cover
Contact Name
dr. Ilham Hariaji, M.Biomed
Contact Email
ilhamhariaji@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Jalan Gedung Arca No 53 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih
Core Subject : Health,
Jurnal Implementa Husada merupakan jurnal yang digagas oleh Departemen Farmakologi dan Terapi dan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang ditujukan sebagai wadah publikasi ilmiah bagi peneliti pemula, sejawat dokter, ilmuwan di bidang kesehatan, dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitian, tinjauan artikel dan pustaka, serta tulisan ilmiah dan pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan dunia kesehatan sehingga dapat menambah wawasan bagi pembaca dan menjadi sumber referensi lanjutan bagi penelitian selanjutnya.
Articles 110 Documents
Prevalensi Insomnia pada Perempuan Lanjut Usia: Studi Berbasis Komunitas Hasanul Arifin; Elman Boy; Dana Rizki Adila Sitepu; Zuhra Aqila Rangkuti; Alya Lailatu Assziva; Ibnu Afif Armadi; Andre Pramudia Krisna; Fitri Hafianty; Arisa Atika Meliala; Farida Utami Siregar; Karina Ramadhani; Syakinah Amilina
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11632

Abstract

Abstrak: Prevalensi insomnia pada lansia di seluruh dunia sangat tinggi. Ada sekitar 60% lansia di Indonesia yang dilaporkan mengalami insomnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi insomnia pada lansia di panti jompo Tresna Werdha ABDI Binjai tahun 2021. Metode dalam penelitian ini menggunakan desain survei deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah 27 perempuan lanjut usia berusia di atas 50 tahun. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah consecutive sampling. Prevalensi insomnia diukur dengan kuesioner skala peringkat insomnia. Hasil penelitian prevalensi insomnia menunjukkan bahwa kelompok usia 45-59 tahun sebesar 7,4%, usia 60-74 tahun sebesar 77,7% dan kelompok usia 75-90 tahun sebesar 14,8%, sedangkan sebaran skala insomnia menunjukkan bahwa jumlah responden yang tidak mengalami insomnia dengan persentase 14,8% sedangkan mereka yang mengalami insomnia ringan dengan persentase 51,8%,  insomnia sedang dengan presentasi 25,9% dan insomnia berat dengan persentase 7,4%.
Edukasi Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Masyarakat Kelurahan Sitirejo I Seintya Gimi Lestari; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11901

Abstract

Abstrak: Hasil Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2008, menunjukkan prevalensi DM di Indonesia membesar sampai 57%. Untuk menurunkan kejadian  dan keparahan dari Diabetes Melitus maka dilakukan pencegahan seperti modifikasi gaya hidup dan pengobatan seperti obat oral hiperglikemia dan insulin. Kegiatan ini dilakukan dengan pemeriksaan dan edukasi kesehatan kepada warga Kelurahan Sitirejo I Kota Medan pada Kamis 1 September 2022  yang  berlokasi di Posyandu Mawar Lingkungan 1. Kegiatan ini dilaksanakan dengan cara memberikan edukasi tentang definisi diabetes melitus, faktor risiko dan pencegahannya. Upaya dalam menjaga pola makan sangat penting untuk mencegah terjadinya penyakit diabetes melitus tipe 2, yaitu dengan membatasi konsumsi makanan atau minuman yang memiliki kadar gula yang tinggi. Selain itu mengontrol berat badan agar tidak terjadi obesitas dan olahraga teratur juga merupakan cara untuk mencegah dari penyakit diabetes melitus tipe 2. Untuk itu penting bagi masyarakat rutin melakukan pemeriksaan kadar gula darah sebagai skrining awal untuk mengetahui ada atau tidak risiko terkena penyakit diabetes melitus tipe 2. Dengan adanya kegiatan pemeriksaan dan edukasi tentang pencegahan dan   edukasi penyakit diabetes melitus ini diharapkan masyarakat lebih memaharmi dan lebih peduli terhadap kesehatannya  agar terhindar dari penyakit diabetes, karena penyakit diabetes melitus ini merupakan penyakit yang sering diderita oleh masyarakat di Indonesia.
Meningkatkan Kesadaran Masyarakat Dalam Menjaga Kesehatan Dan Edukasi Bahaya Kolesterol Tinggi (Hiperlipemia) Intan Tiara Adetya; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11849

Abstract

Abstrak: Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menjadi perhatian di tingkat nasional maupun global, terjadinya peningkatan PTM erat kaitannya dengan konsumsi makanan mengandung tinggi kolesterol. Kadar kolesterol dalam darah yang tinggi merupakan salah satu faktor resiko dari penyakit jantung. Pengetahuan dan pencegahan yang baik merupakan langkah awal yang dapat dilakukan dalam mengantisipasi dampak dari kolesterol yang tinggi. Masyarakat awam banyak memandang remeh terhadap bahaya dari kolesterol yang tinggi, perlunya kesadaran dan pengecekan rutin terhadap kolesterol diperlukan masyarakat khususnya pada lansia. Metode yang digunakan adalah pendekatan presentase dan demonstrasi pengecekan kolesterol darah. Hasil: masih banyak masyarakat yang minim terhadap kesadaran dalam bahaya dari tingginya kolesterol.
Pencegahan Stunting melalui Edukasi pada Masyarakat Kelurahan Pasar Merah Barat Shelin Cantika Maharani; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11645

Abstract

Abstrak: Jurnal ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran berbasis ilmu pengetahuan dalam masalah peningkatan kualitas kesehatan manusia, dalam arti menginformasikan kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan deteksi stunting pada masyarakat pasar merah barat. Stunting adalah suatu keadaan dimana tinggi badan seseorang lebih pendek/rendah dari tinggi badan orang lain pada umumnya (seusia). Stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang lama, hal ini menyebabkan masalah di kemudian hari yaitu mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat dalam rangka pencegahan stunting melalui edukasi kepada masyarakat yang dilakukan melalui media atau media informasi elektronik dan non elektronik, telah dilakukan berbagai rangkaian kegiatan penyuluhan yaitu penyebaran video edukasi, penyebaran brosur dan pembuatan spanduk stunting dengan tujuan untuk mengurangi angka stunting dan memberikan informasi tentang stunting kepada masyarakat Pasar Merah Barat.
Gambaran Pengetahuan Keluarga Binaan Fakultas Kedokteran Muhammadiyah Sumatera Utara Terhadap Keputihan dan Pencegahan Keputihan Syukraini Annisa Malau; Elman Boy; Brigita ramayanti; Azzahra Sinta; Nasya Dara Nabila
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11163

Abstract

Abstrak:  Keputihan merupakan kondisi yang sering dialami oleh wanita sepanjang siklus kehidupannya mulai dari masa remaja, masa reproduksi maupun masa menopause. Keputihan dibedakan menjadi 2 jenis yaitu keputihan normal atau fisiologis dan abnormal atau patologis. Keputihan normal atau fisiologis terjadi sesuai dengan siklus reproduksi wanita atau sesuai dengan siklus tubuh wanita dengan jenis pengeluaran berwarna bening, tidak berlebihan tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal atau perih. Sedangkan keputihan yang patologis atau abnormal ditandai dengan jumlah pengeluaran yang banyak, berwarna putih seperti susu basi, kuning atau kehijauan, gatal, perih, dan disertai bau amis atau busuk. Warna pengeluaran dari vagina akan berbeda sesuai dengan penyebab dari keputihan. Penyebab keputihan abnormal yang tersering adalah: bakteri, jamur dan parasit. Pencegahan keputihan yang terpenting harus dilakukan adalah menjaga kebersihan organ reproduksi dengan cara yang benar, menyeimbangkan antara aktivitas dan istirahat, mengurangi ketegangan psikis yang dialami. Tujuan dari penulisan ini untuk menemukan faktor penyebab keputihan. Metode penulisan yang digunakan adalah dengan penelusuran pustaka terkait keputihan. Hasil penelusuran menunjukkan faktor penyebab keputihan adalah bakteri, jamur dan parasit. 
Efektivitas Pemberian Buah Bit (Beta Vulgaris) terhadap Perubahan Hemoglobin pada Ibu Menyusui Rahmanita Sinaga; Mutia Haliza Karo Karo
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11386

Abstract

Abstrak: Ibu menyusui merupakan kelompok yang rentan untuk terkena anemia. Anemia yang sering terjadi pada ibu menyusui adalah anemia defisiensi zat besi dan anemia defesiensi asam folat. Hal ini dapat terjadi akibat penggunaan zat besi dan folat yang berlebih pada masa kehamilan, kehilangan darah pasca melahirkan, penipisan zat besi dan asam folat pada saat menyusui ,serta inadekuatnya pemasukan nutrisi. Buah bit (Beta vulgaris)merupakan buah yang dapat dijadikan alternatif pengobatan anemia dan juga dapat dijadikan sebagai pencegah anemia, karena beberapa kandungannya. Tujuan: Untuk mengetahui perubahaan nilai hemoglobin pada ibu menyusui di lingkungan posyandu kelurahan Pasar baru kota Tanjungbalai, setelah pemberian buah bit. Metode: penelitian ini merupakan penelitian Pra-Experimental dengan desain one group-pretest-posttes, normalitas data diuji dengan menggunakan Shapiro-wilk dan dilanjutkan dengan uji T berpasangan. Hasil Penelitian: Hasil analisis pada penelitian ini didapatkan nilai P 0,000 (P<0,005) Kesimpulan: Maka pada penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan kadar hemoglobin pada ibu menyusui setelah pemberian buah bit, dengan selisih sebelum dan sesudah pemberian buah bit sebanyak 1,64 g/dl dari hemoglobin awal
Edukasi Konsumsi Gula, Garam dan Lemak sebagai Upaya Pencegahan Sindrom Metabolik Rizka Aulia Hanif; Eka Febriyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11799

Abstract

Abstrak: Kebiasaan masyarakat terhadap asupan gula, garam, dan lemak yang melewati batas konsumsi per harinya akan berdampak pada meningkatnya kejadian sindrom metabolik. Kurangnya pengetahuan terkait asupan gula, garam, dan lemak menjadi salah satu penyebab masalah ini terjadi. Perlu dilakukan edukasi gizi pada masyarakat Lingkungan I Kelurahan Teladan Barat yang merupakan kategori penduduk usia dewasa dan lansia yang berisiko mengalami sindrom metabolik. Status gizi masyarakat diperoleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis mencakup kadar gula darah (KGD), tekanan darah dan penimbangan berat badan serta tinggi badan dengan hasil nilai Indeks Massa Tubuh (IMT). Data yang tercatat yaitu dari pemeriksaan tersebut yaitu pra-hipertensi (11,7%), hipertensi tingkat 1 (23,5%), hipertensi tingkat 2 (8,8%), obesitas (17,6%), overweight (32,3%), hiperglikemia (20,5%) dan underweight (2,9%). Edukasi dilakukan menggunakan stiker melalui door to door system yaitu kunjungan dari satu rumah ke rumah lainnya. Kegiatan berjalan lancar dan di sarankan terus dilanjutkan dan disertai dengan diimplementasikan pada kehidupan sehari-hari.
Pemberdayaan Keluarga Binaan melalui Penyuluhan Tips Sistem Pencernaan Tetap Bugar Saat Berpuasa secara Daring Roijatul Mardia Lubis; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i2.11216

Abstract

Pendahuluan: sistem pencernaan yang bugar merupakan salah satu syarat untuk melaksanakan ibadah puasa dengan baik. Tujuan : meningkatkan pengetahuan keluarga binaan mengenai cara menjaga sistem pencernaan agar tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. Metode: pre test, edukasi online melalui media zoom dengan penjelasan menggunakan power point, materi edukasi terdiri dari pengertian, mengapa harus menjaga sistem pencernan, cara menjaga sistem pencernaan, manfaat, dan sunnah sahur serta berbuka. Setelah itu dilanjutkan dengan post test dan diskusi. Hasil: pengetahuan mengenai menjaga sistem pencernaan saat sedang puasa meningkat. Kesimpulan: terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang cara menjaga sistem pencernaan tetap bugar selama melaksanakan ibadah puasa.
Edukasi Kesehatan tentang Hipertensi terhadap Warga Lingkungan 3 Kelurahan Siterejo -I Dawang - Wicaksono; Elman Boy
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11886

Abstract

Abstrak: Tingginya angka kejadian hipertensi dapat mengakibatkan kematian bagi penderitanya. Hipertensi yang dikenal sebagai the killer disease dan the heterege group of disease . Penyakit yang selalu menjadi masalah masyarakat di Indonesia. Hipertensi menyerang diberbagai umur, sosial dan ekonomi. Dengan bertambahnya umur resiko hipertensi akan semakin besar dikarenakan perubahan struktur pembuluh darah besar dan menyebabkan dinding pembuluh darah menjadi kaku. Sebagai akibat dari tekanan darah sistolik meningkat. Edukasi yang dapat diberikan dengan memodifikasi gaya hidup salah satunya penurunan berat badan, membatasi penggunaan garam NaCl, tidak mengonsumsi alkohol berlebih dan olah raga secara teratur minimal 30 menit per hari. Metode yang dilakukan dalam bentuk pendekatan edukasi atau penyuluhan kesehatan tentang hipertensi kepada warga selingkungan 3. Hasil: Warga selingkungan 3 minim terhadap kesadaran dan kewaspadan dalam bahaya serta tingginya tingkat hipertensi.
Sepsis: Kriteria Diagnosa dan Tatalaksana Hany Melati Harahap; Dinda Seruni Medina Nasution; Faras Munandar; Nadhila Faradhiba Siregar; Rudfi Rizky S Nainggolan
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11866

Abstract

Abstrak: Sepsis adalah respons sistemis terhadap infeksi di dalam tubuh yang dapat berkembang menjadi sepsis berat dan syok septik. Sepsis berat dan syok septik adalah masalah kesehatan utama dan menyebabkan kematian terhadap jutaan orang setiap tahunnya. Sepsis sekarang dipahami sebagai keadaan yang melibatkan aktivasi awal dari respons pro-inflamasi dan anti- inflamasi tubuh, patofisiologi keadaan ini dimulai dari adanya reaksi terhadap infeksi. Gejala yang timbul meliputi respons inflamasi sistemis seperti demam, takikardi, takipnea, leukositosis, kemudian berkembang menjadi hipotensi. Penanganan sepsis dan syok septik adalah resusitasi awal, vasopressor/ inotropik, dukungan hemodinamika, pemberian antibiotik awal, kontrol sumber infeksi, diagnosis (kultur dan pemeriksaan radiologi), tatalaksana suportif (ventilasi, dialisis, transfusi) dan pencegahan infeksi. Penelitian merupakan penelitian tinjauan pustaka melalui penelusuran situs terakreditasi seperti Google Scholar, PubMed, dengan kata kunci criteria diagnosis sepsis, pathogenesis sepsis, management sepsis dan sepsis dalam watu beberapa tahun terbaru, dengan kriteria inklusi meliputi artikel bahasa inggris dan Indonesia dalam bentuk full teks. Kriteria eksklusi artikel publikasi dalam bentuk tidak asli. Dari hasil pencarian jurnal dengan kata kunci di atas terdapat 35 artikel yang sudah di lakukan proses identifikasi terdapat 30 artikel yang sesuai dengan judul pada artikel ini. Berdasarkan hasil artikel yang dikumpulkan, sepsis adalah penyebab kematian utama di ruang perawatan intensif dan insidennya mengalami kenaikan. 

Page 10 of 11 | Total Record : 110