cover
Contact Name
Rohita
Contact Email
rohita@uai.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalaudhi@uai.ac.id
Editorial Address
Universitas AL-AZHAR INDONESIA Kompleks Masjid Agung Al Azhar Jl. Sisingamangaraja, Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI)
ISSN : 26222469     EISSN : 27748243     DOI : 10.36722/jaudhi
Core Subject : Education,
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) merupakan jurnal ilmiah yang dikelola oleh PG PAUD Fakultas Psikologi dan Pendidikan Universitas Al Azhar Indonesia menggunakan platform pengelolaan jurnal ilmiah secara online, yaitu Open Journal System (OJS). Jurnal AUDHI memuat naskah di bidang anak usia dini (AUD) yang ada di Indonesia dan terbit secara berkala, 2 (dua) kali dalam setahun, setiap bulan Juli dan Januari. Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif mempunyai scope, namun tidak terbatas pada beberapa tema kajian berikut: 1. Kesehatan dan gizi anak usia dini, 2. Pendidikan anak usia dini, 3. perlindungan, pengasuhan dan kesejahteraan bagi anak usia dini.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2026)" : 6 Documents clear
Pemanfaatan Barang Bekas Berbasis Kearifan Lokal Madura Untuk Meningkatkan Kognitif Anak Kamiliyah, Nazila Risqina; Yuniatari, Yuniatari; Yuandana, Tarich
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5056

Abstract

Pendidikan anak usia dini membutuhkan pembelajaran yang kontekstual dan bermakna agar mampu menstimulasi perkembangan kognitif anak secara optimal. Salah satu pendekatan yang relevan adalah pemanfaatan barang bekas berbasis kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan barang bekas berbasis kearifan lokal Madura dalam menstimulasi kemampuan kognitif anak usia dini. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan barang bekas, seperti kerang, kardus, pasir pantai, tali kapal dan bahan lokal lainnya yang diintegrasikan dengan kearifan lokal Madura mampu menstimulasi kemampuan kognitif anak dalam aspek berpikir logis dan pemecahan masalah. Anak menunjukkan keterlibatan aktif, antusiasme tinggi, serta peningkatan kemandirian dalam menyelesaikan tugas berbasis proyek. Peningkatan kemampuan kognitif anak tampak pada aspek berpikir logis melalui kemampuan mengelompokkan, mengurutkan, dan menyusun pola secara sistematis, serta pada aspek pemecahan masalah melalui kemampuan anak dalam menemukan solusi alternatif dan menyelesaikan tugas berbasis proyek secara mandiri sesuai tahap perkembangannya. Implikasi penelitian ini adalah media pembelajaran berbasis barang bekas dan kearifan lokal Madura dapat menjadi alternatif model pembelajaran PAUD yang ekonomis, kontekstual, dan sejalan dengan Kurikulum Merdeka melalui pendekatan Problem Based Learning (PBL), sekaligus menanamkan nilai budaya Madura seperti gotong royong dan peduli lingkungan sejak dini. Keterbatasan penelitian ini terletak pada cakupan satu lembaga PAUD dan periode pengamatan yang terbatas, sehingga penelitian lanjutan dengan sampel lebih luas dan jangka waktu lebih panjang diperlukan untuk generalisasi temuan.Kata kunci - Anak Usia Dini; Barang Bekas; Kearifan Lokal Madura; Perkembangan Kognitif 
Bahasa Inklusif Dan Kesejahteraan Emosional Anak: Tinjauan Psikolinguistik Dalam Konteks Pendidikan Anak Usia Dini Hayati, Miratul
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teoretis hubungan antara penggunaan bahasa inklusif dan kesejahteraan emosional anak dalam perspektif psikolinguistik. Bahasa inklusif adalah pendekatan komunikasi yang mendidik, tidak menghakimi, dan menghargai keberagaman emosi anak. Melalui studi kepustakaan terhadap literatur nasional dan internasional, penelitian ini menganalisis peran bahasa sebagai stimulus emosional, alat regulasi emosi, dan konstruksi identitas emosional anak dalam konteks pendidikan PAUD. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi pola-pola konseptual yang menunjukkan bahwa bahasa inklusif berkontribusi terhadap rasa aman, kepercayaan diri, dan keterlibatan sosial anak. Hasil kajian mengungkapkan tiga tema utama; (1) bahasa sebagai stimulasi emosional (2) bahasa inklusif dan regulasi emosi anak (peran guru dan lingkungan belajar) (3) membangun identitas emosional anak melalu bahasa yang mendidik dan tidak menghakimi.   Temuan ini menunjukkan bahwa guru memiliki peran utama dalam menerapkan bahasa inklusif dalam praktik pembelajaran yang mendukung kesejahteraan emosional anak. Penelitian ini merekomendasikan integrasi bahasa inklusif dalam pelatihan guru, pengembangan kurikulum, dan kebijakan pendidikan anak usia dini sebagai strategi preventif terhadap gangguan emosional dan sebagai fondasi pembentukan karakter anak yang empatik dan resilien.Kata kunci - Bahasa Inklusif; Kesejahteraan Emosional; Psikolinguistik; Regulasi Diri
Inclusive Learning: Freedom of Learning for Young Learner Windiastuti, Endah
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5100

Abstract

This study aims to examine the implementation of differentiated learning in inclusive early childhood education through a case study at TK Budi Mulia Dua Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Four respondents were involved, consisting of the principal, two classroom teachers, and one special assistant teacher (GPK). Research data were collected through in‑depth interviews, classroom observations, and analysis of lesson plans and Individualized Learning Program (PPI) documents. Data were analyzed through processes of reduction, categorization, and triangulation to ensure validity and accuracy of interpretation. The findings indicate that differentiated learning begins with systematic screening and developmental assessments, which then serve as the basis for designing PPIs tailored to the needs, strengths, and conditions of each individual child. The presence of GPKs and classroom management inspired by Montessori principles supports the creation of a safe, flexible, and inclusive learning environment that accommodates student diversity. The study also reveals challenges such as limited teacher competence in applying differentiation strategies, insufficient comprehensive training, and parental resistance to accepting assessment results. The novelty of this research lies in its integration of differentiated learning within Indonesia’s inclusive PAUD context—a topic that remains understudied—particularly in relation to the use of PPI as a primary instrument. Significantly, the study offers a replicable practical model to enhance the quality of inclusive PAUD services, strengthen support for children with special needs, and contribute to achieving SDG 4 on quality education for all children.Keywords – Special Needs; Inclusive; Differentiated Learning; Early Childhood Education; PAUD
Peran Tutor Sebaya dalam Mengembangkan Keterampilan Sosial Siswa Tunarungu Di TK Inklusi Fransiska, Fransiska; Adpriyadi, Adpriyadi; Chrismawati, Theresa
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5093

Abstract

Abstrak- Peran tutor sebaya berpotensi membantu perkembangan keterampilan sosial siswa tunarungu, namun pelaksanaannya sering terhambat berbagai faktor, sehingga diperlukan upaya guru yang tepat untuk memastikan proses pembelajaran dan interaksi sosial di TK inklusi berlangsung secara optimal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan peran tutor sebaya dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu, faktor penghambat, serta upaya guru untuk membantu siswa tunarungu dalam kegiatan pembelajaran. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari 1 orang tutor sebaya, 1 orang siswa tunarungu, dan 1 orang guru. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan interaktif model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tutor sebaya berperan positif dalam mengembangkan keterampilan sosial siswa tunarungu. Namun, efektivitas tutor sebaya masih menghadapi hambatan berupa keterbatasan komunikasi visual, strategi pembelajaran yang belum sepenuhnya adaptif, kondisi lingkungan kelas yang kurang mendukung, serta belum adanya pengelolaan dan supervisi tutor sebaya secara sistematis. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tutor sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan sosial siswa tunarungu, terutama ketika didukung oleh peran guru melalui komunikasi yang jelas, penataan tempat duduk yang tepat, serta penggunaan media visual yang baik. Kata kunci - Inklusi; Keterampilan Sosial; Tunarungu; Tutor Sebaya
Pemanfaatan Media Digital sebagai Alat Pembelajaran Interaktif bagi Anak Usia Dini Najibah, Nashwa Sausan; Rahayu, Tiara Salma; Tazkiyah, Nailatul
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5264

Abstract

Anak usia dini berada pada tahap perkembangan praoperasional sehingga proses pembelajaran perlu dirancang dengan mengedepankan pengalaman belajar yang konkret, bermakna, dan sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Pemanfaatan media digital dalam pendidikan anak usia dini (PAUD) semakin meluas, namun kajian yang menempatkannya dalam kerangka holistik-integratif masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAUD melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Metode penelitian dilakukan dengan menelaah artikel ilmiah yang relevan menggunakan basis data Publish or Perish dan Google Scholar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran dan seleksi artikel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga diperoleh 20 artikel ilmiah yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Teknik analisis data menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi jenis media digital, pola pemanfaatan, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembelajaran PAUD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital yang digunakan dalam pembelajaran anak usia dini meliputi aplikasi edukatif, multimedia interaktif, platform pembelajaran daring, media visual digital, dan game edukatif, dengan aplikasi edukatif interaktif sebagai media yang paling dominan karena mendukung pembelajaran berbasis bermain dan eksplorasi. Namun, sebagian penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital belum sepenuhnya diimbangi dengan interaksi sosial langsung dan pendampingan orang dewasa. Penelitian ini merumuskan prinsip pemanfaatan media digital yang menekankan kesesuaian dengan perkembangan anak, interaktivitas, serta peran guru dan orang tua dalam pendampingan. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran PAUD akan efektif apabila diterapkan secara seimbang, kontekstual, dan terintegrasi dengan lingkungan belajar yang mendukung perkembangan anak secara menyeluruh. Kata kunci – Holistik-Integratif; Media Digital; Pendidikan Anak Usia Dini; Systematic Literature Review
Strategi Guru dalam Menumbuhkan Regulasi Diri Melalui Kegiatan Project Based Learning Annisa, Nashella Dwi Nur; Rahmaniati, Dian; Azzahro, Putri
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 8, No 2 (2026)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36722/jaudhi.v8i2.5164

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan strategi guru dalam menumbuhkan regulasi diri melalui kegiatan Project Based Learning (PjBL). Regulasi diri sebagai kemampuan fungsi eksekutif meliputi pengendalian emosi, fokus perhatian, kemampuan menunda keinginan, tanggung jawab, dan kerja sama sosial dalam konteks bermain-belajar. Penelitian memakai Systematic Literature Review (SLR) dengan panduan PRISMA. Penelusuran dilakukan pada Google Scholar melalui Publish or Perish menggunakan kata kunci “regulasi diri”, “anak usia dini”, “strategi guru” dan “Project Based Learning”. Identifikasi awal menemukan 380 publikasi. Setelah seleksi judul dan abstrak, 228 artikel dieliminasi karena tidak relevan, tidak berfokus pada PAUD, atau duplikasi. Dari 152 artikel teks lengkap yang ditelaah, 91 artikel dikeluarkan karena tidak memenuhi kriteria inklusi, sehingga tersisa 20 studi empiris periode 2021–2025. Hasil menunjukkan bahwa strategi guru dalam menerapkan Project Based Learning memiliki pengaruh positif terhadap kemampuan regulasi diri siswa dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Proyek yang kolaboratif membuat anak belajar merencanakan kegiatan, menyelesaikan tugas hingga tuntas, mengelola emosi saat menghadapi tantangan, serta mematuhi aturan kelompok. Efektivitas PjBL diperkuat oleh strategi guru berupa bermain terstruktur, bercerita, bernyanyi, modeling positif, permainan peran, refleksi sederhana, penggunaan media loose parts dan STEAM, serta kolaborasi dengan orang tua. Kendala yang masih muncul meliputi terbatasnya pemahaman guru tentang tahapan proyek, waktu perencanaan yang minim, rasio guru–anak yang tinggi, keterbatasan media pembelajaran, dan dukungan orang tua yang belum merata. Temuan ini menegaskan PjBL relevan diterapkan dalam Kurikulum Merdeka dan P5. Secara keseluruhan, PjBL yang dirancang sesuai tahap perkembangan dan didampingi strategi guru yang tepat efektif menstimulasi regulasi diri anak usia dini dalam pembelajaran yang kontekstual, aktif, dan menyenangkan.Kata kunci – Anak Usia Dini; Project Based Learning; Regulasi Diri; Strategi Guru.

Page 1 of 1 | Total Record : 6