cover
Contact Name
FX. Kurniawan Dwi Madyo Utomo
Contact Email
fxiwancm@gmail.com
Phone
+62341552120
Journal Mail Official
serifilsafatws@gmail.com
Editorial Address
Jl. Terusan Rajabasa 2
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Seri FilsafatTeologi Widya Sasana
ISSN : 14119005     EISSN : 27463664     DOI : https://doi.org/10.35312/
Seri Filsafat Teologi Widya Sasana focuses on philosophical and theological studies based on both literary and field researches. The emphasis of study is on systematic attempt of exploring seeds of Indonesian philosophy as well as contextualization and inculturation of theology in socio-political-historical atmosphere of Indonesia. Scope of Seri Filsafat Teologi Widya Sasana covers various perspectives of philosophical and theological studies from interdisciplinary methodology and cultural-religious point of view of traditions.
Articles 65 Documents
Search results for , issue "Vol. 35 No. 34 (2025)" : 65 Documents clear
Ilusi Kehendak Bebas: Algoritma dan Pilihan Moral di Era Digital, Telaah Teologi Moral Katolik ., Yustinus
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.282

Abstract

Artikel ini menelaah tantangan moral yang ditimbulkan oleh algoritma era digital terhadap kehendak bebas manusia dari perspektif Teologi Moral Katolik. Di era di mana algoritma semakin membentuk persepsi, preferensi, dan keputusan manusia, artikel ini berargumen bahwa mekanisme prediksi, personalisasi, dan optimasi algoritmik berpotensi mengikis otonomi moral manusia. Melalui analisis yang mendalam, artikel ini menunjukkan bagaimana algoritma menciptakan "filter bubble" yang membatasi pencarian kebenaran, mereduksi martabat manusia menjadi kumpulan data yang dapat dioptimasi, dan menimbulkan krisis tanggung jawab melalui sifatnya yang "black box" dan opaque. Kerangka antropologi Katolik, yang berpusat pada doktrin Imago Dei, kehendak bebas, dan panggilan untuk berelasi, digunakan untuk mendiagnosis gesekan-gesekan kritis ini. Sebagai respons, artikel ini mengusulkan sebuah etika Katolik untuk era algoritmik yang berlandaskan pada prinsip martabat manusia, kebijaksanaan (prudentia), kesejahteraan bersama (common good), solidaritas dan subsidiaritas. Kesimpulannya menegaskan bahwa meskipun algoritma adalah alat yang powerful, ia harus tunduk pada pertimbangan moral manusia agar dapat melayani panggilan manusia yang seutuhnya, bukan menggantikan atau merusaknya
Algoritma vs Kehendak Bebas: Pilihan Moral dalam Era Digital Suwito, Benny
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.283

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada abad ke-21 telah mengubah secara mendasar cara manusia berpikir, berinteraksi, dan mengambil keputusan moral. Salah satu bentuk nyata dari kemajuan tersebut ialah hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau Akal Imitasi yang bekerja melalui sistem algoritma. Algoritma dirancang untuk membantu manusia dalam pengambilan keputusan, namun di sisi lain dapat memengaruhi kebebasan manusia dalam menentukan pilihan moralnya. Artikel ini menelaah secara kritis relasi antara algoritma dan kehendak bebas dalam konteks kehidupan kaum muda yang hidup di tengah budaya digital. Dengan menggunakan metode penelitian pustaka dan pendekatan fenomenologi budaya, tulisan ini menelusuri sejarah perkembangan AI, fungsi algoritma dalam media sosial, serta konsekuensi etis yang ditimbulkannya. Dalam terang ajaran Gereja Katolik, khususnya melalui dokumen Antiqua et Nova, manusia tetap memiliki martabat dan kebebasan sebagai citra Allah (imago Dei) untuk memilih yang baik berdasarkan hati nurani yang terformasi dengan benar. Oleh karena itu, pendampingan pastoral yang menekankan pembinaan hati nurani menjadi kunci bagi kaum muda agar dapat menggunakan teknologi digital secara bijak dan bertanggung jawab. Artikel ini menyimpulkan bahwa algoritma tidak boleh menggantikan peran kehendak bebas manusia, melainkan harus menjadi sarana yang dikelola secara etis demi perkembangan moral dan kemanusiaan yang otentik.
Spiritualitas Kaum Muda di Tengah Perkotaan dalam Era Digital Pius Manik , Robert; Made Sudhiarsa , Raymundus I; B. Anggur , Evander; M. Oinik , Leni; Pusius Paleng , Marto
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.284

Abstract

Spiritualitas kaum muda di era digital sangatlah penting. Apalagi di tengah kemajuan teknologi yang mempermudah kaum muda dalam mencari berbagi informasi yang mereka perlukan. Melihat kemudahan seperti ini kaum muda mulai kurang menyadari spiritualitas yang mereka miliki. Hal ini membuat mereka terjebak di era digital dan terlihat dari sikap mereka yang individualis. Sikap seperti ini menjadi sebuah persoalan dalam mewujudkan spiritualitas dalam kehidupan di era digital. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Tujuan dari penulisan ini adalah melihat problem yang dialami oleh kaum muda tentang spiritualitas di era digital ini. Sebab mereka mulai kurang menyadari betapa pentingnya spiritualitas. Dalam penulisan ini penulis juga menemukan bahwa kaum muda masih memiliki sikap individualis. Maka perziarahan spiritualitas ini harus memiliki relasi, kerendahan hati dan kesadaran dari kaum muda di era digital
Pier Giorgio Frassati & Carlo Acutis: Darah Muda, Jiwa Kudus! Studi Kanonik tentang “Kanonisasi” Galed, Daniel Ortega
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.285

Abstract

Kajian kanonik ini membahas mengenai evolusi proses kanonisasi dalam Gereja dari masa ke masa. Pengetahuan mengenai para kudus mungkin adalah bagian historis yang paling unik, luar biasa dan menakjubkan, sebab ia bercerita tentang heroisme, dedikasi dan keberanian yang ditinggalkan oleh putra-putri Gereja. Dalam wajah Para Kudus, Gereja Kristus tak kehilangan arah. Teladan mereka memungkinkan kekudusan ditemukan kembali di tiap generasi. Penetapan legislasi kanonik dalam hal ini memegang peranan ganda: pertama, mendokumentasikan secara normatif dan sahih kekudusan para anggotanya, kedua, menunjukkan “jalan” kekudusan ini kepada semua anggota Gereja, tak terkecuali bagi kaum muda. Dalam berbagai bulla kanonisasi, para kudus sering disamakan sebagai “mereka” yang datang “pada waktu yang tepat” untuk menjawab kebutuhan Gereja dan dunia. Sintesis dari telaah kanonik ini menunjukkan bahwa kaum muda, tanpa diragukan, adalah “yang tepat” di era teknologi hari-hari ini. Karenanya, kekudusan bagi mereka bukanlah utopia. Carlo dan Giorgio, setidaknya, telah membuktikannya
Iman di Era Digital: Pengaruh Media Sosial terhadap Formasi Rohani Orang Muda Katolik Generasi Z di Malang Madyo Utomo, Kurniawan Dwi
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.286

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh media sosial terhadap pembentukan dan perkembangan iman orang muda Katolik Generasi Z. Latar belakang penelitian ini berangkat dari realitas bahwa media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan generasi muda, memengaruhi cara mereka berelasi, mencari makna, dan mengekspresikan iman. Tujuan penelitian ini adalah memahami bagaimana media sosial membentuk kehidupan rohani orang muda serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memperkuat atau justru melemahkan pertumbuhan iman di tengah budaya digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologis, melalui wawancara mendalam terhadap enam belas mahasiswa Katolik yang aktif menggunakan media sosial. Analisis tematik dilakukan untuk menemukan pola pengalaman, persepsi, dan refleksi spiritual partisipan terhadap penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial memiliki pengaruh ganda terhadap kehidupan iman. Di satu sisi, ia dapat melemahkan iman melalui perbandingan sosial, kecanduan digital, dan berkurangnya relasi tatap muka. Namun di sisi lain, media sosial juga memperkaya iman dengan menyediakan akses mudah terhadap Kitab Suci, homili, renungan rohani, dan komunitas iman daring. Ketahanan iman orang muda bergantung pada dukungan lingkungan, literasi digital, dan disiplin rohani pribadi.
Formatio Generasi Milenial dalam Perspektif Teologi Proses Firmanto , Antonius Denny; R.D. Bory , Agustinus; Abin, Deni; Dial , Martina; Mario Nusa, Michael
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.287

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara generasi milenial membangun relasi dan komunitas, menghadirkan problematika formasi iman seperti lemahnya ikatan antarindividu, kecenderungan individualisme, dan pengalaman keterasingan dalam komunitas virtual. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka terhadap literatur teologi proses Alfred North Whitehead, pemikiran Marjorie Suchocki, serta teori perkembangan manusia, untuk merumuskan kerangka konseptual human formation bagi generasi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teologi proses, yang menekankan realitas sebagai proses dinamis dan relasional, membuka ruang untuk mendefinisikan ulang formasi iman bukan sebagai transfer doktrin statis, melainkan sebagai perjalanan berkesinambungan yang menekankan kebebasan, kreativitas, dan keterkaitan. Empat pilar formasi ditawarkan: katekese digital, komunitas proses, pedagogi partisipatif, dan spiritualitas dinamis. Dengan demikian, artikel ini memberi kontribusi baru bagi pastoral digital dengan menghadirkan teologi proses sebagai paradigma alternatif dalam merumuskan formasi iman generasi digital native.
Virtual Environment : Tinjauan Psikologi pada Kehidupan di Ruang Digital Simanjuntak , Ermida
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.288

Abstract

Virtual environment adalah lingkungan dunia maya yang dibentuk oleh internet dan banyak diakses oleh kaum muda di Indonesia khususnya individu di tahap perkembangan remaja dan emerging adulthood. Akses internet yang dilakukan oleh kaum muda berpotensi menimbulkan beberapa tantangan antara lain : problematic internet use, online disinhibition, parasocial interaction dan media multitasking. Rekomendasi yang dapat diberikan untuk meminimalkan dampak negatif dari penggunaan internet antara lain : melakukan evaluasi diri yang tepat sebelum melaksanakan media multitasking, mengenali akar masalah dari perilaku ketergantungan internet yang dialami oleh individu, menerapkan intervensi pada gadget untuk mengendalikan penggunaan internet, menerapkan program digital detox, edukasi mengenai literasi media dan penerapan parental monitoring untuk penggunaan internet.
Kaum Muda Katolik Perantau Manggarai dan Tantangan Iman di Tengah Media Sosial Karwan, Alfonsius; Nino, Devantus; Magul Panggut , Longginus; Pasi, Gregorius
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.289

Abstract

Tulisan ini berfokus pada bagaimana media sosial memengaruhi iman dan relasi kaum muda Katolik dengan Gereja. Media sosial di satu sisi menjadi sarana baru bagi kaum muda untuk mengakses informasi rohani, membangun komunitas iman secara daring, serta mengekspresikan identitas religius mereka. Namun, di sisi lain, media sosial juga menghadirkan tantangan berupa distraksi, informasi berlebih, dan gaya hidup instan yang berpotensi melemahkan kedalaman iman serta keterlibatan dalam kehidupan menggereja. Dengan menggunakan metode wawancara terhadap beberapa kaum muda Katolik, penelitian ini menemukan bahwa media sosial memberikan dampak ambivalen: membantu mereka memperkaya iman sekaligus menggiring mereka pada praktik beriman yang lebih dangkal dan terfragmentasi. Oleh karena itu, refleksi kritis terhadap penggunaan media sosial menjadi penting, baik bagi kaum muda itu sendiri maupun bagi Gereja dalam merancang strategi pastoral yang relevan dengan dunia digital
Makna Digital Activism bagi Generasi Z di Paroki Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian dalam Tinjauan Interaksionisme Simbolik Herbert Blumer Mischa Aldeo , Vinsensius; Agung , Gregorius
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.290

Abstract

This study focuses on the meaning of digital activism (DA) for Generation Z in the Parish of Maria Ratu Semesta Alam Sungai Durian, employing Herbert Blumer’s symbolic interactionism as the theoretical framework. Digital activism is a form of socio-political engagement that uses digital technology to organize, advocate, and voice change. DA is not merely a technical activity, but rather a symbolic act that reflects identity, solidarity, and moral responsibility. The research adopts a qualitative method through in-depth interviews with five Gen Z informants who are active on social media and have participated in DA campaigns. Analysis was conducted by positioning meaning as a social construct shaped and continuously renewed through interaction. Findings reveal that DA is understood in diverse ways: as a symbol of struggle and social concern, as a means of solidarity, and as a form of emotional expression. These meanings are constructed through interactions with peers, communities, and public discourse in digital platforms. DA thus functions as a symbolic arena where identity and Prosiding Seri Filsafat Teologi, Vol. 35 No. 34 518 solidarity are negotiated, while also remaining ambivalent, as it can foster critical awareness but also risk devolving into shallow participation. The study suggests that the parish should provide digital literacy guidance and encourage the linkage between digital activism and real-life actions. Further research is recommended to expand the respondent base and explore the relationship between DA and offline social engagement.
Menggali Makna Kegiatan Kumpul Bersama bagi Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Gembala Baik – Batu: Perspektif Interaksi Simbolik Dwi Kristiyanto , Albertus Agung; Manurung , Jona Dipa
Seri Filsafat Teologi Vol. 35 No. 34 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Widya Sasana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35312/serifilsafat.v35i34.291

Abstract

Penelitian ini berfokus pada mencari makna dibalik suatu fenomena sosial yang terjadi pada orang muda katolik (OMK) Paroki Gembala Baik – Batu. Fenomena yang dimaksud tersebut ialah, interaksi antarpribadi yang terdapat dalam kegiatan kumpul-kumpul bareng yang sering dilakukan di base camp paroki. Mereka para orang muda katolik paroki Gembala Baik – Batu, sering melakukan kumpul bersama – bareng. Kumpul tersebut bersifat santai, tidak formal sama sekali. Namun, kumpul tersebut kerap kali memunculkan kesan bahwa mereka kurang kerjaan. Fenomena inilah yang hendak digali maknanya oleh penulis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam paper ini terdapat dua cara yaitu, library research-penelitian kepustakaan dan wawancara. Dua metode tersebut digabungkan agar memperoleh hasil yang akurat, maksimal, dan faktual. Penelitian ini telah memperoleh hasil bahwa kumpul bersama bareng yang dilakukan oleh orang muda katolik (OMK) Paroki Gembala Baik – Batu memiliki makna yang mendalam dan beragam. Selain makna kebersamaan, kerukunan, dan persaudaraan, juga terdapat makna belajar bersama, berbagi pengetahuan dan keterampilan bersama.