cover
Contact Name
Anang Setyo Budi
Contact Email
zooindonesia@gmail.com
Phone
+6282233362977
Journal Mail Official
zooindonesia@gmail.com
Editorial Address
Gedung Widyasatwaloka, Bidang Zoologi, Pusat Penelitian Biologi-LIPI, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 46 Cibinong, Bogor, Jawa Barat
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Zoo Indonesia
ISSN : 0215191x     EISSN : 25278703     DOI : -
Zoo Indonesia adalah sebuah jurnal ilmiah dibidang fauna tropika yang diterbitkan oleh organisasi profesi keilmiahan Masyarakat Zoologi Indonesia (MZI) sejak tahun 1983. Terbit satu tahun satu volume dengan dua nomor (Juli dan Desember). Memuat tulisan hasil penelitian yang berhubungan dengan aspek fauna, khususnya wilayah Indonesia dan Asia. Publikasi ilmiah lain adalah Monografi.
Articles 264 Documents
STUDI PENDAHULUAN KOMUNITAS IKAN DI PERAIRAN TAMAN NASIONAL KAYAN MENTARANG KALIMANTAN TIMUR Haryono Haryono
ZOO INDONESIA No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v0i29.2364

Abstract

Penelitian dilakukan
AN OVERVIEW ON THE ECOLOGY OF VARANID LIZARDS Evy - Arida
ZOO INDONESIA Vol 17, No 2 (2008): November 2008
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v17i2.127

Abstract

Arida, E. 2008. An overview on the ecology of Varanid lizards. Zoo Indonesia 17(2):67-82. Body size is a morphological character that can be useful to estimate the sizeof home range in varanids. It may also be used to cue for habitat type and mode of lifeof varanid lizards. Nevertheless, although body size may be a good predictor ofhome range size, it may not be useful to infer population density, because nonterritorialitynature of varanid lizards generates home range overlaps. Although nonterritorialitynature may hinder inference of population density, it can signal for highdensity through the signature of aggression. However, the magnitude of density itselfwould not be well quantified. An approach to population density estimation is the useof reproductive biology data. Reproductive biology data of wild varanids can be usedto base a projection on population trends. Despite the notion, data on reproductionfrom wild populations seems to be scarce, especially from some regions in Asia.Regular population monitoring for general census and reproductive status is definitelystill needed to allow for sound estimates of population density and its dynamics.
Pengaruh Suplementasi Tepung Kulit Manggis (Garcinia mangostana L.) dalam Ransum terhadap Produksi Karkas dan Perlemakan Ayam Broiler Sinta Maharani; Siska Fitria; Supadmo Supadmo; Zuprizal Zuprizal
ZOO INDONESIA Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v25i1.3019

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi tepung kulit manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai aditif pakan terhadap produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Sebanyak 72 ekor ayam broiler jantan strain Lohmann ditempatkan secara acak pada 12 buah kandang kelompok dengan perlakuan penambahan tepung kulit manggis 0; 0,5; 1,0; 1,5%. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Ayam broiler dipelihara selama 35 hari. Data dianalisis statistik dengan analisis variansi Rancangan Acak Lengkap Pola Searah. Setiap data dengan perbedaan yang nyata antar perlakuan diuji lanjut menggunakan Duncan’s new Multiple Range Test. Parameter yang diamati adalah produksi karkas dan perlemakan ayam broiler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum menaikkan (P<0,05) persentase lemak abdominal dan kadar lemak daging ayam broiler umur 35 hari. Penambahan tepung kulit manggis tidak mempengaruhi produksi karkas dan kadar lemak subkutan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suplementasi sampai 1,5% tepung kulit manggis dalam ransum tidak mempengaruhi produksi karkas maupun kandungan lemak subkutan ayam broiler.
DAMPAK DEFORESTASI PADA LAJU PENURUNAN KERAGAMAN JENIS KODOK DI TAMAN NASIONAL GUNUNG HALIMUN Hellen Kurniati
ZOO INDONESIA Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v19i1.2389

Abstract

Tipe
DIVERSITY AND ROOSTING CHARACTERISTIC OF BATS IN BUNI AYU CAVE, SUKABUMI LIMESTONE AREA, WEST JAVA Sigit Wiantoro
ZOO INDONESIA Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v21i1.2354

Abstract

  Penelitian keanekaragaman dan karakteristik tempat bertengger kelelawar di Gua Buni Ayu, Desa Cipicung, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dilakukan untuk mengetahui keanekaragaman jenis kelelawar dan karakter spesifik tempat bertenggernya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini antara lain jaring kabut, jaring bertangkai dan observasi. Selain itu, pengukuran suhu dan kelembaban relatif juga diukur di setiap tempat bertengger. Dari penelitian ini diketahui sebanyak 504 indi-vidu kelelawar yang terdiri dari empat jenis yaitu Hipposideros diadema, Hipposideros galeritus, Rhi-nolophus affinis dan Miniopterus magnater berada di Gua Buni Ayu. Bentuk fisik lorong gua diketahui meru-pakan faktor penting yang mempengaruhi jenis-jenis kelelawar dalam menentukan tempat bertenggernya. Rerata suhu udara berkisar antara 26.67-28.46 0C, sedangkan kelembaban udara berkisar antara 81.5-84.48%. Perbedaan suhu dan kelembaban udara yang relatif kecil tersebut tidak mengindikasikan adanya pengaruh terhadap perilaku pemilihan tempat bertengger di Gua Buni Ayu dan kisaran tersebut masih dalam kisaran normal bagi kelelawar untuk tetap bisa bertahan hidup. 
DIVERSITAS DAN PENTINGNYA KUPU-KUPU NUSA KAMBANGAN (JAWA, INDONESIA Djunijanti Peggie
ZOO INDONESIA Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v23i1.370

Abstract

Kawasan hutan Nusa Kambangan menjadi tempat perlindungan bagi banyak flora dan fauna Jawa termasuk kupu-kupu. Keberadaan spesies kupu-kupu di Nusa Kambangan disampaikan di sini berdasarkan penelitian yang dilakukan pada tahun 2006 dan beberapa laporan sebelumnya. Sekurangnya tercatat 124 spesies kupu-kupu di Nusa Kambangan dan jumlah ini merupakan 20% dari keseluruhan jumlah spesies kupu-kupu di Jawa. Hasil ini dibandingkan dengan keberadaan spesies kupu-kupu di lokasi-lokasi lainnya di Jawa. 
MIGRASI Hemidactylus platyurus (Squamata: Gekkonidae) DI INDONESIA Devi Sandriliana; Rose Ida Ummah; Vella Nurazizah Djalil; Achmad Farajallah
ZOO INDONESIA Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v27i1.3915

Abstract

SUGAR ANALYSIS OF THE DIGESTIVE TRACT OF Tabanus rubidus (DIPTERA: TABANIDAE) Sri Hartini
ZOO INDONESIA Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v16i1.2380

Abstract

KAJIAN WERENG PUCUK METE, Sanurus spp., (HEMIPTERA; FLATIDAE) DI PERTANAMAN JAMBU METE PULAU LOMBOK Bambang Supeno; Damayanti Buchori
ZOO INDONESIA Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v20i1.2343

Abstract

Kajian
KELIMPAHAN DAN KEANEKARAGAMAN COLLEMBOLA PADA LIMA TIPE EKOSISTEM DI KAPUAS HULU KALIMANTAN BARAT Remila Selvany; Rahayu Widyastuti; Yayuk Rahayuningsih Suhardjono
ZOO INDONESIA Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Masyarakat Zoologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52508/zi.v27i2.4041

Abstract

Collembola merupakan kelompok Arthropoda yang sangat beragam dan memiliki fungsi penting di dalam ekosistem tanah. Namun, kelimpahan dan keanekaragaman Collembola di Kalimantan Barat masih sedikit dipelajari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi kelimpahan dan keanekaragaman Collembola, serta hubungannya dengan faktor lingkungan. Sampel dikumpulkan pada Desember 2016 dan Februari 2017. Collembola dikumpulkan dari hutan alami, hutan karet, kebun kelapa sawit, ladang dan lahan marginal. Hasil penelitian diperoleh tiga ordo, 10 famili dan 26 genus dengan total 393 individu. Terdapat perbedaan pada kelimpahan dan keanekaragaman ordo, famili dan ge-nus pada lima ekosistem yang berbeda. Perbedaan faktor lingkungan berperan penting terhadap kelimpahan dan struktur komunitas Collembola. Berdasarkan indeks keanekaragaman, hutan alami memiliki keanekaragaman Collembola tertinggi (2,69), diikuti oleh hutan karet (2,44), kebun kelapa sawit (2,37), ladang (1,52) dan lahan marginal (0,56). Hasil analisis korelasi menunjukkan terdapat korelasi positif antara beberapa genus Collembola dengan C organik, N total dan C/N rasio.

Filter by Year

1983 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 33, No 1 (2024): Juli 2024 Vol 32, No 2 (2023): Desember 2023 Vol 32, No 1 (2023): Juli 2023 Vol 31, No 2 (2022): Desember 2022 Vol 31, No 1 (2022): Juli 2022 Vol 30, No 2 (2021): Desember 2021 Vol 30, No 1 (2021): Juli 2021 Vol 29, No 2 (2020): Desember 2020 Vol 29, No 1 (2020): Juli 2020 Vol 28, No 2 (2019): Desember 2019 Vol 28, No 1 (2019): Juli 2019 Vol 27, No 2 (2018): Desember 2018 Vol 27, No 1 (2018): Juli 2018 Vol 26, No 2 (2017): Desember 2017 Vol 26, No 1 (2017): Juli 2017 Vol 25, No 2 (2016): Desember 2016 Vol 25, No 1 (2016): Juli 2016 Vol 24, No 2 (2015): Desember 2015 Vol 24, No 1 (2015): Juli 2015 Vol 23, No 2 (2014): Desember 2014 Vol 23, No 1 (2014): Juli 2014 Vol 22, No 2 (2013): Desember 2013 Vol 22, No 1 (2013): Juli 2013 Vol 21, No 2 (2012): Desember 2012 Vol 21, No 1 (2012): Juli 2012 Vol 20, No 2 (2011): Desember 2011 Vol 20, No 1 (2011): Juli 2011 Vol 19, No 2 (2010): Desember 2010 Vol 19, No 1 (2010): Juli 2010 Vol 18, No 2 (2009): November 2009 Vol 18, No 1 (2009): Juli 2009 Vol 17, No 2 (2008): November 2008 Vol 17, No 1 (2008): Juni 2008 Vol 16, No 2 (2007): November 2007 Vol 16, No 1 (2007): Juni 2007 Vol 15, No 2 (2006): November 2006 No 29 (2002): Zoo Indonesia No. 29 Desember 2002 No 28 (2001): Zoo Indonesia No. 28 September 2001 No 31 (1997): Zoo Indonesia No. 31 No 30 (1997): Zoo Indonesia No. 30 No 29 (1997): Zoo Indonesia No. 29 No 28 (1996): Zoo Indonesia No 28 No 27 (1996): Zoo Indonesia No 27 No 26 (1995): Zoo Indonesia No 26 No 25 (1995): Zoo Indonesia No 25 No 24 (1994): Zoo Indonesia No 24 No 23 (1994): Zoo Indonesia no 23 No 22 (1993): Zoo Indonesia No 22 No 21 (1993): Zoo Indonesia No 21 No 20 (1993): Zoo Indonesia No 20 No 19 (1993): Zoo Indonesia No 19 No 18 (1993): Zoo Indonesia No 18 No 17 (1993): Zoo Indonesia No 17 No 16 (1992): Zoo Indonesia No 16 No 15 (1992): Zoo Indonesia No. 15 No 14 (1992): Zoo Indonesia No.14 No 13 (1992): Zoo Indonesia No. 13 No 12 (1991): Zoo Indonesia No. 12 No 11 (1991): Zoo Indonesia No. 11 No 10 (1990): Zoo Indonesia No. 10 No 9 (1990): Zoo Indonesia No. 9 No 8 (1989): Zoo Indonesia No. 8 No 7 (1987): Zoo Indonesia No. 7 No 6 (1986): Zoo Indonesia No 6 No 5 (1985): Zoo Indonesia No. 5 No 4 (1985): Zoo Indonesia No. 4 No 3 (1985): Zoo Indonesia No. 3 No 2 (1983): Zoo Indonesia No. 2 No 1 (1983): Zoo Indonesia No. 1 More Issue