cover
Contact Name
Sukardin
Contact Email
jurnalprima8@gmail.com
Phone
+6887765978484
Journal Mail Official
jurnalprima8@gmail.com
Editorial Address
Sukardin MNS Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Mataram Jln. Asri VI no.136 BTN Perum Elit Kota Mataram Phone: +6287765978484 Email: jurnalprima8@gmail.com
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan
ISSN : 24770604     EISSN : 26215152     DOI : -
Core Subject : Health,
PrimA: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan is a journal that publishes research results from the health field. This journal can publish research articles from various fields of health. However, the scope of the type of articles submitted is research articles in the field of health professions The Focus and Scope of Your Healthy Journal are as follows: - Basic nursing - Health care - Health Knowledge - Midwifery - Public health - Health education if the articles out of the listed scope will be automatically rejected by the editorial team before going into the review stage.
Articles 215 Documents
ANALISIS POLA KONSUMSI ALKOHOL PADA LAKI-LAKI DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANGGIS I DAN II KECAMATAN MANGGIS KABUPATEN KARANGASEM, BALI I Gusti Ayu Mirah Adhi
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.89

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) telah menjadi ancaman kesehatan masyarakat, baik secara regional, nasional dan global. Konsumsi alkohol merupakan salah satu bagian dari budaya masyarakat Indonesia yang diperkirakan terkait dengan kejadian DM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola konsumsi alkohol pada penderita DM tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Manggis I dan II Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali. Metode : Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional pada 55 laki-laki penderita DM tipe 2 yang terdiri dari 30 orang di wilayah kerja Puskesmas Manggis I dan 25 orang di wilayah kerja Puskesmas Manggis II. Sampel terpilih jika memenuhi criteria tinggal/berdomisili di wilayah Kecamatan Manggis, Karangasem, Bali. Bersedia menjadi responden dan tidak mengalami demensia berat. Data dikumpulkan pada bulan Mei-Juli 2017 dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil : Karakteristik usia responden menunjukkan proporsi tertinggi pada rentang usia 60-69 tahun. Sebagian besar responden memiliki tingkat pendidikan SD. Dalam hal pekerjaan responden di wilayah kerja puskesmas Manggis I menunjukkan proporsi pensiunan/tdk bekerja dan bekerja sebagai buruh tani yang sama (50%), sedangkan di wilayah kerja puskesmas Manggis II sedikit lebih tinggi (56,00%) pensiunan/tidak bekerja dibandingkan buruh tani (44,00%). Variabel pekerjaan ini juga menunjukkan bahwa jenis pekerjaan penderita DM tipe 2 baik di wilayah kerja puskesmas Manggis I maupun II adalah buruh tani. Lama konsumsi alkohol tertinggi adalah ≥30 tahun dengan proporsi lebih tinggi pada responden di wilayah kerja puskesmas Manggis I (73,33%) dibandingkan di wilayah kerja puskesmas Manggis II (48,00%). Jenis minuman beralkohol yang paling sering dikonsumsi di kedua wilayah puskesmas adalah tuak dan sebagian besar responden termasuk kategori bukan peminum s/d ringan (
HUBUNGAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN OSTEOARTHRITIS DI POLI PENYAKIT DALAM RUMAH SAKIT UMUM PROVINSI NTB Dina Fithriana
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.29

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah gangguan sendi yang bersifat kronik yang banyak diderita oleh masyarakat di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Prevalensi osteoarthritis total di Indonesia 34,3 juta orang pada tahun 2002 dan mencapai 36,5 juta orang pada tahun 2007. Pada tahun 2012, pasien yang didiagnosa osteoarthritis di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Provinsi NTB sebanyak 298 orang. Perubahan-perubahan pada sendi dipengaruhi oleh beberapa faktor resiko, salah satunya yaitu obesitas. Berdasarkan Riskesdas 2010, jumlah penduduk dewasa (>18 tahun) yang mengalami obesitas di Indonesia sebesar 11,7% dan untuk wilayah NTB sebesar 8,8%. Penelitian ini bertujuan untuk mencari hubungan antara obesitas sebagai faktor resiko yang diwakili dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan kejadian osteoarthritis. Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional dengan pendekatan csoss sectional. Jumlah responden sebanyak 66 sampel yang didapatkan dengan menggunakan teknik accidental sampling dari semua pasien yang berobat di Poli Penyakit Dalam Rumah Sakit Umum Provinsi NTB dari tanggal 22 April-4 Mei 2013. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi, ceklist, dan anamnesa. Analisa data yang digunakan yaitu uji Chi Kuadrat dengan menggunakan alat bantu SPSS for window versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian Osteoarthritis dengan nilai asymtop signifikasi 0,014 dimana angka signifikasi menunjukkan lebih kecil dari 5%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara obesitas dengan kejadian osteoarthritis. Oleh karena itu, bagi masyarakat agar tetap menjaga berat badan dalam rentang normal agar terhindar dari dampak obesitas.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG TOILET TRAINING DENGAN PELAKSANAAN TOILET TRAINING PADA ANAK TODDLER DI KELURAHAN KARANG PULE KOTA MATARAM. Indah Wasliah
Jurnal PRIMA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v6i1.161

Abstract

Di Indonesia di perkirakan jumlah balita mencapai 30% dari 250 juta jiwa penduduk indonesia dan menurut survey kesehatan rumah tangga (SKRT) diperkirakan jumlah balita yang masih susah mengontrol BAB dan BAK di usia toddler sampai prasekolah mencapai 75 juta anak.Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang toilet training dengan pelaksanaan toilet training pada anak toddler (1-3 tahun) di kelurahan karang pule kota mataram tahun 2018. Desain penelitian ini menggunakan observational analitik dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 112 responden yang diambil dengan tehnik simple random sampling dimana pengambilan sampel dengan acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan ibu berada pada kategori tingkat pengetahuan kurangdan berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak (Ada hubungan signifikan antara pengetahuan ibu tentang toilet training dengan pelaksanaan toilet training pada anak usia toddler 1-3 Tahun) dan analisa data menggunakan uji chi-square dimana hasil p-value= 0,004< =0.05). Saran yang tepat bagi ibu untuk lebih meningkatkan pengetahuan tentang toilet training sehingga pelaksanaan toilet training pada anak usia toddler dapat tercapai.
Faktor Determinan Kinerja Petugas Gizi Dalam Penanganan Gizi Buruk Di Puskesmas Wilayah Kabupaten Lombok Timur Wahyu Cahyono
Jurnal PRIMA Vol 2, No 1 (2016)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v2i1.22

Abstract

Kasus gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur semakin meningkat dari tahun 2010 3,32% dan tahun 2012 berjumlah 3,71%. Menunjukkan penanganan gizi buruk di Kabupaten Lombok Timur masih belum maksimal, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kinerja petugas gizi dalam penanganan gizi buruk di Puskesmas Kabupaten Lombok Timur.Penelitian ini merupakan studi kuantitatif dengan jenis Observasional Analitik dengan desain Crossectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner terstruktur. Populasi semua petugas gizi di Puskesmas kabupaten Lombok Timur. Jumlah sampel 50 petugas gizi yang diambil secara Proporsional dan Random Sampling. Analisis Univariat dilakukan dengan distribusi frekuensi, analisis Bivariat dilakukan dengan uji Chi-square dan Fisher Extret dan analisis Multivariat dengan Regresi Logistic berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan umur <40 tahun (78%), jenis kelamin pria (58%), pendidikan DIV/S1 (74%) dan masa kerja > 5 tahun (62%). Tingkat pengetahuan responden yang kurang baik (64%), petugas gizi yang mempunyai motivasi tinggi (72%), persepsi beban kerja berat (52%), sikap petugas gizi terhadap penganan gizi buruk yang baik (68%), sarana dan prasarana  cukup (82%), petugas gizi dengan persepsi supervisi baik (62%) dan petugas gizi yang mendapatkan imbalan kurang dalam penanganan gizi buruk (40%). Berdasar uji Chi-square ada hubungan antara pengetahuan, sarana dan prasarana dan supervisi dengan kinerja petugas gizi dengan nilai (p=<0,05). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan p= 0,004 dengan Exp B=0,041, dan sarana  prasarana p=0,022 dengan Exp B=0,036, merupakan variabel yang berpengaruh terhadap kinerja petugas gizi dalam penanganan gizi buruk.Disarankan adanya pemberian rekomendasi melanjutkan pendidikan untuk petugas gizi di Puskesmas guna meningkatkan pendidikan dan pengetahuan petugas gizi. Menyediakan srana dan prasarana yang mendukung kegiatan penanganan gizi buruk di kabupaten Lombok Timur.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KADER TENTANG POSYANDU DAN MOTIVASI KADER POSYANDU DENGAN FREKUENSI KUNJUNGAN IBU BALITA DI POSYANDU WILAYAH KERJA PUSKESMAS WERA KABUPATEN BIMA Sukardin S.Kep, Ners., MNS
Jurnal PRIMA Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i2.50

Abstract

Salah satu masalah kesehatan yang dihadapi Indonesia adalah angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) yang masih tinggi, upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mengadakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Keberhasilan posyandu tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari semua masyarakat, terlebih lagi bagi orang tua yang memiliki balita harus lebih aktif dalam mengikuti program posyandu tersebut, rendahnya partisipasi ibu untuk membawa balita ke posyandu dipengaruhi oleh beberapa faktor yang beberapa diantaranya adalah pengetahuan dan motivasi kader posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kader tentang posyandu dan motivasi kader posyandu dengan frekuensi kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Wera Kabupaten Bima. Penelitian ini menggunakan metode penelitian korelasional dengan menggunakan pendekatan Cross Sectional. Dengan tehnik pengambilan sampel purposive sampling melibatkan 145 kader posyandu sebagai populasi dan sampel sebanyak 60 orang. Hasil dari penelitian menunjukan distribusi frekuensi responden berdasarkan pengetahuan dengan kategori tertinggi yaitu cukup sebanyak 23 responden (38,3%), dan distribusi frekuensi reponden berdasarkan motivasi dengan kategori tertinggi yaitu sedang sebanyak 29 responden (48,3%). Uji analisis Chi-Square dengan batas kemaknaan 0,05 diperoleh nilai p-value lebih kecil dari pada α (0,05) atau 0,003 untuk pengetahuan dan 0,004 untuk motivasi sehingga Ha diterima dan H0 ditolak sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan pengetahuan dan motivasi kader posyandu dengan frekuensi kunjungan ibu balita di posyandu wilayah kerja Puskesmas Wera Kabupaten Bima. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dan motivasi kader posyandu denga frekuensi kunjungan ibu balita di posyandu Wilayah kerja Puskesmas Wera Kabupaten Bima.
PENGARUH PEMBERIAN PENYULUHAN KESEHATAN PADA KELUARGA DENGAN PERILAKU KELUARGA DALAM MENCIPTAKAN LINGKUNGAN RUMAH YANG SEHAT DI DUSUN TELAGA POTET DESA BABUSSALAM KECAMATAN GERUNG Suharti Ningsih
Jurnal PRIMA Vol 4, No 2 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i2.113

Abstract

Rumah sehat adalah rumah idaman. Rumah sehat adalah kondisi fisik, kimia, biologi di dalam rumah dan perumahan sehingga memungkinkan penghuni atau masyarakat memperoleh derajat kesehatan yang optimal. Data yang diperoleh untuk lingkungan rumah sehat pada tahun 2016 di wilayah Puskesmas Dasan Tapen dari 210 rumah tangga yang didata, diperoleh data bahwa untuk strata lingkungan rumah sehat di wilayah Puskesmas Dasan Tapen (34,22%) masih belum memenuhi target lingkungan rumah sehat yang ditetapkan pemerintah (70%). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan pada keluarga dengan perilaku keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat di Dusun Telaga Potet Desa Babussalam Kecamatan Gerung Metode : Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Experiment dengan pendekatan Pre Test Post Test Design. Sampel penelitian ini adalah keluarga di Dusun Telaga Potet yang berjumlah 40 responden. Data dianalisis dengan menggunakan uji analisis friedman dengan bantuan SPSS. Hasil : Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan pada keluarga dengan perilaku keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat. Hasil analisis friedman menunjukkan hasil signifikasi p (value) 0,00 dimana nilai p kurang dari 0,05. Simpulan : Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh pemberian penyuluhan kesehatan pada keluarga dengan perilaku keluarga dalam menciptakan lingkungan rumah yang sehat di Dusun Telaga Potet Desa Babussalam Kecamatan Gerung
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP DENGAN PERILAKU BERISIKO TERTULAR HIV PADA TKI DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR I Made Eka Santosa
Jurnal PRIMA Vol 5, No 2 (2019)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v5i2.149

Abstract

Human Immunodefficiency Virus (HIV) merupakan virus penyebab Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) yang dapat menyerang siapa saja tanpa memandang jenis kelamin, pekerjaan, suku bangsa, agama, status ekonomi maupun status sosial. Namun terdapat kelompok-kelompok berisiko tinggi tertular HIV/AIDS. Salah satu kelompok populasi yang rawan terhadap penularan HIV/AIDS di Kabupaten Lombok Timur adalah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mengingat Kabupaten Lombok Timur adalah pengirim TKI terbesar kedua di Indonesia. Mobilitas dan migrasi pada TKI dapat menciptakan kondisi rentan tertular HIV yang didukung oleh perilaku berisiko tinggi untuk tertular HIV/AIDS. Dari tiga domain perilaku, pengetahuan dan sikap merupakan faktor yang mendasari perilaku individu. Peneliti ingin mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap dengan perilaku berisiko tertular HIV pada TKI di Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional analytic dengan purposive sampling di seluruh kecamatan di Lombok Timur bagi responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kuesioner dan pedoman wawancara yang dimodifikasi dari Survey Surveilans Perilaku (SSP) tahun 2005 dan SSP Remaja tahun 2010. Dari 461 responden yang diteliti, penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan dan sikap dengan perilaku berisiko tinggi tertular HIV pada TKI di Kabupaten Lombok Timur. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai sebagai masukan bagi stakeholders terkait agar lebih memperhatikan aspek risiko penularan HIV pada para TKI.
STATUS PEKERJAAN IBU DAN STATUS GIZI (IMT/U DAN TB/U) ANAK PRA-SEKOLAH KOTA MATARAM Endy Bebasari Ardhana Putri
Jurnal PRIMA Vol 6, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v6i1.176

Abstract

Data Riskesdas tahun 2018 menunjukkan bahwa angka stunting anak balita di Indonesia masih 30.8%, masih di bawah standar WHO untuk suatu Negara. Status gizi anak pra sekolah (4-6 tahun) dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi antara lain pekerjaan ibu yang secara tidak langsung mempengaruhi waktu pola asuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan pekerjaan ibu dengan status gizi anak prasekolah di RA al-Fath.Status gizi yang diukur berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh (IMT) menurut umur dan tinggi badan menurut umur. Sampel diambil dengan total sampling dari seluruh siswa-siswi di RA-Al-Fath yang berada di kelurahan Karang Pule Sekarbela yang berjumlah 38 anak. Rancangan studi yang dgunakan adalah cross sectional. Uji analisa data menggunakan uji Chi square dengan tingkat kesalahan 5%.Dari penelitian yang dilakukan, ditunjukkan bahwa status gizi anak prasekolah di RA Al-Fath menurut IMT berdasarkan umur sebagian besar anak prasekolah memiliki status gizi normal (55%), namun masih terdapat malnutrisi meliputi gizi kurang (6%) dan obesitas (16%), sedangkan status gizi anak prasekolah berdasarkan tinggi badan menurut umur sebagian besar memiliki tinggi badan normal (66%), dan masih ada yang mengalami timggi badan kurang (24%).Kesimpulan penelitian ini adalah lebih dari 50% anak prasekolah memiliki status gizi yang normal dan tidak ada hubungan antara pekerjaan ibu dengan status gizi anak pra sekolah baik secara IMT maupun Tinggi badan (p>0.05). Mengingat masih adanya mal nutrisi pada anak pra sekolah baik menurut IMT/U maupun TB/U, maka perlu intervensi dari pihak tenaga kesehatan setempat untuk menanggulangi malnutrisi pada anak pra sekolah dan tidak hanya fokus pada peningkatan berat badan anak, melainkan juga membantu anak memiliki status gizi yang normal.
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG KANKER SERVIKS DENGAN SIKAP IBU DALAM PEMERIKSAAN IVA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DASAN LEKONG KABUPATEN LOMBOK TIMUR TAHUN 2015 Baiq Nova Aprilia Azamti
Jurnal PRIMA Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v3i1.65

Abstract

Kanker yang disebut juga keganasan atau tumor ganas adalah istilah untuk menjelaskan suatu penyakit dimana sel-sel tubuh normal berubah menjadi abnormal. Penyebab utama kanker leher rahim adalah infeksi Human Papilloma Virus. Lebih dari 90% kanker mulut rahim ini adalah jenis skuama yang mengandung DNA Virus Human Papilloma dan 50% kanker mulut rahim berhubungan dengan Human Papilloma Virus tipe 16. Setiap tahun, ratusan ribu kasus HPV terdiagnosis di dunia dan ribuan wanita meninggal karena kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya hubungan pengetahuan tentang kanker serviks dengan sikap ibu dalam pemeriksaan IVA di Wilayah Kerja Puskesmas Dasan Lekong Kabupaten Lombok Timur. Desain penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah semua wanita yang sudah menikah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Dasan Lekong yang berjumlah 39 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan metode undian. Instrumen yang digunakan pada kedua variabel adalah kuesioner serta analisa data menggunakan uji Spearman rank dengan taraf signifikan 5%. Hasil penelitian diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0.352 (P=0.028 < 0.05) untuk taraf signifikan 5%, maka Hₐ diterima dan Hₒ ditolak. Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan sikap ibu dalam pemeriksaan IVA. Kesimpulannya adalah, apabila pengetahuan ibu tentang kanker serviks tinggi maka sikap ibu akan cenderung bersikap Positif dalam pemeriksaan IVA Tes. Mengacu pada hasil penelitian diatas peneliti menyarankan kepada tenaga kesehatan agar dapat memberikan penyuluhan yang maksimal untuk lebih meningkatkan pengetahuan ibu tentang kanker serviks dan pemeriksaan IVA, sehingga diharapkan seluruh sikap ibu positif pada pemeriksaan IVA dan dapat mencegah atau mengurangi angka kejadian kanker serviks. Kata Kunci: Kanker serviks, Pemeriksaan IVA Tes.
HUBUNGAN BUDAYA BALI DENGAN STATUS GIZI BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG KARANG KOTA MATARAM Sukardin Ners
Jurnal PRIMA Vol 4, No 1 (2018)
Publisher : STIKES Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47506/jpri.v4i1.103

Abstract

Status Gizi merupakann hal penting yang harus diketahui oleh setiap orang tua. Status gizi pada kelompok usia balita menjadi fokus perbaikan gizi karena rawan terhadap masalah gizi. Jumlah balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram sebanyak 3179 balita. Gizi baik mencapai 2445 balita, balita dengan gizi kurang mencapai 329 balita, gizi lebih mencapai 41 balita dan gizi buruk atau BGM mencapai 48 balita. Beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi salah satunya adalah budaya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Budaya Bali Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasinya adalah semua ibu yang memiliki balita dan semua balita di Wilayah kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram. Tehnik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 104. Uji hipotesis yang digunakan adalah Uji Spearman Rank dengan bantuan program SPSS V.16. Hasil penelitian ini adalah tidak ada Hubungan Budaya Bali Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Karang Kota Mataram yang dapat dibuktikan dengan hasil uji statistik menggunakan program SPSS v.16 didapatkan p value>α (0,748>0,05) maka H0 diterima dan Ha ditolak. Kesimpulan dari penelitian ini adalah peranan budaya yang besar akan mempengaruhi individu dan kelompok yang menyangkut pada aspek sosial, ekonomi, politik, dan proses budaya mempengaruhi seseorang dalam memilih pangan (jenis, cara pengolahan dan cara konsumsi).

Page 4 of 22 | Total Record : 215