cover
Contact Name
Noorma Yunia
Contact Email
noormayunia@gmail.com
Phone
+6285280055655
Journal Mail Official
lppm.stailatansa@gmail.com
Editorial Address
Gedung STAI La Tansa Mashiro Jl. Soekarno Hatta, By pass, Rangkasbitung Tlp/Fax: +6252 207163/ 206794
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Jurnal Aksioma Ad Diniyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies
ISSN : 23376104     EISSN : 27213579     DOI : http://dx.doi.org/10.55171/jad.v9i2
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah ini dikelola Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Lebak, Banten. Jurnal ini merupakan perubahan dari Jurnal Al-Hadloroh (ISSN 2067-5606). Sejak Volume 1 Nomor 1 Maret 2013, sebagai terbitan perdana, berkala ini berganti nama menjadi Jurnal Aksioma Ad-Diniyah. Frekuensi terbit yakni dua kali dalam setahun yaitu bulan Juni dan bulan Desember. Visi Aksioma ad-diniyyah menjadi jurnal terakreditasi dalam pendidikan agama islam. Dengan tujuan : (1) Membantu penyebaran informasi pendidikan agama islam. (2) Mendukung penelitian di bidang pendidikan agama islam. Fokus utama dalam jurnal ini adalah pada bidang pengajaran agama islam; pendidikan agama islam dan akhlak tasawuf.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1 (2018)" : 5 Documents clear
Pengaruh Motivasi Teman Sebaya dan Minat Belajar Terhadap Prestasi Belajar PAI Asep Saefullah
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.249 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.294

Abstract

Motivasi merupakan keadaan dinamis dalam diri yang mendorong seseorang berbuat sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya. Motivasi dalam diri seseorang ada yang kuat dan ada juga yang lemah. Kuat dalam arti tidak memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar dirinya, sebaliknya jika lemah memerlukan rangsangan (stimulus) dari luar, supaya dapat menggerakkan motivasi itu, disebut motivasi ekstrinstik. Dalam kegiatan belajar pelu adanya motivasi baik dari luar maupun dari dalam. Dari luar contohnya adalah motivasi teman sebaya, motivasi teman sebaya dapat memberikan pengaruh dalam meningkatkan prestasi belajar siswa contohnya dalam diskusi kelompok dimana terjadinya interaksi antar siswa. Minat belajar juga sangat dibutuhkan oleh siswa karena siswa yang tidak mempunyai minat dalam belajar  akan mudah menyerah dalam belajar dan cenderung rendah dalam prestasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1). Seberapa besar tingkat motivasi teman sebaya. 2). Seberapa besar tingkat minat belajar siswa. 3). Seberapa besar tingkat hasil belajar PAI siswa. 4). Pengaruh motivasi teman sebaya terhadap hasil belajar siswa. 5). Pengaruh minat belajar terhadap hasil belajar siswa. 6) Pengaruh motivasi teman sebaya dan minat belajar terhadap prestasi belajar PAI siswa kelas IX SMPN Karangtanjung.  Penelitian ini menggunakan metode Korelasi dan Regresi dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri sekecamatan Karangtanjung sejumlah 406 siswa, teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling, dengan rumus Slovin diperoleh sampel sejumlah 100 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan angket. Uji coba instrumen dilakukan pada 32 siswa kelas IX SMP Negeri Karangtanjung. Uji validitas instrumen menggunakan korelasi Product Moment dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach’s. Uji prasyarat analisis meliputi uji normalitas, uji linearitas, uji multikolinearitas dan uji heteroskedastisitas. Uji hipotesis meliputi uji regresi sederhana dan uji regresi ganda, model persamaan regresi, uji signifikansi regresi, pengujian korelasi, koefisien korelasi, koefisien determinasi dan pengujian signifikansi korelasi. Hasil penelitian : 1). Tingkat Motivasi Teman Sebaya berada pada kategori baik rata-rata mencapai 75 %. 2) Tingkat Minat belajar berada pada kategori tinggi rata-rata mencapai 77 %. 3). Tingkat Prestasi belajar PAI berpusat pada kategori tidak baik rata-rata mencapai 73 %. 4). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas IX SMP Negeri Karangtanjung, jika nilai Motivasi Teman Sebaya naik satu satuan maka Prestasi Belajar PAI akan naik. 5). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Minat Belajar terhadap Prestasi Belajar PAI Kelas IX SMP Negeri Karangtanjung, jika nilai Minat Belajar naik satu satuan maka Prestasi Belajar PAI akan naik. 6). Terdapat pengaruh positif dan signifikan Motivasi Teman Sebaya dan Minat Belajar secara bersama-sama terhadap Prestasi Belajar PAI IX SMP Negeri Karangtanjung
Manajemen Pondok Pesantren (Penelitian di Pondok Pesantren Modern Al-Bayan dan Pondok Pesantren Salafi Riyadussholihin). Muliawanto Mulianto
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.077 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.296

Abstract

Dalam sejarahnya, tidak bisa dipungkiri, bahwa pesantren merupakan lembaga pendidikan yang sudah “mendarah daging” di Indonesia. Sejarah pendidikan di Indonesia mencatat, bahwa pesantren adalah bentuk lembaga pendidikan pribumi tertua di Indonesia. Bahkan Nurcholis Madjid berpendapat bahwa pesantren tidak hanya identik dengan makna keIslaman, tetapi juga mengandung makna keaslian (indigenous) Indonesia, sebab keberadaannya mulai dikenal di bumi Nusantara pada periode abad ke 13-17 M, dan di Jawa pada abad ke 15-16 M. Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis dapat merumuskan permasalahan yang diteliti sebagai berikut: 1. Bagaimana manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin? 2. Adakah pengaruh manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin dengan peningkatan mutu pendidikan Islam? 3. Bagaimana pelaksananaan Perbandingan manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan  dan pondok pesantren Salafi Riyadussholihin? Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk : 1. Untuk mengetahui manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin. 2. Untuk mengetahui pengaruh manajemen di pondok pesantren modern Al-Bayan dan manajemen di pondok pesantren salafi Riyadussholihin dengan peningkatan mutu pendidikan Islam? 3. Untuk mengetahui Perbandingan manajemen di pesantren modern Al-Bayan  dan pondok pesantren Salafi Riyadussholihin? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif komparatif. Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Dengan demikian bahwa implementasi manajemen di Pondok Pesantren Modern Al-Bayan dan Pondok Pesantren Salafi Riyadusshalihin yang dilaksanakan oleh Pimpian Pondok Pesantren meliputi, 1. Proses Belajar Mengajar, 2. Perencanaan Program Sekolah, 3. Pengelolaan Kurikulum, 4. Pengelolaan Ketenagaan, 5. Pengelolaan Peralatan dan Perlengkapan, 6. Pengelolaan Keuangan, 7. Pelayanan Siswa, 8. Hubungan Pondok dengan Masyarakat, 9. Pengelolaan Iklim Pondok adalah cukup memadai
Hubungan antara Kreativitas dan Kecerdasan Interpersonal Guru dengan Kompetensi Pedagogik Guru SMA Negeri Rangkasbitung Megandari sari
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.684 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.299

Abstract

Penelitian ini berkaitan dengan kreativitas dan kecerdasan interpersonal, dalam hubungannya dengan kompetensi pedagogik. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kreativitas dan kecerdasan interpersonal guru dengan kompetensi pedagogik guru SMA Negeri di Rangkasbitung. Penelitian dilakukan pada bulan Mei-Juni 2016. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional, dengan teknik pengumpulan data yang digunakan terdiri dari tes kreativitas, tes kecerdasan interpersonal dan tes kompetensi pedagogik. Populasi dalam penelitian ini adalah guru-guru SMA Negeri di Rangkasbitung, sedangkan samplenya adalah 30 orang guru dari SMAN 1, SMAN 2 dan SMAN 3 Rangkasbitung. Pengolahan data dilakukan dengan terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis, dilanjutkan dengan uji hipotesis menggunakan uji korelasi pearson product moment dan regresi berganda untuk selanjutnya dilakukan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh di lapangan, secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kreativitas dan kecerdasan interpersonal guru dengan kompetensi pedagogik guru
Sosialisasi Persepsi Orang Tua dalam Upaya Pengembangan Keperibadian Anak Usia Dini Destriyanti Yanti
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.067 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.300

Abstract

Setiap pasangan orang tua yang sah dalam pernikahan pasti mendambakan kehadiran seorang anak. Anak merupakan karunia dan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Anak merupakan harta yang tak ternilai dan tidak ada duanya. Setiap anak yang lahir di muka bumi ini bagaikan kertas putih yang bersih tanpa adanya coretan. Setiap anak yang dilahirkan di muka bumi ini merupakan harapan dari kedua orang tuanya. Harapan tersebut akan diwujudkan oleh orang tua melalui pendidikan dan pengembangan kepribadiannya dalam lingkungan keluarga Proses pertumbuhan sang anak adalah hal yang berjalan bisa sangat cepat dan hal yang ditunggu serta didamba oleh orang tuanya. Setiap orang tua pastinya berharap sang anak bisa tumbuh sehat baik secara psikis maupun psikologis. Tujuan Dalam Penelitian ini adalah untuk mengetahui sosialisasi orang tua dalam upaya pengembangan kepribadian anak usia dini. Untuk mengetahui persepsi orang tua dalam upaya pengembangan kepribadian anak usia dini. Metode dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan studi kasus. Studi kasus merupakan studi yang mendalam tentang individu dan berjangka waktu relatif lama, terus menerus serta menggunakan objek tunggal, artinya kasus dialami oleh satu orang. Dalam studi kasus ini peneliti mengumpulkan data mengenai diri subjek dari keadaan masa sebelumnya, masa sekarang dan lingkungan sekitarnya. Hasil penelitian Proses sosialisasi yang terjadi pada anak diawali dalam lingkungan terdekat yaitu keluarga sampai pada masyarakat luas. Pertama kali anak berinteraksi dengan orang tua baru kemudian anggota keluarga lainnya kemudian pada masyarakat atau sekolah. Dalam lingkungan keluarga anak pertama kali diajarkan tentang bagaimana dia harus memperlakukan diri sendiri. Pengenalan orang tua terhadap anak tidak hanya terbatas pengenalan kepada orang lain, namun anak juga dikenalkan dengan lingkungan fisik disekitarnya. Hal ini berkaitan dengan pengenalan ruang dimana anak kelak akan melakukan aktivitasnya tidak hanya pada satu ruang saja tetapi banyak ruang. Melalui interaksi tersebut kepribadian anak terbentuk. Ketika anak sudah mulai sedikit mandiri orang tua lebih memilih menyekolahkan anak. Keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak juga mendorong orang tua untuk menyekolahkan anak. Keinginan orang tua untuk menyekolahkan anak juga mendorong orang tua untuk memilih sekolah yang benar-benar berkualitas. Kebutuhan pendidikan anak tidak hanya pada pembentukan intelektual saja namun dibutuhkan pendidikan yang mampu memberikan pendidikan moral spiritual dan memperhatikan perkembangan fisik anak. Paly Group (PG) & Pendidikan Anak Usia Dini  (PAUD) Melati Girimukti adalah salah satu lembaga pendidikan pra sekolah yang menyediakan kebutuhan akan pendidikan anak. Lembaga ini bernuansakan islami
Sistem Pendidikan Anak Usia Dini di Pedesaan dalam Meningkatkan Kemampuan Mengenal Huruf Anak Usia 5-6 Tahun Melalui Penggunaan Media Kartu Gambar Puji Yulianty
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.269 KB) | DOI: 10.55171/jad.v6i1.301

Abstract

Sistem pendidikan Indonesia  yang telah di bagun dari dulu sampai sekarang ini, teryata masih belum mampu sepenuhnya menjawab kebutuhan dan tantangan global untuk masa yang akan datang, Program pemerataan dan peningkatan kulitas pendidikan yang selama ini menjadi fokus pembinaan masih menjadi masalah yang menonjol dalam dunia pendidikan di Indonesia ini. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal huruf anak usia 5-6 tahun di PAUD Darul Amal Kecamatan Rangkasbitung, Lebak Banten. Untuk memperoleh data dipergunakan instrumen hasil belajar dan instrumen observasi siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas dengan pelaksanaan tindakan menggunakan model spiral Kemmis dan Mc Taggart, dengan jumlah subjek penelitian anak usia 5-6 tahun dengan jumlah 15 anak. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus dengan jumlah 5 (lima) pertemuan pada setiap siklusnya. Adapun kriteria keberhasilan yang ditentukan oleh peneliti sebesar ≥ 80 % mencapai kriteria penilaian minimal berkembang sesuai harapan (BSH) Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mengenal huruf anak usia 5-6 tahun melalui penggunaan media kartu gambar mengalami peningkatan yang signifikan. Siswa yang masuk dalam kategori BSB (Berkembang sangat baik) pada pra siklus tidak ada (0%)  dan pada Siklus I naik menjadi 4 anak ( 26,67%), setelah pelaksanaan siklus II naik lagi menjadi 6 anak (40%), dan pada siklus III meningkat menjadi 10 anak (66,67%). Anak yang masuk dalam kategori BSH (Berkembang Sesuai Harapan) pada pra siklus sebanyak 3 orang anak (20%), pada siklus I menjadi 5 anak  (33,33%), setelah pelaksanaan siklus II sebanyak 5 anak (33,33%), dan siklus III menjadi 4 orang anak (26,67). Yang masuk dalam kategori MB (Mulai Berkembang) pada pra siklus 7 anak (46,67%) di siklus I turun menjadi 3 anak (20%), pada siklus II sebanyak 3 anak (20%), dan siklus III menjadi 1 orang anak (6,66%). Sedangkan yang masuk dalam kategori BB (Belum Berkembang) pada pra siklus sebanyak 5 orang anak (33,33%), siklus I sebanyak 3 orang anak (20%), siklus II sebanyak 1 orang anak (6,67%) dan pada siklus III, tidak ada anak yang masuk kategori BB (Belum Berkembang) atau 0%

Page 1 of 1 | Total Record : 5