cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
BALI INTERNATIONAL CIRCUIT Karima Az_Zahra
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trek balapatauraceways jarangdianggapsebagaifasilitaspublik, bahkanlebihjarangdianggapsebagaisolusikesehatanbagimasyarakatsecaraluas, yang mana halinijustrumerupakanimplikasi yang salah. Pasalnya, trek balapdapatdijadikansuatupelampiasanbagimereka yang menggemariindustriotomotifsebagaipelepaspenat dan waktuluang, khususnyaindividu yang menggunakanjalanumum dan jalanrayauntukmelakukanbalapan, mengujisertamenyetelpeningkatankendaraanmereka. Bali merupakandestinasiwisataandalan di Indonesia yang sangat terkenalhinggamancanegarasebabmemilikiberbagaiobjekwisataalam yang memanjakanmatasertadenganberbagaivariasi. Keindahanalam Bali juga didukung oleh keunikanbudayanya yang eratdengan Agama Hindu.  Kehadiranraceway di Bali akanmenarikbanyakpengunjung dan akanmeningkatkanekonomilokal. Perancanganinidilakukan di Jembrana, Bali, untukmendongkrakperekonomian dan dayawisata di Jembrana. Perancanganiniakanmenghasilkan output desain trek balapmobil Formula 1 yang hi-techdenganpendekatan-pendekatankepadamakna dan arsitektur Bali agar konseptualterhadappemilihanlokasitapak. Harapannyaialah agar raceway akanberdampak pada kesehatan mental masyarakatdenganmenghilangkansejumlahbesarajangkecepatan dan balapjalanankemudianmenggantikannyadengan trek balap.
REVITALISASI TAMAN BUDAYA RADEN SALEH Jessica Viona Karenina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang sebagai Ibukota Provinsi Jawa Tengah, sudah seharusnya menjaga dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang sudah ada supaya tidak semakin tergerus oleh kemajuan zaman. Salah satu cara untuk menjaga dan mengembangkan kesenian dan kebudayaan yang ada, adalah dengan menyediakan fasilitas yang memadai untuk masyarakat dapat belajar dan menikmati kebudayaan. Terdapat beberapa tempat yang dapat dijadikan sebagai pusat seni budaya di Kota Semarang, dan salah satunya adalah Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), yang terbuka bagi masyarakat dan komunitas seni, dapat dimanfaatkan untuk seminar, pameran, dan pementasan kegiatan kesenian. Di dalamnya terdapat empat gedung utama, yaitu Gedung Kesenian Ki Narto Sabdho, Kantor Pengelola TBRS, Gedung Serba Guna, dan Kantor Dewan Kesenian Semarang (Dekase), serta beberapa bangunan pendopo berbentuk joglo. Pada tahun 2015 terdapat wacana untuk mengubah kembali fungsi taman budaya menjadi kawasan wisata Trans Studio, hal ini tentu mendapatkan protes dari kalangan seniman dan juga masyarakat sekitar. Pemerintah  dinilai kurang serius terhadap perkembangan seni dan budaya di Kota Semarang dibuktikan dengan wacana pengubahan fungsi dan juga minimnya perawatan pada Taman Budaya Raden Saleh yang mengawali perkembangan seni budaya di Kota Semarang. Seiring dengan berjalannya waktu, masyarakat menilai kondisi Taman Budaya Raden Saleh kurang berkembang dikarenakan joglo yang difungsikan sebagai sanggar sudah rusak, teater terbuka yang kotor, serta kondisi gedung yang sudah tidak terawat membuat taman ini kurang diminati baik oleh masyarakat maupun komunitas penggunanya sendiri. Taman budaya ini dirasa masih kurang memadai sebagai tempat pementasan kesenian budaya dengan pengunjung yang cukup banyak. Taman Budaya Raden Saleh semakin tertinggal dan tidak terawat, menyebabkan para kelompok seni kehilangan tempat untuk berkegiatan, maka dari itu perancangan ini mengangkat judul “Revitalisasi Taman Budaya Raden Saleh” dengan menggunakan pendekatan desain neo vernakular. Diharapkan dengan perancangan ini dapat terbentuk adanya rancangan pengembangan kawasan Taman Budaya Raden Saleh yang sesuai dengan fungsi taman budaya, dapat memfasilitasi kegiatan pegiat seni yaitu sebagai tempat tumbuh dan berkembangnya kesenian di Semarang, serta memiliki fungsi rekreatif dan edukatif dalam bidang seni sehingga masyarakat luas dan wisatawan yang berkunjung ke Kota Semarang dapat merasakan manfaat dari taman budaya tersebut.
RETAILTAINMENT BERBASIS SUSTAINABLE BUILDING PADA MASTERPLAN PELABUHAN FERRY INTERNASIONAL KOTA BATAM Tsania Hasna Azizah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Pusat perbelanjaan sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat umum, bahkan pusat perbelanjaan sudah menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Dengan adanya pusat perbelanjaan, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan jasmani maupun rohani. Kebutuhan jasmani dapat berupa benda yang dapat dipakai atau dikonsumsi, seperti pakaian, makanan, obat-obatan, dan lain sebagainya. Sedangkan, kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang diperlukan untuk memenuhi rohani atau jiwa, misalnya merasa senang dalam melakukan kegiatan yang menghibur, merasa sedih jika terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan, dan sebagainya. Dari kebutuhan rohani ini muncul suatu permasalahan yang terjadi di sekitar masyarakat berkaitan dengan pusat perbelanjaan. Bangunan retailtainment ini didasarkan dengan minat pengunjung saat ini terutama di masa pandemi, dimana orang-orang lebih memilih belanja secara online dibandingkan berbelanja secara langsung karena alasan utama yaitu menghindari virus covid-19. Dengan dasar tersebut, bangunan jasa komersial di era pandemi ini tidak hanya memiliki fungsi guna berbelanja saja, namun diharuskan dapat menghibur pengunjung dengan menampilkan beberapa performance, gamecenter, dan kegiatan hiburan lainnya. Pemerintah Kota Batamberencanauntukmerelokasi Pelabuhan Ferry InternasionalBatamdikarenakanakandilakukanreklamasi pada TelukTering yang merupakankawasandaripelabuhansebelumnya. Makadaripemindahanlokasi Pelabuhan Ferry InternasionalBatam, Pemerintah Kota Batammerencanakankawasanbarudenganmerencanakanbeberapakawasan yang dapatmenjadisebuahkotabarubagi Kota Batam. Dari kawasanperdagangan dan jasaakandirencanakansebuahtempatbagi para investor untukdapatberinvestasi dan/ataupunbekerjasamadenganPemerintah Kota Batam.
STASIUN KERETA API BANDARA JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG SEBAGAI MULTI MODAL INTERCHANGE STATION Restu Rangga Prawira
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2018 BandaraJenderal Ahmad Yani Semarang yang baruresmiberoperasi, dimanapembangunan Bandar Udara baruinimeningkatkankapasitas terminal penumpangmenjadi 6,9 juta/tahun. JumlahpenumpangBandara Ahmad Yanidiproyeksikanakanterusbertumbuhsetiaptahunnya, sehinggamembuatBandarainisebagaigerbangmasukudarautamakeJawa Tengah dan Semarang haruslahmemilikiintegrasimodatransportasilanjutanmenujupusatkota dan daerahsekitar yang mumpuni. PerancanganStasiun KA BandaraJenderal Ahmad Yani Semarang sebagaimulti modal interchange station akanmenjawabpermasalahanintegrasimodatransportasisebabmenyatukanmodakeretaapiBandara, LRT, dan BRT, sehinggamemudahkanpergerakanpenumpangdariataumenujubandarasecaralebihefisien.
SMA ISLAM AL-AZHAR DENGAN PENDEKATAN UNIVERSAL DESAIN DI KOTA MAGELANG Moh Kelvin Dian Andanu
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Kabupaten Magelang merupakan salah satu Kabupaten di Indonesia yang memiliki jumlah pesantren paling banyak di Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Magelang berada di posisi ke-8 jumlah penduduk Islam di Jawa Tengah. Dengan semakin berkembangnya pendidikan, pemerintah memberikan peraturan terhadap pihak swasta dalam mengembangkan Pendidikan Islam yang lebih modern di Kabupaten Magelang. Kota Magelang merupakan kota yang bersinggungan langsung dengan Kabupaten Magelang. Kota Magelang memiliki wilayah yang lebih berkembang dalam dunia Pendidikan, terdapat sekolah kedinasan hingga Universitas berada di Kota Magelang. Letak Kota Magelang merupakan kawasan strategis dalam perancangan sekolah Islam modern sebagai solusi dalam mengatasi perkembangan Pendidikan Islam di Kabupaten Magelang. Berdasarkan fenomena tersebut, dapat disimpulkan bahwa Kabupaten Magelang membutuhkan perkembangan Pendidikan Islam. Dengan dirancangnya sekolah Islam di Kota Magelang dapat memberikan perkembangan Pendidikan disana. Penambahan penerapan Universal Desain diterapkan untuk memberikan kemudahan dan keselamatan terhadap penghuni sekolah. Pendekatan desain ini diharapkan mampu untuk memberikan perkembangan Pendidikan Islam di Kabupaten Magelang. 
APARTEMEN DENGAN KONSEP SOCIO HOUSING DI KOTA SEMARANG Nisrina Nurfelita Sari
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Semarang yang memilikiletakgeografisstrategismerupakansebuahpondasipembangunandiJawa Tengah yang terdiriatasempatsimpulpintugerbangyaitukoridorpantaiutara, koridorselatan, koridortimur, dankoridorbarat. Selamakurunwaktunkuranglebih 4 tahunmenurut BPS padatahun 2018-2021 jumlahpendudukdikota Semarang bertambah 200 ribupenduduk. Padajumlahtersebutmemangdidominasimayarakat urban. kebutuhanhuniandi Kota Semarang khususnyadiperkotaan, yaitusekitar 8.000 unit untukmemenuhiseluruhkebutuhanpermukiman yang dibutuhkan. Denganadanyafenomenapembangunanpermukiman yang merupakansebuahpermasalahandikarenakanhunian yang beradadikotabesar yang berawaldarisebuahhunianlanded housing kinimulaiberkembangmenjadisebuahvertical housing. Di Kota Semarang, terdapat 0,31 % (per data tahun 2019) dari total 1.040.629 jiwa yang memilikiekonomikelasmenengah / middle class. Vertical housing- middle classataudikenal pula denganapartemendiperuntukanbagimasyarakatmenegah. Pembangunan apartemenkelasmenengahdibutuhkanseiringdengankebutuhandarikaum urban yang berlokasidi Semarang. Konsephuniansocio housingmengedepankankegiatanbersosialuntukmewadahi social life daripenghuni
MIXED USE (5 STARS HOTEL & CONDOMINIUM) DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING BERBASIS EDGE DI SCBD JAKARTA Dimas Hadi Prayogo
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnyakebutuhanlahan di Kota Jakarta untukkebutuhantempattinggalsejalandenganterusbertambahnyajumlahpenduduk. Minimnyalahan yang tersedia di pusat Kota Jakarta mendorong area permukimanmelebarkepinggirkota  Jakarta. Namunbagimasyarakatberpenghasilantinggi, opsiuntukmemilikihunian di pusatkotamasihmenjadipilihankarenamerekatidakinginmenggadaikanwaktu dan tenaganyadalamperjalananmenujutempatmerekabekerja. Serta terdapatopsi lain bagimasyarakatkelasatas yang bertempattinggal di luar Kota Jakarta yang sesekalimelakukankegiatanbisnis di pusatkotayaitudenganbertempattinggalsementara di hotel. SCBD (Sudirman Central Bussiness District) merupakanpusat dan jantungnyaperkonomian, perdagangan dan jasa Kota Jakarta. Terdapatberbagaimacamjenisbangunansepertikantor, hotel, apartemen, dan retail. Akan tetapibelumsemuabangunan yang berada di SCBD termasukbangunan yang hematenergi. Konsumsienergi yang tinggi pada suatubangunanmemilikidampak yang burukbagilingkungandisekitarnya. Selainitubangunan yang tidakhematenergimembutuhkanpengeluaran extra dalamperawatan dan perbaikanbangunantersebut. Untukmenjawabpermasalahantersebut, pendekatan pada perancanganinimengaplikasikankonsep green building yang dievaluasidengan software EDGE (Excellence in Design for Greater Efficiences). Aspek-aspek yang diperhatikandalampenerapan green building sepertiaspekefisiensienergi, efisiensi air dan efisiensi material pada bangunan. Perancangandenganpenerapan green building akandapatmenghasilkan ide desain yang nyaman, efisien dan efektifgunamenghematenergisupayamemilikidampakbaikbagilingkungansekitar.
GROBOGAN ART CENTER BERBASIS ARSITEKTUR KONTEMPORER Alex Sandro Sabastino Sidauruk
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni yang ada di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri yaitu bersifat lentur dan cair. Kesenian yang ada di lingkungan masyarakat umumnya tercipta dari salah satu kebiasaan yang berada di masyarakat itu sendiri, baik secara individu maupun kelompok. Maka dari itu, setiap kesenian mempunyai fungsinya tersendiri dalam lingkungan masyarakat. Kabupaten Grobogan adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang terdapat berbagai macam kesenian yang berkembang dengan cukup baik. Terbukti dengan banyaknya komunitas kesenian yang berkembang. Namun masih kurangnya wadah bagi komunitas dan pekerja seni untuk melakukan pentas seni maupun untuk memamerkan karya seni yang berada di daerah Kabupaten Grobogan.Kesenian tradisional yang terdapat di Kabupaten Grobogan diantaranya Campursari, Khetoprak, Tayub, Reog, Karawitan, dan Angguk.Tidak hanya kesenian tradisioanl, di Kabupaten Grobogan terdapat juga beberapa kesenian modern diantaranya terdapat seni rupa modern dan seni musik modern.Dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia No 84 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Seni dan Budaya Pasal 3 Ayat 1 dijelaskan mengenai pemanfaatan seni dan budaya dilaksanakan dengan menampilkan dan memasarkan seni yang potensial.Adapun upaya pemerintah Kabupaten Grobogan yang mengupayakan Program Pembangunan Misi VIII tahun 2016-2021 untuk melestarikan kesenian melalui pelibatan kesenian di setiap acara besar di Kabupaten Grobogan.
PERANCANGAN DAN PERENCANAAN PASAR TRADISONAL DENGAN PENATAAN MODERN MENGGUNAKAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS DI KECAMATAN SEMARANG BARAT Vanny Yolanda Utomo
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

          Pasar Tradisional merupakan suatu tempat pertemuan antara para penjual dan pembeli yang melakukan transaksi pertukaran baik barang maupun jasa dalam rangka memenuhi kebutuhan sehari-hari, dimana transaksi ini masih dilakukan dengan menerapkan nilai-nilai kedaerahan seperti adanya proses tawar menawar. Keberadaan pasar tradisional juga menjadi suatu indikator penanda terjadinya kegiatan ekonomi dalam suatu daerah, Selain menjadi tempat penyedia kebutuhan sehari-hari, pasar tradisional juga memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pergerakan dan perkembangan kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat terutama bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Pasar ini dapat menjadi media jual serta promosi bagi hasil pertanian dan perkebunan warga sekitar serta membantu kegiatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk mendapatkan bahan baku produksi dalam jumlah besar dengan kualitas baik serta  harganya yang terjangkau. Selain itu, untuk mempermudah kegiatan distribusi dan operasional pasar tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan tentunya akan menekan angka pengangguran masyarakat daerah sekitar pasar. Oleh karena itu keberadaan pasar tradisional masih sangat dibutuhkan untuk menjamin kesejahteraan ekonomi dan kehidupan masyarakat daerah.Namunterdapatpermasalahan yang seringkalidialami oleh pasar tradisional, yaknimemilikicitra yang kurangbaikterutamadalamkebersihan dan kehigienisantempat, media sertabarang yang ditawarkan. Pada saatinibanyakmasyarakat yang beralihberbelanjake pasar swalayan yang memilikifasilitas dan keadaan pasar yang lebihbersih dan teratur. Hal inidibuktikandenganmenurunnyapertumbuhankeberadaan pasar tradisional yang hanyamenyentuhangka 10% dibandingkan pasar modern yang ungguldenganangka 34,2 % (berdasarkan Data Badan Pusat Statistik, 2021). Oleh karenaitu, untukdapatterusbertahan dan bersaingdibutuhkansuatupembaruandesain yang harusditerapkan pada pasar tradisionalyaknidenganmenerapkanpenataan modern baikdarisegibangunan, fasilitassertapenataanbarang yang lebihbersih dan teratur. Selainitu juga menerapkanfasilitaspenunjangbagipenyandangdisabilitas agar dapatmenjaminkeamanan dan kenyamananbagiseluruhpengunjung pasar. 
REDESAIN RPSLU WENING WARDOYO UNGARAN, DENGAN PENDEKATAN INCLUSIVE DESIGN Millenisha Omega Putri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 154 (Juni 2022)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data BPS tahun 2021 (BPS, 2021:43), sebanyak 14,17% penduduk di Jawa Tengan merupakan penduduk lanjut usia. Di Kabupaten Semarang sendiri, jumlah lansia tiap tahunnya juga mengalami kenaikan. Terkecuali, pada tahun 2020 mengalami penurunan (website BPS Kab. Semarang, 2021). Penurunan ini terjadi karena lansia merupakan kaum yang rentan terhadap virus Corona. Mengingat, lansia mengalami proses aging atau menua yang mana terjadi penurunan kondisi fisik, psikologis, maupun sosial. Kesejahteraan sosial bagi lansia juga merupakan unsur penting dari perwujudan kesejahteraan sosial suatu negara. Sebagai wujud memenuhi hak-hak lansia, pemerintah (pusat/daerah) maupun swasta membangun Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia (RPSLU) ataupun disebut Panti Wreda. Panti ini berfungsi untuk menampung lansia yang terlantar maupun dari keluarga kurang mampu secara finansial untuk mencukupi kebutuhan dasar lansia.  Terdapat setidaknya 79.963 lansia terlantar di Jawa Tengah (dalam website BPS Jawa Tengah, 2022). Yang mana 1.211 orang diantaranya tersebar di Kabupaten Semarang (data pada website Dinsos Kab. Semarang, 2020). Tetapi, hingga tahun 2021 jumlah lansia yang ditampung pada panti wreda di Kab. Semarang hanya 226 jiwa. Namun, keberadaan panti wreda kini, belum sepenuhnya ramah terhadap kondisi fisik lansia penghuninya. Contohnya saja pada RPS LU Wening Wardoyo Ungaran. Terdapat beberapa kendala dalam penggunaan gedung. Oleh karena itu, diperlukan peninjauan desain ulang dan gambaran redesain RPS LU yang menekankan pada pendekatan Inclusive Design. Supaya RPS LU yang ada maupun yang akan datang, lebih ramah lansia. Redesain ini tentunya bertujuan untuk menyegarkan tatanan bangunan Rumpelsos Lansia yang sudah ada sejak tahun 1978.