cover
Contact Name
dr. Ilham Hariaji, M.Biomed
Contact Email
ilhamhariaji@umsu.ac.id
Phone
+6281262082844
Journal Mail Official
implementahusada@umsu.ac.id
Editorial Address
Jalan Gedung Arca No 53 Medan
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Implementa Husada
ISSN : -     EISSN : 27220877     DOI : https://doi.org/10.30596/jih
Core Subject : Health,
Jurnal Implementa Husada merupakan jurnal yang digagas oleh Departemen Farmakologi dan Terapi dan Departemen Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Kedokteran Komunitas Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, yang ditujukan sebagai wadah publikasi ilmiah bagi peneliti pemula, sejawat dokter, ilmuwan di bidang kesehatan, dalam mempublikasikan hasil-hasil penelitian, tinjauan artikel dan pustaka, serta tulisan ilmiah dan pengabdian masyarakat yang berhubungan dengan dunia kesehatan sehingga dapat menambah wawasan bagi pembaca dan menjadi sumber referensi lanjutan bagi penelitian selanjutnya.
Articles 110 Documents
Pengaruh Penyakit Komorbid Diabetes Melitus Terhadap Recovery Time Pada Pasien Covid-19 di RSUP Dr. M Djamil Padang Kalista Nabillah Widiya Raran; Annisa Annisa
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.12234

Abstract

Abstrak: Coronavirus disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular virus yang disebabkan oleh severe acute respiratory syndrome coronavirus -2 (SARS COV-2). Diabetes Melitus dan hipertensi adalah penyakit komorbid paling umum yang menyebabkan kematian pada pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19. Diabetes Melitus merupakan salah satu faktor risiko penyebab mortalitas dan morbiditas pasien COVID-19, sehingga mempengaruhi proses waktu pemulihan pada pasien COVID-19. Sebanyak 76 sampel dengan COVID-19 dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan intervensi. Sampel kelompok intervensi adalah pasien COVID-19 dengan komorbid Diabetes Melitus. Sampel kelompok kontrol adalah pasien dengan COVID-19.  Hasil uji Chi-square yang digunakan untuk menilai pengaruh komorbid Diabetes Melitus terhadap waktu pemulihan pada pasien COVID-19 memperoleh hasil yang signifikan yaitu p = 0,035 (p < 0,050) Kesimpulan dari penelitian ini adalah, komorbid diabetes melitus berpengaruh terhadap waktu pemulihan pada pasien COVID-19.
Aspek Klinis dan Tatalaksana Hipernatremia pada Anak Faras Munandar; Hany Melati Harahap; Dinda Seruni Medina Nasution; Nadhila Faradhiba Siregar
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11864

Abstract

Abstrak: Natrium merupakan kation utama dalam CES. Partikel yang terlarut dalam plasma utama yang secara osmotik aktif, mempertahankan volume intravaskuler dan interstisial. Hiper natremia didefinisikan sebagai peningkatan konsentrasi plasma Na+ lebih dari 145 mmol/L. Hiper natremia biasanya terjadi jika homeostasis natrium dan cairan terganggu yang menyebabkan defisit cairan dan elektrolit. Gambaran klinis hiper natremia bisa berupa rasa haus, berat badan turun sesuai  dengan jumlah air yang hilang, out put urin turun, suhu tubuh sering meningkat, nadi menjadi cepat dan lemah, tekanan darah turun, kulit dan mukosa menjadi kering, saliva dan air mata akan berkurang, mulut menjadi kering dan keras, lidah menjadi tebal dan luka, sulit menelan, jaringan sub kutan memerah, penurunan refleks, agitasi, sakit kepala, gelisah, koma dan kejang terjadi pada hiper natremia yang berat. Penanganan hiper natremia terutama ditujukan pada penyebabnya yaitu penggantian kehilangan larutan (rehidrasi).
Edukasi Pencegahan Penyakit Diabetes Melitus pada Lansia di Kelurahan Kota Matsum III Kota Medan Sumatera Utara Hildaini Fatma Tanjung; Des Suryani
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11879

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko penyakit Diabete  Melitus,dan gejala awal penyakit ini yang kurang disadari misalnya gejala sering minum, dan sering kencingdianggap suatu yang wajar,menyebabkan penderita penyakit ini sering berobat dengan gejala kerusakan multi organ. Hal ini menjadi foku permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah.Walau pemerintah sudah memberikan bantuan berupa kegiatan Program  Kesehatan Lanjut Usia di setiap Provinsi namun partisipasi warga untuk memanfaatkannya masih kurang.  Kegiatan KKN ini bertujuan memberikan penyuluhan pencegahan penyakit diabetes melitus yang dilaksanakan di Kelurahan Kota Matsum III. Medan, Sumatera Utara. Penyuluhan edukasi dan pencegahan penyakit diabetes melitus ini ditampilkan dalam bentuk presentasi Powerpoint, dimulai dari penjelasan dan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya-jawab dengan masyarakat. Antusiasme masyarakat yang positif dari awal sampai akhir kegiatan berlangsung menunjukkan kegiatan ini cukup bermanfaat bagi masyarakat. Kegiatan ini dapat menambah pengetahuan masyarakat mengenai cara menghindari risiko penyakit DM.
Edukasi Bahaya Stunting pada Anak yang Perlu Diketahui Orangtua di Kelurahan Pasar Merah Barat Aulia Ardhana; Shahrul Rahman
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i3.11637

Abstract

Jurnal ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran berbasis ilmu pengetahuan dalam masalah peningkatan kualitas kesehatan manusia, dalam arti menginformasikan kepada masyarakat tentang cara pencegahan dan deteksi stunting pada masyarakat pasar merah barat. Stunting merupakan masalah gizi kronis yang muncul sebagai akibat dari keadaan kurang gizi yang berlangsung cukup lama. Faktor-faktor yang dapat memengaruhi kejadian stunting secara langsung dipengaruhi oleh penyakit infeksi dan kurangnya asupan gizi secara kualitas maupun kuantitas. Adapun faktor secara tidak langsung yaitu dari faktor sosial ekonomi, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, ASI eksklusif, status imunisasi, jangkauan fasilitas pelayanan kesehatan serta pola asuh yang kurang memadai.
Edukasi Manfaat Mengkonsumsi Buah terhadap Kondisi Obesitas di Lingkungan I Teladan Barat Annisa Fadhila Apshal; Eka Febriyanti
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i2.11801

Abstract

Abstrak[U1] : Obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebih baik pada remaja hingga usia dewasa yang dapat menjadi mencetus terjadinya penyakit kronis dan degeneratif. Pola makan adalah perilaku penting dalam mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Buah adalah makanan yang penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan mineral dan vitamin serta antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas dan resistensi terhadap infeksi, selain itu buah juga mengandung serat. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Linkungan I Kelurahan Teladan Barat tentang pentingnya mengkonsumsi buah buahan maupun sayuran, yang dimana masyarakat yang berada di Lingkungan I Kelurahan Teladan Barat merupakan penduduk usia dewasa dan lansia yang berisiko mengalami penyakit kronis dan degeneratif. Status gizi masyarakat di peroleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis seperti kadar gula darah (KGD), tekanan darah dan penimbangan berat badan serta tinggi badan. Dari 34 orang yang dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil pra-hipertensi (11,7%), hipertensi tingkat 1 (23,5%), hipertensi tingkat 2 (8,8%), obesitas (17,6%), overweight (32,3%), hiperglikemia (20,5%) dan underweight (2,9%). Edukasi dilakukan dengan penyuluhan mengenai pentingnya buah buahan, serta pemberian makanan tambahan berupa buah-buahan.Abstrak[U1] : Obesitas atau kelebihan berat badan terjadi akibat penimbunan lemak yang berlebih baik pada remaja hingga usia dewasa yang dapat menjadi mencetus terjadinya penyakit kronis dan degeneratif. Pola makan adalah perilaku penting dalam mempengaruhi keadaan gizi seseorang. Buah adalah makanan yang penting bagi tubuh manusia karena memiliki kandungan mineral dan vitamin serta antioksidan yang bisa meningkatkan imunitas dan resistensi terhadap infeksi, selain itu buah juga mengandung serat. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran bagi masyarakat Linkungan I Kelurahan Teladan Barat tentang pentingnya mengkonsumsi buah buahan maupun sayuran, yang dimana masyarakat yang berada di Lingkungan I Kelurahan Teladan Barat merupakan penduduk usia dewasa dan lansia yang berisiko mengalami penyakit kronis dan degeneratif. Status gizi masyarakat di peroleh dengan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis seperti kadar gula darah (KGD), tekanan darah dan penimbangan berat badan serta tinggi badan. Dari 34 orang yang dilakukan pemeriksaan didapatkan hasil pra-hipertensi (11,7%), hipertensi tingkat 1 (23,5%), hipertensi tingkat 2 (8,8%), obesitas (17,6%), overweight (32,3%), hiperglikemia (20,5%) dan underweight (2,9%). Edukasi dilakukan dengan penyuluhan mengenai pentingnya buah buahan, serta pemberian makanan tambahan berupa buah-buahan [U1]Mohon dijelaskan berapa banyak subjek yang terlibat dalam penelitian ini 34 orang
Target-Controlled Infusion (TCI) Remifentanil dengan Thoracic Epidural Analgesia (TEA) sebagai Tatalaksana Nyeri Perioperatif pada Operasi Laparatomi Hemikolektomi Kanan Muhammad Jalaluddin Assuyuthi Chalil; Mual Kristian Sinaga
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11931

Abstract

Abstrak: Tatalaksana nyeri paska operasi kolorektal yang adekuat sangat penting untuk mempercepat pemulihan, mencegah komplikasi paska operasi serta mempersingkat masa rawatan di rumah sakit. Strategi yang saat ini direkomendasikan adalah menghindari penggunaan opioid secara berlebihan dan menerapkan analgesik multimodal yang dikombinasi dengan analgesik epidural torakal. Kami melaporkan seorang laki-laki, usia 17 tahun, PS-ASA 1, dengan tumor kolon asenden menjalani hemikolektomi kanan dan end to end anastomosis secara elektif. Tatalaksana nyeri intra operatif menggunakan Target-Controlled Infusion (TCI) remifentanil dan dilanjutkan dengan Thoracic Epidural Analgesia (TEA) pada level T8-T9 sebagai adjuvan analgesik multimodal pascoperatif. Pemantauan dilakukan selama periode intra dan paska operatif, meliputi tekanan darah, laju nadi dan nafas, skala nyeri, efek samping obat, hiperalgesia paska remifentanil, fungsi motorik, kebutuhan rescue analgesic dan mobilisasi paskaoperatif. TCI remifentanil intraoperatif sangat efektif terhadap kontrol nyeri dengan konsentrasi berkisar 4-6 ng/ml. Analgesik multimodal dengan TEA kontinu juga memberikan kontrol nyeri yang adekuat selama periode paskaoperatif dengan skala nyeri NRS: 0-1, sehingga memungkinkan pasien melakukan mobilisasi dini. Tidak didapati gangguan respirasi dan kardiovaskular, efek samping obat, hiperlagesia, dan gangguan motorik. Pasien juga tidak memerlukan rescue analgesic. Penggunaan TCI remifentanil intraoperatif yang dilanjutkan TEA sebagai strategi tatalaksana nyeri perioperatif pada pasien ini telah memberikan hasil yang sangat efektif.
Peningkatan Pengetahuan Melalui Kegiatan Penyuluhan Tentang Hipertensi dan Cek Tekanan Darah Pada Masyarakat di Perguruan Al Jam’iyatul Washliyah Kelurahan Sudirejo II Kota Medan Aprillia Aldora; Yenita Yenita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i1.11823

Abstract

Abstrak: Hipertensi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah yang dapat menyebabkan kesakitan pada seseorang dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Seseorang dapat disebut menderita hipertensi jika didapatkan tekanan darah sistolik >140 mmHg dan diastolik >90 mmHg. Gejala yang sering muncul berupa nyeri kepada kepala atau rasa berat pada tengkuk, vertigo, merasa selalu berdebar-debar, merasa mudah lelah, penglihatan kabur, telinga berdenging, serta dapat mengalami mimisan. Penderita hipertensi yang tidak rutin mengontrol tekanan darahnya dengan cara pemeriksaan tekanan darah secara rutin akan muncul komplikasi penyakit yang sangat beresiko bagi kesehatannya jika hanya didiamkan tanpa adanya perawatan yang tepat, adapun komplikasi yang dapat ditimbulkan dari hipertensi yaitu penyakit jantung koroner (PJK) dan stroke yang sangat membutuhkan perawatan yang lebih serius lagi.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat sebagai Upaya Preventif Menurunkan Kejadian Stunting di Posyandu Sempurna Ujung Kelurahan Sudirejo 1 Kota Medan Tsaniya Difa Hermanto; Amelia Eka Damayanty
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 4 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i4.11897

Abstract

Abstrak: Stunting merupakan suatu gangguan dimana terjadi penurunan pertumbuhan fisik sebagai salah satu dampak kekurangan gizi kronis. Stunting sendiri masih merupakan salah satu permasalahan yang cukup mengkahawatirkan di Indonesia. Pemerintah telah mencanangkan beberapa intervensi guna mencegah stunting di kemudian hari, seperti intervensi gizi dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Tujuan: untuk mengetahui serta meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai stunting dan pencegahannya. Metode: penyuluhan ini dilakukan di posyandu sempurna ujung kelurahan Sudirejo 1 dengan total peserta penyuluhan sebanyak 20. Gambaran pengetahuan masyarakat diketahui dengan membandingkan jawaban pretest dan postest dari kuesioner yang dibagikan. Hasil: dari hasil postest setelah penyuluhan dilakukan, didapati peningkatan pengetahuan masyarakat dengan nilai rerata 96 dari nilai rerata pretest 86 yang didapat sebelum penyuluhan.
Memberikan Wawasan Abortus Provokatus terhadap Keluarga Binaan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara Brigita Ramayanti; Elman Boy; Syukraini Annisa Malau; Azzahra Sinta; Nasya Dara Nabila
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 2, No 4 (2021)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v2i4.11649

Abstract

Abstrak: Perkembangan pola kehidupan masyarakat yang semakin cepat memberikan berbagai dampak dari berbagai sudut pandang. Pergaulan bebas tanpa dilandasi dengan tatanan ilmu dan moral akan menjadi menjadikan rusaknya tatanan kehidupan tanpa melihat lagi norma-norma yang berlaku. Hubungan bebas atau free sex menjadi gaya hidup yang semakin bebas di kalangan remaja ataupun masyarakat, hal ini memberikan imbas akibat terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki di mana pada akhirnya mengambil sebuah tindakan untuk melakukan aborsi atau menggugurkan janin yang ada dalam kandungan. Aborsi merupakan perbuatan dilarang dalam berbagai perundang-undangan yang ada di Indonesia serta mengancam dengan sanksi yang tegas dari tindakan pengguguran janin tersebut.
Penyuluhan dan Cek Kadar Gula Darah Sewaktu sebagai Upaya Deteksi Dini Diabetes Mellitus Tipe 2 di Kelurahan Sudirejo II Qibran Aziz Gunawan; Yenita Yenita
JURNAL IMPLEMENTA HUSADA Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/jih.v3i3.11819

Abstract

Abstrak:Diabetes Mellitus (DM) adalah gangguan metabolisme kronis yang ditandai dengan hiperglikemia persisten. Ini mungkin karena gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap tindakan perifer insulin, atau keduanya. Menurut International Diabetes Federation (IDF), sekitar 415 juta orang dewasa berusia antara 20 hingga 79 tahun menderita diabetes mellitus pada tahun 2015. Menurut International Diabetes Federation (IDF) terdapat 382 juta orang yang hidup dengan diabetes di dunia pada tahun 2013. Diperkirakan dari 382 juta orang tersebut, 175 juta di antaranya tidak terdiagnosis, sehingga bahaya berkembangnya komplikasi progresif tidak disadari dan tanpa disadari dapat terjadi dan menjadi silent killer bagi penderitanya. Diabetes mellitus diklasifikasikan menjadi diabetes mellitus tipe 1 dan tipe 2. Diabetes Mellitus Tipe 2 adalah salah satu gangguan metabolisme yang paling umum, disebabkan oleh kombinasi dari dua faktor utama: sekresi insulin yang rusak oleh sel pankreas dan ketidakmampuan jaringan sensitif insulin untuk merespon insulin secara tepat. Gejala klasik pada penyakit ini adalah sering buang air kecil terutama pada malam hari, banyak minum tetapi sering haus dan banyak makan tetapi berat badan tetap turun. Pemeriksaan kadar gula darah sewaktu terbukti menjadi pemeriksaan dan deteksi dini yang paling tepat pada penderita penyakit diabetes melitus tipe 2 sehingga dapat menghindari komplikasi diabetes mellitus berikutnya

Page 8 of 11 | Total Record : 110