cover
Contact Name
Ramses
Contact Email
ramses.firdaus@gmail.com
Phone
+628117553507
Journal Mail Official
jurnal.simbiosa@gmail.com
Editorial Address
Kampus Universitas Riau Kepulauan Batam Jln. Batuaji Baru No,99 Batuaji Kota Batam - Kepulauan Riau-Indonesia
Location
Kota batam,
Kepulauan riau
INDONESIA
SIMBIOSA
ehadiran jurnal SIMBIOSA sangat diharapkan untuk meningkatkan publikasi ilmiah pada bidang pembelajaran Biologi dan Sains. Fokus dan cakupan SIMBIOSA secara deteil sebagai berikur: Pendidikan Biologi, mencakup : pembelajaran Biologi untuk sekolah menengah, dan perguruan tinggi; teknologi pembelajaran Biologi; pengembangan profesionalisme guru bidang studi Pendidikan Biologi; pembelajaran Biologi inovatif dengan menerapkan berbagai pendekatan seperti pendekatan realistik, pendekatan CTL, dan sebagainya. Sain Biologi mencakup Biologi molekuler; Bio-Ekologi; Biodiversiti; Konservasi dan bidang kajian lain yang relevan dengan Biologi dalam arti luas. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun (Juli dan Desember). Artikel yang sudah diterima dan siap dipublikasikan melalui online (early view) secara bertahap serta versi cetaknya akan diedarkan pada akhir periode penerbitan online.
Articles 2 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2025): SIMBIOSA" : 2 Documents clear
Kontaminasi Mikroplastik pada Anadara granosa (Linnaeus, 1758): Studi Kasus dari Kawasan Mudflat Barong, Sumatera Selatan Nugroho, Redho Yoga; Rozirwan, Rozirwan; Fauziyah, Fauziyah
SIMBIOSA Vol 14, No 1 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i1.7874

Abstract

Aktivitas antropogenik yang meningkat telah memicu masuknya polutan ke perairan, salah satunya mikroplastik (MPs) yang terbentuk dari degradasi limbah plastik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepadatan MPs pada biota kerang Anadara granosa yang banyak ditemukan di habitat mudflat Barong yang berada di kawasan pesisir Taman Nasional Sembilang, namun secara geografis dekat dengan muara sungai-sungai besar. Sampel diambil berdasarkan ukuran berbeda: BL= Barong Large (20-25 gr), BM= Barong Medium (15-20 gr), dan BS= Barong Small (10-15 gr). Ekstraksi MPs dilakukan menggunakan metode ekstraksi basa dengan larutan KOH 10%, diikuti penyaringan dan identifikasi secara visual menggunakan mikroskop. Kepadatan MPs dihitung berdasarkan jumlah partikel per gram berat tubuh basah biota. Hasil menunjukkan bahwa nilai kepadatan tertinggi terdapat pada BL (20 partikel/gr), diikuti BS (16 partikel/gr), dan terendah pada BM (13 partikel/gr). Jenis MPs yang dominan adalah fiber dan fragmen, dengan warna dominan hitam dan putih. Temuan ini menunjukkan bahwa habitat mudflat Barong yang berada di kawasan terlindung, ternyata telah terdampak limbah antropogenik MPs yang diduga bersumber dari muara sungai-sungai besar terdekat. Selain itu, temuan ini menjadi potensi akumulasi MPs, yang dapat membahayakan biota bentik dan rantai makanannya melalui proses bioakumulasi dan biomagnifikasi.
Keanekaragaman Tanaman Obat Tradisional Berdasarkan Kajian Etnobotani Masyarakat Mamuju Sulawesi Barat Tahar, Musrifah; Nurzakinah, Nurzakinah; Ramadani, Hairunnisa; Ainun, Nur
SIMBIOSA Vol 14, No 1 (2025): SIMBIOSA
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Riau Kepulauan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33373/simbiosa.v14i1.8789

Abstract

Masyarakat pedesaan di Indonesia masih memanfaatkan tanaman obat sebagai alternatif pengobatan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji keanekaragaman jenis tanaman obat serta pola pemanfaatannya berdasarkan pengetahuan etnobotani masyarakat di Dusun Pempioang, Taparia, dan Kampung Baru, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian etnobotani melalui wawancara semi-terstruktur terhadap informan kunci yang memiliki pengetahuan tentang tanaman obat tradisional. Data yang dikumpulkan meliputi nama lokal, nama ilmiah, bagian tanaman yang digunakan, dan kegunaan tanaman obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan 28 jenis tanaman obat yang berasal dari berbagai famili tumbuhan. Bagian tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun, diikuti oleh buah dan umbi. Tanaman obat dimanfaatkan untuk pengobatan penyakit ringan, perawatan kecantikan, serta peningkatan stamina. Tingginya keanekaragaman dan variasi pemanfaatan tanaman obat mencerminkan kekayaan pengetahuan lokal masyarakat Mamuju yang berpotensi mendukung upaya konservasi, pengembangan obat herbal, dan pelestarian kearifan lokal berbasis biodiversitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 2