Jurnal Poster Pirata Syandana
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles
940 Documents
RUSUNAMI DENGAN KONSEP KAMPUNG SUSUN DI SEMARANG
Surya Adi Nugroho
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Kota Semarang merupakan salah satu kota metropolitan terbesar di Indonesia. Hal itu berdampak terhadap perkembangan ekonomi, baik dari sektor industri, pariwisata, perdagangan dan jasa. Arus migrasi yang mengalami peningkatan membuat kepadatan penduduk semakin tinggi sementara lahan untuk tempat tinggal akan semakin berkurang. Dari banyaknya sektor industri yang ada di Kota Semarang berkaitan dengan tingkat penyerapan tenaga kerja. Tenaga kerja yang dibutuhkan tidak hanya berasal dari masyarakat sekitar, namun juga masyarakat perantauan dari luar daerah Kota Semarang. Adanya peningkatan tenaga kerja perlu diimbangi dengan fasilitas tempat tinggal yang memadai. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Irfiyanti & Mana (2014) sebagian besar responden penelitian dari buruh industri Wijayakusuma, 74% hunianrespondenmasihdiadakansecara informal dan hanya 26% yang tinggal di huniandenganpolapengadaan formal (dibangun oleh suatuusahaatau badan hukumseperti developer atauperumnas), darihaltersebutmenunjukkanbahwapemenuhankebutuhanhunianburuhindustri oleh usahaatau badan hukummasihrendah. Salah satusolusiuntukmemenuhiadanyakebutuhanhuniandariburuhindustriyaitumengembangkanhunianvertikalsehinggabisatanpamengurangiRuang Terbuka Hijau (RTH) kota yang banyak. Rumahsusunberfungsisebagaibangunanhunianvertikal yang turutmemenuhikebutuhanhunian yang ada. Konsep kampung susundipilih agar interaksiantarpenghunisertasuasanadalamhunianlebihcair dan salingmembaur. Selainitu, konsepinimenyesuaikandarigayahidupmaupunbudayadaripenghunirumahsusun.
RELOKASI BANDAR UDARA WISATA DEWADARU DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN
Daffa Maulana Rifli
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
KepulauanKarimunjawamerupakandaerah yang lokasinyaberada di sisiutarapulaujawa dan ditengahlautjawa, denganletaknya yang strategis, Karimunjawamerupakan salah satudestinasiwisatabagiwisatawanbaik local maupunmancanegara, semakinmeningkatnyajumlahwisatawantiaptahunnyaberdasarkan pada data dinaspariwisatamembuat mode saranatransportasibaikmelaluijalurlautmaupunudaramenjadi overcapacity untukmenampungbanyaknyawisatawan. Salah satu yang berdampakadalah bandar udaraDewadaru, tercatatjumlahpenumpang bandar udaraDewandaru juga mengalami overcapacity akibatmelonjaknyajumlahwisatawan. Untukitudiperlukanrencanapengembangan dan peningkatansaranatransportasiuntukmenunjangjumlahwisatawandisana. Penambahankonsepbangunanmenjadi salah satupertimbangansepertidenganmempertimbangkandaerahlingkungansekitar yang didominasi oleh kawasanperhutananmakadapatmenggunakankonsepbangunan biophilic design, selainitupenyesuaiandenganbudayasekitar juga dapatmenjadipertimbangan lain dalamkonsepperencanaan. Pengembangan initidakhanyauntukmeningkatkanjumlahkapasitas yang tersedia pada bangunantetapi juga berdasarkan pada kriteria yang sesuaidengan standard, selainitu factor lain untukmenunjangpariwisatadenganpemberianfasilitas-fasilitrassepertipenginapanmaupuntempatwisatalainnyadisekitarlokasi bandar udara yang dapatmeningkatkandayatariktersendiribagiwisatawan.
CREATIVE HUB AND PRIVATE OFFICE DI SEMARANG DENGAN PENDEKATAN BIOPHILIC DESIGN
Ciptety Trisya Pramesti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sektor Ekonomi Kreatif di Indonesia menyumbangsebanyak 7,24% dari total keseluruhanangkaProdukDomestikBruto (PDB) Nasional. SektorIndustri Ekonomi Kreatifdinilaiakanmenjadikatalisatorbagipertumbuhanekonomi Indonesia di tengahpertumbuhanekonomi global. Kota Semarang yang merupakanibukotaJawa Tengah yang tentunyamenjadipusatsegalapemerintahanberhasilmemuncakiperingkatpertamadenganjumlahpelakuusahadalamsektor Ekonomi Kreatif di Jawa Tengah. Sebanyak 6.946 pelakuusahadariberbagaisubsektorekonomikreatifterdaftar oleh Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang dan bekerjasamadenganpemerintahdalamberbagaievent yang diadakan di Semarang.Denganbanyaknyapotensi dan perkembangan yang adadalamsektorIndustriKreatif di Kota Semarang, masihbanyakpelakuEkraf yang tidakmemilikiwadahuntukberkembang, maupuntidakmemilikipanggunguntukmemamerkannya. Belum adanyaruangpublik di Kota Semarang yang dapatmewadahiseluruhkegiatan para pelakuEkrafdalamskalabesar. AdanyaLandasan Program Perencanaan dan PerancanganArsitekturdisusununtukmenjawabsegalapermasalahan yang ada, denganmerancangsebuahCreative Hub yang konsepnyadiseusaikandengankarakteristikpenggunayaitupenggunaMilenials dan karakteristikDigitalisasi 4.0 melaluipendekatanarsitekturBiofilikuntukmenciptakanekosistemkerja yang baik.
LIFESTYLE BOUTIQUE HOTEL
Muhammad Badzlin Abyudaya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pertumbuhankotasertadayatarikwisata di Jawa Tengah cenderungnaik per 2020. Pertumbuhaniniterjadiberkatmulaiberkembangnyadaerahdaerah di Jawa Tengah salahsatunyaKabupatenBanyumas.TercatatpadabukuPariwisataJawa Tengah, pengunjungkeKabupatenBanyumasnaik217% daritahun 2018 ke 2019. Dan ditahun 2020 masukdalam 5 besarjumlahwisatawan di JawaTengah. Meskipunpadatahunberikutnyasempatturunakibat pandemic Covid-19, namunkondisitersebuttidakberlangsung lama danbahkanmemunculkanfenomena “Staycation”. Efekpandemi yang mengharuskan orang tetapdirumahcenderungmenjadikan orang bosandanakhirnyainginkeluarmencarisuasanabaruataumenghilangkan stress, namunkarenatempatwisatajugaterbatasakhirnyamemutuskanuntukmenginap di hotel yang memilikifasilitascukupuntukdapatmenikmatikeseharian. Hal tersebutterbuktidengan data TPK (Tingkat PenghunianKamar) yang naikdibandingkanpengunjungwisata yang cenderungturun. Kondisiinimengakibatkan para pengembang hotel perlumelakukanadaptasidaninovasiuntukmenarikwisatawandenganmenawarkanpengalaman yang tidakhanyasekedarmenginap. Salah satuinovasitersebutadalahdenganmenghadirkanKonseplifestyle merupakansebuahkonsepuntukmerespontrenataupunfenomena yang sedangterjadidenganmemberikanlayanan yang efektif. Olehkarenaitu, dibutuhkansebuahperancanganlifestyle boutique hotel.
RUMAH SUSUN NELAYAN DI PANJANG BARU KOTA PEKALONGAN DENGAN PENEKANAN BANGUNAN HIJAU
Ahmad Khairu Miezan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
KotaPekalonganmerupakandaerahpesisiryangmemilikiwilayahberlangsungberbatasandenganlautjawa.Panjang Baru merupakan salah satu kelurahan yang berada di kecamatan Pekalongan Utara terdapat sebuahkampungnelayanyangdimanarata-ratamasyarakatnyabermatapencahariannelayanadadiRW 9danRW10. Menurutdata DinasPerumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman KotaPekalongan Tahun 2020, KecamatanPekalonganUtarayangmerupakandaerahpesisirpantaiterutamapadaKawasanLojiyangmemilikiareapermukimankumuhyaitudenganluas94,34ha. Permukimankumuhini merupakanrumah warga miskin tidak layakhunidimana tercatat sebagian besar berada di Kecamatan Pekalongan Utarakarenapermasalahandiwilayahyangselaluterdampakbanjirrobdanmenimbulkanlingkungan yang kumuh. Sehinggadiperlukannyatempathunianberuparumahsusunyangnyaman dan layakbagipenghuninyasertadapatmenunjangaktivitaskebutuhanpenghuninyasebagainelayandan membangun sebuah bangunan dengan pernerapan bangunan hijauyang dapatmenghematenergisehingga lebih efesien.
RUMAH SAKIT UMUM TIPE B DENGAN FASILITAS P.I.E. (PELAYANAN INFEKSIUS EMERGING) DI KECAMATAN MIJEN KOTA SEMARANG
Attallah Abiyu Naufal
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pandemi COVID 19 terjadi Pada September 2019 ditemukannyasebuah virus baru yang berasaldari Wuhan, China, yang menyebabkanbanyak orang di wuhanpingsansecaratibatibadalamaktivitasnya, penyebaran virus corona bermuladari "pasar basah" di Wuhan, China yang menjualhewanhidup dan mati, termasuk ikan dan burung. Pasar-pasar sepertiitumenimbulkanrisiko yang lebihtinggidari virus yang berpindahdarihewankemanusiakarenastandarkebersihansulitdipertahankanjikahewanhidupdipelihara dan disembelih di lokasi. Penyebaranyamewabahke negara lainyamelalui orang orang yang berpergiandengantransportasiudara Pada Pertengahantahun 2021 terjadilonjakankasusakibatvarianbaru Delta yang lebihmudahmenyebardari Covid 19 sebelumnya dan adanya mudik lebaran, banyak korban covid 19 varian Delta yang berjatuhan, banyaknyamasyarakat yang terjangkit covid19 membuattenagamedis dan rumahsakitkewalahan , akibatnyabanyakmasyarakat yang meninggal dunia karenatidakdapatditanganitepatwaktukarenakebutuhanruang di rumahsakit yang tidakmemadai , kebutuhan ruang di igd dan icuisolasisangat minim sehinggabanyakpasien yang ditolak oleh rumahsakitsehinggabanyak korban yang meninggalakibattidakdapatditanganitepatwaktu Pada awal 2022 tahuninikembaliterjadilonjakankasus covid varianbaru Omicron setelah Indonesia sempatmengalami 0 pertambahankasus pada akhirtahun 2021 akibatbanyakmasyarakat yang mulailalaiakibattahunbaru dan penyebaranvarian omicron yang jauhlebihcepat. KecamatanMijenmerupakan salah satukecamatanterluas di Kota Semarang denganjumlahpendudukmencapai 78,468 jiwa, dan adanyaperencanaanpembangunankotasatelit Bukit Semarang Baru (BSB) dan tingginyakasus covid 19 di Kota Semarang. menjadikankebutuhanRumahSakitUmumkategori B menjadiurgensi di KecamatanMijenuntukrujukandarisarana Kesehatan lainnya Merespondaripermasalahan tersebut ,pembangunan rumahsakitkelas b denganfasilitas P.I.E. ( Pelayananinfeksius emerging) di kecamatan merupakan pilihan yang tepat karenakebutuhantempattidurdenganjumlah minimal 200 TT , desainrumahsakit yang akandidesainsedemikianrupa agar dapatmenyesuaikan kondisipandemi yang terjadi dan kondisisetelahpandemiberakhir .
PENGEMBANGAN STASIUN TABING BERBASIS TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT (TOD)
Ni matul Aufa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan ibukota, Kota Padang memiliki aksesibilitas layanan jasa transportasi yang beragam, mulai dari jalur darat, udara, juga perairan. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam memilih moda transportasi yang diinginkan. Salah satu moda transportasi yang cukup diminati masyarakat Kota Padang yaitu kereta api, dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah penumpang sebanyak 35% dari tahun 2017-2020. Disamping itu Pemerintah Kota Padang saat ini sedang menerapkan penggunaan moda transportasi massal yang terintegrasi untuk mendukung Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Padang, salah satunya mengenai rencana pengembangan Stasiun Kereta Api Tabing yang terintegrasi dengan BRT dan monorel.Stasiun Tabing sendiri merupakan stasiun kereta api yang terletak di pinggir jalan utama dan menghubungkan pusat kota Padang dengan Bandara internasional Minangkabau (BIM). Perencanaan pengembangan Stasiun Tabing juga didukung oleh peningkatan jumlah penumpang yang belum diimbangi dengan fasilitas-fasilitas yang memadai. Oleh karena itu PT. KAI menilai bahwa dibutuhkannya peningkatan kualitas pelayanan Stasiun Tabing agar masyarakat lebih percaya dan memilih menggunakan jasa transportasi kereta api. Penerapan konsep Transit Oriented Development (TOD) pada pengembangan kawasan stasiun Tabing ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menggunakan angkutan transportasi massal yang aman dan nyaman, serta menjadikan Stasiun Tabing sebagai stasiun terpadu dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya.
RESORT DI RAWA PENING DENGAN PENDEKATAN KONSEP ORGANIK
Maitsaa Darin Marsaa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Tidak bisa dipungkiri, sandang, pangan, dan papan merupakan kebutuhan yang pokokbagi setiap makhluk hidup. Dalam bertahan hidup manusia perlu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya. Dalam berusaha untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, manusia tak sering menemui titik jenuh dan merasa lelah. Berwisata merupakan kegiatan yang dilakukan manusia untuk mengembalikan stamina yang hilang saat merasakan titik jenuh dan lelah. Berwisata menjadi kebutuhan manusia demi menghilangkannya titik jenuh dan rasa lelah. Menurut Badan Pusat Statistik Indonesia, tahun 2020-2021, tempat rekreasi di kabupaten semarang, khususnya Rawa Pening, menduduki peringkat ketiga dengan jumlah pengunjung terbanyak setelah tempat rekreasi Candi Gedongsongo dan Cimory on The Valley, hal ini menandakan kawasan Rawa Pening termasuk kedalam daerah yang masih diminati sampai sekarang oleh pengunjung untuk berwisata. Disisi lain, Rawa Pening merupakan salah satu dari 15 danau yang diutamakan di tingkat nasional yang merupakan warisan Provinsi Jawa Tengah. Rawa Pening tidak hanya memiliki nilai ekonomi dan nilai ekologi yang tinggi tetapi juga menjanjikan tawaran keadaan lingkungan seperti rawa dan persawahan yang cantik untuk menarik datangnya pengunjung. Dengan adanya kemampuan Rawa Pening menjadi tujuan tempat rekreasi oleh wisatawan semakin mengharuskan adanya peningkatian kualitas fasilitas rekreasi. Belum adanya penginapan berbintang di kawasan Rawa Pening menjadikan kawasan ini menjadi sangat cocok sebagai lokasi perancangan resort sebagai fasilitas penunjang kegiatan pariwisata yang ada di Rawa Pening. Fasilitas resort yang disebut wajib mengacu pada tujuan resort yaitu sebagai tempat wisatawan bersantai dan berlibur. Dimana perancangan resort tetap memperhatikan keadaan alam di Kawasan Rawa Pening, dan sebisa mungkin tidak merusak ekologi yang ada di danau Kawasan Rawa Pening. Konsep desain bangunan di area industri dengan dasar tujuan pariwisata yang dapat memberikan kesan berbaur pada alam sekitarnya salah satunya adalah konsep arsitektur organik. Tidak hanya menjaga ekologi sekitar tetapi juga dapat mendukung kegiatan pariwisata yang terdapat di Kawasan Rawa Pening. Berdasarkan penjelasan-penjelasan di atas, penulis mengambil sebuah kesimpulan yaitu Perancangan Resort Di Kawasan Rawa Pening dengan Pendekatan Konsep Organik dapat dijadikan fasilitas penunjang kegiatan pariwisata yang ada di Rawa Pening dan dapat meningkatkan jumlah pengunjung yang datang setiap tahunnya.
APARTMENT DAN RENTAL OFFICE DI KOTA SEMARANG DENGAN PENERAPAN KONSEP BANGUNAN HIJAU
SALMA ALITYA WAHYU SUSILO
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 153 (Desember 2021)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Semarang merupakan Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah, dimana perkembangan infrastuktur Jawa Tengah berpusat pada kota ini. Berkembangnya infrastruktur menyebabkan meningkatnya minat akan hunian di Kota Semarang. Pada tahun 2018 hampir 76% luas kawasan yang direncanakan sebagai kawasan pemukiman di Kota Semarang sudah terbangun oleh rumah tinggal warga. Hal ini menyebabkan perlu adanya pengoptimalisasi sisa tapak guna hunian di Kota Semarang. Selain dalam sektor hunian, perkembangan infrastruktur pun berdamak pada meningkatnya minat tenaaga kerja di Kota Semarang. Menurut Pemerintah Kota Semarang, sejak tahun 2015 jumah minat akan tenaga kerja terus mengalami peningkatan sehingga membutuhkan lahan untuk menampung aktivitas para pekerja Peningkatan kedua sektor tersberupa kantor. Peningkatan pada kedua sektor tersebut berbanding urus dengan kebutuhan akan lahan guna di Kota Semarang. Hal ini menyebabkan semakin menurunnya jumlah ketersediaan lahan khusunya guna hunian dan perkantoran di kota ini. Untuk mengatasi menurunnya jumlah ketersediaan lahan guna hunian dan perkantoran, maka perlu adanya sebuah wadah yang dapat menampung kedua aspek kegiatan tersebut sekaligus.
SEMARANG INCLUSIVE RECREATIONAL COMMUNITY CENTER
Stevan Hermawan
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Seringkalikaumdisabilitasdi Indonesia mengalamitindakandiskriminatifbaikdariindividu, lembaga, danmasyarakat. Stigma kaumdisabilitasyang dipandanglemaholehmasyakatkitamembuatkonotasi yang negatifpadakaumdifabelsepertiketidakmampuandalambekerja, lemah, ketidakmampuanfinansialdan lain-lain yang membuatkesan “layak” untukdisantuni (Masduqi,2010). Kota Semarang merupakansalahsatukotabesar di Indonesia yang memilikijumlahpenduduksebanyak1,65 juta jiwa (Badan Pusat Statistik, 2020). Dengan jumlah penduduk penyandang disabilitassebanyak3.243 orang sedangkan jumlah keseluruhan masyarakat disabilitas Kota Semarang yaitu 5.800 orang (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) Kota Semarang tahun 2020). Namun sayangnya warga masih merasa kota Semarang masih belum ramah disabilitas. Hal tersebut dilontarkan oleh Ketua Yayasan Satu Harapan Didik Sugiarto meminta untuk Pemkot Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas publik yang ramah kaum difabel. Beliau juga mengeluh terhadap salah satu proyek fasilitas publik di Kota Semarang yaitu Museum Bubakan yang tidak ramah difabel, padahal terkait fasilitas publik yang ramah difabel sudah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas (mediaindonesia.com 2021). Terrdapat salah satu komunitas kelompok Difabel di Semarang yaitu Komunitas Sahabat Difabel yang mana komunitas ini merangkul dan juga memberikan dukungan terutama pemberdayaan bagi kaum difabel di Kota Semarang. Komunitas ini berfokus untuk pengembangan kualitas SDM khususnya untuk masyarakat disabilitas. Namun terkait kondisi fisik dari komunitas tersebut juga belum begitu baik. Oleh karena itu, perlu adanya ruang publik dalam wujud Community Center dengan konsep Inclusive Recreational Community Center di Kota Semarang untuk dapat melengkapi fasilitas rekreasi publik di Kota Semarang yang bersifat inklusif.