cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
PENGEMBANGAN PONDOK PESANTREN AL MAS’UDIYYAH DI BANDUNGAN KABUPATEN SEMARANG MUHAMAD KHOTIBUL UMAM
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam Undang Undang No 18 tahun 2019 menyebutkan bahwa Pondok Pesantren, Dayah, Surau, Meunasah, atau sebutan lain yang selanjutnya disebut Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam, dan/atau masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil’alamin. Pondok pesantren memiliki tiga peranan utama yaitu : 1.) sebagai lembaga pendidikan yang mempelajari dan memperdalam ajaran agama Islam. 2.) Pondok pesantren sebagai lembagai penyebaran ajaran agama Islam. 3.) pondok pesantren sebagai lembaga pemberdayaan Masyarakat. kondisi pondok pesantren akan menjadi lebihburuk apabila pesantren hanya fokus pada peranan moral saja dan tidak disertai dengan usaha meningkatkan mutu pesantren, baik dari segi pendidikannya maupun fasilitasnya ( Nurcholis Majid ). Pola pembangunan pesantren dalam Islam memang tidak terdapat suatu aturan tertentu baik itu mengenai bentuk bangunan, penampilan bangunan, maupun organisasi ruangnya, sehingga dapat dipahami bahwa hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan pondok pesantren belum terakomodasi dengan baik dan teratur. Pondok pesantren Al Mas’udiyyah merupakan salah satu pondok yang sudah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu tepatnya pada tahun 1963. kondisi pondok pesantren Al Mas’udiyyah saat ini memiliki 540 santri. Fasilitas yang dimiliki oleh pesantren ini antara lain : Asrama santri, Masjid, ruang kelas, kamar mandi, parkir kendaraan, kantin dan tempat menjemur pakaian. Namun kondisi dari fasilitas – fasilitas yang dimiliki oleh pondok pesantren Al Mas’udiyyah ini banyak yang sudah tidak layak dan masih kurangnya fasilitas pelengkap guna memenuhi keperluan santri. Maka dari itu dibutuhkannya pengembangan pondok pesantren Al Mas’udiyyah dalam segi pengembangan fasilitas dan membangun fasilitas pelengkap untuk memenuhi keperluan aktivits santri serta mampu memberikan kenyamanan kepada para penggunanya.
SEMARANG CONVENTION & EXHIBITION CENTER PUTRA HUSNA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

MICE, akronim bahasa Inggris dari "Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition", merupakan suatu jenis kegiatan pariwisata di mana suatu kelompok besar berangkat bersama untuk suatu tujuan tertentu. Biasanya, MICE digunakan untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan, sehingga dapat menambah sumber pemasukan di sektor pariwisata. Dunia MICE adalah dunia yang belum terjamah dengan baik di Indonesia. Padahal, dunia MICE merupakan salah satu andalan sektor pariwisata di beberapa negara maju. Convention and Exhibition Center adalah fasilitas yang menjadi salah satu syarat pada suatu kota untuk menjadikannya sebagai kota MICE. Penyelenggaraan konvensi dan eksibisi diharapkan dapat menjadi penggerak bagi industri ekonomi yang berkaitan dengan kegiatan seperti pariwisata, hiburan, transportasi, dan sebagainya. Melalui kegiatan tersebut, para peserta disamping mengikuti acara pertemuan, sebagian waktunya dapat digunakan untuk menikmati produk-produk wisata di daerah tempat kegiatan konvensi diselenggarakan. Semarang sebagai ibukota Jawa Tengah membutuhkan Convention and Exhibition Center dengan kapasitas yang besar untuk memenuhi syarat sebagai kota MICE. Jumlah acara yang digelar di Semarang pun terus bertambah tiap tahunnya, sehingga dibutuhkan fasilitas yang dapat menjawab permasalahan tersebut. Beberapa fasilitas ruang konvensi dan eksibisi di Semarang masih dalam kondisi yang terbatas. Mayoritas penyelenggara konvensi eksibisi memanfaatkan ruang - ruang pada beberapa hotel berbintang di Semarang, karena fasilitas dan kenyamanannya sudah terjamin. Namun sisi buruknya, ruang konvensi pada hotel-hotel tersebut belum dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan aktivitas konvensi maupun eksibisi secara optimal. Karena sebaiknya lokasi penyelenggaraan acara dekat dengan pusat kedatangan, fasilitas perkantoran, jasa, akomodasi penginapan, perdagangan, dan memilki tapak yang luas. Dengan melihat potensi kota dan keterbatasan fasilitas konvensi yang tersedia di kota Semarang, maka dibutuhkan suatu fasilitas yang mampu mewadahi berbagai kegiatan konvensi dan eksibisi dengan segala fasilitas pendukungnya yang memadai.
APARTEMEN MAHASISWA UNIVERSITAS DIPONEGORO SALSABILA RYANANDITA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro merupakan salah satu perguruan tinggi favorit di Indonesia. Universitas Diponegoro selalu menerima mahasiswa baru setiap tahunnya. Mahasiswa baru Universitas Diponegoro tidak hanya berasal dari Kota Semarang, namun juga berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Mahasiswa Undip yang berdomisili dari luar Kota Semarang membutuhkan tempat tinggal atau hunian untuk menjalani kegiatan perkuliahan. Walaupun mahasiswa bukanlah penduduk yang tercatat secara permanen, namun pertambahan jumlah mahasiswa di Tembalang mempengaruhi pertambahan penduduk permanen di Kecamatan Tembalang. Menurut BPS Kota Semarang (2020), kepadatan penduduk di Kecamatan Tembalang cukup tinggi yakni sebesar 4,3 %. Kebutuhan hunian mahasiswa yang semakin tinggi tiap tahunnya, menyebabkan semakin banyaknya kos-kos yang dibangun oleh masyarakat sekitar yang menyebabkan berkurangnya lahan terbuka hijau dikawasan Tembalang. Oleh karena itu, kebutuhan akan hunian tempat tinggal terutama hunian sewa di Universitas Diponegoro cukup tinggi dan belum terpenuhi secara efektif. Apartemen mahasiswa diharap dapat memenuhi kebutuhan hunian mahasiswa dengan penggunaan lahan di kawasan Tembalang yang terbatas. Selain itu, diharapkan menjadi suatu wadah bagi mahasiswa sebagai ruang komunal dalam melakukan kegiatan akademis maupun non akademis dengan penyediaan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh mahasiswa.
KENDAL CITY HOTEL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR TROPIS VIDYA VIRYA KARTIKA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kendal saat ini telah berkembang semakin pesat. Tidak hanya dari bidang pariwisata dan pendidikannya saja, melainkan juga dari bidang jasa, industri, dan perdagangan. Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kendal semakin meningkatseiring dengan berkembangnya infrastruktur dan juga adanya pembangunan Kawasan Industri Kendal (KIK). Jumlah investor yang semakin meningkat, memberikan dampak yang cukup besar kepada Kabupaten Kendal. Ekonominya yang semakin berkembangdengan berdirinya Kawasan Industri Kendal (KIK) membuat Kabupaten Kendal membutuhkan sarana dan prasarana pendukung diantaranya seperti tempat penginapan berupa hotel yang berstandart internasional bagi para investor yang membutuhkantempat istirahat untuk keperluan bisnisnya. Selain itu, jalur pariwisata yang berkembang juga membuka banyak peluang untuk bisnis perhotelan. Kabupaten Kendal memiliki potensi sumber daya alam yang cukup menunjang untuk kelangsungan dan pengembangan kepariwisataan daerah. Menurut data dinas pariwisata, Kabupaten Kendal terdiri dari berbagai jenis objek wisata, seperti objek wisata alam, objek wisata budaya, dan objek wisata buatan manusia. Berdasarkan data yang didapat dari BPS Kabupaten Kendal, didapat data bahwa pada tahun 2018 terdapat 26 hotel di Kabupaten Kendal, dengan 1 hotel merupakan hotel bintang 3 sementara 25 lainnya merupakan hotel non bintang. Hal ini tentu saja menunjukkan masih kurangnya jumlah hotel yang layak (hotel berbintang) di Kabupaten Kendal untuk menunjang keperluan bisnis maupun mengakomodasi para wisatawan yang berkunjungCity Hotel dianggap tepat untuk dibangun di pusat kota Kabupaten Kendal, sebab hotel jenis ini mampu mengakomodasi wisatawan-wisatawan maupun business traveler yang berkunjung ke Kabupaten Kendal. `
REDESAIN STUDENT CENTER UNIVERSITAS DIPONEGORO AISYAH HANDAYANI PRIHATINI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Diponegoro atau dikenal dengan Undip adalah salah satu perguruantinggi terkemuka di Semarang, Jawa Tengah, Indonesia. Universitas Diponegoro tidak hanya mendukung dan memfasilitasi kegiatan akademis berupa aktivitas belajar-mengajar mahasiswanya, namun juga kegiatan non-akademis seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Organisasi Mahasiswa (Ormawa). Selain itu, belajar, diskusi dan mengerjakan tugas adalah bagian dari kegiatan mahasiswa. Untuk menunjang beragam kegiatan mahasiswa, baik segi akademis maupun non-akademis, Universitas Diponegoro memiliki wadah berupa Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) atau Student Center. Namun, pada kenyataannya dari 46 UKM yang ada di Undip, sedikitnya hanya 38 UKM yang memiliki ruangan sekretariat. Serta kapasitas Student Center Undip sudah tidak dapat menampung kegiatan mahasiswa, hal ini didasarkan pada data dari BEM Undip pada kegiatan UKM EXPO 2019, dimana dalam kurun waktu 3 hari Student Center dikunjungi oleh lebih dari3.000 mahasiswa. Dimana kapasitas Student Center hanya menampung berkisar 800-850 orang saja (Okezone News, 2013). Sehingga terjadi kekurangan ruang bagi UKM untuk melakukan kegiatannya. Dari uraian diatas, maka diperlukannya perubahan desain pada gedung PKM  dengan memperhatikan sirkulasi pengunjung dan kegiatan mahasiswa sebagai salah satu fasilitas kampus yang digunakkan bagi seluruh mahasiswa Undip.
XYLARIUM BOGORIENSE AZKY ABDILLAH
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai Xylarium dengan jumlah koleksi spesimen terbesar di dunia, keberadaan Xylarium Bogoriense tidak lagi hanya sebatas tempat penyimpanan saja. Berdasarkan Incheon Declaration for Education 2030 dari UNESCO pada tahun 2015, Bahwasannya untuk setiap institusi dan program pendidikan harus memiliki sumber daya yang memadai dan cukup dengan fasilitas yang aman, ramah lingkungan, mudah untuk diakses dilengkapi dengan sumber daya pendidikan yang terbuka dan teknologi yang non-diskriminatif untuk semua pelajar baik anak-anak, remaja maupun dewasa. Maka seyogyanya Xylarium Bogoriense untuk dapat berperan sebagai fasilitas pendidikan yang terbuka sehingga seluruh kalangan baik bagi mereka dengan latar belakang peneliti botani maupun publik secara umum dapat memperoleh manfaat serta pentingnya keberadaannya dalam dunia pendidikan dan kehidupan secara umum.Di Xylarium Bogoriense sendiri banyak dari spesimen yang rusak karena rayap dan bubuk kayu. Hal ini karena pemeliharaan spesimen terhadap rayap dan bubuk kayu adalah melalui pembekuan dalam freezer yang kemudian diketahui bahwa freezer tersebut sudah rusak sejak tahun 2008 (Mandang Y. I., 2013). Hal ini menunjukkan tidak relevannya sistem penyimpanan yang ada pada Xylarium Bogoriense saat ini, sehingga dapat dikatakan tidak mampu memenuhi tugas terbarunya sebagai penjaga benda pusaka.Berdasarkan kondisi-kondisi yang telah disampaikan sebelumnya, terkait dengan posisinya sebagai Xylarium terbesar di dunia yang menjadikannya sumber informasi dan data pendidikan mengharuskan adanya keterbukaan akses bagi masyarakat luas, namun dalam waktu yang bersamaan dengan adanya perubahan paradigma Xylarium dari koleksi sains menjadi koleksi pusaka mensyaratkan baginya untuk dapat menjaga koleksi yang dinaunginya dari segala hal yang dapat mengancam keberadaannya. Oleh sebab itu, perancangan ini berusaha untuk  erencanakan dan merancang Xylarium Bogoriense dengan pendekatan inklusif, protektif dan aktual.
HOTEL RESORT BERBASIS ECO-ARCHITECTURE DI TAMAN NASIONAL UJUNG KULON, BANTEN HANIFAH KHANSA NURZAMAN
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Banten, Indonesia merupakan salah satu provinsi dengan potensi besar pada bidang pariwisata. Potensi wisata yang disuguhkan mulai dari pegunungan, wisata bahari, sampai wisata keanekaragaman hayati terdapat di provinsi Banten, Indonesia. Namun sayangnya potensi tersebut terbilang masih terpendam (admin_dipar,2020). Salah satu potensi besar yang terpendam tersebut adalah keanekaragaman hayati yang ada di Taman Nasional Ujung Kulon. Pada 1 Februari 1992, Komisaris Warisan Dunia UNESCO menetapkan taman nasional ini sebagai Situs Warisan Dunia kategori Alam (agr, 2018). Bersama dengan Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon juga disebutkan dalam penetapan Tanjung Lesung sebagai 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional sebagai potensi wisata alam dan ecotourism dalam Peraturan Pemerintah No. 50/2011 tentang rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional (RIPPARNAS) (Pandeglang, 2019). Ada banayak aktifitas ekowisata yang bisa di lakukan di Taman Nasional Ujung Kulon. Mulai dari penelitian, pelestarian, wisata, juga edukasi. Semua kegiatan tersebut tentunya membutuhkan fasilitas yang dapat mendukung keinginan mereka. Terutama fasilitas akomodasi yang menjadi tempat tinggal para wisatawan selama berada di Taman Nasional Ujung Kulon. Saat ini di Taman Nasional Ujung Kulon sudah terdapat beberapa fasilitas akomodasi. Namun sayangnya, hanya ada fasilitas akomodasi berbentuk seperti rumah tinggal sederhana yang tentu saja belum cukup memadai apa - apa saja kegiatan dan keinginan para wisatawan yang memiliki atribut berbeda - beda sehingga wisatawan kurang tertarik untuk melakukan wisata ditempat tersebut. Perancangan resort ini hadir sebagai bentuk pemecahan dari rumusan masalah dengan cara mengekspos dan menjadi perwajahan akan potensi pariwisata terpendam di provinsi banten khususnya dalam pariwisata keanekaragaman hayati di Taman Nasional Ujung Kulon, Banten dengan menjadi salah satu fasilitasi akomodasi yang mampu bersaing baik lingkup nasional maupun mancanegara. Perancangan resort ini menekankan konsep dalam bidang ekologi arsitektur, neo vernakular arsitektur dengan adaptasi pada arsitektur tradisional asli benten, suku baduy.
APARTEMEN DAN KANTOR SEWA DI KOTA SEMARANG MARIA CHRISTINA
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang yang berada pada daftar 10 wilayah metropolitan menurut Badan Perencanaan Pembangunan Nasionalmemiliki laju pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Hal tersebut mendorong pertumbuhan penduduk karena menjadi destinasi sasaran bagi masyarakat di daerah sekitarnya untuk menetap di Kota Semarang. Akan tetapi, peningkatan jumlah penduduk di Kota Semarang tidak diimbangi dengan ketersediaan hunian sehingga jumlah backlog kepemilikan dan kepenghunian di Kota Semarang pada tahun 2017 mencapai 163.643 dan 94.962. Dalam memenuhi permintaan akan ketersediaan hunian, perlu dipertimbangkan pemilihan lokasi strategis di pusat kota sehingga solusi yang memungkinkan pada lokasi dengan ketersediaan lahan terbatas adalah hunian vertikal. Perkembangan jumlah apartemen di Kota Semarang tersebut juga memberi dampak yang signifikan terhadap berbagai inovasi yang dilakukan pengembang untuk menawarkan nilai tambah dengan menghadirkan fasilitas yang modern dan lengkap dengan menggunakan konsep bangunan mixed use. Salah satu penerapannya adalah dengan mengkombinasikan apartemen dan kantor sewa sehingga pengguna dapat mengefisiensikan waktu yang dimiliki dalam satu lokasi untuk melakukan berbagai aktivitas. Kebutuhan kantor sewa dapat terlihat dari banyaknya jumlah perusahaan yang ada di Kota Semarang sebesar 21.467 Perusahaan Mikro Kecil dan 512 Perusahaan Besar Sedang pada tahun 2018.
HOTEL TRANSIT BANDARA INTERNASIONAL HALIM PERDANAKUSUMA NADIA MAYANG SARI
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DKI Jakarta selain sebagai pusat pemerintahan, juga dijadikan sebagai “transit point” dalam berbagai penyelenggaraan kegiatan yang berskala nasional maupun internasional. Hal ini berdampak pada industri penerbangan di DKI Jakarta. Mobilitas pergerakan penumpang Bandara Internasional Halim Perdanakusuma mengalami kenaikan tiap tahunnya. Tercatat dari tahun 2014 hingga tahun 2018 mengalami kenaikan rata-rata sebesar 49,95% pertahun. Kondisi ini memunculkan suatu pemikiran tentang perlunya pemenuhan kebutuhan terhadap sarana dan fasilitas penunjang yang mampu memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat. Diperkuat dengan keberadaan hotel berbintang di sekitar Kawasan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma yang masih minim. Atas hal-hal yang telah dijelaskan di atas, salah satu usulan dari pemenuhan kebutuhan dan pemecahan permasalahan ini dengan membangun Hotel Transit Bandara Internasional Halim Perdanakusuma dengan pendekatan desain Green Building sebagai sarana peristirahatan bagi penumpang pesawat yang mampu memberikan pelayanan yang cepat, efektif dan efisien, serta dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, baik pokok maupun penunjang, Sekaligus menambah alternatif pilihan hotel di kawasan Bandara Halim.
START UP CENTER : COLLABORATIVE SPACE DENGAN PENDEKATAN BIOFILIK ROSYIDA AYUNINGTYAS
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 152 (juni 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya Pemprov Jawa Tengah dalam meningkatkan usaha rintisan atau yang sering dikenal sebagai “Start up” semakin digencarkan selama setahun terakhir. Melalui program “Kembulan Digital: Hetero for Startup”, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberikankesempatan bagi perusahan rintisan untuk bersaing memberikan solusi atas berbagai permasalahan seperti pendidikan, UMKM, pariwisata, logistik dan transportasi, gaya hidup, agrikultur, dan hiburan untuk dicari solusinya dalam bentuk digitalisasi. Dalam pidatonya pada Oktober 2020 lalu beliau menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan ajang bagi anak muda agar bisa mengembangkan talenta kreatif dan inovatif. Sementara, peran pemerintah adalah memberikan fasilitas. Solusi atas permasalahan di atas yang dapat ditawarkan adalah sebuah bangunan kepemilikan Pemprov Jateng yang menjadi wadah bagi para pemula dibidang “Start up” untuk dibimbing oleh beberapa mentor terpilih yang merupakan senior dalam bidang “Start up” agar dapat mengembangkan perusahaannya sehingga mampu berdiri sendiri. Dengan cakupan satu wilayah Jawa Tengah, bangunan ini diperuntukkan bagi 1000 peserta yang terdiri dari 34 Kabupaten sehingga mendapatkan bantuan serta dukungan penuh dari Pemprov Jawa Tengah berupa serangkaian kegiatan seperti : Ignition, Networking, Workshop, Hacksprint, Bootcamp, dan Incubation (1000startupdigital.id, 2016). Serangkaian kegiatan tersebut akan dilaksanakan di fasilitas berupa Convention dan Exhibition Hall dan penginapan yang setara dengan Hotel bintang 2. Program Pemprov Jateng ini bersifat berkala dalam 2 minggu sekali sehingga anggotanya akan selalu bergulir agar dapat menghasilkan banyak perusahaan rintisan dalam setahun.