped their vocabulary through extensive reading.The research was an experimental study. The total of 76 IPS students participanting in the researchwere devided into two groups. 38 IPS 1 students were treated as the experimental group andanother 38 IPS 2 students were treated as the control group. The experimental group was requiredto do extensive reading, while the control group asked to perform intensive reading. The researchdata were collected through a pre-test and post-test in vocabulary.The research result revealed that the students treated using the extensive reading technique couldsignificantly improve their vocabulary compared to those students treated using the traditionalmethod or the intensive reading technique. This could be seen as follows: (1) the mean value thestudents obtained in the pre-test was 75.93 and in the post-test was 89.93; (2) the T-test value of44.61 was greater than the t-table value of 2.024 (44.61 > 2.024). Besides, the response of theexperimental group to the questionaires was positive about the extensive reading method.
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN R-22 DAN HCR-22 PADA PENYIMPANGAN BUAH-BUAHAN M. Basri Katjo; Jufri Sialana
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ukuran evaporator untuk penerapan R-22 dan HCR adalah sama. Untuk kapasitas pendinginyang sama, daya kompresor yang dibutuhkan, untuk penerapan HCR-22 adalah 0,05 kalidari daya yang dibutuhkan untuk penerapan R-22, dengan nisbah kompresi yang lebihrendah untuk HCR-22 dibandingkan R-22 maka kompresor pada penerapan HCR-22 akanbekerja lebih ringan dibandingkan R-22. Untuk kapasitas pendingin yang sama, makapenerapan HCR-22 akan bekerja lebih menghemat pemakaian energi dibandingkan denganpenerapan R-22 yakni ditunjukan dengan besar kompresor yang dibutuhkan.. Penelitian inibertujuan untuk membandingkan keunggulan dan kelemahan refigran HCR 22 padapenyimpangan buah-buahan menggantikan R 22 yang diketahui sebagai bahan perusakozon dan Keungulan menggunakan refigran HCR 22 dibandingkan R 22 padapenyimpangan buah-buahan.Penelitian dilakukandengan cara mengkaji secara teori pada efek penerapan penggunaan R-22 dan HCR-22 pada sistem.Variabel yang dihitung antara lain:ukuran pokok unit-unitpendingin yakni eevaporator,kondensor dan konpresor.Dan kemudian mengadakanpercobaan untuk mengamati penomena yang berkaitan dengan penerapan HCR-22 sebagaidrop-in subtitute pada sistem yang menggunakan R-22. Hasil analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa:dampak refrigerasi dengan temperaturyang sama untuk HCR-22 adalah 1,78 kali lebih besar dari R-22 untuk penerapan HCR-22,jumlah pemakaian refigeran turun 44% dibandingkan R-22 sehingga tangki penampungrefigerant dapat dibuat lebih kecil.Ukuran kondensor untuk penerapan HCR-22 lebih kecildibandingkan R-22 untuk kapasitas pendingin dan temperatur yang sama. Terdapatkeuntungan dan kerugian yang dapat diperoleh dari penerapan HCR-22 pada unit pendinginR-22 dengan penggantian komponen, terdapat keuntungan dan kerugian yang dapatdiperoleh dari penerapan HCR-22 dan pada unit pendingin R-22 tanpa penggantiankomponen.
PENGARUH KONTRIBUSI SEKTOR TERSIER TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA JAYAPURA PERIODE TAHUN 2006 - 2010 Maria Yuvita Gobay
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis mengenai pengaruh kontribusi sektor tersier terhadappertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura selama periode 2006 – 2010. Pendekatan yangdigunakan dalam mencermati pembangunan ekonomi di Kota Jayapura melaluipendekatan sektoral, yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh kontribusi sektor tersierdalam pembentukan nilai tambah bruto terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapuraperiode tahun 2006 – 2010, untuk mengetahui laju pertumbuhan sektor tersier terhadappembentukan nilai tambah brutodi Kota Jayapura periode tahun 2006 – 2010 sertamengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan sektor tersierdi KotaJayapura periode tahun 2006 - 2010.Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan periode pengamatan dari tahun 2006 –2010, yang meliputi variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar hargakonstan 2000, sektor-sektor ekonomi dan pertumbuhan ekonomi.Spesifikasi model dan alat analisis yang digunakan sebagai dasar pengukuran dalampenelitian ini meliputi, analisis kontribusi sektoral, analisis pertumbuhan ekonomi dananalisis regresi linear sederhana.Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur perekonomian di Kota Jayapura sangatmengandalkan sektor tersier sebagai “leading sector”. Sektor tersier memberikan andilyang sangat besar bagi perekonomian di Kota Jayapura bila dibandingkan dengan sektorprimer dan sektor sekunder. Kontribusi sektor tersier selama kurun waktu 2006 – 2010 diatas 60% sementara sektor sekunder sekitar 20% dan sektor primer hanya sebesar di atas5%. Laju pertumbuhan sektor tersier selama periode 2006 – 2010 yang berada di atas10% pada tahun 2006, tahun 2008, tahun 2009, dan tahun 2010 sebesar 12.56%,15.58%, 21.56% dan mengalami penurunan pada tahun 2010 dengan laju pertumbuhansebesar 17.42%. Sedangkan pada tahun 2007 laju pertumbuhan sektor tersier terendah,yaitu hanya sebesar 9.22%. Berdasarkan analisis hasil regresi maka kontribusi sektortersier berpengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Jayapura selamaperiode 2006 – 2010.
PENERJEMAHAN NOMINA BAHASA INGGRIS PADA NOVEL THE PENDERWICKS KARYA JEANNE BIRDSALL KE DALAM BAHASA INDONESIA TERWELINE TAPILATU
DINAMIS Vol 1 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research, which is a qualitative one, aims at describing how nouns in the novel ThePenderwicks are translated into Indonesian and how the procedures used in translating thenouns affect the equivalence between the source and target texts as well as the acceptabilityand naturalness of the target text. The data were collected from two documents, i.e. theEnglish novel The Penderwicks: a Summer Tale of Four Sisters, Two Rabbits, and a VeryInteresting Boy by Jeanne Birdsall and its translation ‘Keluarga Penderwick: Kisah MusimPanas Empat Kakak-Beradik Perempuan, Dua Kelinci, dan Seorang Anak Laki-Laki yangMenarik’ in Indonesian, and were analised using the content analysis method.The findings show that the English nouns were translated into different forms andmeanings by using eight procedures i.e. shifts, modulation, contextual conditioning,naturalisation, transference (borrowing), translation by omission, translation by paraphraseusing a related word, and translation by paraphrase using unrelated words. The purposes forapplying these various procedures are mainly to bridge the differences between bothlanguages including their cultures, produce natural equivalents in the target text, adjust thecontext of utterance in the source text into the target one, overcome the lack of vocabulary inthe target text, produce effective sentences, and clarify the source text meaning. The use ofsome of these procedures has resulted in the shift of meaning but there is no significantdistortion of meaning. The translation text is generally intelligible, acceptable, natural andconsidered appropriate for its intended readers, i.e. children
STUDI JATUH TEGANGAN PADA FEEDER 20KV TERHADAP JARAK PENEMPATAN TRANSFORMATOR DISTRIBUSI DI KABUPATEN JAYAPURA A. Muid Fabanyo; M. Arie Reza
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyaluran energi listrik dari pusat pembangkitan listrik yang posisinya berada jauhdari pusat beban, dapat mengakibatkan kerugian-kerugian yang terjadi selama dilakukanpenyaluran daya listrik. Kerugian ditimbulkan oleh saluran yang cukup panjang darsei pusatpembangkit hingga konsumen akan mengalami jatuh tegangan sepanjang saluran yangdilalui. Sesuai standar SPLN 72:1987 menunjukkan bahwa toleransi jatuh tegangan salurandistribusi 20 Kv (JTM) adalah sebesar 5%. Sebagaimana single line diagram pada Feeder20KV di Distrik Depapre yang dialiri daya listrik mencakup 19 buah transformator denganpanjang saluran dari Gardu Hubung (GH) hingga Desa Tablasupa adalah sebesar 64,5 kms.Dengan jauhnya jarak saluran distribusi tersebut akan mengakibatkan timbulnya jatuhtegangan yang disebabkan karena tata letak antar transformator distribusi yang cukupvariatif.Hasil analisa jatuh tegangan pada Feeder 20 KV khususnya penyulang Depapre,menunjukkan bahwa pada gardu 112 ( DesaAmai ) diperoleh jatuh tegangan sebesar 5,08%atau 1016,83 volt. Sedangkan pada gardu nomor 113 yang berada di Desa Tablasupa,menhasilkan jatuh tegangan sebesar 5,25% atau 1050,87 volt. Guna memperkecil rugi-rugiakibat jatuh , maka perlu dilakukan perubahan jarak pada gardu nomor 112 yang semulaberjarak 62 kms menjadi 61,984 kms dan gardu nomor 113 dari jarak semula 64,5 kmsmenjadi 64,46 kms agar diperoleh rugi-rugi seminimal mungkin.
PENGEMBANGAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA MESIN PENGAYAK PASIR BERTINGKAT Awia Conang; Marthina Mini
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jayapura is a city that is currently a lot of construction everywhere, ranging fromresidential, office, shop - shop and others. The use of sand in constructing a buildingmore and more increasing. Increased use of these sands occur because of the day today needs of the building for economic survival that are needed in everyday life.Practical and economical nature of these causes of sand used as raw materials thatare beneficial for development. The purpose of this study was to develop a simple sandsieving machine is easy to operate for building materials in Jayapura.Method development and research is to design a multi-storey sand sievingmachine using an electric motor. In this study should be planned is the motor powercounting, shafts, pins, bearings, pulleys and belts. After the newly designed tool thathas obtained the appropriate calculations.The results obtained from this study were stratified sand sieving machine isalready done the calculations and the design process so that it can be concluded thatalthough the machine is not as automatic as sieving sand from previous studies, but ithas been well-operated machine that can already be used to sift the sand, in this caseis sand as a building material for construction workers in the city of Jayap
POTRET MASYARAKAT MISKIN DI DAERAH KAYA SUMBER DAYA ALAM Bonefasius Bao; Apner Siang
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Keerom merupakan sebuah daerah otonom, yang jumlahpenduduk miskinnya cukup tinggi, jika membandingkannya dengan beberapa daerahlain di Provinsi Papua. Berdasarkan data BPS tahun 2011, Kabupaten Keerommasuk dalam kategori wilayah termiskin 24 dari 29 kabupaten/kota yang ada diProvinsi Papua, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 11,4 ribu orang atau21,98% dari jumlah penduduknya sebanyak 50.043 jiwa.Studi tentang implementasi kebijakan ini dimaksudkan untuk mengukur duahal penting, pertama, bagaimana potret context dan content kebijakanpenanggulangan kemiskinan? dan yang kedua, sejauhmana capaian tujuanimplementatif program Bantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) dalam rangkamewujudkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.Berdasarkan data yang dihimpun dan kemudian dianalisis, maka tujuanBantuan Keuangan Kepada Kampung (BK3) khususnya mengenai kemandirianmasyarakat menunjukan adanya peningkatan yang cukup signifikan, di manaterdapat adanya potret partisipasi warga yang sangat bergairah dalam melaksanakanseluruh tahapan kegiatan, kaum marjinal menjadi lebih berdaya, kapasitasmasyarakat dalam mengelolah sumberdaya yang dimiliki juga meningkat. Sementaraitu, kesejahteraan masyarakat pada tingkatan yang paling sederhana dapatdikatakan cukup meningkat, jika ukurannya adalah akses ekonomi, infrastruktur,akses pendidikan dan kesehatan cukup siginifikan. Sementara itu, dalam kurunwaktu empat tahun pelaksanaan program Bantuan Keuangan Kepada Kampung(BK3) tahun 2010-2014, secara de jure (data BPS), upaya pengurangan angkakemiskinan belum tercapai, (karena diduga ada muatan kepentingan), namun secarade facto, sesungguhnya program ini telah mengurangi angka kemiskinan.
ANALISA DISTRIBUSI TEMPERATUR KOMPOR SERBUK KAYU AKIBAT PENAMBAHAN DINDING API (FIRE WALL) DENGAN MENGGUNAKAN INFRARED THERMOGRAPH Helen Riupassa; Hendry Y. Nanlohy
DINAMIS Vol 2 No 12 (2014): DINAMIS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Household sector as the second largest energy user after the industrial sector, thereality of what happened in Papua subsidized price of kerosene has reached Rp 6,000 - Rp10,000/liter due to government policy. Wood processing industry produces 40% of woodwaste which cause problems that impact on the environment. Need to use it into valueadded products, one of them as an alternative energy source to help alleviate the localeconomy.The method used in this study is an experimental analysis, by comparing the stovewithout the firewall and the firewall, and the temperature distribution was taken usinginfrared thermograph, and the other to obtain temperature data used infrared thermometer.The results of this study showed the exit temperature (out) with firewalls tend to behigher (591,1°C) compared with no firewall (583°C), because the firewall to isolate heat sothat the heat of combustion are all routed through the firewall to the outside of the pan isreinforced with color degradation results thermograph. But without the firewall and thetemperature rising back tends to decline because of the longer sawdust burning to ashes sothat has not been burned sawdust automatically drops down so that the distance of the potwith the heat source and the heat of combustion is much spread do not like using a firewall