cover
Contact Name
Agni Susanti
Contact Email
agniesusanti2204@gmail.com
Phone
+6287722631615
Journal Mail Official
obstetrianestesi@gmail.com
Editorial Address
Department of Anesthesiology and Intensive Care Dr. Sardjito General Hospital Yogyakarta Jl.Jl. Kesehatan No.1, Senolowo, Sinduadi, Yogyakarta
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia
ISSN : -     EISSN : 2615370X     DOI : https://doi.org/10.47507/obstetri.v3i2
Core Subject : Health, Science,
We accept manuscripts in the form of Original Articles, Case Reports, Literature Reviews, both from clinical or biomolecular fields, as well as letters to editors in regards to Obstetric Anesthesia and Critical Care. Manuscripts that are considered for publication are complete manuscripts that have not been published in other national journals. Manuscripts that have been published in the proceedings of the scientific meeting can still be accepted provided they have written permission from the organizing committee. This journal is published every 6 months with 8-10 articles (March, September) by Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC).
Articles 142 Documents
Efektivitas Blok Saraf Tepi Transversus Abdominis Plane (TAP) terhadap Nyeri Pascaoperasi Seksio Sesarea Darurat dalam Kondisi Bencana: Penelitian Kohort Retrospektif Agastya, Wayan Dhea; Rahmadinie, Amalia; Sepviyanti Sumardi, Fitri
Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Juli
Publisher : Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47507/obstetri.v8i2.226

Abstract

Latar Belakang: Tsunami Palu 2018 menyebabkan peningkatan tajam tindakan seksio sesarea darurat di RSUD Undatta. Dalam kondisi keterbatasan, pendekatan analgesia regional seperti blok saraf tepi Transversus Abdominis Plane (TAP) block dapat menjadi strategi efektif untuk menekan kebutuhan opioid dan mempercepat pemulihan pasien. Tujuan: Menilai efektivitas Blok saraf tepi TAP dalam mengurangi nyeri pascaoperasi dan konsumsi opioid pada pasien seksio sesarea darurat dalam situasi bencana. Metode: Penelitian kohort retrospektif terhadap 100 pasien yang menjalani seksio sesarea darurat selama Oktober–November 2018. Dibandingkan dua kelompok: Blok saraf tepi TAP (n=50) vs analgesia sistemik konvensional (n=50). Parameter evaluasi: skor Visual Analog Scale (VAS) pada 1, 6, 12, 24 jam; konsumsi morfin ekuivalen; dan komplikasi. Hasil: Skor nyeri VAS kelompok TAP signifikan lebih rendah di semua titik waktu (p<0.01), dengan rata-rata skor VAS 24 jam: 2.0 ± 0.9 (vs 4.7 ± 1.3). Penggunaan morfin juga berkurang secara signifikan (1.5 mg vs 4.3 mg; p<0.01). Tidak ada komplikasi berat; 4% pasien TAP mengalami parestesia ringan. Simpulan: Blok TAP efektif dan aman sebagai analgesia pascaoperasi untuk seksio sesarea darurat dalam kondisi bencana. Teknik ini layak diintegrasikan ke dalam protokol anestesi kebencanaan
Transformasi Analgesia Persalinan: Era Individualisasi, Teknologi, dan Bukti Terkini Sia, Alex
Jurnal Anestesi Obstetri Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Juli
Publisher : Indonesian Society of Obstetric Anesthesia and Critical Care (INA-SOACC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47507/obstetri.v8i2.228

Abstract

Persalinan adalah momen monumental dalam kehidupan seorang wanita, namun juga menjadi pengalaman yang menantang secara fisik dan emosional. Nyeri persalinan sering dianggap sebagai salah satu nyeri paling hebat yang dialami manusia. Oleh karena itu, pengelolaan nyeri persalinan (analgesia persalinan) menjadi salah satu fokus utama dalam praktik obstetri modern. Dalam dua dekade terakhir, kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan pemahaman tentang kebutuhan pasien telah mendorong terjadinya transformasi besar dalam pendekatan analgesia persalinan. Artikel ini mengulas secara komprehensif perkembangan analgesia persalinan, mulai dari teknik neuraksial, inovasi teknologi, hingga peran kecerdasan buatan dalam personalisasi perawatan, serta relevansinya di Asia Tenggara, termasuk Singapura dan Indonesia.