cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 215 Documents
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN PENERIMAAN DIRI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK) DI POLI JANTUNG RUMAH SAKIT BIOMEDIKA MATARAM Putri Widyastuti
Jurnal PRIMA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i1.139

Abstract

Penyakit Jantung Koroner (PJK) mempengaruhi kondisi fisik dan psikologis seseorang. Keluarga berperan penting dalam membantu masalah terkait kondisi psikologis pasien PJK terutama yang berkaitan dengan kecemasan. Hal tersebut ditunjukkan karena penderita PJK masih sulit menerima kondisi penyakit yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan penerimaan diri dengan tingkat kecemasan pada pasien penyakit jantung koroner (PJK) di poli jantung RS. Biomedika Mataram. Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan desain survey analitik dan pendekatan cross sectional dengan jumlah populasi sebanyak 216 pasien, sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 139 pasien dengan menggunakan kuesioner. Untuk mengetahui hubungan variabel independen dan dependen digunakan uji analisis kolerasi spearman rank dengan α=0,05. Hasil analisis data keduanya menunjukkan p= 0,000 artinya Ha diterima yaitu ada hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien PJK dan ada hubungan penerimaan diri dengan tingkat kecemasan pada pasien PJK di poli jantung RS.Biomedika Mataram. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan dukungan keluarga dengan tingkat kecemasan pada pasien PJK dengan koefisien kolerasi 0,730 yang berarti hubungan/kolerasi termasuk kuat dan terdapat pula hubungan penerimaan diri dengan tingkat kecemasan pada pasien PJK dengan koefiesien kolerasi 0,623 yang berarti hubungan/kolerasi termasuk kuat. Diharapkan bagi peneliti selanjutnya untuk meneliti faktor-faktor lain yang mempengaruhi dukungan keluarga seperti faktor emosi, spiritual, sosial ekonomi dan latar belakang budaya.
Hubungan Kebiasaan Mencuci Tangan dan Tempat Pembuangan Tinja dengan Kejadian diare pada Balita di wilayah Puskesmas Aikmel-Lombok Timur Rabiatul Adawiyah
Jurnal PRIMA Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v1i1.13

Abstract

The majority of children died from diarrhea each year. Diarrhea is more common in children under five years age group. In developing countries such as Indonesia, diarrhea is also one of the main causes of morbidity and mortality. The purpose of this study was to determine the relationship between hand washing and disposal of faeces with the incidence of diarrhea in children under five years old. The method using case-control design with a total sample of 84 people for the case group and the control group were 84 people. The instrument used to obtain the data by using a questionnaire. The data were analyzed using univariate, bivariate and multivariate analyzes. The results o/‘multivariate analysis that the variables associated with the incidence of acute diarrhea in children under five years old was Washing hands before touching food (OR = 2.085, p = 0.013) to Wash hands after cleaning/cleaning a child (OR = 2.847, p = 0.0] 7), excreta disposal site child (OR = 4.679,p = 0.020))The conclusion that Wash your hands with water and soap after defecating, washing hands with soap and water before touching food, wash hands with soap and Water after cleaning / cleaning a child, boil water before consumption, and disposal of excreta child is a risk factor acute diarrhea in infantsKeywords: Wash hands, acute diarrhea, Toddler
PENGUATAN PERAN PETUGAS KESEHATAN: IMPLEMENTASI KELEMBAGAAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN KESEHATAN KELUARGA PRASEJAHTERA DI MATARAM Chairun Nasirin
Jurnal PRIMA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i1.56

Abstract

The implementation of local public health workforce focuses in improving the quality of low-income family regarding healthy and the future prosperity and better life and health of family. The low-income family phenomenon as an escalating worldwide problem for developing countries. This is due to an offspring of the modern urban of modern world era and country disaster. Understanding the problem of the low income family that emerge from social complex and health department of the local government and the broader community building to overcome the health government problems. Key Words: Health of local worker, health Development, Low income family
EFEKTIVITAS PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK (ANNONA MUCICATA L) DAN SENAM TERA TERHADAP PERUBAHAN KADAR ASAM URAT PADA LANSIA DENGAN GOUT ARTHRITIS DI BSLU MANDALIKA PROVINSI NTB Ni Made Sumartyawati
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.94

Abstract

Usia lanjut ditandai dengan adanya kemunduran biologis, kemampuan fisik serta munculnya beberapa penyakit, salah satunya Gout Artritis. Gout adalah suatu penyakit yang ditandai dengan serangan mendadak, berulang dan disertai dengan artritis yang terasa sangat nyeri karena adanya endapan monosodium urat atau asam urat yang terkumpul di dalam sendi sebagai akibat tingginya kadar asam urat di dalam darah/hiperurisemia. Penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan two group pretest and post-test design. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 42 responden. Analisa data menggunakan uji paired sample t test dengan signifikansi 0,05. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan bantuan SPSS, pada kelompok A didapatkan p value 0,037 < α 0,05; dan pada kelompok B didapatkan p value 0,015 < α 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan rebusan daun sirsak dan senam tera efektif dalam menurunkan kadar asam urat. Senam tera menunjukkan nilai yang lebih signifikan dari pemberian rebusan daun sirsak. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa senam tera yang dilakukan lebih efektif dari pemberian rebusan daun sirsak dalam memberikan perubahan yaitu penurunan kadar asam urat lansia dengan gout artritis. Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi lansia dan BSLU Mandalika untuk tetap melaksanakan program senam lansia khususnya senam tera dan memotivasi lansia mengkonsumsi rebusan daun sirsak guna kestabilan kadar asam urat.
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL DARAH DENGAN BATU SALURAN KEMIH DI RUANG RAWAT INAP RSUD PROVINSI NTB Ida Ayu Kadek Dewi Karyani
Jurnal PRIMA Vol 5, No 1 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i1.130

Abstract

Batu saluran kemih merupakan masalah yang cukup besar karena penyakit ini banyak mengenai usia produktif. Salah satu faktor resiko terbentuknya BSK yaitu hiperkolesterolemia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar kolesterol total darah dengan BSK di ruang rawat inap RSUD Provinsi NTB 2018. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain observasional analitik dengan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini adalah responden BSK dan Non BSK. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 66 responden dengan rincian terdiri dari 33 responden BSK dan 33 Non BSK (BPH). Dengan teknik sampel menggunakan simple random sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 28 Februari-3 Maret 2018. Alat pengumpulan data pada penelitian ini yaitu lembar check list. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai p-value sebesar 0,013. Responden yang mempunyai kadar kolesterol total darah tinggi mempunyai peluang sebesar 4,1 kali terkena BSK dibandingkan dengan responden yang terkena non BSK/BPH (95% CI OR 1,4:11,5). Dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kadar kolesterol total darah dengan BSK di ruang rawat inap RSUD Provinsi NTB 2018. Rekomendasi yang dapat diberikan adalah kerjasama lintas program dengan instansi pelayanan kesehatan dalam rangka mengadakan promosi kesehatan dan konseling mengenai semua informasi yang berkenaan dengan BSK agar pasien lebih sadar dalam kesehatannya dan senantiasa memberikan pelayanan yang baik dan pengobatan yang tepat.
PENGARUH SENAM LANSIA TERHADAP PERUBAHAN NYERI SENDI PADA LANSIA DI BALAI SOSIAL LANJUT USIA (BSLU) MANDALIKA MATARAM Febriati Astuti
Jurnal PRIMA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v6i1.167

Abstract

Penuaan adalah suatu proses alami yang tidak dapat dihindari, berjalan secara terus-menerus dan berkesinambungan yang selanjutnya akan menyebabkan perubahan anatomis, fisiologis, dan biokimia pada tubuh, sehingga akan mempengaruhi fungsi dan kemampuan tubuh secara keseluruhan. Seiring perubahan usia, tanpa disadari juga pada orang lanjut usia akan mengalami perubahan-perubahan fisik, psikososial dan spiritual dimana salah satu perubahan tersebut adalah gangguan muskuloskeletal yaitu nyeri sendi. Nyeri sendi adalah suatu peradangan sendi yang ditandai dengan pembengkakan sendi, warna kemerahan, panas, nyeri dan terjadinya gangguan gerak. Pada keadaan ini lansia sangat terganggu, apabila lebih dari satu sendi yang terserang. Salah satu upaya untuk mengurangi nyeri sendi adalah senam lansia. Senam lansia adalah olahraga ringan yang mudah dilakukan dan tidak memberatkan, yang dapat diterapkan pada lansia. Aktivitas olahraga ini akan membantu tubuh lansia agar tetap bugar dan tetap segar karena senam lansia mampu melatih tulang tetap kuat, mendorong jantung bekerja secara optimal dan membantu menghilangkan radikal bebas yang berada di dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya perubahan nyeri sendi pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika MataramDesain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra eksperimen dengan pendekatan one group pretest-posttest. Besar sampel sebanyak 31 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan obervasi dan wawancara. Analisa data yang digunakan yaitu uji paired t-test dengan tingkat kepercayaan sebesar 5% atau 0,05. Hasil uji statistik diperoleh hasil p-value = 0,000 lebih kecil dari nilai signifikan 0,05 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, yang artinya ada pengaruh perubahan nyeri sendi sebelum senam lansia dengan sesudah senam lansia.Berdasarkan hasil penelitian ada pengaruh perubahan nyeri sendi sebelum senam lansia dengan sesudah senam lansia pada lansia di Balai Sosial Lanjut Usia (BSLU) Mandalika Mataram.
Efektifitas Senam Jantung Terhadap Perubahan Status Tekanan Darah Pasien Hipertensi Pada Penghuni Rumah Tahanan Klas Iib Praya Lombok Tengah Eva Marvia
Jurnal PRIMA Vol 2, No 2 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i2.30

Abstract

Hipertensi merupakan suatu gangguan pada sistem peredaran darah yang sering terdapat pada usia setengah umur atau lebih tua. Batasan lain mengenai hipertensi yaitu kenaikan tekanan darah sistolik lebih dari 150 mmHg dan diastolik lebih dari 90 mmHg dianggap tinggi tetapi bagi usia 60-70 tahun,tekanan sistolik 150-155 mmHg di anggap masih normal.  pelayanan kesehatan yang ada masih dalam taraf sederhana yaitu pelayanan dokter dan klinik yang sifatnya pertolongan pertama. Selain mengatasi hipertensi dengan medikamentosa, saat ini sudah banyak dikembangkan olahraga yang dikhususkan untuk memperbaiki atau meningkatkan kerja jantung, salah satunya adalah adanya senam jantung sehat. Senam jantung sehat merupakan salah satu senam aerobik yang mempunyai susunan lengkap, dalam artian format pemanasan, latihan, dan pendinginan dalam satu paket.Desain penelitian menggunakan Quasi Experimental Design Two Group pre-post test control design . Data yang terkumpul kemudian dianalisa dengan menggunakan uji hipotesis t tes. Populasinya adalah Populasi pada penelitian ini adalah seluruh penghuni Rumah Tahanan Praya yang mengalami hipertensi di Rumah tahanan Klas IIB Praya Lombok Tengah yaitu sebanyak 72  orang. Sampel yang digunakan sebanyak 30 responden dengan teknik pengambilan  purposive sampling.Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil t-hitung sebesar 1,75 yang dikonsultasikan dengan t-tabel dengan tingkat kemaknaan 0,05 didapatkan hasil t-tabel yaitu sebesar 1,699 atau t-hitung lebih besar dari t-tabel (1,75>1,699) sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya  ada efektifitas senam jantung  terhadap perubahan status tekanan darah pasien hipertensi.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam jantung dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah pasien hipertensi di Rumah tahanan Klas IIB Praya Lombok Tengah.
PENGARUH SHORT COURSE HANDS ONLY CPR TERHADAP RETENSI KETERAMPILAN PADA ORANG AWAM DI NUSA TENGGARA BARAT Antoni Eka Fajar Maulana
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.85

Abstract

Penyakit jantung dan pembuluh darah secara konsisten menempati urutan pertama penyebab kematian. Out of Hospital Cardiac Arrest (OHCA) masih menjadi masalah utama dunia kesehatan. Dengan sistem pelayanan pre hospital yang ada di Indonesia, sangat penting untuk menyiapkan first responder untuk membantu menurunkan angka kematian akibat Cardiac Arrest di luar Rumah Sakit. Orang awam perlu mendapatkan pengetahuan dan skill yang memadai untuk menjadi first responder untuk meningkatkan peluang hidup setiap orang yang mengalami Cardiac Arrest di luar Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui retensi keterampilan orang awam setelah mendapatkan short course Hands Only CPR. Metode penelitian menggunakan Quasi experimental dengan pendekatan Time series (repeated measure) selama 2 bulan dengan durasi pengukuran setiap 1 bulan setelah pelatihan dilakukan. Responden yang berpartisipasi dalam penelitian ini sejumlah 42 orang sesuai kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Selama short course, instruktur mencontohkan cara melakukan Hands Only CPR kemudian diikuti oleh responden, kemudian instruktur melakukan evaluasi segera setelah short course untuk mendapatkan data awal dan diikuti evaluasi setiap 1 bulan dan umpan balik yang dibutuhkan. Komponen yang diukur adalah adequate rate, adequate deep, full chest recoil, dan minimal interruption. Evaluasi dilakukan selama 6 menit dengan penilaian setiap 2 menit untuk melihat efektifitas CPR yang dilakukan. Analisa data menggunakan pendekatan metode statistik Cochran menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan pada komponen Adequate Rate pada 3 kali penilaian (1x p =0.02 , 2x p = 0.000 dan 3x p=0.02). hasil tersebut menunjukkan bahwa baik pada pengukuran pertama, kedua dan ketiga, kemampuan responden melakukan tindakan mempertahankan Adequate Rate berbeda secara bermakna antara menit ke 2, menit ke 4 dan menit ke 6. Pada komponen Adequate deep tidak ditemukan perbedaan yg signifikan pada percobaan pertama (T1) namun tampak penurunan signifikan pada dua percobaan berikutnya (T1 p=0.05, T2 p= 0.000 dan T3 p=0.007). Pada komponen Full Chest recoil, tidak didapatkan perbedaan yang signifikan pada percobaan pertama, tetapi berbeda secara signifikan pada dua interval berikutnya (T1 p=0.368, T2 p= 0.000 dan T3 p=0.000). Komponen Minimal interruption berbeda secara signifikan di dua percobaan awal (T1 p=0.000 dan T2 p=0.000) namun tidak didapatkan perubahan bermakna pada percobaan ke 3 (T3 p=0.135). Analisa lebih lanjut dilakukan untuk membandingkan kemampuan responden pada percobaan pertama, kedua dan ketiga. Hasil analisa dengan menggunakan pendekatan statistika Friedman menunjukkan terdapat penurunan bermakna pada seluruh komponen percobaan. Short Course yang dilakukan mampu meningkatkan keterampilan orang awam dalam melakukan hands only CPR. Penurunan signifikan tampak pada seluruh komponen yang diukur pada setiap evaluasi.
ANALISIS KORELASI AKTIVITAS FISIK DAN PENINGKATAN BERAT BADAN DENGAN KEJADIAN PREEKLAMSIA Kristiani Murti Kisid
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.118

Abstract

Kehamilan merupakan suatu proses yang fisiologi bagi seorang wanita, namun tidak semua kehamilan dapat berjalan normal, beberapa kehamilan dapat mengalami kondisi patologis yang ditandai dengan adanya suatu komplikasi. Preeklamsia dan eklamsia merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan hipertensi, proteinuria dan edema setelah usia kehamilan 20 minggu dan jika disertai kejang disebut eklamsia (Yusniar, 2014). Aktivitas fisik yang teratur pada wanita hamil dapat meningkatkan antioksidan enzimatik dan menurunkan oxidative stress sehingga mencegah terjadinya preeklamsi. Obesitas dapat menjadi penyebab terjadinya preeklamsia/eklamsia. Ibu hamil dengan obesitas memiliki resiko tiga kali lipat mengalami preeklamsia. Penelitian ini menggunakan rancangan case control study. Melibatkan 48 wanita hamil usia kehamilan > 20 minggu yang dibagi menjadi dua kelompok terdiri dari kelompok Preeklamsia (n=24) dan Kontrol (n=24). Pengukuran yang dilakukan dalam penelitian ini adalah aktivitas fisik dan peningkatan berat badan. Aktivitas fisik diukur dengan menggunakan kuesioner aktivitas fisik yang dinilai 7 hari sebelum responden terdiagnosa Preeklamsia dan peningkatan berat badan merupakan jumlah total peningkatan berat badan dari sejak responden melakukan penimbangan berat badan pertama kali sampai dengan saat data di ambil. Hasil uji Chi Square menunjukan ada hubungan yang signifikan Antara aktivitas fisik dengan Kejadian Preeklamsia (p-Value = 0.004 < α). Dan ada hubungan yang signifikan Antara berat badan dengan kejadian preeklamsia (p-Value = 0.001 < α). Dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas fisik dan peningkatan berat badan memiliki hubungan yang bermakna.
EFEK PEMBELAJARAN METODE SIMULASI HANDS ONLY CPR TERHADAP PENGETAHUAN RESUSITASI JANTUNG PARU SISWA-SISWI DI SMAN 3 MATARAM Alwan Wijaya
Jurnal PRIMA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i2.154

Abstract

Adolescent is a period of transition from child to adult where changes occur in physic, mental and emotion. The older age, the more mature and stronger of a person will be thinking. Cardiac pulmonary resuscitation must be performed on every person found unconscious, not palpable and no breathing. The biggest prevalence of non communicable diseases, such as hypertension, coronary heart disease, heart failure, stroke in residents who live innthe urban areas, the disease has increased to 58% because of the lifestyle of urban people who tend to be at risk for non-communicable diseases above. This research is aimed at purpose of this study was to determine the effect of audiovisual Hands Only CPR on the level of knowledge of pulmonary heart resuscitation at SMAN 3 Mataram. The Population on this Study was 63 students of class X and XI. The sample were 50 people using purposive sampling method, with a Pre-experiment design study design with One Group peretest-postest design. The technique of collecting data using a questionnaire. Data analysis using the Willcoxon signed rank test . There is the effect of lerning methode Hands Only CPR simulation to the level of knowledge about pulmonary heart resuscitation in dealing with emergency situtations at SMAN 3 Mataram. There are other ways to increase knowledge of pulmonary heart resuscitation by demonstration using short course teaching aids, and counselling.

Page 5 of 22 | Total Record : 215