cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
REDESAIN DAN PENGEMBANGAN KAWASAN MASJID AGUNG KAUMAN KEBUMEN AMIRAH FATHIN ROSIKHAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Masjid Agung Kauman Kebumen merupakan pusat peribadatan, ibadah dan muamalah di Kebumen. Pada hakikatnya kawasan ini menjadi kawasan inti dengan hierarki tertinggi pada pusat kota dengan mayoritas penduduk muslim dan sejarah perkembangan Islam sebelumnya yang terintegrasi dengan alun-alun dan pusat pemerintahan pada lokasi sekitarnya. Akan tetapi, pada kondisinya sekarang kawasan masjid agung ini cenderung tenggelam dibanding kawasan pusat pemerintahan yang ada disekitarnya. Kondisi dan keberadaan masjid yang saat ini tidak memiliki keunikan/kekhasan tersendiri menjadikan kelemahan bagi kawasan masjid yang sulit untuk dikenali dan dijadikan orientasi kawasan. Oleh karenanya, perencanaan redesain dan pengembangan kawasan masjid inti kabupaten ini dirasa perlu dalam rangka menunculkan hierarki dan kekhasan masjid, menumbuhkan kawasan bisnis ekonomi Syariah, serta pengaplikasian desain universal, inklusif, dan smart building.
RUMAH SUSUN SEDERHANA SEWA RAMAH LANSIA DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN DEVITA SERLY ANDIN SETIYAWATI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang memiliki potensi di sektor perumahan dan permukiman untuk dikembangkan dengan daya tarik tersendiri. Pesatnya pertumbuhan dan Usia Harapan Hidup (UHH) menyebabkan masyarakat mencari penghasilan di pusat kota sehingga jumlah penduduk serta angka pertumbuhan lanjut usia terus meningkat setiap tahunya oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat lanjut usia. Hunian menjadi permasalahan yang tak kunjung selesai karena kebutuhan hunian yang tidak sebanding dengan luas lahan yang tersedia. Kementrian PUPR (2018) menyatakan pemanfaatan lahan perkotaan semakin mempersulit Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) untuk memiliki hunian karena kenaikan harga tanah rata-rata meningkat 20%/tahun. Maka dari itu Pemerintah RI melalui Kementerian Perumahan dan Permukiman merencanakan pembangunan hunian vertikal di Semarang untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan lanjut usia untuk mewujudkan Semarang sebagai pengembangan kota ramah lansia dan memudahkan kelancaran penghuni yang mencari penghasilan dipusat kota sehingga menunjang pendapatan ekonomi pada sektor perdagangan dan jasa. Dari uraian diatas, maka perlu adanya sebuah perencanaan dan perancangan untuk Rumah Susun Sederhana Sewa di Semarang sebagai fasilitas hunian di tengah pengembangan infrastruktur ramah lansia, citra daya tarik maupun daya saing Kota Semarang sesuai dengan standar nasional, yang dapat mengakomodasi kebutuhan psikologis penghuni dan fisologis seperti kapasitas ruang, kelengkapan fasilitas maupun dari segi kualitas arsitekturalnya
HOTEL & CONVENTION CENTRE BINTANG 5 DI KAWASAN PANTAI MARINA SEMARANG FIRMANSYAH YUSUF SAPUTRA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya angka pertumbuhan penduduk, serta tingkat partisipasi kerja untuk tiap Angkatan usia per tahun menyebabkan banyaknya penduduk mencari lahan / lapangan pekerjaan untuk mewadahi aktivitas pekerjaan mereka. Desentralisasi penyebaran hunian penduduk, dimana banyak masyarakat di pusat kota mulai berpindah ke bagian kota lebih pinggir untuk mendapatkan berbagai kelayakan kerja serta pengurangan kepadatan pada pusat kota. Marina adalah salah satu Kawasan yang termasuk Bagian Wilayah III dan memiliki   potensi yang tinggi sebagai salah satu wilayah satelit yang berpotensi di kota Semarang, sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan RT/RW setempat dengan memaksimalkan alamnya. Dengan menggunakan konsep mixed-use building, bangunan dapat menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat sesuai dengan pendahuluan terkait. Perancangan bangunan dengan standar tinggi juga harus memiliki dasar konsep yang maju dan memiliki preseden maupun referensi yang tepat sehingga dapat memuaskan dalam perencanaan maupun finalisasi.
BEACH RESORT HOTEL *3 DI PANTAI SENDANG SIKUCING INTANIA AYU PRAMESTHI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada perancangan ini menggunakan konsep pendekatan Arsitektur Hijau (Green Architecture), ialah sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadap lingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebihbaik dan lebih sehat, yang dilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energi dan sumber daya alam secara efisien dan optimal (Karyono, 2010). Sehingga diharapkan dapat melindungi lingkungan alam global, dengan fokus pada efisiensi energi, melindungikesehatan penghuni dan meningkatkan produktivitas pekerja, mengurangi limbah / limbah padat, cair dan gas, mengurangi polusi padat, cair dan gas / pencemaran, dan pengurangan lingkungan. Kerusakan dan pemanfaatan unsur-unsur potensial di daerah sekitarnya untuk meningkatkan kesejahteraan kawasan industri pariwisata lokal atau internasional dan kondisi ekonomi masyarakat yang menggunakan fasilitas resort.
NEO VERNAKULAR-T.O.D URBAN DESIGN ALUN-ALUN BANDUNG MUHAMAD LUTHFI WALLIYUDIN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan inti Alun-Alun Bandung (yang berbatasan langsung dengan lapangan alun-alun) merupakan suatu sistem arsitektur kosmologis yang dalam perkembangannya menjadi titik-titik yang berdiri parsial. Hal ini berhubungan dengan pergerakan di kawasan tersebut yang tersendat oleh kemacetan (>72% pelaku kommuter harian di kota Bandung menggunakan kendaraan pribadi) yang bahkan membuat keterpisahan antar titik kegiatan makin besar Sungai Cikapundung sebagai anak sungai alami terpanjang di pusat kota yang menjadi titik awal kehidupan di kota Bandung dan alun-alun secara khusus sempat terlupakan ketika di tapak sisi timur alun-alun Bandung terbangun sebuah mall pada era 80’an - 2014. Lahan yang telah kembali kosong menjadi oportunitas untuk mengembalikan setting / memandu desain bangunan berikutnya untuk menghormati setting alam dan sejarah di titik awal kota Bandung ini. Maka diperlukan solusi untuk mewujudkan integrasi kembali dan membuat pergerakan manusia menjadi lancar, nyaman, dan aman.
STASIUN KERETA API MANGKANG BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD) PUTRA KHAIRUS SIDQI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di Kota Semarang, jumlah pengguna kendaraan umum meningkat setiap tahunnya sebesar 6%-12% (Tazaruwah, 2019). Menurut laman web Pemkot Semarang (2020), sektor pariwisata di Semarang meningkat tiap tahunnya dan baik domestik maupun mancanegara. Salah satu upaya yang diupayakan Pemkot Semarang dalam merespon potensi tersebut adalah dengan meningkatkan pelayanan prasarana angkutan umum. Dalam Perda No.14/2011 dijelaskan bahwa Pemkot Semarang telah merencanakan Pembangunan Stasiun Mangkang yang akan terpadu dengan Terminal Mangkang di Kecamatan Tugu. Tujuannya adalah untuk meningkatkan fungsi Terminal Mangkang yang cukup sepi peminatnya. Terintegrasinya Stasiun Mangkang dan Terminal Mangkang juga akan menjadikan  perpindahan moda transportasi lebih efektif dan mengurangi kepadatan lalu lintas kota di masa mendatang (Ellenlies, 2013). Hal ini didukung dengan berdekatannya lahan stasiun dengan Bandara Ahmad Yani, Kawasan Industri Candi, Kawasan Industri Wijayakusuma, Lahan Industrial Kaliwungu, dan Kendal Industrial Park, sehingga potensi kebermanfaatannya pun akan meningkat. Berdasarkan latarbelakang tersebut, maka diperlukan adanya sebuah perencanaan dan perancangan Stasiun Kereta Api berbasis transit Oriented Development (TOD) di Mangkang sebagai fasilitas transisi penumpang dari jalan raya menuju jalan rel dan sebaliknya.
HOTEL DAN MIDI MARKET DI KOTA SURABAYA SANDRA ARIVIA PRAMESWARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Surabaya adalah ibukota Jawa Timur dan menjadi kota metropolitan kedua di Indonesia. Potensi pada Kota Surabaya yaitu bisnis dan perdagangan. Wisatawan yang mengunjungi kota ini untuk kepentingan bisnis maupun wisata terus meningkat setiap tahun. Kedatangan wisatawan ini diakomodasi dengan adanya tempat penginapan atau hotel. Minat wisatawan sempat berkurang ketika awal masa pandemi Covid-19. Namun seiring adanya adaptasi kebiasaan baru, minat wisatawan menginap di hotel Surabaya kembali meningkat, khususnya hotel berbintang. Tujuan tamu hotel berbintang ketika pandemi yaitu mendapatkan kenyamanan dan keamanan terhindar dari paparan Covid-19 ketika menginap untuk tujuan staycation, isolasi mandiri, bisnis, maupun work from home.Potensi lain dari Kota Surabaya yaitu pada pusat perbelanjaan. Pertumbuhan pusat perbelanjaan di Surabaya menuju ke arah yang positif. Ketika pandemi terjadi, kegiatan di tempat umum dibatasi oleh pemerintah, kecuali di tempat pemenuhan kebutuhan sehari-hari, termasuk toko swalayan. Pusat perbelanjaan jenis ini memiliki peluang untuk bertahan karena menjadi pengecualian pada peraturan pembatasan sosial. Masa pandemi Covid-19 telah mengubah kebiasaan masyarakat. Dari segi arsitektur sendiri perlu adanya adaptasi dalam mendesain bangunan. Perencanaan dan perancangan hotel dengan fasilitas tambahan berupa midi market diharapkan dapat memenuhi kebutuhan rekreasi bagi wisatawan di Kota Surabaya dengan adaptasi kebiasaan baru.
CISADANE RIVERFRONT SEBAGAI SARANA REKREASI & OLAHRAGA DENGAN PENDEKATAN DESAIN BIOFILIK VIOLA FRASCANI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gading Serpong merupakan sebuah kola mandiri yang terletak di Kecamatan Kelapa Dua , Kabupaten Tangerang yang salah satu keunggulannya ialah lengkapnya fasilitas kota. Area ini juga dilewati oleh Sungai Cisadane yang memperindah kawasan, akan tetapi, daerah ini belum diolah dengan baik untuk masyarakat, sehingga masih sebatas area penghijauan . Pada RTRW kota Tangerang tahun 2000-20 I 0, telah ditetapkan kebijaksanaan bahwa sepanjang sungai Cisadane diarahkan sebagai kawasan perlindungan tata air dan surnber air baku, serta dikembangkan sebagai promenade dengan garis sempadan sungai 20 meter. Kebijaksanaan lainnya pun juga untuk mengembangkan daerah sepanjang sungai Cisadane sebagai kawasan wisata , menjadikan daerah kawasan sepanjang sungai sebagai waterfron t city yang akan menjadi ciri kota Tangerang. Didalam Prosiding PKM-CSR, Vol. 3 (2020) e-ISSN: 2655-3570 berjudul "PERENCANAAN RUANO PUBLIK DI AREA TEP! SUNGA! CISADANE " pelaksanaan pembangunan diwujudkan dengan pembuatan jalur pejalan kaki yang menerus sepanjang area sempadan sungai. Namun , basil ini masih jauh dari sempuma dan masih perlu dilakukannya pengembangan dan masukan yang membangun dalam kegiatan selanjutnya atau kegiatan mendatang. Sehingga, untuk mengatasi permasalahan sekaligus potensi ini, diperlukan perencanaan dan pcrancangan tentang Cisadane Riverfront sebagai ruang publik di Gading Serpong, Tangerang , dari pengembangan PKM-CSR , Vol. 3 (2020) tersebut, dengan penekanan konsep Biofilik yang tentunya mempertimbangkan kenyamanan dan kesehatan pengguna.
REVITALISASI PASAR BLIMBING DENGAN KONSEP RAMAH DIFABEL AGUNG SATRIO WICAKSONO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Tradisional di era sekarang memiliki kemunduran dengan munculnya pasar – pasar modern. Hal ini menimbulkan kemunduran dari ekonomi dari sebuah kawasan. Pasar tradisional memiliki citra yang bau, kurang rapih, tidak bersih, dan kumuh. Hal ini menjadi pendorong mundurnya suatu fungsi bangunan pasar. Pasar Tradisional Blimbing telah berdiri sejak tahun 1970 dan hingga saat ini masih belum mendapatkan pembaharuan atau perbaikan secara mikrodan makro bangunan. Bangunan kian menjadi kumuh, kotor, becek dan sewaktu – waktu dapat mengancam keberadaan pelaku kegiatan di dalamnya. Isu pemerintah terkait revitalisasi Pasar Blimbing kian gencar semenjak 10 tahun terakhir, program kian tak terdengar lagi hingga saat ini yang menyebabkan pedagang merasa tergantung atas kebijakan pemerintah. Malang Termasuk Dalam 10 kota besar dengan angka difabel yang tinggi di indonesia, menurut diskominfo kota malang, pemerintah kian menggiatkan pembangunan sarana publik yang ramah terhadap difabel guna menciptakan kota malang yang ramah terhadap difabel.
COLLABORATIVE WORKSPACE: RENTAL OFFICE DENGAN KONSEP INKLUSIVITAS DI KOTA SEMARANG BIGHARO GAMARA SANTOSO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tenaga Kerja merupakan salah satu sumber daya yang penting dalam mendorong pertumbuhan dan kemajuan ekonomi negara, Indonesia tidak terkecuali. Dengan jumlah penduduk yang semakin meningkat di Indonesia maka tenaga kerja juga akan semakinmeningkat, diprediksikan oleh BPS pada tahun 2030-2040 Indonesia memasuki masa bonus demografi dimana 70% penduduk merupakan penduduk usia produktif. Implementasi MEA 5 tahun lalu memunculkan peluang ketenagakerjaan yang lebih aktif dan besar di wilayah Asia Tenggara pada bidang ketenagakerjaan sector produksi, perdagangan, jasa. Ditambahn lagi juga dengan peluang pertumbuhan ekonomi yang stabil dengan pada kisaran 6,5 % dan PDB pada tahun 2025 diharapkan dapat mencapai 70%, perisiapan dan dukungan bagi calon tenaga kerja  dan peningkatan pada iklim investasi diadakan.Kota Semarang sebagai kota Metropolitan memiliki arti bahwa kota memiliki sarana yang dapat melayani aktivitas masyarakat meliputi perdagangan dan jasa. Pengembangan ini dijelaskan pada RPJPD Semarang tahun 2005-2025. Kota Semarang tidak lepas juga dari efek bonus demografi yang akan datang ke Indonesia yang kemudian apabila tidak dikendalikan akan menyebabka penyempitan ruang untuk lapangan kerja. Dengan pertumbuhan rapid ke depannya ini, dibutuhkan ruang lapangan kerja yangefektif dan fleksibel.Angka demografi pada tahun mendatang didapati akan didominasi oleh usia milenial dan gen z yang tahun dekat ini meminati ide bisnis startup, dimana usaha akan bermunculan dalam skala pekerja tim yang lebih kecil. Hal inilah yang akan dimasukkan dalam target pembangunan lapangan kerja dimana sarana dapat mewadahi individu maupun tim dari segala potensi dan jangka pengguna.