cover
Contact Name
Nita Yunianti Ratnasari
Contact Email
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Phone
+6281326263300
Journal Mail Official
jurnal.keperawatangsh@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tentara Pelajar No. 01 Giriwono Wonogiri 57613 Jawa Tengah
Location
Kab. wonogiri,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Keperawatan GSH
ISSN : 20882734     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal KEPERAWATAN GSH memiliki tujuan untuk mempublikasikan artikel hasil penelitian pada masalah kesehatan dan keperawatan.
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016" : 20 Documents clear
PENGETAHUAN MASYARAKAT TENTANG PENYAKIT TUBERCULOSIS PARU Sarifah, Siti; Andriyani, Norma
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis    paru merupakan penyakit menular yang belum berhasil diberantas dan telah menginfeksi  sepertiga penduduk dunia. Angka pengidap penyakit tuberkulosis paru di kota surakarta terhitung masih tinggi, pada akhir tahun 2013 Dinas Kesehatan Kota Surakarta mencatat ada 615 warga yang mengidap penyakit menular tersebut, dan sekitar 30 % diantaranya merupakan temuan baru. Data dari studi pendahuluan yang dilakukan di Puskesmas Banyuanyar didapatkan penemuan penderita pada bulan Oktober 2013 di wilayah Sumber sebanyak 10 kasus.  Tujuan :untuk mengetahui tingkat pengetahuan masyarakat tentang penyakit tuberculosis paru di wilayah Sumber RT 02 RW XIV Banjarsari Surakarta. Metode Penelitian :Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, dan jumlah yang digunakan sebanyak 82 responden. Instrumen penelitian dengan kuisioner, data yang telah diperoleh diolah menggunakan SPSS 16, dan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi.. Hasil  :Tingkat pengetahuan masyarakat di wilayah Sumber RT 02 /RW XIV Banjarsari Surakarta dalam kategori baik dengan prosentase 45,1. Kesimpulan : tingkat pengetahuan masyarakat tentang tuberkulosis dalam kategori baik. Kata kunci :tingkat pengetahuan, masyarakat, tuberkulosis
GAMBARAN PENGETAHUAN KLIEN HIPERTENSI TENTANG PENCEGAHAN KOMPLIKASI HIPERTENSI DI DESA NAMBANGAN KECAMATAN SELOGIRI. KABUPATEN WONOGIRI Purwandari, Kristiana Puji; Nugroho, Yohanes Wahyu
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyebab kematian nomor satu karena komplikasi yang di timbulkannya. Komplikasi yang ditimbulkan tergantung pembuluh darah yang mengalami kerusakan/sumbatan akibat tekanan yang terlalu tinggi. Kasus hipertensi juga semakin sering dijumpai di masyarakat,hasil pendataan kesehatan dari bulan januari sampai Desember 2015 di desa Nambangan kecamatan selogiri kabupaten Wonogiri dari 6.043 jiwa terdapat lima penyakit yang dijumpai, yaitu hipertensi 60 orang, stroke 16 orang, Diabetes Melitus 16 orang, Tubercolosis 9 orang dan Asma 5 orang. Dari lima penyakit yang dijumpai maka hipertensi menduduki penyakit yang tertinggi.  Adapun tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran pengetahuan klien hipertensi tentang pencegahan komplikasi hipertensi di desa Nambangan kecamatan Selogiri. Kabupaten Wonogiri. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif, dimana Lokasi penelitian di desa Nambangan kecamatan Selogiri  kabupaten Wonogiri pada bulan Oktober s.d November 2015. Populasi pada penelitian ini adalah penduduk  yang mengalami hipertensi di Desa Nambangan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri sejumlah 60 orang. Teknik pengambilan sampel adalah accidental sampling, yaitu cara pengambilan sampel dengan mengambil kasus atau responden yang kebetulan ada atau tersedia di suatu tempat sesuai dengan konteks penelitian yang diperkirakan dapat mewakili populasi tersebut. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan untuk mengetahui gambaran pengetahuan klien hipertensi tentang pencegahan komplikasi hipertensi di desa Nambangan Kecamatan Selogiri kabupaten Wonogiri   didapatkan  hasil yang terbanyak berada pada kategori pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (54%). Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Taukhit (2007) tentang pencegahan komplikasi pada penderita hipertensi yaitu tingkat pengetahuan dari 89 responden tercatat cukup sebanyak 52 responden (58,4%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar dari responden klien hipertensi memiliki pengetahuan cukup yaitu sebanyak 28 responden (54%), Hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan penelitian berikutnya dan dalam penelitian selanjutnya dapat dilakukan penambahan variable independen dan sampel yang lebih banyak lagi, sehingga mendapatka nhasil penelitian yang lebih akurat. Kata kunci : Pengetahuan, Pencegahan Komplikasi, Hipertensi
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG ASIEKSKLUSIF TERHADAP MOTIVASI PEMBERIAN ASI ., Sulami; Anonyma, Pipi
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : ASI merupakan jenis makanan yang mencukupi kebutuhan bayi baik fisik, psikologi, sosial, maupun spiritual. Pemberian ASI eksklusif selain dipengaruhi oleh pengetahuan juga dipengaruhi oleh pendidikan dan sikap ibu menyusui tersebut yaitu pendidikan yang tinggi cenderung memiliki pengetahuan yang baik dan sikap yang positif sehingga cenderung akan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Bila seorang Ibu hamil mempunyai pengetahuan tentang ASI eksklusif maka Ibu akan memilih untuk memberikan  yang terbaik untuk bayinya dengan memberikan ASI eksklusif kepada bayinya. Ada beberapa ibu kurang mengetahui pentingnya ASI Eksklusif.Tujuan : Meneliti hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap motivasi pemberian ASI.Metode Penelitian:Penelitian ini menggunakan metode korelasi. Rancangan penelitian Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan Accidental Sampling. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Sampel penelitian sebanyak 32responden. Analisis data menggunakan uji statistic kendall tau.Hasil: Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusifsebanyak 65,6% mempunyai pengetahuan yang sedang, 28,1% mempunyai pengetahuan yang tinggi, dan sebanyak 6,3% mempunyai pengetahuan yang rendah.Sedangkan hasil motivasi pemberian ASI sebanyak 40,6%) mempunyai motivasi tinggi, sebanyak 28.1% mempunyai motivasi tinggi, sebanyak 31,3% dengan motivasi rendah. Hasil uji statistic diperoleh nilai r = 0,306 dengan p = 0,026 pada signifikan5%.Kesimpulan : Ada  hubungan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang ASI eksklusif dengan motivasi Pemberian ASI. Kata kunci:  ASI Eksklusif, Motivasi, Pengetahuan
FAKTOR DETERMINAN RENDAHNYA PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF (Studi Deskriptif Di Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno) Handayani, Sri; Husna, Putri Halimu
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Modal dasar pembentukan manusia berkualitas dimulai sejak bayi dalam kandungan disertai dengan pemberian ASI sejak usia dini. ASI adalah makanan berstandar emas yang tidak bisa dibandingkan dengan susu formula atau makanan buatan apapun. Manfaat utama pemberian ASI eksklusif bagi bayi antara lain sebagai nutrisi terbaik, meningkatkan daya tahan tubuh, meningkatkan kecerdasan, dan meningkatkan jalinan kasih sayang. Manfaat ASI tidak hanya bagi bayi, tetapi juga bermanfaat bagi ibu, keluarga dan negara. Desain penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional yang bertujuan untuk mengetahui gambaran faktor-faktor determinan rendahnya pemberian ASI eksklusif di Desa Balepanjang Kecamatan Baturetno Kabupaten Wonogiri. Populasi penelitian ini adalah semua ibu dengan bayi usia 0 sampai 6 bulan. Sampel penelitian adalah ibu dengan bayi usia 0 sampai 6 yang tidak memberikan ASI Eksklusif. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas ibu yang tidak memberikan ASI eksklusif adalah  usia 20 – 35 tahun sebanyak 100 %, primipara sebanyak 68,75 %, tingkat pendidikan SMA sebanyak 56,25 %, status pekerjaan sebagai pegawai swasta 68,75%. Tingkat pengetahuan rendah sebanyak 56,25 %, Motivasi rendah sebanyak 43,75 % dan tingkat dukungan keluarga rendah yaitu sebanyak 62,5 %. Berdasarkan hasil peneltian tersebut dapat disimpulkan bahwa faktor determinan rendahnya pemberian ASI Eksklusif di Desa Balepanjang adalah tingkat pengetahuan yang rendah, motivasi yang rendah dan dukungan keluarga yang kurang Kata Kunci : Gambaran, ASI Eksklusif, Faktor Determinan
HUBUNGAN ANTARA KESIAPAN DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MENARCHE PADA SISWI Setyawati, Iin; ., Wijayanti
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Tubuh manusia mengalami berbagai perubahan dari waktu kewaktu sejak lahir yang meliputi pertumbuhan dan perkembangan. Pada saat itu mereka tidak hanya tumbuh menjadi lebih tinggi dan lebih besar, tetapi juga terjadi perubahan-perubahan didalam tubuh yang memungkinkan untuk bereproduksi. Di Indonesia, menunjukkan bahwa rata-rata usia menarche adalah 13 tahun, dengan kejadian lebih awal pada usia kurang dari 9 tahun atau lebih lambat sampai umur 17 tahun. Kesiapan mental sangat diperlukan sebelum menarche karena perasaan cemas dan takut akan muncul saat menstruasi.Tujuan: Mengetahui hubungan antara kesiapan dengan kecemasan menghadapi Menarche pada Siswi Kelas VI Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sroyo Jaten Karanganyar.Metode Penelitian : Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu Cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah siswi kelas VI sebanyak 46 orang dan sampel 31 responden. Teknik sampling menggunakan Simple Random Sampling. Analisa data dilakukan dengan Spearman Rank dan di lanjut dengan Uji t.Hasil Penelitian : Kesiapan siswi adalah 25 siswi (80,6%) tidak siap  menghadapi menarche dan 15 siswi (48,4%)memiliki kecemasan ringan. Hasil uji statistika dengan rumus Spearman Rank dengan n = 31, taraf kesalahan 5%, di dapat ρhitung = 0,492, karena n > 30 maka di lanjut dengan Uji t, nilai thitung sebesar 3,043 dan nilai ttabel sebesar 1,697. Apabila dibandingkan terlihat bahwa thitung> ttabel (3,043 > 1,697), sehingga dapat disimpulkan H0 ditolak dan Ha diterima.Kesimpulan : Ada hubungan signifikan antara Kesiapan dengan Kecemasan menghadapi Menarche Pada Siswi Kelas VI di Madrasah Ibtidaiyah Negeri Sroyo Jaten Karanganyar. Kata Kunci : Kesiapan, Kecemasan, Menarche.
Hubungan Personal Hygiene dengan Kejadian Penyakit Kulit di TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri Indriastuti, Dwi; Handono, Nugroho Priyo
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh manusia yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai penyakit. Suatu penyakit timbul akibat dari berinteraksinya berbagai faktor, faktor-faktor tersebut antara lain agen atau penyebab penyakit, manusia sebagai host (induk semang) dan lingkungan. Manusia dapat mencegah terjadinya penyakit kulit dengan menerapkan personal hygiene. Pelaksanaan personal hygiene dipengaruhi beberapa faktor diantaranya citra tubuh, praktik sosial, status sosial ekonomi, pengetahuan, budaya, pilihan pribadi, dan kondisi fisik. Tujuan umum dalam penelitian ini adalah mengetahui hubungan  personal hygiene dengan penyakit kulit di TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri, sedangkan  tujuan khususnya adalah mengetahui personal hygiene siswa TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri,  mengetahui kejadian  penyakit kulit di TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri dan menganalisa hubungan antara personal hygiene dengan penyakit kulit di TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri.Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri sebanyak 50 siswa. Pengambilan sampel pada penelitian ini dengan meggunakan purposive sampling. Sesuai dengan kriteria inklusi, jumlah sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa. Variabel bebasnya adalah personal hygiene, sedangkan variabel terikatnya adalah penyakit kulit. Analisis yang digunakan dengan menggunakan uji Korelasi Lambda.Perhitungan uji statistik dengan Korelasi Lambda didapatkan nilai p<α  (0,002<0,05) yang berarti Ho ditolak dan disimpulkan ada hubungan  antara personal hygiene dengan penyakit kulit di TK Ngadirojo Kidul, Wonogiri.  Kata Kunci : Personal Hygiene, Penyakit Kulit
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN MENOPAUSE DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA WANITA MENOPAUSE DI DESA NGABEYAN KECAMATAN KARTASURA KABUPATEN SUKOHARJO Ningsih, Endang Dwi; Setyaningsih, Rahayu
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Menopause is the last menstrual period experienced, usually will have a tough time include: difficulty sleeping, night sweats, emotions are difficult to control and so on, which increase to the effects of anxiety. With regard to the foregoing, the authors are interested in studying the "Relationship with Knowledge about Menopause with Level of  Anxiety Menopause’s Women in Ngabeyan Kartasura District of Sukoharjo".Purpose of the study: to determine the relationship of the level of knowledge about menopause with  level of anxiety menopause’s women in  Ngabeyan Kartasura District of Sukoharjo district.Desigan and Subjects: this research is corellation with cross sectional  design.  The study population was female menopause in   Ngabeyan Kartasura District of Sukoharjo regency as many as 40 people. Samples in this study were 36 postmenopausal women in Ngabeyan Kartasura District of Sukoharjo based Krecjie table. The sampling technique used in this research is accidental sampling technique.Results: From the results of Chi-Square test with α = 0.05 (5%) gained by 0.02 so that the value of p <0.05, which means that Ho refused and Ha accepted.Conclusion There is a relationship between the level  knowledge of menopause with anxiety levels in postmenopausal women at  Ngabeyan Kartasura District of Sukoharjo.Keywords: knowledge about menopause, anxiety
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN KEMANDIRIAN LANSIA DALAM PEMENUHAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SELOGIRI, KABUPATEN WONOGIRI Ratnasari, Nita Yunianti; Nurtanti, Susana
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lansia merupakan seseorang yang berusia 60 tahun keatas atau lebih. Lansia mengalami perubahan berupa penurunan fungsi organ tubuh sehingga lansia mengalami kesulitan dalam memenuhi aktivitas sehari-hari. Kemandirian lansia dalam aktivitas sehari-hari dapat diukur dengan Katz Indeks. Di era globalisasi ini keluarga disibukkan oleh pekerjaan mereka masing-masing sehingga kurang memperhatikan atau memberi dukungan kepada lansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia. Penelitian ini dengan pendekatan crosssectional. Sampel dipilih dengan purposive sampling dengan jumlah sampel 142 lansia dan keluarga lansia. Variabel dalam penelitian ini dukungan keluarga dan kemandirian lansia. Data yang terkumpul dianalisa dengan rumus chi square dan didapatkan hasil 11.272 yang lebih besar dari x2 hitung dengan df=3.851. hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di wilayah kerja puskesmas Selogiri, Wonogiri. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu jenis dukungan keluarga yang terbanyak adalah dukungan penghargaan. Lansia sebagian besar yaitu sebanyak 64.1 % adalah mandiri dalam pemenuhan aktivitas sehari – hari. Ada hubungan dukungan keluarga dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari–hari di wilayah kerja puskesmas Selogiri, Wonogiri. Saran hendaknya keluarga selalu meningkatkan dukungan penghargaan pada lansia. Petugas kesehatan diharapkan lebih meningkatkan kerjasama dengan kader lansia karena dukungan keluarga akan meningkatkan kemandirian pada lansia.  Kata kunci: Dukungan keluarga, Lansia, Aktivitas Sehari-hari
HUBUNGAN STATUS GIZI TERHADAP NILAI UJIAN NASIONAL SISWA SDN MARGOMULYO III BOJONEGORO Noviyanti, Retno Dewi
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsumsi makanan dan penggunaan zat-zat gizi. Status gizi mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan anak, salah satunya kemampuan intelektual yang akan berdampak pada prestasi belajar di sekolah. Kurang gizi berhubungan erat dengan pencapaian akademik anak sekolah yang semakin rendah.Jenis penelitian ini adalah Cross-sectional. Penelitian dilakukan di SDN Margomulyo III Bojonegoro. Pada siswa kelas 6 sebanyak 32 anak yang akan menempuh Ujian Nasional tahun 2015. Analisis data menggunakan uji Pearson Product Moment. Uji ini digunakan untuk mengetahui hubungan status gizi terhadap nilai Ujian Nasional siswa SDN Margomulyo III Bojonegoro.  Rata-rata status gizi siswa berdasarkan IMT/U adalah -0,36 ± 1,36 dengan kategori kurus sebesar 12,5%, kategori normal sebesar 71,9%, kategori gemuk sebesar 12,5% dan kategori obesitas sebesar 3,1%. Nilai rata-rata Ujian Nasional siswa adalah 85,81 ± 9,71 dengan kategori kurang sebanyak 9,4% dan kategori baik sebanyak 90,6%. Hasil uji Pearson Product Moment diperoleh nilai p=0,643.Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan status gizi terhadap nilai ujian nasional siswa SDN Margomulyo III Bojonegoro. Kata Kunci    : status gizi, nilai Ujian Nasional, anak sekolah dasar.
EFEKTIFITAS PEMBERIAN BUBUK BIJI PEPAYA ( CARICA PAPAYA ) KERING SEBAGAI ANTIHELMINTIK ALAMIAH PADA ANAK USIA SEKOLAH DASAR Ambarwati, Retno; ., Marni
Jurnal AKPER GSH Vol 5, No 1 (2016): Januari 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Giri Satria Husada Wonogiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang.Penyakit cacingan adalah penyakit yang umum diderita oleh manusia. Sekitar 60 persen orang Indonesia mengalami infeksi cacing. Kelompok umur terbanyak adalah pada usia 5-14 tahun. Angka prevalensi 60 persen itu, 21 persen di antaranya menyerang anak usia SD dan rata-rata kandungan cacing per orang enam ekor. Selain dengan obat kimia , ada cara tradisional yang aman untuk memberantas cacingan , yaitu dengan pemberian biji pepaya (Carica papaya L.) yang telah dikeringkan dan ditumbuk halus. Cara ini dapat dipilih karena selain mudah membuatnya, bahan bakunya juga selalu tersedia.Tujuan Penelitan. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas bubuk biji pepaya kering sebagai Antihelmintik alamiah pada anak usia sekolah dasar usia 6 – 12 tahun, yaitu apakah bubuk biji pepaya kering dapat membunuh cacing dan telur cacing yang hidup di usus anak atau tidak.Metode Penelitian.Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan desain penelitian kuasi eksperimentaldan sampel diambil secara random sampel . Teknik pengumpulan data melalui: 1) observasi ,2)pemeriksaan laboratorium feces, 3) Studi dokumentasi. Penelitian diawali dengan pemeriksaan laboratorium feses terhadap seluruh siswa SD Keloran I dan Keloran 3, desa Keloran, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wongiri. Sampel penelitian adalah semua anak yang hasil pemeriksaan fesesnya positif mengandung telur cacing . Selanjutnya sampel diberikan bubuk biji pepaya kering sesuai dengan dosis yang telah ditentukan. Pemeriksaan laboratorium terhadap feses responden dilakukan sebelum perlakuan dan sesudah perlakuan selesai.Hasil Penelitian. Anak yang fesesnya positif mengandung telur Ascaris Lumbricoides  terbanyak yaitu umur 6 – 7 th 6 0rang ( 60 % ), Jenis kelamin terbanyak adalah Perempuan 7 orang ( 70 % ), kelas 1 SD 6 orang ( 60 % ), minum bubuk biji pepaya selama 7 hari sebanyak 6 orang (60 % ). Hasil pemeriksaan feses setelah perlakuan 80 % tidak ditemukan telur cacing dan 20 % ditemukan telur cacing Ascaris Lumbricoides.Hasil akhir penelitian diketahuai bahwa nilai rerata kelompok pre-test sebesar 6,50 dan pos-test sebesar 14,50 dengan Zhitung sebesar -3,559 (pvalue = 0,000 < 0,05), maka ada perbedaan efektifitas pemberian bubuk biji pepaya (carica papaya) kering sebagai antihelmintik alamiah pada anak usia Sekolah Dasar. Kata kunci : biji pepaya(carica papaya) kering, cacingan,Antihelmintik

Page 1 of 2 | Total Record : 20