cover
Contact Name
Dr. Kaswanto, SP, MSi
Contact Email
kaswanto@apps.ipb.ac.id
Phone
+628121939739
Journal Mail Official
jkebijakan@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranangsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, Bogor 16129, Jawa Barat
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan
ISSN : 23556226     EISSN : 24770299     DOI : https://doi.org/10.29244/jkebijakan
Jurnal Risalah Kebijakan Pertanian dan Lingkungan merupakan jurnal terbitan kerjasama antara Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB) dan Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Alamat Penerbit Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Institut Pertanian Bogor (PSP3-LPPM IPB), Gedung Utama Kampus IPB Baranagsiang, Jl. Raya Pajajaran No.7, RT.02/RW.05, Tegallega, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Jawa Barat 16129 P: +62 251 8345 724 F: +62 251 8344 113 E: psp3@apps.ipb.ac.id
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 3 (2023): Desember" : 5 Documents clear
EMISI ENERGI DAN KEBIJAKAN KENDARAAN LISTRIK: STUDI KOMPARASI ANTARA CHINA DAN INDONESIA Al Qodri, Muhammad Iqbal; Widyastutik
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.48350

Abstract

China and Indonesia are countries with large populations and contributors to world carbon dioxide emissions. One step to reduce emissions is through the adoption of electric vehicle policies. The penetration rate of electric vehicles in China and Indonesia can differ due to the policy approach used. In this study, the analysis method is a bilateral comparative study with a literature review. Based on the results of the analysis, China has adopted an electric vehicle policy since 2001 accompanied by sustainable programs and incentives. Meanwhile, Indonesia has only focused on electric vehicles, especially battery-based electric motor vehicles since 2019. Through the market approach (demand and supply) and infrastructure approach, different policy conditions in China and Indonesia are obtained, and can be used as a benchmark for decision-making for the Indonesian government. The policy implications of the analysis are increasing monetary and non-monetary incentives for producers and consumers, increasing local government participation, and clarifying the steps to execute Indonesia's electric vehicle roadmap.
HUBUNGAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP PRODUKSI SERASAH MANGROVE TELING TOMBARIRI, TAMAN NASIONAL BUNAKEN Langi, Martina A.; Nurmawan, Wawan
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.48394

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan produktivitas ekosistem berdasarkan laju produksi serasah yang dikaitkan dengan jenis pohon dan parameter iklim di Mangrove Teling Tombariri, Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Pengumpulan serasah dilakukan selama 12 bulan di tiga zona penyusun utama mangrove. Serasah kemudian dianalisis berdasarkan fraksi dan jenis. Produksi serasah kemudian dikorelasikan dengan curah hujan, suhu, dan kelembaban udara menggunakan koefisien korelasi sederhana. Korelasi linier antara produksi serasah bulanan fraksi daun, ranting, buah-bunga (fraksi reproduktif) dari setiap spesies mangrove dan parameter iklim bulanan (suhu, curah hujan, dan kelembaban) dihitung dengan menggunakan Korelasi Pearson p<0,01. Hasil menunjukkan bahwa laju produksi serasah di Mangrove Teling Tombariri Taman Nasional Bunaken didapatkan tertinggi pada jenis Sonneratia alba, diikuti oleh Rhizophora apiculata, dan terakhir Bruguiera gymnorhiza. Fraksi serasah terbesar adalah komponen daun, diikuti oleh ranting, dan komponen reproduktif (bunga dan buah), kecuali pada Sonneratia alba di mana fraksi komponen reproduktif lebih tinggi daripada komponen ranting. Selanjutnya faktor lingkungan yang menunjukkan korelasi paling kuat terhadap produksi serasah adalah curah hujan dan hal ini berlaku untuk ketiga jenis penyusun utama Mangrove Teling Tombariri.
TEKNOLOGI REKLAMASI LAHAN BEKAS TAMBANG NIKEL UNTUK MEMPERCEPAT KEBERHASILAN REKLAMASI Suwardi; Randrikasari, Octaviana
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.50866

Abstract

Nickel is formed through the weathering of ultrabasic or ultramafic rocks originating from oceanic crust which is transferred to the surface of continental crust. This formation process took millions of years, starting when ultramafic rocks were exposed on the earth's surface. Nickel mining plays an important role in the electric vehicle battery industry and economy in Indonesia, but its impact on the environment often results in mined land with unique characteristics that is difficult to reclaim. Ex-mining land often has a Mg/Ca ratio higher than one. In addition, the soil on ex-nickel mining land is usually shallow and hydrophobic, making it difficult to absorb water. Reclamation of ex-mining land is the focus to restore, increase the soil's water absorption capacity and land productivity. With an approach to improving physical, chemical, and biological properties, reclamation technology includes the method of making planting holes measuring 60x60x60 cm, composting organic materials, and using Super Absorbent Polymer (SAP) to increase the soil's water absorption capacity. In this context, reclamation technology is the key to accelerating the successful reclamation of ex-nickel mining land in a sustainable manner and optimizing the utilization of nickel mining resources in Indonesia.
DETERMINAN PRODUKSI DAN ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI CABAI MERAH: STUDI KASUS DESA TANJUNG IBUS KECAMATAN SECANGGANG KABUPATEN LANGKAT Rahayu, Putri; Simanullang, Endang Sari
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.51050

Abstract

Komoditas yang potensial diproduksi oleh petani di Desa Tanjung Ibus adalah cabai merah. Ketersediaan dan harga faktor produksi yang terbatas dan fluktuatif merupakan permasalahan dalam kegiatan produksi cabai merah. Analisis determinan produksi cabai merah penting sebagai rekomendasi kebijakan peningkatan produksi cabai merah. Perbandingan pendapatan dan biaya usahatani menentukan kelayakan usahatani. Analisis kelayakan usahatani penting dilaksanakan dalam pengembangan cabai merah. Penelitian ini bertujuan menganalisis determinan produksi dan kelayakan usahatani cabai merah. Jumlah sampel pada penelitian ini yaitu 42 petani. Penelitian ini menggunakan metode analisis fungsi produksi Cobb-Douglas dan B/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lahan, benih dan pupuk merupakan faktor-faktor produksi yang signifikan dan positif mempengaruhi produksi usahatani cabai merah. Nilai B/C ratio usahatani cabai merah adalah 2,6 artinya usahatani cabai merah dalam penelitian ini layak. Rekomendasi kebijakan penelitian ini adalah penetapan kebijakan subsidi pupuk, inovasi pemupukan dengan kombinasi penggunaan pupuk kimia maupun non kimia, dan bantuan teknologi traktor.
KOMPARASI DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKAN DIGITALISASI PERTANIAN: PELUANG DAN TANTANGAN Azis, Miftahul; Suryana, Esty Asriyana
RISALAH KEBIJAKAN PERTANIAN DAN LINGKUNGAN Rumusan Kajian Strategis Bidang Pertanian dan Lingkungan Vol 10 No 3 (2023): Desember
Publisher : Pusat Studi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan (PSP3)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jkebijakan.v10i3.51083

Abstract

Kemajuan teknologi digital yang pesat telah membawa peluang dan tantangan signifikan bagi digitalisasi sektor pertanian. Penelitian ini memiliki tujuan yang komprehensif, yaitu: 1) mengidentifikasi berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung implementasi digitalisasi pertanian, 2) melakukan analisis mendalam terhadap besarnya peluang yang ditawarkan oleh digitalisasi pertanian dengan mempertimbangkan potensi serta hambatan yang ada, dan 3) memberikan rekomendasi kebijakan untuk perkembangan digitalisasi pertanian. Melalui analisis menyeluruh terhadap beragam kebijakan dan inisiatif yang telah ada, tinjauan ini berhasil mengidentifikasi strategi-strategi yang sukses dalam mendorong digitalisasi pertanian. Kolaborasi antara lembaga pemerintah, perusahaan teknologi, dan organisasi pertanian dipandang sebagai kunci dalam memfasilitasi pengembangan serta implementasi solusi-solusi inovatif yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor pertanian. Secara keseluruhan, digitalisasi pertanian memberikan peluang besar untuk mengubah sektor pertanian dan mengatasi tantangan terkait dengan ketahanan pangan, keberlanjutan, serta mata pencaharian petani. Namun, diperlukan pertimbangan yang cermat terhadap kebijakan dan penerapannya agar hasil yang efektif dapat dicapai.

Page 1 of 1 | Total Record : 5