cover
Contact Name
Komarudin
Contact Email
komarudin_pko@upi.edu
Phone
+6281646894417
Journal Mail Official
jurnal.jko@upi.edu
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Kepelatihan Olahraga FPOK Lt. 2 UPI. Jl. Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung.
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Kepelatihan Olahraga
ISSN : 2086339X     EISSN : 26571765     DOI : https://doi.org/10.17509/jko-upi
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Kepelatihan Olahraga (JKO) is a media for widespread the results of research, studies and ideas in the field of sports coaching. Jurnal Kepelatihan Olahraga focuses on information related to the issues of the latest sports training development. The scope of the journal includes: 1) Sports Coaching Theory and Methodology, 2) Physical conditioning, 3) Sports Biomechanics, 4) Anatomy, 5) Exercise Physiology, 6) Sports Psychology, 7) Sports Sociology, 8) Sports Nutrition, 9) Sports Recovery, 10) Sports Tests and Measurements.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2012)" : 8 Documents clear
PEMBINAAN ATLET JANGKA PANJANG CABOR ROWING nurjaya, dede rohmat
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16236

Abstract

Banyak orang memprotes mengenai fokus pada prestasi dalam olahraga, tetapi apa yang tidak boleh dilupakan adalah bahwa kegiatan fisik yang didorong dalam masa anak-anak menghasilkan bukan saja individu-individu yang lebih sehat tetapi juga mengembangkan basis persiapan fisik yang tangguh yang dibutuhkan bagi atlet kelas atas dunia di masa mendatang.  Atlet kelas atas tidak tercipta dalam semalam—prestasi puncak adalah hasil dari pengembangan dan latihan selama bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun.  Alisson Korn, juara dunia dua kali dan dua kali olimpic medalist mengungkapkan; Kecintaan terhadap olahraga adalah hadiah terindah yang dapat diberikan orang tua kepada anaknya.  Tanpa menyadari hal ini, orangtua saya sebenarnya sudah menerapkan LTAD dayung versinya sendiri karena mereka sudah memperkenalkan saya pada macam-macam olahraga air seperti renang, kano, layar dan dayung.  Hasilnya, saya selalu merasa senang ketika berada di dalam dan di sekitar air.  Dan ketika menjadi anggota tim dayung pertama kali pada usia 21 tahun di Mc Gill University, saya merasa hal ini benar-benar alamiah, mudah dan menyenangkan sampai saya tidak percaya bahwa ini adalah olahraga.   Daya kreatif di belakang pekerjaan itu adalah Istvan Balyi, seorang keturunan Hongaria yang bekerja pada National Coaching Institute di British Columbia.  Balyi adalah salah seorang pakar terkemuka dunia mengenai perencanaan, pengintegrasian, periodisasi dan program-program pelatihan prestasi jangka pendek dan jangka panjang.  Dia telah menciptakan model pengembangan atlet jangka panjang dan persyaratan pelatihan berbagai cabang olahraga.  Dia mengklasifikasi olahraga ke dalam dua kategori: olahraga spesialisasi dini seperti gimnastik,  figure skating, selam, dan sebagainya, dan olahraga spesialisasi belakangan seperti atletik, sepeda, dan dayung.  Late Specialization Model mempunyai banyak hal untuk diajarkan kepada kita jika kita ingin menciptakan program pelatihan dengan tujuan untuk mengembangkan atlet berprestasi tinggi di masa mendatang.  Kita harus menerima bahwa atlet kelas atas masa mendatang akan menjalani proses panjang untuk mencapai potensi maksimum mereka
PERBANDINGAN PERSENTASE PENGGUNAAN TEKNIK SERANGAN NAGE WAZA DAN KATAME WAZA TERHADAP PEROLEHAN POIN IPPON DALAM PERTANDINGAN JUDO quamila, resania; kadir, abdul; ., kardjono
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar perbandingan persentase penggunaan teknik serangan Nage waza dan Katame waza terhadap perolehan poin ippon dalam kejuaraan Judo. Hal ini di latar belakangi oleh dominannya penggunaan teknik serangan Nage waza dan Katame waza untuk memenangkan suatu partai pertandingan Judo dengan berusaha untuk selalu bisa langsung mendapatkan poin atau nilai sempurna yaitu Ippon. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan sampel sebanyak 152 atlet yang menang dengan perolehan poin ippon dari 7 kelas putra dan 6 kelas putri yang dipertandingkan dalam kejuaraan Ganesa Open Judo Championship tingkat nasional yang dilaksanakan di Metropolis Square Tanggerang. Alat pengumpul data berupa lembaran skor yang mencatat teknik yang memperoleh poin ippon dalam setiap pertandingan. Penelitian ini menggunakan metode deskriftif dengan cara observasi. pengambilan sampel dilakukan dengan cara observasi langsung pada kejuaraan Ganesa Open Judo Championship. Berdasarkan hasil pengolahan data persentase penggunaan teknik serangan Nage waza terhadap perolehan poin ippon sebesar 64,4% sementara persentase penggunaan teknik serangan Katame waza sebesar 35,5%. Dengan demikian berdasarkan hasil pegolahan dan analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan teknik serangan Nage waza lebih besar dibanding teknik katame waza. Berdasarkan hasil tersebut disarankan kepada seluruh pelatih dan atlet judo agar lebih sering melatih teknik Nage waza agar lebih mempertajam dan menguasai teknik nage waza.
Kecemasan Terhadap Teknik Dasar Permainan Bolabasket juditya, silvy
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16231

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakanggi oleh pentingnya peranan psikologis dalam raihan prestasi olahraga selain teknik, taktik, dan fisik yang dimiliki oleh para atlet. Permasalahan dalam penelitian  ini adalah apakah terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan sebelum, pada saat, dan menjelang akhir pertandingan terhadap keberhasilan shooting dan passing. Metode yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan angket dan observasi sebagai instrumentnya. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian adalah atlet bolabasket putri UPI. Dari hasil pengolahan data analisis data diperoleh kesimpulan bahwa kecemasan sebelum pertandingan dengan keberhasilan shooting memiliki pengaruh sebesar 32%, sedangkan pengaruh  kecemasan pada saat pertandingan dengan keberhasilan shooting memiliki pengaruh sebesar 53%, dan pengaruh kecemasan menjelang akhir pertandingan dengan keberhasilan shooting memiliki pengaruh sebesar 62%. Begitupun pengaruh kecemasan sebelum pertandingan dengan keberhasilan passing memiliki pengaruh sebesar 41%, sedangkan pengaruh kecemasan pada saat pertandingan dengan keberhasilan pasing memilki pengaruh  sebesar 42%, dan pengaruh kecemasan menjelang akhir pertandingan dengan keberhasilan passing memiliki pengaruh sebesar 53%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan sebelum, pada saat, dan mejelang akhir pertandingan memiliki pengaruh yang berarti terhadap keberhasilan shooting dan passing.
PEMBINAAN KLUB OLAHRAGA BULUTANGKIS tafaqur, muhamad
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16187

Abstract

Prestasi bulutangkis Indonesia sekarang mengalami penurunan yang sangat signifikan. Sebelumnya kekuatan bulutangkis Indonesia sangat di disegani dalam ”ajang” kejuaraan bulutangkis tingkat internasional. Para atlet terbaik Indonesia telah mengukirkan tinta emas dengan menjuarai berbagai kejuaraan bulutangkis tingkat internasional, dan telah membawa nama bangsa Indonesia dikenal di ”mata” dunia. Perjalanan prestasi bulutangkis di Indonesia tidak lepas dari peran klub-klub olahraga bulutangkis yang telah menyumbangkan para atlet terbaiknya menjadi atlet nasional yang menjadi tumpuan bangsa Indonesia dalam ”percaturan” bulutangkis intenasional. Pembinaan klub olahraga bulutangkis di Indonesia harus terus ditingkatkan dalam rangka terus menciptakan atlet-atlet berprestasi di tingkat Internasional. Pembinaan klub olahraga bulutangkis meliputi pembinaan pengurus, pembinaan pelatih, dan pembinaan atlet. Selain itu dalam pembinaan menuju prestasi yang maksimal juga sangat ditentukan dukungan sarana prasarana, dan lingkungan.
PEMBELAJARAN TERPADU SEBAGAI MEDIA BELAJAR MOTORIK DAN MATEMATIK DASAR PADA SISWA SD sutresna, nina
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perbedaan pengaruh antara pendekatan pembelajaran terpadu dan pendekatan pembelajaran konvensional terhadap peningkatan kemampuan motorik dasar, disamping itu penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemampuan awal terhadap kedua pendekatan tersebut. Taraf kemampuan awal dibagi menjadi kemampuan matematika dasar tinggi dan rendah. Penelitian dilakukan di SDN Panyileukan I Bandung Jawa Barat dengan menggunakan metode eksperimen dan sampel sebanyak 40 orang. Tes kemampuan motrik dan matematika dasar dipakai sebagai alat untuk mengumpulkan data. Teknik analisis adalah Anava 2x2 dengan uji lanjut tuckey dan uji t pada taraf siginifikansi 0,05 untuk mengetahui perbedaan peningkatan matematika dasar. Kesimpulan penelitian adalah sbb; secara keseluruhan hasil belajar pendekatan pembelajaran terpadu lebih baik dari hasil belajar konvensional. Untuk kemampuan awal matematika dasar rendah pendekatan pembelajaran terpadu lebih baik dari pendekatan konvensional. Sedangkan untuk kemampuan awal matematika dasar tinggi tidak terdapat perbedaan antara kedua pendekatan pembelajaran tersebut.
PERBANDINGAN PENGARUH LATIHAN HEXAGON DRILL DENGAN MODIFIKASI LATIHAN PANCER DELAPAN PENJURU MATA ANGIN TERHADAP PENINGKATAN KELINCAHAN MELAKUKAN TENDANGAN SAMPING (T) DALAM OLAHRAGA PENCAK SILAT taujiri, yusup; ., mulyana; ., berliana
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16228

Abstract

Masalah penelitian yang penulis ajukan adalah untuk mengungkapkan pengaruh dari latihan hexagon drill dan modifikasi latihan pancer delapan penjuru mata angin terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping, dan untuk mengetahui bentuk latihan manakah yang lebih efektif antara latihan hexagon drill dan modifikasi latihan pancer delapan penjuru mata angin terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping. Hal ini dilatar belakangi masalah bahwa dalam olahraga pencak silat salah satu komponen kondisi fisik yang dominan adalah kelincahan. Kelincahan sangat diperlukan untuk mendukung penyerangan dan menghindari serangan lawan dalam olahraga pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan variabel bebas ke-1 (X1) latihan hexagon drill, variabel ke-2 (X2) latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin, dan variabel terikatnya (Y) adalah peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T) dalam olahraga pencak silat. Sample yang digunakan dalam penelitian ini adalah atlet pencak silat junior Kabupaten Garut yang mengikuti pembinaan prestasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Garut sebanyak 20 orang, dengan menggunakan teknik total sampling dan dibagi ke dalam dua kelompok dengan menggunakan teknik penjodohan. Setelah melalui proses latihan selama 24 kali pertemuan, dengan pertemuan sebanyak 3 kali seminggu selama kurang lebih 2 bulan maka diperoleh data yang  kemudian diolah secara statistik dengan uji t, yang menunjukan bahwa kedua bentuk latihan yaitu hexagon drill dan latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping. Data yang diperoleh menunjukan bahwa latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin memberikan pengaruh yang lebih signifikan dibandingkan dengan latihan hexagon drill terhadap peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T). Dengan rata-rata peningkatan hexagon drill sebesar 1,1 dan peningkatan rata-rata latihan modifikasi pancer delapn penjuru mata angin sebesar 1,4. Dan dihitung dengan uji signifikan perbedaan kedua rata-rata uji satu pihak menghasilkan t- hitung yang lebih besar dari t-tabel yang berarti latihan modifikasi pancer delapan penjuru mata angin lebih baik dari latihan hexagon drill dalam hal peningkatan kelincahan melakukan tendangan samping (T) dalam olahraga pencak silat
HASIL RENANG JAWA BARAT DAN ANALISIS PADA PON XVIII RIAU 2012 sidik, dikdik zafar; imanudin, iman; mujiyanto, supyar; afari, luki
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16189

Abstract

Cabang olahraga Renang merupakan salah satu cabang Olimpiade (Sport Olympics) karena pada setiap Multievent Internasional merupakan cabang olahraga yang wajib diperlombakan. Begitu pula ketika berlangsungnya Pekan Olahraga Nasioanl (PON). Cabang ini memperlombakan minimal 32 nomor (untuk putera dan puteri). Dalam setiap perlombaan sangat dimungkinkan untuk terjadinya pemecahan rekor baru karena cabang olahraga ini sangat terukur. Sehingga setiap atlet mempunyai peluang untuk berprestasi pada setiap penampilannya dalam memperbaiki catatan waktu pada setiap nomor yang dikuasainya. Namun demikian banyak faktor yang akan mempengaruhi prestasi maksimal setiap atlet baik secara internal maupun eksternal. Hal inilah yang menggambarkan kesuksean Tim Renang Jawa Barat pada PON XVIII. Kajian analisis dan pemetaan prestasi renang pada setiap provinsi serta profil para atlet elit renang Indonesia yang disajikan ini merupakan bagian dari referensi yang sangat berharga untuk upaya perbaikan di masa yang akan datang.
KORELASI ANTARA DAYA TAHAN KECEPATAN DAN PANJANG TUNGKAI DENGAN HASIL LARI 800 METER nugraha, kusuma; yusup, ucup; mulyana, dadan
Jurnal Kepelatihan Olahraga Vol 4, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/jko-upi.v4i2.16234

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan daya tahan kecepatan dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik. Untuk mengetahui hubungan panjang tungkai dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik. Untuk mengetahui hubungan antara daya tahan kecepatan dan panjang tungkai secara bersama-sama dengan hasil lari 800 meter pada cabang olahraga atletik.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Jumlah subjek sebanyak 7 orang dengan penarikan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling.Untuk mengetahui dan menguji hipotesis, penulis menggunakan tes dan pengukuran sebagai alat pengumpul data dengan menggunakan instrument tes lari 400 meter dan pengukuran panjang tungkai. Data-data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan pendekatan statistik dengan teknik analisis korelasi dan determinasi.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, diketahui bahwa daya tahan kecepatan ( memiliki hubungan yang positif dan signifikan, panjang tungkai ( memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan dengan hasil lari 800 meter (Selain itu daya tahan kecepatan dan panjang tungkai secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif tetapi tidak signifikan dengan hasil lari 800 meter.Oleh karena itu, penulis menyarankan kepada para pembina dan pelatih atletik untuk memberikan latihan daya tahan kecepatan karena daya tahan kecepatan mutlak sekali dimiliki oleh pelari 800 meter

Page 1 of 1 | Total Record : 8