cover
Contact Name
Randy Frank Rouw
Contact Email
randyrouw@gmail.com
Phone
+6282255902491
Journal Mail Official
jitpk@sttjaffray.ac.id
Editorial Address
Gunung Merapi 103 Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 27227553     EISSN : 27227561     DOI : http://dx.doi.org/10.25278/jitpk.v1i2.487
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (pISSN: 2722-7553; eISSN: 2722-7561) merupakan jurnal kedua yang diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Jaffray; diterbitkan tahun 2020. Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang terdiri atas hasil penelitian ilmu teologi dan Pendidikan Agama Kristen. Jurnal ini diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Theologia Jaffray Makassar. Selain berfokus pada ilmu teologi dan pendidikan, jurnal kami juga menerima artikel yang membahas mengenai topik-topik berikut. Teologi Biblikal (Perjanjian Lama dan Baru) Teologi Praktika (kepemimpinan Kristen, misi kontekstual, agama dan budaya) Teologi Pastoral (Pelayanan Pemuda, gereja dan masyarakat) Ilmu Pendidikan Kristen Ilmu Pendidikan Teologi Teknologi Pembelajaran dan Model Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini dan Remaja
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020" : 5 Documents clear
Metode Permainan Dalam Meningkatkan Pemahaman Firman Tuhan Pada Remaja GKII Okahapi Sumba Timur Serli Serli; Hengki Wijaya
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i1.459

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengaruh metode permainan dalam meningkatkan pemahanan firman Tuhan pada remaja GKII Okahapi Sumba Timur. Metode penelitian yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah dengan menggunakan metode kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif yaitu kajian perpustakaan, observasi langsung di lapangan, metode wawancara, peneliti mengadakan wawancara pada objek langsung dalam hal ini adalah remaja GKII Okahapi Sumba Timur untuk memperoleh jawaban yang diperlukan, angket atau kuesioner, dengan cara membagikan angket atau kuesioner. Dari pembahasan yang ada, maka penulis menarik kesimpulan bahwa hasil analisis menunjukkan bahwa X2 memengaruhi indikator Y2 yang paling besar diantara indikator yang lain, yaitu sebesar 95%. Hal ini menunjukkan bahwa metode bermain peran memiliki pengaruh yang besar dalam meningkatkan pemahaman firman Tuhan dalam membangun persekutuan yang benar di dalam Tuhan. Penerapan bermain peran membantu anak remaja untuk dapat mengerti cara untuk membangun persekutuan yang benar di dalam Tuhan. Anak remaja dengan pemahaman yang dimiliki dapat merangkumkan makna yang diperoleh dari bermain peran.Kata-kata Kunci: Metode, Permainan, Ibadah, Pemahaman, Firman Tuhan. The purpose of writing this article is to find out how the influence of the game method in increasing the comprehension of God's word on GKII East Okaapi Sumba youth. The research method used in writing this article is to use quantitative methods. Quantitative research methods, namely library studies, direct observation in the field, interview methods, researchers conducted interviews on direct objects, in this case, the teenager GKII Okahapi East Sumba to obtain the required answers, questionnaire, or questionnaire, by distributing surveys or questionnaires. From the discussion, the authors conclude that the analysis shows that X2 influences the most significant Y2 indicator among the other, which is 95%. It shows that the role-playing method has a significant influence on increasing the understanding of God's word in establishing a true fellowship in God. The application of role-playing helps teenagers to understand ways to build true friendship in God. Teenagers with understanding can summarize the meaning obtained from role-playing.  
Hubungan Komunikasi Interpersonal Guru dan Siswa Terhadap Keaktifan Belajar Siswa di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar Irene Priskila Sareong; Tri Supartini
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i1.466

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi interpersonal guru dan siswa terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAK di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar. Dalam penelitian ini, penulis mengambil sampel sebanyak 32 orang siswa kelas XI di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Untuk mengumpulkan data, penulis melakukan observasi, tinjauan pustaka, wawancara dan membagikan kuisioner (angket) kepada siswa yang belajar mata pelajaran PAK di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar. Untuk menghitung korelasi variabel X terhadap Y, penulis menggunakan analisis korelasi Pearson Product Moment. Dari pembahasan yang ada, maka penulis menarik kesimpulan hasil analisis yang menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal (X) memengaruhi keaktifan belajar siswa (Y) sebesar 67,24 %. Hal ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal guru dan siswa memiliki pengaruh yang besar terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran PAK di SMA Kristen Pelita Kasih Makassar. Komunikasi interpersonal guru dan siswa yang baik, mampu memengaruhi keaktifan siswa dalam mengalami, transaksi belajar dan dalam proses mengatasi masalah.Kata-kata Kunci: Belajar, Interpersonal, Keaktifan, Komunikasi. The purpose of this study was to know the relationship of teacher and student interpersonal communication on student learning activeness in PAK subjects at Pelita Kasih Christian High School in Makassar.  In this study, the authors took a sample of 32 class XI students at Pelita Kasih Christian High School in Makassar. The research method used is a quantitative method. To collect data, the authors made observations, literature reviews, interviews, and distributed questionnaires (questionnaire) to students studying PAK subjects at Pelita Kasih Christian High School in Makassar. To calculate the correlation of variable X to Y, the author uses the Pearson Product Moment correlation analysis. From the discussion, the authors draw the conclusions of the analysis that show that interpersonal communication (X) influences student learning activeness (Y) by 67.24%. This shows that the interpersonal communication of teachers and students has a great influence on student learning activeness in PAK subjects at Pelita Kasih Christian High School in Makassar. Good interpersonal communication of teachers and students, able to influence the activeness of students in experiencing, learning transactions, and in the process of overcoming problems.
Karakter Kejujuran dalam Gereja Masa Kini Marsi Bombongan Rantesalu
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i1.475

Abstract

Masalah rapuhnya karakter kejujuran dewasa ini tidak hanya menjadi momok di dunia sekuler, tetapi juga terjadi dalam lingkungan Gereja. Gereja yang seharusnya menjadi tempat membentuk dan menumbuhkan nilai karakter Kristiani, salah satunya karakter kejujuran, tidak pelak dinodai oleh tindakan oknum-oknum dalam gereja itu sendiri, baik oleh jemaat maupun pemimpin jemaat. Masalah seperti pengelolaan keuangan yang tidak transparan, ketidakjujuran dalam hal memberi persembahan adalah contoh kecilnya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari beberapa hal yang menjadi permasalah berkaitan dengan praktek ketidak jujuran dalam jemaat. Metode yang digunakan Pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan. Dari hasil penelitian ini disimpulkan bahwa kejujuran dalam jemaat masa kini perlu dimiliki setiap orang sebagai implementasi karakter yang Alkitabiah serta merupakan bentuk tanggung jawab dalam persekutuan. Kata-kata kunci: Gereja, Jemaat, Karakter, Kejujuran, Nilai. The problem of the fragility of the character of honesty today is not only a scourge in the secular world, but also occurs in the Church environment. The church which is supposed to be a place to form and foster Christian character values, one of which is the character of honesty, is undoubtedly tarnished by the actions of individuals in the church itself, both by the congregation and the church leaders. Issues such as financial management that are not transparent, dishonesty in terms of offering offerings are a small example. This study aims to look for some things that become problems relating to the practice of dishonesty in the congregation. The method used in this research is descriptive qualitative method with literature study. From the results of this study it was concluded that honesty in today's church needs to be had by everyone as an implementation of biblical character and a form of responsibility in fellowship.
Kemampuan Menyimak Anak Melalui Kegiatan Bercerita (Studi Kasus Pada Taman Penitipan Anak Athirah Makassar) Hasmawaty Hasmawaty
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i1.463

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Instruksi penelitian adalah peneliti itu sendiri. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan rekaman. Responden adalah tiga anak dengan rentang usia 2 hingga 5 tahun dan dua tutor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kedua tutor menggunakan teknik yang berbeda dalam melaksanakan kegiatan bercerita. Tutor A menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learing (CTL) dengan melibatkan anak-anak dalam memilih cerita, sementara tutor B menggunakan pendekatan konvensional (guru berpusat). Isi cerita disesuaikan dengan pengalaman anak-anak dari kehidupan sehari-hari mereka untuk perkembangan emosi, perkembangan sosial, dan perkembangan spiritual mereka, (2) Setiap anak memiliki pemahaman mendengarkan yang baik. Anak-anak dapat menjawab pertanyaan guru mengenai judul dan aktor dalam cerita, memahami cerita dan menceritakannya kembali dengan kata-kata mereka sendiri. Pemahaman mendengarkan anak-anak dapat dilihat sebagai berikut; ketika A (tutor) membawakan cerita, setiap anak diberi kesempatan yang sama untuk menjawab pertanyaan dan menceritakan kembali cerita, di sisi lain, B (tutor) hanya memberikan kesempatan kepada beberapa anak atau satu anak. (3) faktor penghambat dan pendukung pada pemahaman mendengarkan anak-anak pada awalnya dari tutor sebagai pendongeng, aspek cerita, anak-anak sebagai pendengar, dan situasi belajar.Kata-kata Kunci: Kemampuan Menyimak, Metode Bercerita, Pendidikan Anak Usia Dini. This study is qualitative research with a case study approach. The instrument of the research was the researcher herself. The data collection employed observation, interview, documentation, and recording methods. The respondents were three children with the age range of 2 to 5 years old and two tutors. The result of the research indicates that (1) The two tutors used different techniques in implementing the storytelling activity. Tutor A employed Contextual Teaching and Learning (CTL) approach by involving children in choosing the stories, while tutor B employed a conventional approach (teacher-centered). The content of the story was adjusted according to children’s experience from their daily lives for their emotional development, social development, and spiritual development, (2) Each child has good listening comprehension. Children were able to answer the teacher’s questions concerning the title and the actor in the story, comprehend the story, and retell it with their own words. The children’s listening comprehension could be seen as follows; when A (the tutor) conducted the story, each child was given the same opportunity to answer the questions and retell the story, on the other hand, B (the tutor) merely gave an opportunity to several children or one child. (3) The inhibiting and the supporting factors on children’s listening comprehension were initially from the tutor as a storyteller, the aspect of the story, the children as the listener, and the learning situation.
Pedagogi di Era Digital dalam Konteks Pandemi Covid-19 Martin Elvis
Jurnal Ilmu Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 1, No 1 (2020): Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25278/jitpk.v1i1.472

Abstract

Masalah pandemi COVID-19 membuat proses belajar dan mengajar tidak dapat dilaksanakan dengan tatap muka lagi, maka dialihkan menjadi proses belajar dan mengajar jarak jauh atau online. Hal ini mengakibatkan pedagogi juga mengalami perubahan, termasuk para pendidik dalam melaksanakan proses belajar dan mengajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan konsep pedagogi yang tepat agar dapat diimplementasikan pada masa pandemi Covid-19. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif; melakukan analisis kualitatif dengan memilih dan meneliti tujuh konsep perkembangan pedagogi terbaru di era digital dan hasil penelitian dari jurnal-jurnal dalam lima tahun terakhir. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan perlunya diterapkannya konsep baru yang relevan Pedagogi di era digital dalam konteks pandemi Covid-19 dengan mengambil nilai-nilai penting dari ketujuh konsep pedagogi yang diteliti.Kata kunci: Digital, Konteks, Pandemic, Pedagogi, Teknologi. The Covid-19 pandemic problem makes learning and teaching not can be implemented face-to-face again, then transferred to the process of distance learning or teaching online. This result in pedagogy also experienced changes, including educators in implementing the learning and teaching process. The purpose of this research is to get a concept appropriate pedagogy to be implemented during the Covid-19 pandemic. Using qualitative research methodologies; conduct qualitative analysis by selecting and researching seven concepts of the latest pedagogical developments in the era digital and research results from journals in the last five years. From the results research can be concluded the need to apply the new relevant concept of Pedagogy in the era digitally in the context of the pandemic Covid-19 by taking important values from the seven pedagogical concepts studied. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5