cover
Contact Name
Johan Winarni
Contact Email
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Phone
+6281314950038
Journal Mail Official
jardik.jurnalakrab@gmail.com
Editorial Address
Jalan RS Fatmawati, Cipete Selatan, Cilandak, RT.6/RW.5, Cipete Sel., Kec. Cilandak, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12410 +62 21-7693262/7657156
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya)
ISSN : 25800795     EISSN : 27162648     DOI : -
Core Subject : Education,
JURNAL AKRAB (Aksara agar Berdaya) adalah jurnal untuk mempublikasikan tulisan ilmiah populer, hasil penelitian/pengkajian, dan pengembangan model pembelajaran di bidang pendidikan nonformal, khususnya pendidikan keaksaraan dan pengembangan budaya baca masyarakat. Pengguna Jurnal adalah tenaga fungsional dari unsur Perguruan Tinggi, UPT PAUD dan Dikmas. Sanggar Kegiatan Belajar, dan para praktisi pendidikan nonformal. Jurnal Akrab diterbitkan oleh Direktorat Pembinaan Pendidikan Keaksaraan dan Kesetaraan, Ditjen PAUD dan Dikmas, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurnal AKRAB menerima seluruh hasil penelitian dan pengembangan model pembelajaran meliputi bidang: Pendidikan keaksaraan dasar Pendidikan keaksaraan usaha mandiri Pendidikan multikeaksaraan Pengembangan budaya baca dan literasi masyarakat
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB" : 6 Documents clear
STUDI TENTANG TAMAN BACAAN MASYARAKAT RAMAH ANAK DI PKBM HARAPAN BARU KOTA TASIKMALAYA Wiwin Herwina
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.396

Abstract

Abstrak: Kemampuan membaca dan menulis menjadi suatu kecakapan hidup yang wajib dikuasai oleh manusia. Di tengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, TBM hadir sebagai fasilitas pembelajaran di masyarakat. Ketersediaan TBM di tengah masyarakat diharapkan mampu mendorong kebiasaan membaca pada masyarakat yang pada akhirnya menjadi stimulus kebiasaan membaca di keluarga sehingga anak mengenal bacaan sejak dini. Tujuan penelitian ini mempelajari peran TBM Ramah Anak di PKBM Harapan Baru, Kota Tasikmalaya. Pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: 1) penciptaan lingkungan TBM Harapan Baru representatif serta ramah anak; 2) koleksi bacaan yang tersedia di TBM disesuaikan dengan kebutuhan orang tua dan anak; 3) gerakan literasi keluarga yang dilakukan TBM Harapan Baru ternyata mampu mendorong kebiasaan membaca di dalam keluarga sehingga literasi anak-anak dapat terjalin sejak dini; 4) penataan struktur organisasi yang ditata sedemikian rupa sehingga memudahkan pengelola dalam membagi tugasnya; 5) pendanaan untuk operasional masih mengandalkan dana swadaya dari masyarakat; 6) beragam kegiatan pendukung banyak dilakukan dalam rangka menstimulus minat masyarakat agar datang ke TBM; dan 7) kualifi kasi pengelola yang belum semua memadai tidak menghambat jalannya program yang dilaksanakan di TBM. Rekomendasi penelitian yakni: konsistensi sebagai gerakan literasi keluarga penting menjadi perhatian pihak pengelola TBM demi keberlanjutan program di lapangan, pengembangan program sebaiknya diarahkan pada peningkatan kualitas dari segi pengelolaan, khususnya terkait pengelolaan TBM ramah anak yang ideal karena ada bukti bahwa gerakan ini mendorong kebiasaan membaca anak sejak diniAbstract: The ability to read and write is a life skill that must be mastered by humans. In the middle of the current development of science and technology, TBM is present as a learning facility in the community. This availability encourages reading habits in the community, which in turn becomes a stimulus for reading habits in the family so that children get to know reading from an early age. The purpose of this research is to study child-friendly TBM in PKBM Harapan Baru, Tasikmalaya City. A qualitative approach with descriptive method is used in this study. Data collection techniques used observation, in-depth interviews, and documentation studies. The results showed that: 1) the creation of a representative and child-friendly TBM Harapan Baru environment; 2) the collection of readings available at TBM is adapted to the needs of parents and children; 3) the family literacy movement carried out by TBM Harapan Baru was able to encourage reading habits in the family so that children’s literacy can be established from an early age; 4) structuring the organizational structure in such a way as to make it easier for managers to divide their duties; 5) funding for operations still relies on self-help funds from the community; 6) many supporting activities are carried out in order to stimulate public interest in coming to TBM; 7) the qualifications of managers who are not all adequate do not hinder the running of the program implemented in TBM. Recommendations for this research: the consistency of the family literacy movement is important to the attention of TBM managers for the sustainability of the program in the fi eld, program development should be directed at improving the quality in terms of management, especially regarding the ideal child-friendly TBM management, because there is evidence that this movement encourages reading habits child from an early age.
STRATEGI PENGEMBANGAN TAMAN BACAAN MASYARAKAT DI BEBERAPA NEGARA BERKEMBANG Mitri Sopiatun; Siti Nur Jamjam
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.401

Abstract

Abstrak: Taman Bacaan Masyarakat adalah lembaga yang menyediakan bahan bacaan yang dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan agar tercipta masyarakat pembelajar sepanjang hayat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan Taman Bacaan Masyarakat yang dilakukan di beberapa negara berkembang dalam meningkatkan minat membaca masyarakat. Teori yang mendasari penelitian ini adalah teori pendidikan sepanjang hayat dan pengembangan perpustakaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode naratif kualitatif dengan teknik literatur review. Analisis data menggunakan teknik pengumpulan data yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, verifi kasi data, dan penarikan kesimpulan. Adapun teknik analisis menggunakan aplikasi Atlas.ti 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan taman bacaan masyarakat yang digunakan di beberapa negara berkembang termasuk di Indonesia memiliki kesamaan diantaranya menumbuhkan partisipasi masyarkat, menciptakan suasana inklusif, aman, lokasi yang mudah di akses, pustakawan yang ramah, kemitraan dan merancang program serta kegiatan promosi sesuai dengan budaya masyarakat sekitar. Selain itu, strategi yang menjadi ciri khas dari masing-masing negara seperti di Thailand menggunakan proyek membaca yang menyenangkan atau Reading for Pleasure (RfP), di Malaysia fokus pada pemuda sebagai sasaran dari pelayanan perpustakaan pedesaan yang dilengkapi fasilitas TIK, di beberapa negara Afrika menggunakan sumber terbuka untuk membuka bantuan dan donasi dalam penyediaan bahan bacaan dan pendirian perpustakaan komunitas, dan di Indonesia strategi yang digunakan sangat beragam menyesuaikan dengan kondisi dari masing-masing daerah. Penulis menyarankan untuk mendorong pendirian TBM di seluruh wilayah di Indonesia melalui kerjasama antara berbagai pihak baik pemerintah, pihak pengelola, dan masyarakat.Abstract: Taman Bacaan Masyarakat is an institution that provides reading materials that can be accessed by various levels of society to increase knowledge, abilities, and skills in order to create a lifelong learning community. This study aims to determine the strategy for developing Taman Bacaan Masyarakat carried out in several developing countries in increasing public interest in reading. The theory that constitutes this research is the theory of lifelong education and library development. The method used in this study is a qualitative narrative method with a literature review technique. Data analysis used data collection techniques consisting of data reduction, data presentation, data collection, and drawing conclusions. The analysis technique uses the Atlas.ti 9 application. The results show that the strategy for developing community reading gardens used in several developing countries including Indonesia has in common to increase community participation, create an inclusive, safe atmosphere, easily accessible locations, friendly librarians, partnerships and design programs and promotional activities in accordance with the culture of the surrounding community. In addition, strategies that are characteristic of each country such as in Thailand using a reading fun project or Reading for Pleasure (RfP), in Malaysia focusing on youth as the target of rural library services equipped with ICT facilities, in some African countries using open sources to open assistance and donations in the provision of reading materials and community establishment, and the strategies used in Indonesia vary widely according to the conditions of each region. The author suggests encouraging the establishment of TBM in all regions in Indonesia through cooperation between various parties, including the government, management, and the community.
TANTANGAN DAN INOVASI PEMBELAJARAN PROGRAM PENDIDIKAN KEAKSARAAN DASAR DI MASA PANDEMI Ni Kadek Ayu Rinawati
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.402

Abstract

Abstrak: Penyelenggaraan program keaksaraan dasar di masa pandemi covid-19 tentu memberikan tantangan tersendiri bagi tutor yang berkecimpung langsung di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan proses pembelajaran keaksaraan dasar di masa pandemi, tantangan yang dihadapi, dan inovasi-inovasi yang dilakukan sebagai solusi dari tantangan yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Adapun subjek penelitian ini adalah 6 tutor dari 6 PKBM yang berbeda di Kabupaten Karangasem, Provinsi Bali. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisis model Miles dan Huberman yakni reduksi data, penyajian data, dan mengambil kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran keaksaraan dasar sebelum dan di masa covid-19 tidak jauh berbeda yaitu pembelajaran keaksaraan dasar di situasi saat ini lebih kepada penekanan penggunaan protokol kesehatan disaat kegiatan berlangsung. Adapun tantangan yang dihadapi oleh tutor di dalam proses pembelajaran yakni rasa takut yang dirasakan oleh tutor dalam menyelenggarakan kegiatan di situasi covid-19, menghadirkan warga belajar, mengajar warga belajar dengan beragam usia, kemampuan intelektual, dan motivasi sehingga daya serap warga belajar tidak sama, serta edukasi tentang pentingnya protokol kesehatan di masa pandemi. Kemudian inovasi yang tutor lakukan dalam penyelenggaan program ini dilapangan yakni dengan cara menggunakan media pembelajaran, proses pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik warga belajar serta jadwal dan tempat belajar disepakati bersama, dan pembelajaran lebih mengarah pada pembelajaran tutorial dan mandiri. Kedepannya, perlu pembaharuan dalam hal strategi pembelajaran sehingga perbedaan karakteristik dan gaya belajar warga belajar keaksaraan dasar dapat difasilitasi dengan baik oleh penyelenggara program.Abstract: The implementation of basic literacy programs during the Covid-19 pandemic certainly presents its own challenges for tutors who were directly involved in the teaching and learning process in the fi eld. This study aimed at determining the differences between the basic literacy learning process during the pandemic and before the pandemic, the challenges faced, and the innovations made as solutions to the challenges. This research was a descriptive qualitative research which was involved 6 tutors from 6 different PKBM in Karangasem Regency, the Province of Bali, as the subject of the study. The results of this study indicated that the basic literacy learning process before and during the Covid-19 period was not much different, however, the basic literacy learning in this current situation is more emphasized on the use of health protocols during the teaching and learning activities. The challenges faced by tutors in the learning process were the fear felt by tutors in carrying out activities in he situation of covid-19, the group learning’s attendance, teaching the learning participant with various ages, intellectual abilities, and motivation so that the learning participant’s ability in accepting and understanding the learning material was not the same, as well as taugh them about the importance of health protocols during the pandemic. Moreover, there were several innovations that tutors constructed in the implementation of this program. Those were using learning media, the learning process was adjusted to the needs and the characteristics of the learning participant as well as learning schedules and places agreement made by tutor and the learning participant. Then, the learning process was more directed towards tutorial and self-directed learning for the learning participant in this program. In the future, it is necessary to create other innovative learning strategies so that the learning participant diversity and learning their styles could be properly facilitated by program organizers.
PENINGKATAN KEMANDIRIAN USAHA MELALUI LITERASI DIGITAL BERBASIS ANDRAGOGI Nur Ida; Akhsan
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.403

Abstract

Abstrak: Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan program pembelajaran literasi berbasis andragogi dengan model pembelajaran inovatif yang pelaksanaannya masih konvensional dan belum berhasil dalam meningkatkan kemandirian usaha, sehingga berdampak pada proses pembelajaran yang kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan model pembelajaran inovatif untuk meningkatkan kemandirian usaha pada kelompok belajar literasi Pemuda Muhammadiyah Kota Parepare. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan, pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan desain kelompok eksperimen dan kelompok kontrol pre-test dan post-test. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) model pembelajaran inovatif dilakukan berdasarkan kajian empiris dan teoretis, serta memberikan masukan yang signifikan untuk bukti kelayakan model pembelajaran inovatif berdasarkan hasil analisis berbagai stakeholders, sehingga model tersebut implementatif; 2) hasil implementasi model pembelajaran inovatif dengan uji model tahap I sampai tahap II menunjukkan adanya peningkatan kemandirian usaha, model, dan teknik pembelajaran. Model inovatif diterapkan pada warga belajar sehingga efektif meningkatkan kemandirian usaha, meningkatkan antusiasme literasi digital, menciptakan kerja sama, mampu memecahkan masalah, serta dapat meningkatkan kemandirian usaha. Warga belajar sudah aktif mencari berbagai informasi serta berpikir kritis dan kreatif. Sebagai kesimpulan, pelaksanaan model pembelajaran inovatif pada warga belajar sudah efektif. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan kemandirian usaha. Terdapat perbedaanyang signifikan antara hasil pre-test dan post-test, kelompok kontrol, dan kelompok eksperimen. Abstract: This research is motivated by the development of literacy learning programs with innovative learning models, where the implementation is felt to be still conventional, not yet effective in increasing business independence, so that the impact on the learning process is less effective. This study aims to determine the development of innovative learning models to increase business independence in the literacy learning group of Muhammadiyah Youth in Parepare City. This study uses development research methods, qualitative, and quantitative approaches to the design of the experimental group and the pre-test and post-test control groups. Data were collected through interviews, observations, questionnaires, and documentation. The results obtained from this study indicate that: 1) innovative learning models are carried out based on empirical and theoretical studies and provide significant input to provide evidence of the feasibility of innovative learning models based on the results of the analysis of various stakeholders, so that the model is implementable; 2) the results of the implementation of the innovative learning model with the phase I to phase II model test showed an increase in business independence,  models, and learning techniques. Innovative models are applied to learning residents so that they are effective in increasing business independence, as well as increasing enthusiasm for digital literacy, creating collaboration, being able to solve problems, and increasing business independence, and innovative learning models. The learning community has been actively seeking various information and thinking critically and creatively. In conclusion, the implementation of innovative learning models for learning citizens has been effective. This is indicated by an increase in business independence where there is a signifi cant difference between the results of the pre-test and post-test, the control group, and the experimental group.
UPAYA PEMBERDAYAAN MASYARAKAT OLEH RUMAH KREATIF WADAS KELIR MELALUI PENGUATAN LITERASI Khofifah Hany Amaria; Nur Hafidz
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.405

Abstract

Community empowerment is a community dedication to devote and perpetuate a social activity in order to improve environmental conditions. In this effort, this research focuses on the process of community empowerment based on literacy. Literacy culture that is driven through reading, writing, and critical thinking for the community's ability to deal with the problems of the dynamics of life. The process of literacy culture for the community does take a long time so this research focuses on empowering literacy through strengthening literacy. This research uses descriptive qualitative method in its analysis. The object of this research is the Wadas Kelir Creative House (RKWK) in Karangklesem Village, Purwokerto. Techniques in taking data sources by observation, interviews and documentation. As a result, the empowerment process at the Wadas Kelir Creative House (RKWK) has good and creative potential. This is because the impact of literacy has a positive effect on society in increasing the learning potential of children, adolescents, and parents. The efforts of the surrounding community to have capacity building through open knowledge and service activities programs, creativity in skills, and enriching their potential by working. From here, the impact of literacy can be seen from: 1) Children, adolescents, and parents have work and achievements, 2) High learning potential, 3) and have scientific benefits to become PAUD Tutors, open boarding houses, to run the economy with good.
STRATEGI PEMBERANTASAN BUTA AKSARA DENGAN MENGGUNAKAN METODE REFLECT DI DESA PERSATUAN ASAHAN SUMATRA UTARA Friska Indria Nora Harahap; Ariana Ari; Aulia Rusnaini Hasibuan; Nomy Anggraini
Jurnal AKRAB Vol. 12 No. 2 (2021): JURNAL AKRAB
Publisher : Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus, Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51495/jurnalakrab.v12i2.408

Abstract

Abstrak: Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pendidikan karena faktor ekonomi dan belum maksimalnya bantuan pemerintah dalam mengatasi buta aksara mendorong dilakukan penelitian yang berfokus pada strategi pemberantasan buta aksara dengan menggunakan metode Reflect di Desa Persatuan, Asahan, Sumatra Utara. Penelitian ini dilakukan melalui pengkajian dan analisis terkait dengan penerapan metode Reflect dalam pemberantasan buta aksara; dan mengidentifi kasi faktor-faktor terjadinya buta aksara di desa tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi langsung ke Desa Persatuan. Berdasarkan penelitian yang telah penulis lakukan, ditemukan ada beberapa faktor yang memengaruhi buta aksara yang terjadi di Desa Persatuan. Faktor ekonomi menjadi faktor utama yang membuat masyarakat buta aksara. Faktor lainnya adalah wilayah yang tidak terjangkau program keaksaraan dari pemerintah setempat, pengaruh sosial dan budaya masyarakat, rendahnya motivasi dari lingkungan keluarga, serta kurangnya sarana dan prasarana untuk memperoleh sumber bacaan, seperti taman bacaan masyarakat (TBM). Metode Reflect yang digunakan juga mengaitkan belajar membaca dengan program pemberdayaan, seperti belajar membaca dengan kegiatan cara membuat pupuk kandang. Hasil dari penerapan metode Reflect di Desa Persatuan ini adalah adanya peningkatan kemauan atau partisipasi masyarakat dalam mengikuti pembelajaran karena pembelajaran disesuaikan dengan kemauan warga belajar itu sendiri.Abstract:The low level of public awareness of education due to economic factors and the lack of government assistance in overcoming illiteracy has prompted to do the research that focuses on strategies for eradicating illiteracy using the Refl ect method in the Persatuan Village of Asahan, North Sumatra. The purpose of this study was to analyze the Refl ect method in eradicating illiteracy and to fi nd out the factors of literacy in the village. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. The data collection technique used is direct observation to the Persatuan Village. Based on the research that the author has done, it can be seen that there are several factors that infl uence illiteracy that occurs in Persatuan Village. Economic factors are the main factors that make people illiterate. Other factors are areas that are not covered by literacy programs from the local government, social and cultural infl uences of the community, low literacy levels motivation from the family environment, as well as the lack of facilities and infrastructure to obtain reading resources such as the community reading park (TBM). The Refl ect method used also links learning to read with empowerment programs such as learning to read with activities on how to make manure. The result of the application of the refl ect method in Persatuan Village is an increase in the willingness or participation of the community in participating in learning because learning is adjusted to the willingness of the learning community itself.

Page 1 of 1 | Total Record : 6