cover
Contact Name
Vega Aditama
Contact Email
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Phone
+6282257017949
Journal Mail Official
vegaaditama@lecturer.itn.ac.id
Editorial Address
Jl. Bendungan Sigura-gura No 2 Malang, Jawa TImur
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Infomanpro
ISSN : 24609609     EISSN : 27747956     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Infomanpro Journal is a publication media of research results in the field of Civil Engineering and sub-fields of structure, geotechnical engineering, transportation, construction management, and water resources. This journal is published regularly as much as 2 volumes per year in June and December.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO" : 5 Documents clear
ANALISA KINERJA KONTRAKTOR TERHADAP KUALITAS PROYEK PENINGKATAN JALAN DI KABUPATEN PROBOLINGGO Yuli Maria Lyanawati; Lalu Mulyadi; Lies K. Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5777

Abstract

Proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo yang dalam pembangunannya diharapkan dilakukan oleh kontraktor yang baik, sehingga dalam pelaksanaanya dapat menghasilkan kualitas jalan yang sesuai dengan harapan yaitu tepat waktu, tepat mutu, dan tepat biaya, akan tetapi semua itu bergantung pada kinerja seorang kontraktor yang memberikan layanan keahliannya kepada owner. Terkait dengan hal ini banyak kontraktor yang belum menjalankan tugasnya dengan baik dan benar sesuai harapan, oleh karena itu untuk mengetahui penyebabnya perlu dilakukan penelitian. Penelitan ini menggunakan metode survey dengan cara menjaring pendapat, pengalaman, dan sikap responden mengenai masalah-masalah yang ada, dengan mengambil data primer melalui kuesioner dan data sekunder dari institusi yang terkait. Berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek peningkatan jalan di Kabupaten Probolinggo,maka ditentukan faktor-faktor yang dilanjutkan dengan menentukan variabel-variabel untuk dijadikan butir-butir pertanyaan yang akan diukur dalam bentuk kuesioner. Hasil penelitian ditemukan bahwa dari 10 variabel yang dijadikan indikator mempengaruhi kinerja kontraktor terhadap kualitas proyek peningkatan jalan satu variabel yang paling dominan yaitu variabel motivasi (X1) dengan koefisien standardize β sebesar 0.494.
MINIMASI BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR MESIN LAS PADA PROSESS PEMBUATAN PIG SIGNAL DI PT. FARREL INTERNUSA Deris Arcelwan; Dian Mardi Safitri; Novia Rahmawati
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5786

Abstract

Beban kerja merupakan kegiatan yang harus dikerjakan atau diselesaikan oleh seorang pekerja dalam jangka waktu tertentu. Produksi pig signal adalah objek pada penelitian ini, karena produk ini memilki produksi paling tinngi, yaitu sebanyak 116 buah perbulan. Fokus pada penelitian ini adalah beban kerja mental pada operator mesin las. Operator harus memastikan hasil pengelasan tidak cacat. Hal ini menimbulkan tekanan mental dikarenakan faktor tuntutan tugas dan tanggung jawab untuk memenuhi target produksi, sehingga berdampak pada cacat. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk meminimamasi beban mental bagi operator. Beban kerja mental operator akan diukur menggunakan metode NASA-TLX lalu menentukan usulan perbaikan menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control) sehingga dapat mengontrol risiko yang terjadi akibat beban mental yang tinggi. Pengukuran beban kerja mental menggunakan metode NASA-TLX menghasilkan bahwa terdapat 5 aktivitas operator mesin las yang menyebabkan peningkatan beban kerja mental dan hasil pengukuran beban mental menggunakan metode NASA TLX menunjukan operator mesin las memiliki golongan beban kerja mental sangat tinggi.Usulan yang didapat dari hasil risk control metode HIRARC berupa control risiko administratif, seperti membuat pembagian tugas untuk operator mesin las, pembuatan SOP ( Standard Operating Procedure ) untuk proses pengelasan, pembuatan checklist untuk operator mesin las, dan mengadakan pelatihan berupa cara cara untuk merawat mesin las. Dari usulan perbaikan yang diberikan akan mengurangi jumlah tuntutan tugas operator mesin las.
ANALISIS PENGENDALIAN TERHADAP RISIKO K3 PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG DAN INFRASTRUKTUR KAMPUS II UIN SUNAN AMPEL SURABAYA I Kadek Suardana Adi Putra; Lies K. Wulandari; Hery Setyobudiarso
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5822

Abstract

Faktor – faktor keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sangat berpengaruh terhadap kinerja dari sebuah proyek, sehingga harus diperhatikan dengan sungguh – sungguh. Pengabaian faktor tersebut terbukti mengakibatkan tingginya tingkat kecelakaan kerja pada proyek konstruksi. Sehingga akan menambah biaya asuransi tenaga kerja dan mempengaruhi kinerja proyek. Tahapan penelitian ini adalah studi berbagai literatur yang ada untuk menentukan variabel yang akan digunakan. Tahap selanjutnya mendesain kuisioner penelitian kemudian melakukan pengambilan data dengan cara wawancara langsung dan dengan metode Simple Random Sampling. Data yang diperoleh dari kuisioner dijelaskan melalui analisis deskriptif dan untuk mengetahui pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap kinerja pekerja konstruksi digunakan analisis regresi linear berganda meluputi uji validitas & realibilitas, uji asumsi klasik (multikolinieritas, normalitas autokorelasi, heterokedasitas) uji regresi ( uji f & t ). Hasil dari penelitian ini akan melakukan pengarahan (Safety Induction) untuk pekerja baru, Tool box meeting dilokasi pekerjaan sebelum melakukan kegiatan, SMT (Safety Morning Talk) seminggu sekali untuk memberikan pengarahan secara general baik untuk pekerja maupun staff yang ada di proyek, Safety meeting seminggu sekali untuk membahas kendala yang terjadi di lapangan serta mendapatkan solusinya, , melakukan safety patrol K3 secara berkala dan mendadak, MCU untuk pekerja secara berkala (sebulan sekali), Memberikan Vitamin kepada pekerja secara berkala, dan memasang rambu-rambu K3, baik rambu peringatan maupun rambu himbauan.
Rekayasa nilai (value engineering) pada proyek Pengembangan Jaringan Jalan Trans Selatan - Selatan Pulau Jawa Miftachul Rozi; Nusa Sebayang; Lies K. Wulandari
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5823

Abstract

Implementasi penggunaan metode rekayasa nilai (value engineering) sangat tepat dilakukan pada tahapan pelaksanaan konstruksi (civil works) karena secara kontraktual nilai pekerjaan proyek sudah tertuang didalam dokumen kontrak dan perubahan desain menggunakan VE memerlukan suatu inovasi dan kreativitas dalam proses mereduksi suatu elemen biaya yang memiliki potensi pembesaran biaya, dan secara prinsip tidak menghilangkan aspek kinerja (perform), ketahanan (durability), keandalan (reability), mutu, fungsi, manfaat, estetika dan aspek lainnya. Dalam segi pelaksanaan pekerjaan sangat mudah dan sangat efektif mengingat fungsi bahu jalan sebagai tempat pemberhentian darurat juga sebagai penahan samping terhadap gaya lateral yang timbul dari jalur lalu lintas (carriage way), secara estetika juga sangat bagus dan kokoh karena dari visual permukaan jalan terlihat perbedaan antara jalur lalu lintas (aspal) dan bahu jalan (beton). Berdasarkan hasil anlisis rekayasa nilai (value engineering) yang telah dilakukan pada proyek Pengembangan Jaringan Jalan Trans Selatan - Selatan Pulau Jawa dan sudah dilakukan beberapa tahapan tahapan diantaranya tahap informasi, tahap analisis fungsi, tahap kreatifitas, tahap evaluasi dan tahap pengembangan, diperoleh kesimpulan bahwa pemilihan model struktur bahu jalan berpenutup atau diperkeras diatas gradien 4 % di daerah tanjakkan dan turunan yang paling optimal dan masih sesuai dengan regulasi yang diperkenankan yaitu dengan menggunakan laston lapis aus / asphalt concrete wearing course (AC-WC) dengan tebal 4 cm.
Analisis Kinerja Gereja Cagar Budaya berbasis Greenship : Studi kasus Gereja Katolik St Antonius Padua, Pasuruan. Jawa Timur Aurelius Andri Wibowo; Sutanto Hidayat; Maranatha Wijayaningtyas
Jurnal Teknik Sipil Info Manpro Vol 11 No 2 (2022): JURNAL INFOMANPRO
Publisher : Pascasarjana Teknik Sipil Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/infomanpro.v11i2.5824

Abstract

Degradasi lingkungan menyebabkan penurunan kesejahteraan hidup manusia. Polusi kerapkali menjadi penyebab utamanya, baik polusi udara, suara, air, tanah. Polusi menyebabkan aneka ketidaknyamanan dalam berkegiatan, termasuk dalam kegiatan beribadah. Ketidaknyaman dalam beribadah inilah yang dihadapi oleh warga Gereja Katolik St. Antonius Padua Pasuruan setiap kali beribadah. Upaya mereduksi ketidaknyaman menjadi pedoman penyusunan rekomendasi berbasis kebutuhan warga gereja. Berbasis parameter penilaian Greenship dan berbasis ketidaknyamanan warga gereja akibat degradasi lingkungan, pengelola menyusun rekomendasi untuk meningkatkan kinerja gereja atau mereduksi ketidaknyamanan. Berdasarkan Greenship Existing Building versi 1.1, gereja mendapatkan peringkat Silver dengan poin 52,99% (62 poin ) dari total 117 poin. Berdasarkan analisis kebutuhan dan kinerja gereja, warga gereja sepakat bahwa kebisingan, vegetasi yang minim panas, tingginya pemakaian listrik, lingkungan yang panas dan debu, dan sirkulasi udara yang kurang baik menjadi dasar penyusunan rekomendasi. Rekomendasi peningkatan kinerja gereja cagar budaya disusun berdasarkan kemampuan SDM, ketersediaan bahan dan alat serta kemampuan finansial adalah sebagai berikut: pertama, menambah jumlah vegetasi penyejuk iklim setempat; kedua, substitusi pavingblock menjadi grassblock bertujuan untuk meningkatkan nilai albedo perkerasan, menambah serapan air hujan dan greywater AC; ketiga, menunda proposal pengadaan exhaust fan demi penghematan/konservasi energi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5