cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
TERMINAL GONDOLA GEOPARK NASIONAL KARANGSAMBUNG-KARANGBOLONG SEBAGAI BAGIAN FASILITAS SISTEM TRANSPORTASI TERINTEGRASI GEOPARK NASIONAL KARANGSAMBUNG-KARANGBOLONG DI OBJEK WISATA BUKIT PENTULU INDAH Anam, Khoerul
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam upaya mendukung pengajuan Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong sebagai UNESCO Global Geopark, perancangan sistem transportasi menjadi krusial. Salah satu sistem yang bisa menjadi alternatif transportasi di area pegunungan adalah sistem transportasi gondola. Sistem ini dirancang untuk memenuhi dua tujuan utama: pertama, membangun infrastruktur pendukung yang efektif untuk memperkuat pengajuan geopark sebagai warisan dunia; kedua, menyediakan alternatif wisata edukasi yang inovatif dan menarik. Sistem transportasi gondola ini akan mengintegrasikan aspek geologi, biologi, dan budaya yang kaya dari geopark, sekaligus memastikan aksesibilitas dan keberlanjutan lingkungan. Perancangan sistem transportasi gondola diharapkan bisa menjadi salah satu fasilitas transportasi yang terintegrasi dengan sistem transportasi umum sehingga bisa menambah daya tarik Geopark Nasional Karangsambung-Karangbolong.
GRAHA SINGGAH & SUPPORT GROUP CENTER UNTUK PASIEN KANKER DI DEKAT RS KANKER DHARMAIS JAKARTA DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Rahmadiana, Adinda
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan penyakit yang timbul karena adanya pertumbuhan sel-sel tubuh secara abnormal di luar kendali. Pada tahun 2020, angka kasus baru kanker di Indonesia sebesar 396.914 dengan tingkat kematian hingga 59%. Penanganan kanker yang cenderung tersentralisasi di RS Kanker Dharmais Jakarta menyebabkan ketimpangan akses kesehatan untuk penderita kanker. Sehingga selain beban psikologis, pasien kanker harus menanggung beban finansial out-of-pocket untuk pengobatan yang tidak terjamin JKN dan akomodasi serta transportasi selama pengobatan. Maka, dibutuhkan adanya akomodasi graha singgah dan fasilitas support group center dimana pasien dapat tinggal sementara selama menjalani pengobatan dan mendapat dukungan psikologis secara professional dan lingkungan yang mendukung. Healing environment bertujuan menciptakan sebuah lingkungan yang mampu mendukung penyembuhan diri pasien dengan pengekatan non-medis. Unsur healing environment “connect to nature” dapat berupa biophilic design pada bangunan serta menghadirkan healing garden karena mampu memberikan stimulant pada seluruh indera manusia.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT TIPE C DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE DI KARIMUNJAWA Azmi, Andre
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karimunjawa merupakan sebuah kepulauan yang terdiri dari 27 pulau yang masuk ke Kawasan Balai Taman Nasional Karimunjawa. Karimunjawa memiliki 9 pulau yang berpenghuni tetap, 6 pulau yang tidak berpenghuni tetap, dan terdapat 12 pulau yang tidak berpenghuni. Karimunjawa memiliki jumlah penduduk sebanyak 10.053 penduduk . Karimunjawa hanya memiliki 3 puskesmas dan 1 BKIA [3]. Sayangnya, Karimunjawa belum memiliki rumah sakit sama sekali. Padahal jumlah kunjungan pasien di Puskesmas Karimunjawa mencapai 11.638 pada tahun 2018. Rawat jalan umum sebanyak 4896 pasien, rawat jalan gigi sebanyak 249 pasien, kesejahteraan ibu dan anak (KIA) sebanyak 1718 pasien, akseptor KB sebanyak 4635 pasien, dan lainnya sebanyak 140 pasien. Warga Karimunjawa harus menempuh waktu sekitar 2 jam untuk bisa mencapai Jepara jalur laut menggunakan Kapal Express Bahari atau 5 jam menggunakan Kapal Ferry Siginjai. Sebuah waktu yang lama untuk keadaan darurat yang mana pasien memiliki “golden period” yang harus mendapatkan pertolongan medis sesegera mungkin. Dengan mempertimbangkan dasar tersebut, hal itu menunjukkan bahwa di Kepulauan Karimunjawa membutuhkan rumah sakit untuk meningkatkan pelayanan kesehatan agar cepat tanggap terhadap kondisi kedaruratan apapun.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELANJA DI TAMAN BALEKAMBANG MELALUI REDESAIN PASAR IKAN HIGIENIS BALEKAMBANG KOTA SURAKARTA Nugraha, Alvina Danesywara
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penataan Pasar Ikan Balekambang yang direncanakan oleh pihak pengelola pasar pada tahun 2022 dianggap sebagai salah satu upaya untuk membenahi kondisi pasar. Rencana ini juga sejalan dengan proses revitalisasi Taman Balekambang, sehingga pembenahan Pasar Ikan Balekambang ditujukan untuk menunjang aktivitas taman sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat Kota Surakarta terhadap hasil perikanan. Tantangan terbesar yang harus dituntaskan adalah bagaimana menciptakan pasar ikan yang bersifat higienis dan memiliki fasilitas yang lengkap, sehingga dapat memfasilitasi segala jenis aktivitas transaksi hasil perikanan. Pendekatan yang digunakan adalah melalui tinjauan terhadap standar-standar pada pasar ikan higienis sekaligus studi preseden. Pendekatan ini menghasilkan jenis-jenis kegiatan pada pasar, yaitu bongkar muat, penyimpanan, penjualan, pengepakan, dan pengolahan lebih lanjut. Selain aktivitas pasar, pasar ikan higienis ini juga mewadahi aktivitas jual beli olahan ikan sebagai fungsi pendukung, sehingga akan menciptakan variasi pola kegiatan yang dilakukan pengguna.
RESORT HOTEL BINTANG 4 DENGAN PENDEKATAN ECO-FRIENDLY ARCHITECTURE DI KABUPATEN JEPARA Candratama, Octadian
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan resort beach hotel di Jepara merupakan inisiatif strategis untuk mengoptimalkan potensi pariwisata pantai yang dimiliki oleh kota ini. Jepara, yang terletak di pesisir utara Pulau Jawa, memiliki panorama alam yang memukau dengan pantainya yang indah dan kekayaan budaya yang khas. Salah satu tantangan utama adalah menjaga keseimbangan antara pembangunan infrastruktur pariwisata dengan pelestarian lingkungan. Jepara memiliki ekosistem pantai yang rentan terhadap dampak pembangunan yang tidak terkendali. Oleh karena itu, perencanaan yang cermat dan implementasi praktik ramah lingkungan menjadi kunci untuk menjaga kelestarian alam. Dengan demikian, perancangan resort ini diharapkan dapat menjadi sebuah jawaban untuk menjawab kebutuhan pariwisata Kabupaten Jepara yang terus meningkat dengan tetap menjaga kelestarian alam yang ada.
GALERI SENI DAN ART SPACE RAMAH LANSIA DI TANGERANG Faridh, Kayla Taffania
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berjalannya waktu, pertumbuhan penduduk lansia juga makin bertambah banyak. Hal ini dibuktikan dengan jumlah lansia di Tahun 2023 yang mencapai 30.73 juta. Walau begitu, masih banyak lansia yang produktif dalam masa tuanya, salah satunya mengembangkan kreativitas dalam kegiatan seni yang dapat mendorong perkembangan keterampilan memecah-kan masalah, memotivasi, dan menerapkan tindakan kreatif dalam pengelolaan diri pada kehidupannya sehari-hari. Usia tua tidak menghalangi seseorang untuk menikmati seni. Hal ini dapat dilihat bahwa penikmat seni usia 60+ di Banten mencapai 50.37% dari jumlah penduduknya. Komunitas seni di Banten sendiri sampai sekarang banyak yang aktif, salah satunya di Kota Tangerang. Galeri seni dan Art space merupakan tempat bagi para seniman dan penikmat seni untuk menuangkan kreativitas dan karya mereka. Namun, masih banyak galeri seni yang belum memenuhi kriteria ramah terhadap lansia, sehingga menyebabkan lansia menjadi kesulitan dalam menikmati karya seni yang ada. Padahal, seniman lansia dan penikmat seni lansia sendiri harus diapresiasi dan dihargai keberadaan mereka, karena karya seni memang sudah seharusnya dapat dinikmati oleh semua khalangan, termasuk lansia. Maka dari itu, Galeri seni dan Art Space ramah lansia direncanakan dan dirancang berdasarkan keinginan pengguna, yaitu seniman lansia dan penikmat seni lansia, terhadap apa yang mereka inginkan dan harapkan bagi Galeri Seni yang akan mereka kunjungi. Hal ini ditujukan agar dapat memenuhi harapan dan keinginan mereka di usia tuanya untuk tetap menjadikan galeri seni sebagai tempat untuk menuangkan kreativitas, mengingat memori, dan menikmati karya seni yang ada.
PONDOK PESANTREN KEMASYARAKATAN BERBASIS PERTANIAN: REDESAIN PESANTRE DARUT TILAWAH Tashrif, Aim
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu kebutuhan yang menentukan masa depan bangsa. Maka dari negara berkewajiban memberikan pelayanan pendidikan bagi warganya seperti yang tersirat pada pembukaan UUD 1945 alinea keempat berupa mencerdaskan kehidupan bangsa. Kemudian perlu ada langkah lebih lanjut untuk mewujudnya berupa pemerataan pelayanan pendidikan sehingga cita-cita besar bangsa pada pembukaan UUD 1945 bisa terwujud. Pada upaya pemerataan pendidikan sendiri terdapat beberapa faktor seperti lokasi, kondisi sosiologi setempat, dan muatan pendidikan yang diperlukan sehingga berpotensi menjadi hambatan sehingga perlu ada kajian lebih lanjut. Pemerataan pendidikan amatlah penting, karena akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat nantinya. Harapannya sekolah tidak hanya ada di kota, tapi juga di desa. Pendidikan yang seharusnya berperan penting memiliki peran perubahan harusnya bersinergi dengan sosial lingkungan sekitar. muatan pendidikan yang berkiblat ke barat-baratan memberikan persepsi bahwa pendidikan ideal haruslah mewujudkan pekerja-pekerja industri yang mengembangkan ekonomi kapitalis, dan cenderung menjauhkan pada keahlian-keahlian yang menjadi kebutuhan mendasar seperti bertani, dan pekerja kasar lain di desa maupun tempat terpencil. hal seperti ini berpotensi menciptakan perbedaan kesenjangan sosial yang semakin melebar yang berujung krisis. Tugas Akhir ini mencoba mengungkap isu pemerataan pendidikan, fenomena unik antara sosial dengan pendidikan, dan gambaran kebutuhan pendidikan sesuai dengan kebutuhan setempat, secara spesifik berupa kajian redesain pesantren Darut Tilawah Ponorogo yang berada di Desa Muneng, Kecamatan Balong. dengan ide berupa pesantren yang terletak di pedesaan, dan membawa program-program pemberdayaan masyarakat dengan muatan kurikulum agama sebagai bekal menghadapi tantangan moral di era globalisasi dengan pendekatan pertanian yang relevan dengan kondisi pedesaan.
PERANCANGAN DESAIN INTEGRATED MALL SEBAGAI DESTINASI WISATA UNGULAN DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGNAN WISATAWAN DI KOTA MAGELANG Ramadhan, Sumpatih
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan desain integrated mall sebagai destinasi wisata unggulan memiliki tujuan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan di Kota Magelang. Kota Magelang, yang terkenal dengan keindahan alam dan warisan budayanya, memiliki potensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan. Oleh karena itu, pengembangan integrated mall yang memadukan pusat perbelanjaan dengan atraksi wisata menjadi sebuah konsep yang menarik. Studi ini akan memperkenalkan konsep desain integrated mall yang menyatu dengan elemen-elemen alam dan budaya khas Magelang. Desain ini tidak hanya bertujuan untuk menjadi pusat perbelanjaan, tetapi juga menjadi titik fokus bagi para wisatawan yang mencari pengalaman unik. Integrasi elemen alam, seperti taman-taman hijau dan pemandangan alam, serta penggunaan arsitektur yang mencerminkan warisan budaya lokal, akan menjadi ciri khas dari integrated mall ini. Selain itu, perancangan akan mempertimbangkan berbagai fasilitas dan aktivitas yang dapat menarik minat wisatawan. Mulai dari area bermain untuk anakanak hingga ruang pameran seni lokal, integrated mall ini akan menawarkan beragam pengalaman bagi pengunjung dari segala usia dan latar belakang. Selain itu, keberadaan restoran dan kafe yang menawarkan kuliner khas daerah akan menjadi daya tarik tambahan. Diharapkan bahwa dengan memperkenalkan integrated mall sebagai destinasi wisata unggulan, kunjungan wisatawan di Kota Magelang akan meningkat secara signifikan. Konsep ini tidak hanya akan memberikan manfaat ekonomi dengan meningkatkan pendapatan dari sektor pariwisata, tetapi juga akan memperku
PANTI JOMPO DI KOTA KUDUS DENGAN PENDEKATAN HEALING ARCHITECTURE Dzikri Al Qudsy, Muhammad Haikal
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panti jompo merupakan lembaga sosial yang bertugas memberikan pelayanan sosial dan kebutuhan hidup kepada lanjut usia. Di Kota Kudus masih terdapat kekurangan panti jompo sebagai tempat tinggal lansia, sesuai dengan ketentuan UU No. 13 Tahun 2018 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia yang mengatur usia 60 tahun ke atas. Dalam perencanaan panti jompo, data dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan pendekatan yang tepat, kemudian keputusan pemecahan masalah kemudian diimplementasikan dalam konsep desain. Oleh karena itu, dengan semakin pesatnya kemajuan di Kota Kudus, keberadaan panti jompo menjadi semakin penting untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal para lansia. Dengan mempertimbangkan hunian dengan desain yang nyaman bagi para lansia. Selain itu, Panti Jompo juga berfungsi sebagai wadah interaksi dan sosialisasi antar lansia agar tidak lagi merasa kesepian atau terpinggirkan. Dengan demikian panti jompo diharapkan dapat mengatasi permasalahan pada lansia (lanjut usia) di Kota Kudus. Kajian diawali dengan analisa meliputi pengertian lansia, pengertian dan standar-standar panti mengenai fasilitas yang dibutuhkan oleh lansia, serta melakukan studi banding dengan beberapa Panti Jompo atau Panti Werdha yang ada. Selain itu juga dilakukan tinjauan umum mengenai Kota Kudus dan kondisi iklim dan tanah yang ada di Kota Kudus. Pendekatan Healing Architecture digunakan sebagai konsep perencanaan, serta pendekatan fungsional, kontekstual, kinerja, teknis dan arsitektural. Pemilihan lokasi-lokasi dilakukan melalui evaluasi terhadap tiga alternatif tapak dengan menggunakan perhitungan pembobotan.
TRANSFORMASI KEHIDUPAN LANSIA: SENIOR LIVING AND ACTIVITY CENTER GUNA MEWUJUDKAN LANSIA TANGGUH BAGI LANSIA MENENGAH KE BAWAH DI KABUPATEN SEMARANG Carissa, Farha Vikri
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Populasi lansia di Indonesia terus meningkat, sejalan dengan angka dependensi lansia yang tinggi, menunjukkan bahwa banyak lansia harus bergantung pada orang lain. Namun, banyak lansia yang terlantar atau tinggal sendiri tanpa rumah yang layak, menyebabkan mereka kesepian, kurang aktivitas, tidak mandiri, dan tidak memiliki pendapatan serta stimulasi positif bagi fisik dan mental. Akibatnya, lansia menjadi tidak tangguh: tidak aktif, produktif, mandiri, dan sejahtera. Karakteristik lansia antara lain penurunan fisik, mental, dan sosial, spiritual, sehingga diperlukan fasilitas seperti senior living dan activity center. Kabupaten Semarang, khususnya Kecamatan Bandungan, terkenal dengan potensi hortikulturalnya. Desa Kenteng, sebagai salah satu penghasil tanaman sayur dan bunga, telah dicanangkan menjadi desa ramah lansia. Perancangan pusat aktivitas bagi lansia ini akan mendorong terciptanya desa ramah lansia, terintegrasi dengan program pemerintah lainnya di Desa Kenteng. Potensi hortikultural di Desa Kenteng menjadi strategi yang baik dalam perancangan proyek ini karena hortikultural dapat dimanfaatkan sebagai sumber produktivitas, aktivitas, komunitas, dan ekonomi bagi lansia. Selain itu, hortikultural juga memberikan terapi fisik dan mental yang positif. Pendekatan spiritual juga diintegrasikan dengan aktivitas seperti pengajian desa, pesantren lansia, dan aktivitas kontemplatif lainnya. Strategi desain lain yang digunakan adalah pendekatan arsitektur modular dan universal, yang menawarkan efisiensi, keterjangkauan, kenyamanan, dan aging in place bagi lansia. Rumah modular dirancang untuk mudah dibangun, hemat biaya, dan fleksibel sesuai kebutuhan lansia, sehingga lansia merasa nyaman menua di lokasi tersebut.