cover
Contact Name
Muhammad Alfan Sidik
Contact Email
rusydiah@stainkepri.ac.id
Phone
+6282221297011
Journal Mail Official
rusydiah@stainkepri.ac.id
Editorial Address
P3M (Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri, Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau- Indonesia Jl. Lintas Barat KM 19 Ceruk Ijuk, Toapaya Kab. Bintan, Kepulauan Riau Phone +62 85274649662 Email: mahfuzah@stainkepri.ac.id
Location
Kab. bintan,
Kepulauan riau
INDONESIA
Rusydiah: Jurnal Pemikiran Islam
ISSN : 27234894     EISSN : 27234886     DOI : https://doi.org/10.35961/rsd.v1i1.128
Jurnal Rusydiah fokus mempublikasikan artikel berdasarkan penelitian yang berkaitan dengan pemikiran Islam
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2021)" : 6 Documents clear
PERKEMBANGAN ILMU SYARAH HADITH: SUATU TELAAH RINGKAS Ahmad Amir Nabil; Tasnim Abdul Rahman
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.291

Abstract

This paper discusses the development of science of hadith commentary since early century of Hijrah. It traces its historical development and instrumental role in expanding the dynamic understanding of hadith and its science. The paper attempts to illustrate the principle and discipline of usul al-sharh as set forth in the major works of hadith commentary underlying its principle, context and method. The discussion focusses on the method and approaches (ittijahat al-sharh) of traditionalist in interpreting and commenting the texts. The study is based on qualitative method in the form of library research, focusing on content analysis. The sources of documentation was primarily derived from traditional and classical works of hadith and contemporary references that provide extensive analysis of hadith commentary. The study found that the science of hadith commentary was originated in the classical and medieval hadith works that extensively articulated its rigorous and underlying principle. This tradition was continued in modern context in the highly authoritative works of hadith commentary that brought forth modern and contextual approaches in analyzing hadith texts.
STUDY TEORI MUTUALISME PAUL F. KNITTER DALAM HUBUNGAN ANTARUMAT BERAGAMA DI INDONESIA waluyo waluyo; Sahal Abidin
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.333

Abstract

Agama merupakan peratuan yang dibuat oleh Tuhan, melalui perantara-Nya disampaikan kepada setiap manusia. Dalam perjalannannya agama menjadi way of live pada setiap pemeluknya. Selain itu agama menjadi pegangan yang tidak dapat diganggu gugat oleh orang lain. Kenyakinan dalam kebenaran agamanya semakin mengakar dan menyebabkan truth claim. Klaim kebenaaran dan penolakan kebenaran yang lain adalah implementasinya. Adanya klaim kebenaran dan berusaha menyelamatkan yang lain dari kesesatan merupakan misioner. Fenomenologi menjawab konflik antaragama didasari atas ketikadilan kesejahteraan dan kesenjangan sosial serta keinginan kesataraan politik. Husserl melalui fenomenologinya memberikan pengertian bahwa ada kebenaran dibalik sesuatu yang tampak. Fenomenologi menangkap bahwa konflik antaragama tidak sepenuhnya disebabkan perbedaan agama. Selain klaim kebenaran dan keselamatan ketidakadilan di bidang ekonomi, politik, sosial dan budaya merupakan sumber dari konflik. Konflik yang terjadi semakin besar karena adanya klaim yang menyundut konflik antaragama, sehingga setiap pemeluk agama akan merasa terusik. Mutualisme memberikan teori hubungan antaragama yang dialog mutual. Teori ini atas dasar pandangan orang Kristen melahat agama di luar gereja. Berdasar kesamaan yang ada pada setiap agama mutualisme memproyeksikan hubungan yang saling memnguntungkan. Latar belakang konflik ialah adanya ketidakadilan pada bidang politik, ekonomi dan budaya, maka tawaran Knitter yang dapat diterapkan di Indonesia adalah pola hubungan yang mutual.
RECONSTRUCTION OF BASIC CONCEPTS OF THE IMPLEMENTATION OF PROGRESSIVE ISLAM IN STUDENT ACTIVITIES Teguh Luhuringbudi; Emah Rahmaniah; Fitri Liza; Dewi Nita Utami
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.352

Abstract

This paper is not only aimed at disagreements with the views of Dina Rafidiyah and Fasho Tio Anugrah and their efforts to develop their thoughts, but also presents a basic concept formula for the application of progressive Islam that is simple and easy to apply in student activities at Muhammadiyah Higher Education. Researchers used a media approach through a globalization perspective introduced by Gill Branston and Roy Stafford in analyzing student activity at Muhammadiyah Higher Education as the object of this study. The conclusion of this study is the provision of material for students' understanding of the concept of progressive Islam and the application of its values that emphasize creativity and innovation through the basis of the Quran in the behavior and cultural life of the campus. This paper also produces derivative findings that come from these conclusions. The first finding is the need for material for students' understanding of the concept of progressive Islam that emphasizes creativity and innovation through the Quranic basis in behavior such as aspect of academic maturity in social media; and aspect of social action in everyday life. The second finding is the application of Progressive Islamic values in the cultural life of the campus through the aspect of guarding and ending learning by studying thematic Quranic verses; and aspect of career assurance and business experience-skills provision.
INDEPENDENSI A. HASSAN TERHADAP AL-‘ASQALANI DALAM TERJEMAH BULUGHUL MARAM (KAJIAN INTERTEKSTUALITAS) Muhammad Fauzhan 'Azima
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.358

Abstract

“Tidak ada karya tulis yang lahir dari kekosongan budaya,” demikian adagium yang dianut pakar intertekstual untuk mengukuhkan pandangan bahwa kelahiran setiap karya tulis dipengaruhi oleh karya tulis yang muncul sebelumnya. Jika diperhatikan karya-karya yang ditulis ilmuwan Islam, pandangan tersebut menemukan kebenarannya. Hal ini karena banyak ditemukan karya tulis dalam keilmuan Islam yang bergantung erat pada karya tulis sebelumnya, terutama karya tulis yang mengambil corak syarah, hasyiyah, dan terjemahan. Namun penting dicatat, ketergantungan tersebut bukan berarti tidak adanya inovasi dan independensi dari sang penulis. Artinya, dalam karya tulis tersebut, tetap ditemukan ide-ide baru dari sang penulis, bahkan bantahan terhadap pendapat penulis yang tulisannya dikutip. Terjemah Bulughul Maram merupakan salah satu karya tulis yang ditulis oleh ulama hadis Indonesia, A. Hassan. Sesuai namanya, kitab tersebut mengambil corak terjemahan dengan menjadikan Bulughul Maram karya Ibn Hajar Al-‘Asqalani sebagai objek penerjemahan. Berdasarkan tesis di atas, penulis tertarik meneliti independensi A. Hassan terhadap Al-‘Asqalani dalam Terjemah Bulughul Maram-nya. Metode analisis intertekstual dipilih sebagai pisau analisis dalam penelitian tersebut. Sebagai hasil penelitian, intertekstualitas A. Hassan terhadap Al-‘Asqalani dalam Terjemah Bulughul Maram-nya memakai pola transformasi, ekspansi, dan konversi. Dua pola yang disebut terakhir juga menjadi dalil independensi A. Hassan terhadap Al-‘Asqalani dalam Terjemah Bulughul Maram-nya.
THE ROLE OF ECONOMIC INSTITUTIONS ACCORDING TO FAZLUR RAHMAN Wan Ikhwanul Fazli
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.362

Abstract

Economic thoughts of Fazlur Rahman, a Pakistani modernist scholar and philosopher, have been discussed and studied frequently by many researchers. However, not much has been done to examine his thought of economic institutions holistically. This present study is aimed to analyse the role of the economic institutions according to Fazlur Rahman in the light of the Qur’ān and the Sunnah. This study is a library-based research, which uses two methods, namely data collection and data analysis. Rahman’s ideas on economic institutions are aimed to ensure the progressiveness of human beings while facing contemporary challenges through true understanding of the Qur’ān and the Sunnah. This study concludes that Rahman genuinely intended to develop Muslim societies through the re-evaluation of the Qur’ān and the Sunnah in the modern context
WAHID HASYIM DAN TOLERANSI BERAGAMA DALAM PIAGAM JAKARTA 22 JUNI 1945 Mara Ongku Hsb
RUSYDIAH: Jurnal Pemikiran Islam Vol 2 No 2 (2021)
Publisher : Jurnal Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35961/rsd.v2i2.371

Abstract

Toleransi beragama menjadi pusat perhatian berbagai bangsa di penjuru dunia karena toleransi menjadi perekat ditengah keberagaman atau kemajemukan suatu bangsa, sebuah keniscayaan bahwa dalam masyarakat yang multi agama seringkali timbul pertentangan antar pemeluk agama yang berbeda. Secara umum konflik antar pemeluk agama tersebut disebabkan oleh bebarap faktor, antara lain seperti pelecehan terhadap agama dan pemimpin spritual sebuah agama tertentu, perlakuan aparat yang tidak adil terhadap pemeluk agama tersebut, kecemburuan ekonomi dan pertentangan kepentingan politik. Metode penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka atau library research studi kepustakaan merupakan peneilitan yang dilakukan dengan mempelajari secara komperehensif berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian Wahid Hasyim adalah sebagai wakil Islam sangat terbuka untuk mencari konvensi tentang dasar negara, ia sangat menghargai pendapat, dalam bidang agama Islam beliau tidak begitu ekstrim melihat saudaranya yang keberatan seperti Latuharhary dalam rapat panitia sembilan, namun harus atas dasar keharmonisan untuk mencapai tujuan diperlukan sikap bijaksana, toleran Hingga pada ujungnya menemukan persatuan tidak ada yang menolak pokok-pokok dalam preambule.

Page 1 of 1 | Total Record : 6