cover
Contact Name
Yusuf L. M
Contact Email
jurnalbonafide@gmail.com
Phone
+6282345376011
Journal Mail Official
jurnalbonafide@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan 1, Kel. Bahu, Kec. Siau Timur Kab. Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (SITARO), Sulawesi Utara
Location
Kab. kep. siau tagulandang biaro,
Sulawesi utara
INDONESIA
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen
ISSN : 27224473     EISSN : 27225992     DOI : https://doi.org/10.46558/bonafide.v1i1
Core Subject : Religion, Education,
Bonafide: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen is a scientific journal that publishes some original articles in Christian theology and education. Our focus and scope are biblical studies, Christian education, contextual theology, Christian leadership, church services, practical theology, systematic theology, and sociology of religion.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021)" : 8 Documents clear
Tinjauan Buku: Pelayan Tuhan di Gereja dan Masyarakat Desman Josafat Boys
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.65

Abstract

Pemaparan penulis dimulai dari gambaran seorang Penatua dan jabatan di Gereja sebagai amanah Allah untuk melayani. Kemudian menelaah Pelayan Tuhan dari penggalian Alkitab dalam keberadaannya di tengah masyarakat. Sebagai seorang pelayan, Hamba Tuhan adalah sosok pekerja yang memberikan tenaga, pikiran, daya-upaya apapun serta harta demi kemajuan penatalayanan untuk kemuliaan Tuhan. Seorang Pelayan Tuhan melakukan banyak hal bukan untuk keperluan kebesaran nama sendiri bahkan bukan untuk kekayaannya. Buku ini memaparkan bahwa menjadi seorang penatua adalah karunia Allah.
KONSEP BELAS KASIHAN MENURUT INJIL MATIUS 18:23-35 Reniwati Gulo; Hendi Hendi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.70

Abstract

Artikel ini merupakan hasil penelitian tentang kehidupan yang penuh belas kasihan kepada sesama manusia menurut Injil Matius 18:23-35. Metode yang digunakan adalah eksegesis. Hasilnya menunjukkan bahwa belas kasihan adalah kunci untuk mampu mengampuni sesama. Setiap orang yang percaya Yesus menerima pengampunan dari Allah oleh belas kasihan Allah yang besar melalui pribadi Yesus Kristus. Yesus mengajarkan setiap orang percaya untuk mengampuni karena telah menerima belas kasihan-Ny. Tidak mengampuni sesama berarti Allah juga tidak mengampuni kita sebab apa yang telah di tabur di dunia akan di tuai di surga. Hukuman Allah akan berlaku kepada setiap orang yang tidak mengampuni. Oleh karena itu, sikap ini perlu diambil dan diaplikasikan oleh setiap orang percaya yang telah menerima pengampunan dari Allah di dalam Yesus Kristus.
PEMURIDAN SEBAGAI IMPLEMENTASI AMANAT AGUNG YESUS KRISTUS Serepina Hasibuan
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.74

Abstract

Pemuridan adalah konsep penting dalam kekristenan dan Amanat Agung adalah mandat penting bagi orang-orang Kristen sepanjang zaman. Kedua hal ini merupakan fokus penelitian. Amanat Agung seringkali dikaitkan dengan gerakan misi Kristen tetapi sangat jarang dikaitkan dengan gerakan pemuridan. Dalam implementasinya, Amanat Agung diwujudkan dengan penginjilan tetapi kurang memperhatikan aspek pemuridannya. Oleh sebab itu, penulis menganalisis Matius 28:19-20 menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik kritik teks yakni melakukan eksegesis pada ayat tersebut untuk memahami konsep pemuridan dalam Amanat Agung Yesus Kristus. Melalui penelitian ini, penulis menemukan bahwa pemuridan adalah aspek utama yang harus menjadi target dalam implementasi mandat agung orang Kristen. Dalam pelaksanaannya, pemuridan melalui tahap-tahap yakni: pergi menjangkau jiwa, membaptis mereka dan mengajarkan perintah Tuhan.
KONSEP MURAH HATI BERDASARKAN LUKAS 6:36 Marlon Taung
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.75

Abstract

This paper discusses the meaning of generosity in Luke 6:36. The method used is library research, with the primary sources being the Bible, books, literature, and other sources related to the subject matter. The results showed that the meaning of generosity in Luke 6:36 is to love and forgive fellow human beings. Generosity is a command of God. All believers must practice God's order in concrete actions. Generosity also reflects the Father or is a God-like attribute. Therefore, living generous means expressing the presence of God during life with others.
TANTANGAN PEMURIDAN ANAK DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DI SD INPRES 1 TIRTAKENCANA Yahya Hardian Restu; Fransisko Oes Asa; Ernie Rahman; Desry Narliany Linggamo
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.77

Abstract

Penelitian ini membahas tentang tantangan yang dihadapi guru pendidikan agama Kristen dalam melakukan tugas pemuridan kepada peserta didik yang beragama Kristen di era revolusi industri 4.0 di SD Inpres 1 Tirtakencana, kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Informan yang dilibatkan berjumlah sembilan orang, yang terdiri atas dua orang guru pendidikan agama Kristen dan tujuh orang tua peserta didik. Metode yang digunakana adalah kualitatif dengan wawancara sebagagi teknik pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan: 1) guru PAK sudah berusaha menggunakan media digital dalam pemuridan, 2) upaya pemuridan guru PAK belum terlalu membawa dampak pada pengembangan karakter peserta didik yang tampak dari adanya perbedaan perilaku peserta didik ketika di rumah yang menunjukan perilaku kurang baik.
IMPLEMENTASI MAKNA HOSPITALITAS KRISTEN TERHADAP PELAYAN GEREJA DAN ANGGOTA JEMAAT Heni Maria
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.79

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguraikan makna hospitalitas Kristen dan implementasinya kepada pelayan gereja dan anggota jemaat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi pustaka dan wawancara kepada duabelas informan di Gereja Toraja Jemaat Ranteba’tan Klasis Sillanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitalistas Kristen pada dasarnya membahas pertemanan umat Kristen dengan orang asing, tentang bagaimana cara menghargai sesama kita, betapapun sulitnya untuk menghargai individu yang tidak sama dengan kita, khususnya orang luar. Ajaran seperti ini terdapat dalam Alkitab. Pemaknaan akan tindakan hospitalitas dapat berkaca dari kisah tokoh-tokoh Alkitab, khususnya “hospitalitas Paulus”. Hospitalitas ini juga telah diwariskan oleh Allah melalui Yesus Kristus dalam hal menerima dan menebus manusia. Ajaran Alkitab tentang hospitalis perlu diimplementasikan dalam kehidupan orang Kristen, khususnya dalam menjaga keharmonisan hubungan dalam jeemaat, baik hubungan antar jemaat maupun hubungan jemaat dengan para pelayan gereja.
SUKSESI KEPEMIMPINAN MUSA KEPADA YOSUA SEBAGAI MODEL REGENERASI KEPEMIMPINAN KRISTEN MASA KINI Karlitu Dias Markes
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.80

Abstract

Penelitian ini diarahkan kepada model suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosua. Metode yang digunakan adalah studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suksesi kepemimpinan Musa kepada Yosus mencakup dua dimensi yakni dimensi ilahi dan dimensi insani. Suksesi dalam dimensi ilahi menekankan bahwa relasi dan komitmen Musa sebagai pemimpin senior dengan Allah begitu jelas sehingga mampu mengetahui Visi dan Misi kepemimpinan serta menggenal kepada siapa visi dan misi kepemimpinan tersebut dilanjutkan. Dalam kepemimpinan Musa, pola mempersiapkan generasi muda dapat dilihat dari dua dimensi, yakni: persiapan dalam dimensi ilahi dan persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Persiapan dalam dimensi ilahi artinya, dalam mencari calon pemimpin untuk dipersiapkan, maka seorang pemimpin senior seharusnya memiliki kemampuan dan kepekaan dalam memahami konfirmasi dari Allah. Selain persiapan seorang pemimpin dalam dimensi ilahi, Alkitab juga menyaksikan bahwa Allah dengan kedaulatan-Nya mempersiapkan seorang pemimpin dengan menggunakan manusia sebagai alat untuk memuridkan, membimbing, dan melatih seseorang untuk melanjutkan visi dan misi Allah bagi suatu lembaga atau gereja tersebut. Proses mempersiapkan seorang calon pemimpin seperti ini disebut, persiapan dalam dimensi insani/manusiawi. Langkah-langkah regenerasi kepemimpinan dalam dimensi insani/manusiawi mencakup; pemuridan, mentoring, dan pendelegasian.
PERANAN KELOMPOK SEL TERHADAP PERTUMBUHAN GEREJA HOME COMMUNITY CHURCH (HCC) DI JEMAAT PALU Nustince Maki; Purnama Pasande; Oskar Sopang; Niel Parinsi
BONAFIDE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : SEKOLAH TINGGI TEOLOGI INJILI SETIA SIAU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46558/bonafide.v2i2.82

Abstract

The church wants the congregation's spirituality to experience growth. The number of membership is decreasing. At Home Community Church (HCC) Palu, a small group performs the process of renewal, leading to the likeness of Christ and training men to become fishers of men. Through small groups (Komsel), it is hoped that the congregation's growth will increasingly have a positive effect on the communion and church growth. The respondents were 144 Komsel members from a total population of 212 members. The method used in this study is a quantitative method with a Likert scale questionnaire as a research instrument. In this study, the role of Komsel significantly affects the number of HCC church congregations and provides benefits in service, evangelizing, teaching, and communion programs.

Page 1 of 1 | Total Record : 8