Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
940 Documents
APARTEMEN INKLUSIF RAMAH ANAK BERKONSEP CO-LIVING
Muttia Maudina Rahmah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan Ibu Kota ProvinsiJawa Tengah dimanaposisinyaberada di geostrategis, yaitu pada jalurlalulintasperekonomianPulauJawa yang membuatperkembangan di Kota Semarang melajupesat. Semakinpesatnyapertumbuhan Kota Semarang mengakibatkansemakinmeningkatnyaarusmigrasike Kota Semarang yang berdampak pada kepadatanpenduduk. Kepadatanpenduduk pada tahun 2019 mencapai 4.885 jiwa/km2 dari 4.628 jiwa/km2 di tahun 2017 (BPS, 2020). Peningkatanjumlahpenduduk yang tidakdiimbangidenganketersediaanlahanmenimbulkanmasalahterkaitpemenuhankebutuhanhuniansertakenaikanhargahunian. Permasalahanterkaithunian juga tidakterlepasdariadanyaTerdapatbonusdemografi yang membuatpresentasemasyarakatusiaproduktifmendominasi Kota Semarang. 1,18 juta (71,48%) pendudukusiaproduktif di Kota Semarang pada tahun 2021 (BPS, 2022) yang diprediksiakanmendominasipermintaanhunian. Namun, peningkatanpermintaanhunian dan peningkatanhargahuniantidaksebandingdengankondisifinansialpendudukusiaproduktif yang masihrelatifrendah dan belumstabil. Selainitu, setengahdaripendudukusiaproduktifberstatuskawinsehinggaadakemungkinanlahirnyagenerasiberikutnyayaituanak – anak. Untukmengakomodasihaltersebut, perencanaan dan perancanganapartemen yang ramahanakdenganpendekatandesaininklusifberkonsepco-living dapatmenjadisolusi. Pendekatandesaininklusif yang ramahanakmemungkinsemuapenghuni, khususnyaanak – anakdapattinggaldengansejahtera dan penerapankonsepco-living membuathargasewa yang dibebankan pada penghunilebihterjangkaunamuntetapdapatmenikmatifasilitaslengkapsekelasapartemenkonvensionalkarenaadanyafasilitas yang digunakansecarabersama.
RUMAH SAKIT KHUSUS ORTOPEDI DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR PERIILAKU DI KOTA YOGYAKARTA
Lianny Albar
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Belum terdapatnyasebuahfasilitaskesehatankhususuntukkesehatantulang di Kota Yogyakarta terlepasdaribanyaknyakasusmengenaikesehatantulangmasyarakatmenjadi salah satufaktordilakukanperencanaan dan perancanganrumahsakitkhususortopedi di Kota Yogyakarta. Dikarenakanpasienseringkaliharusdirujukkerumahsakitkhususortopedi di kota lain untukmendapatkanperawatan, haliniakanmemengaruhikondisipasienortopedi, mengingatsulitnyamobilitaspasienuntukmenjalaniperawatan di rumahsakitrujukan. Sehingga, diperlukansebuahfasilitaskhusus yang sama di Kota Yogyakarta untukmemberikanpelayananterkaitortopedi demi kemajuanfasilitasbidangkesehatan di wilayahnya. Perencanaan dan perancanganRumahSakitKhususOrtopedi di Kota Yogyakarta diharapkandapatmengakomodasipelayanankesehatantulangdenganmemperhatikanperilakusasaranpengguna di dalamnya
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU - PARU DENGAN PENEKANAN DESAIN GREEN HEALTH CARE DI SEMARANG
Jihan Khairunnisa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakanibukotaProvinsiJawa Tengah. Oleh karenaitukota Semarang dijadikanpusatdarisegalaurusanpemerintahankota Semarang maupunJawa Tengah. Salah satunyadenganadanyafasilitasumum di bidang, kesehatan.RumahSakitadalahfasilitasumum yang memberikanpelayanankesehatanuntuksemuamasyarakat yang ditunjang oleh saranaprasaranalainnya. RumahSakitkehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakatgunamenunjangkebutuhan dan kesejahteraanmasyarakat. Menurut data dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, jumlahpenderitasakit pada organ pernapasansemakinmeningkatsetiaptahunhinggatahun 2022. Hal inimenjadikankesehatan pada organ pernapasan sangat pentingterutama pada kondisipandemi Covid-19 yang dimana virus inilebihutamamenyerang pada organ pernapasan. Sehinggakebutuhanmasyarakatakanfasilitaskesehatanterkhususuntuk organ pernapasanmeningkat. Berdasarkan data diataspenyakit 1 yang paling banyakdiderita oleh masyarakat Kota Semarang adalahinfeksisaluranpernapasanatasakut dan faringitisakut. Keberadaanrumahsakitkhususparuini di Semarang belumtersedia, sehinggaperencanaan dan perancanganrumahsakitparuinidiharapkanuntukpemenuhankebutuhanmasyarakat Semarang. Dengankonsep green health care bangunaninidapatmemberikantempatternyamanuntukpasien, pegawaimaupunlingkungansekitar.
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU TIPE B DI KABUPATEN KUNINGAN
Amalia Dhea Herindawati
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Indonesia merupakannegaraberkembangdengantingkatpopulasi yang tinggi. Meningkatnyajumlahpendudukmenyebabkanbanyakdampakbagikehidupan, salahsatunyaadalahpenyakitparuakibatTuberkulosis (TB). PenyakitinidisebabkanolehMycrobacterium Tuberculosisdandapatmenularmelalui droplet saatpenderitabatuk, bersinataupunberbicara. Menurut WHO padatahun 2019, sebanyak 840 ribujiwaterinfeksipenyakit TB dengan 98 ribukasuskematianatausetaradengan 11 kematian/jam telahmembuat Indonesia menjadiperingkatkeduadengankasus TB terbanyaksetelahIndia. Tingginyajumlahkasus TB dan proses penyembuhan yang yangrelatif lama menyebabkanperlunyarumahsakitkhususparu yang dapatberfokuspadapenyembuhanpenyakitparu, khususnyaTB agar masyarakatdapatmelakukanscreeningdiniuntukmengetahuipenyakit yang dideritalebihawaldanmenjadilebihmudahuntukditangani. Menurutpenelitian, lingkunganalamimengakibatkanmanusiaberadapadakondisioptimalnyasehinggadapatmempercepat proses pemulihan. Namunsemakin lama lingkunganalamisemakinberkurang yang ditandaidenganmeningkatnyaemisikarbondiikutidenganperubahaniklimakibatefekrumahkaca. Sektorpembangunansendirimenyumbangemisikarbonsebanyak 50% sumberdayaalamberubahmenjadibahankonstruksidan 50% berupaoperasionalbangunan, halinisecaratidaklangsungmenginformasikanbahwaaspekarsitektur/ pembangunanberhubunganlangsungdengankonsumienergi.
REVITALISASI & PENGEMBANGAN STASIUN KERETA API KARAWANG DENGAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)
Muhammad Ganendra Wijaksana
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kabupaten Karawang saat ini memiliki berbagai jenis angkutan umum, salah satunya adalah kereta api. Kebutuhan akan kereta api sebagai sarana transportasi massal cukup tinggi bagi masyarakat Karawang. Hal ini terindikasi dari bertambahnya jumlah penumpang pada seluruh stasiun di Karawang, terdapat juga rencana dari Pemerintah Kabupaten Karawanguntuk menghadirkan KRL Commuter line dan pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD) sebagai bentuk upaya untuk mewadahi kebutuhan transportasi umum masyarakat. Salah satu stasiun kereta api yang berpotensi untuk mejadi wadah dari rencana pengembangan ini adalah Stasiun Kereta Api Karawang. Akan tetapi, kondisi Stasiun Kereta Api Karawangsaat ini dinilai kurang layak akibat usianya yang sudah tua dan tidak adanya pengembangan signifikan. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah program dan fasilitas baru untuk meningkatkan kelayakan dari stasiun.
REDESAIN AQUATIC CENTRE DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIGH TECH
Daffa Auriely Athaya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kebutuhan akan sarana olahraga renang dan sulitnya menemukan fasilitas pendukung bagi para atlet berprestasi yang dapat digunakan untuk berlatih maupun bertanding, mendorong sebuah ide untuk memberikan fasilitas berupa aquatic centre, yaitu sebuah ruang atau lapangan yang digunakan sebagai tempat atau media untuk melakukan aktivitas fisik di air yang bertujuan untuk memperkuat serta menyehatkan tubuh yang memiliki fasilitas pendukung lain untuk memenuhi kebutuhan sebuah kolam renang. Kota Pekanbaru akhirnya membangun sebuah kawasan sport centre termasuk dengan aquatic centre di dalamnya yang ditujukan untuk mendukung pelaksanaan PON 2012 lalu. Namun, seiring berjalannya waktu banyak fasilitas-fasilitas yang sudah tidak berfungsi dikarenakan kurangnya perawatan dan lain hal. Sehingga, para atlet harus mencari tempat alternatif lain untuk berlatih yang tidak memenuhi standar nasional dan dirasa kurang layak. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan serta perubahan desain pada Aquatic Centre Pekanbaru yang dapat memenuhi kebutuhan para penggunanya.
RUMAH SUSUN DI SEMARANG BERBASIS UNIVERSAL DESIGN
Fatkhiyatul Imamah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Berdasarkan Perkim.id, pada tahun 2017 Semarang menempati salah satu angka backlog tertinggi di Jawa Tengah, yaitu dengan angka backlog kepemilikan sebesar 163.643 unit dan angka backlog penghunian mencapai 94.962 unit. Jumlah keluarga yang tinggal di rumah tidak layak huni mencapai 5296 kepala keluarga. Sedangkan untuk luas permukiman kumuh di kota Semarang mencapai 120.91 hA. Selain permasalahan backlog/kurangnya hunian, terdapat pula masalah kurangnya lahan untuk hunian tersebut. Oleh karena itu, pembangunan hunian tidak hanya diwujudkan secara horizontal, namun juga diwujudkan secara vertikal, salah satunya dalam bentuk rumah susun. Atas dasar tingginya minat masyarakat terhadap rumah susun, tetapi rumah susun yang tersedia masih kurang jumlahnya, dan bersamaan dengan angka backlog yang cukup tinggi, rumah susun menjadi solusi untuk menyediakan hunian yang layak untuk masyarakat berpenghasilan rendah atau umum.Pembangunan rumah susun juga dapat menjadi alternatif untuk menangani keterbatasan lahan khususnya di Kota Semarang. Dalam berbagai kasus desain bangunan publik rumah susun, masih banyak yang belum memenuhi konsep ramah difabel dan lansia. Jumlah lansia dan penyandang disabilitas yang cukup tinggi di Semarang, menjadi acuan desain rumah susun berkonsep Universal Design, sehingga semua orang baik itu orang normal maupun orang berkebutuhan khusus dapat menghuni dan menggunakan fasilitas rumah susun dengan nyaman.
AUTISM CARE CENTERDENGAN PRINSIP ASPECTSS DESIGN INDEX
Tsabitah Sukma Hapsari
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Autismeadalahcontohkekurangan mental yang dialamianakdengangejalatidakmampubersosialisasi, mengalamikesulitanmenggunakanbahasa, berperilakuberulang-ulang, sertabereaksitidakbiasaterhadaprangsangansekitarnya (Yatim, 2002).Menurut data dari BP-DIKSUS, Kota Semarang mempunyaijumlahsiswaautismetertinggiketiga di Jawa Tengah, setelah Kota Surakarta dan KabupatenSukoharjo (Alfinna dan Santik, 2019). Di Kota Semarang, fasilitasterapiautisumumnyamerupakanbangunanrumahtinggal yang dialihfungsikanmenjaditempatlayananterapisehinggapendekatandesainawalbangunandapatkurangsesuaidenganperilakuanakautis. Di tahun 2013, sejumlaharsitekmempublikasikansuatukerangkakonsepfasilitatifarsitekturuntukautisme yang diwujudkanberdasatkanriset. Kerangkakonsepinibernama The Autism ASPECTSS Design Index yang dapatmenjadipedomanbagiarsitekataupenyedialayananuntukautisme. Kota Semarang masihmemerlukanfasilitasberupa Autism Care Center yang dapatmengakomodasikebutuhananakautis, baikdarisegikebutuhanterapimaupunkebutuhanpendidikandasaruntukmembantutumbuhkembangnya. Dalammenyusunperencanaan dan perancanganakandigunakan ASPECTSS Design Index sebagaipedomandesain.
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU PARU PROVINSI RIAU DENGAN PENDEKATAN DESAIN ARSITEKTUR BIOFILIK
Qhayza Dara Intan Atlasya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pencemaranudaramerupakanmasalahlingkungan yang sangatmengganggukegiatansehari-hari. Pencemaranudaraterjadikarenamasuknyapolutankedalamatmosfersehinggamenurunkankualitasdanfungsiudara. Polutanmerupakansuatuzatataubahan yang melebihiambangbatassertaberadapadawaktudantempat yang tidaktepatsehinggaberbahayabagi lingkungan. Riau sendiri telah mengalami pencemaran udara akibat kebakaran hutan selama 22 tahun dalam periode 1997 sampai dengan 2019. Tercatat pada tahun 2014, 2015, dan 2019 adalah kebakaran hutan terparah selama 22 periode. Hal ini menyebabkan dampak penyakit saluran pernafasan di masyarakat, berikut data jumlah masyarakat yang terdampak penyakit pernafasan menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau pada tahun 2014, 2015, dan 2019. Berdasarkanhaltersebut, Riau harussiagabencana asap darisegifasilitaskesehatanpernafasan. Di Riau tepatnya di Pekanbaru, pelayananfasilitaskhususpernafasandanparu-parumasihbelummemadai, karenamasihhanyamengandalkandokterspesialisparu-paru yang tersedia di beberaparumahsakitumum. Hal inibisadibuktikandarijumlahkeseluruhanmasyarakat Riau yang terjangkitpenyakitsaluranpernafasanmencapai >100.000 jiwapadaperiode 2015-2018.
RAWA PENING RESORT DAN HOTEL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR BIOKLIMATIK
Ignatia Diandra Martini Kuswardhani Arumpputri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Rawa Pening merupakan danau alami yang memiliki luas area mencapai 2.670 hektar dan terletak di Provinsi Jawa Tengah. Selain letaknya yang berada di area strategis, pada sekitar area Rawa Pening terdapat fasilitas perahu untuk menjelajahi area rawa membuat Rawa Pening dapat menjadi salah satu landmark Jawa Tengah. Selain itu Rawa Pening juga memiliki potensi alam yang luar biasa sehingga layak untuk dikembangkan sebagai objek wisata kelas dunia dan prioritas pengembangan pariwisata. Namun dibalik potensi yang luas biasa tersebut, Danau Rawa Pening masih kurang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang memadai bagi wisatawan yang berkunjung. Sehingga dapat menjadi peluang untuk membuat inovasi yang memberikan fasilitas penunjang untuk pariwisata di Kabupaten Semarang. Selain memiliki potensi alam yang luar biasa, Danau Rawa Pening juga memiliki potensi iklim yang cukup baik. Sehingga iklim tersebut akan dimanfaatkan dengan memaksimalkan pencahayaan dan penghawaan alami untuk proses perancangan. Perancangan yang memanfaatkan potensi iklim dari lingkungan sekitar disebut dengan Arsitektur Bioklimatik.