cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
RELOKASI PUSAT REHABILITASI NARKOBA YAYASAN CINTA KASIH BANGSA DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HEALING ENVIRONMENT Tristanto, Adeline Felitta
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyalahgunaan narkotika menjadi masalah serius di Indonesia, dengan Jawa Tengah menempati posisi keenam dalam jumlah kasus tertinggi. Kota Semarang, sebagai pusat utama peredaran narkoba di Jawa Tengah, mengalami peningkatan signifikan dalam jumlah pengguna narkoba setiap tahunnya. Penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak buruk bagi penggunanya sendiri, tetapi juga bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, penanganan serius dari semua pihak diperlukan, termasuk melalui tempat rehabilitasi untuk pengguna narkotika. Namun, kapasitas tempat rehabilitasi yang ada di Kota Semarang belum cukup untuk menampung semua korban, sehingga perlu dilakukan penambahan kapasitas dengan merelokasi bangunan yang ada. Dalam penelitian ini, Yayasan Cinta Kasih Bangsa dipilih sebagai objek relokasi karena berbagai alasan, termasuk luas bangunan yang tidak proporsional dengan jumlah penghuni, minimnya fasilitas, dan lokasi yang strategis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang relokasi bangunan Yayasan Cinta Kasih Bangsa dengan menerapkan konsep arsitektur perilaku dengan pendekatan Healing Environment.
RUMAH SAKIT KHUSUS PARU DI KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN THERAPEUTIC ARCHITECTURE Zahirah, Farah
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Semarang, merupakan sebuah wilayah dari Provinsi Jawa Tengah yang memiliki kontur perbukitan yang asri dan terletak tidak jauh dari ibukota provinsi Jawa Tengah, yaitu Kota Semarang. Lokasi tersebut dipilih sebagai faktor pendukung dalam mewujudkan pendekatan yang dibawakan dalam perencanaan dan perancangan Rumah Sakit Khusus Paru di Kabupaten Semarang dengan pendekatan Arsitektur Terapeutik. Perancangan LP3A ini merupakan salah satu tahapan dalam rangkaian Tugas Akhir. Metode Arsitektur Terapeutik memiliki tujuan tidak hanya memperhatikan struktur fisik bangunan, namun pendekatan ini juga menempatkan perhatian khusus pada kesejahteraan psikologis dan emosional pasien. Fokus utamanya adalah menciptakan lingkungan yang mendukung proses penyembuhan dengan suasana yang nyaman dan menenangkan bagi pasien. Selain itu, kebersihan dan kualitas udara yang baik juga menjadi bagian integral dari desain ini untuk mendukung pemulihan pasien secara optimal. Hasil yang diperoleh dari perancangan ini, yaitu desain Rumah Sakit dengan menerapkan pendekatan terapeutik, dimana tata ruang dalam didesain dengan pendekatan terhadap psikologi pasien dengan memperhatikan warna dan pencahayaan, sedangkan tata ruang luar terdiri atas lahan parkir dan taman terapeutik sebagai healing garden.
SENTUL INTERNATIONAL CIRCUIT: REDESAIN KAWASAN SIRKUIT SENTUL DAN FASILITAS PENDUKUNG GUNA MENCAPAI HOMOLOGASI SIRKUIT TINGKAT SATU FIA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR KONTEMPORER Faishal, Anjeli Putri Shaina
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sentul International Circuit (SIC) merupakan salah satu potensi besar Indonesia dalam mengembangkan industri otomotif, terutama dalam ajang balap motor dan mobil baik tingkat nasional maupun internasional. SIC memiliki sejarah yang panjang sejak selesai dibangun pada tahun 1993 dan telah menjadi pusat kegiatan balap di Indonesia, bahkan pernah menjadi tuan rumah ajang balap MotoGP pada tahun 1997. Namun krisis ekonomi moneter menghambat rencana awal untuk menjadikan SIC sebagai tuan rumah pertama ajang balap Formula One di Indonesia. Saat ini, meskipun SIC masih beroperasi, fasilitasnya yang tua dan belum memenuhi standar regulasi baru membuat SIC belum layak memperoleh homologasi dari Fédération Internationale de l'Automobile (FIA) untuk menjadi sirkuit tingkat satu, yang merupakan syarat mutlak bagi penyelenggaraan ajang balap Formula One (F1), dan akhirnya sekarang hanya mampu menyelenggarakan beberaapa ajang balap seperti ISSOM dan Asia Telent Cup. Penulis, sebagai seorang mahasiswi arsitektur dan penggemar ajang balap F1, bertekad untuk menggunakan pengetahuan dan keterampilannya dalam merancang ulang SIC dan fasilitas pendukungnya. Melalui pendekatan arsitektur kontemporer, penelitian ini akan menggambarkan potensi SIC sebagai tuan rumah ajang balap F1 pertama di Indonesia. Pendekatan ini dipilih karena arsitektur kontemporer mampu mengakomodasi kebutuhan teknis dan estetika yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas SIC sesuai dengan standar FIA. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan SIC menjadi sirkuit yang memenuhi standar internasional dan mampu menjadi tuan rumah ajang balap F1 di masa depan, serta memperkuat posisi Indonesia dalam industri otomotif global. Kata Kunci: Sentul International Circuit; Formula One; Homologasi Sirkuit Tingkat satu; Arsitektur Kontemporer
SEMARANG CITY LUXE RETREAT Pramesti, Jesy
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan tempat wisata dewasa ini banyak dijalankan sebab tingginya minat wisatawan setiap tahunnya khususnya wisata alam dengan iklim tropis. Kawasan daerah Kota Semarng berpotensi wisata yang menjanjikan dengan potensi alam, bangunan cagar alam, budaya, kuliner, bahkan pusat perbelanjaannya. Terus melonjaknya sektor pariwisata di Kota Semarang membuat kebutuhan hunian sementara semakin meningkat. Dalam halnya kebutuhan hotel, Kota Semarang memiliki banyak hotel yang berbintang maupun yang non berbintang. Dengan adanya hotel-hotel yang tersedia masih belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Mengingat kondisi site yang terletak ditengah kota dan berada di tengah-tengah potensi wisata serta memiliki iklim tropis yang bersuhu cukup cukup tinggi, maka menggunakan pendekatan arsitektur tropis dalam bangunan hotel bintang 5 adalah pilihan yang terbaik. Untuk menerapkan pendekatan arsitektur tropis untuk menjadi dasar mengintegrasikan potensi lokal yang harmonis antara alam dan manusia dengan cara yang berkelanjutan.
PUSAT KULTUR DAN KERAJINAN LOMBOK DENGAN PENDEKATAN EKOFUTURISTIK BANGUNAN HIJAU DI KOTA MATARAM LOMBOK Zebe, Leonardo Abet
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Lombok menjadi satu dari daerah yang mempunyai potensi yang besar bagi Indonesia. Destinasi wisata di Pulau Lombok menjadi satu dari favorit dikarenakan keindahan alam dan berbagai obyek wisata, yang meliputi wisata alam, pantai, budaya, serta kuliner. Meningkatnya pariwisata akan sejalan dengan meningkatnya ekonomi masyarakat sekitr. Salah satu aspek yang mampu meningkatkan perekonomian adalah melalui seni hasil karya masyarakat sekitar yang menampilkan kultur dan kebudayaan khas Lombok. Akan tetapi hal tersebut masih terkendala minimnya fasilitas yang mampu mewadahi kegiatan seni tersebut. Berdasarkan hal tersebut, dibutuhkan sebuah wadah yang mampu mewadahi hasil seni serta menjadi tempat untuk memamerkan hasil karya khas Lombok berupa Pusat Kultur dan Kerajinan Lombok. Saat ini pelaksanaan Green building atau bangunan hijau yang ramah lingkungan di dunia sedang meningkat pesat termasuk di Indonesia. Penerapan green building ini sebagai bentuk alternatif solusi bagi kebutuhan masyarakat yang makin intensif dan ekspasif yang menyerap sumber daya lebih banyak. Eco-futuristic merupakan tema perancangan yang tidak hanya mempergunakan teknologi modern, namun juga melihat kondisi lingkungan serta kelestarian sekitarnya. Hal ini sejalan dengan konsep green building yang dimana menerapkan bangunan berkelanjutan di masa yang akan datang. Dengan dampak yang positif mengenai kelestarian alam, pendekatan eco-futuristic dengan konsep green building tepat untuk diterapkan dalam perancangan bangunan Pusat Kultur dan Kerajinan Lombok. Kata Kunci: Pusat Kultur dan Kerajinan, Lombok, Eco-futuristic, Green building
HOTEL TENTREM DI SIMPANG LIMA SEMARANG Safitri, Rizka Renasti
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semarang telah berkembang menjadi pusat kegiatan mulai dari bisnis,industri,perdagangan serta pariwisata. Hal ini menyebabkan kelonjakan jumlah wisatawan lokal dan mancanegara baik untuk berbisnis maupun untuk rekreasi setiap tahunnya. Bahkan tahun 2022 mencatatkan Semarang telah dikunjungi sebanyak 5,3 juta jiwa. Oleh karenanya, diperlukan akomodasi penginapan yang sekiranya dapat memfasilitasi dan menunjang kegiatan wisatawan saat berkunjung ke Kota Semarang. Perencanaan dan perancangan Hotel Tentrem ini diharapkan dapat menjadi akomodasi penginapan yang memadai dan nyaman untuk pengunjung serta dapat berdampak baik bagi lingkungan sekitarnya. Dengan penerapan Arsitektur Modern dengan sentuhan lokal Jawa diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna bangunan yang membutuhkan ke-efisiensian dalam berkegiatan.
ECO-TOURISM RESORT DENGAN PENDEKATAN GREEN BUILDING DI LOMBOK TIMUR Maharani, Baiq Alya
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lombok Timur adalah kabupaten yang berlokasi di Pulau Lombok, dengan Selong sebagai pusat pemerintahannya. Kabupaten ini dikenal dengan berbagai potensi wisata, mulai dari alam, sejarah, hingga budaya. Dalam hal wisata alam, Lombok Timur menawarkan berbagai jenis, seperti pantai, taman laut, pulau (Gili), ekowisata, pemandangan desa, cagar alam, air terjun, dan lainnya. Selain itu, kabupaten ini juga memiliki situs-situs bersejarah dan peninggalan lainnya yang menjadi bagian dari wisata sejarahnya. Wilayah ini ternyata memiliki banyak kawasan konservasi yang termasuk sebagai ekowisata seperti hutan bakau dan budidaya terumbu karang. Kecataman Sambelia terpilih menjadi tempat perancangan sebab indah alamnya serta biota laut yang masih terjaga sehingga sarana yang tepat Untuk tujuan pembelajaran dan pelestarian kehidupan laut, area sekitar dapat diubah menjadi atraksi wisata. Ini bisa menjadi acuan dalam mengembangkan fasilitas wisata, seperti menyediakan resort hotel dengan fasilitas lengkap untuk mendukung industri pariwisata. Pada perencanaan hotel resort ini, memperhatikan keadaan lingkungan sekitar yang akan berdampak baik dan buruk. Sehingga, penting untuk menerapkan pendekatan Green Building dalam upaya mengurangi dampak negatif pembangunan terhadap bumi. Desain ini bertujuan untuk menciptakan sebuah Resort Hotel sebagai tujuan wisata yang mempertimbangkan faktor iklim, memanfaatkan sumber daya alam, dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar dengan prinsip-prinsip ekowisata.
LIFESTYLE CENTER BERKONSEP OPEN AIR MALL YANG SELARAS DENGAN KARAKTERISTIK DAN BUDAYA MASYARAKAT YOGYAKARTA Alfiya Rifda, Iola
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam beberapa tahun terakhir, konsep pusat perbelanjaan modern (mall) di Yogyakarta merupakan bangunan berjenis mall tertutup atau enclosed mall, sehingga kegiatan berbelanja hanya terfokus dan berputar di dalam bangunan tanpa memiliki hubungan dengan alam luar. Hal ini membuat masyarakat Yogyakarta memiliki stigma yang buruk terhadap Mall, yaitu pembangunan mall merupakan bangunan massive yang tertutup yang mengurangi lahan hijau, ruang publik, dan area resapan. Selain itu, terdapat stigma buruk lainnya mengenai hilangnya karakteristik dan budaya masyarakat Yogyakarta yaitu interaksi sosial yang tinggi di luar ruangan. Hal itu tergambarkan dengan selalu ramainya ruang terbuka publik di Yogyakarta seperti Kawasan Malioboro, Titik Nol, dan Alun-alun Kidul. Disamping hal tersebut, Yogyakarta merupakan kota pelajar dengan banyak perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, yang menarik mahasiswa dari seluruh Indonesia. Hal itu ditunjukan dengan survei yang dilakukan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) DIY, yaitu terdapat 20% lebih banyak mahasiswa pendatang daripada mahasiswa asli DIY yang berkuliah di Yogyakarta. Banyaknya jumlah mahasiswa pendatang ini memperkaya keberagaman gaya hidup yang ada di Yogyakarta. Gaya hidup tersebut merupakan gaya hidup urban seperti nongkrong dan menghabiskan waktunya di café. Dari kedua paparan tersebut, perlu adanya wadah yang dapat memfasilitasi gaya hidup mahasiswa/masyarakat pendatang. Wadah tersebut dapat berupa lifestyle center yang mana merupakan perkembangan tipologi dari shopping mall yang berbentuk mall terbuka dan juga tidak lupa untuk merancang lifestyle center yang selaras dengan karakteristik dan budaya masyarakat Yogyakarta.
PUSAT KONSERVASI ORANGUTAN KALIMANTAN DENGAN PENDEKATAN ANIMAL BEHAVIOUR DI TAMAN NASIONAL TANJUNG PUTING Nur Amalina, Raissa Amanda
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin menurunnya tingkat populasi primata endemik Indonesia yaitu Orangutan Kalimantan menjadi isu yang terus melekat sejak lama. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sebuah perencanaan desain kawasan konservasi beserta bangunan fasilitas lain pendukungnya yang tepat guna dengan fungsinya sesuai kebutuhan pengguna dimana pengguna utama disini adalah orangutan . Maka dari itu pendekatan perencanaan desain program ruang kawasan konservasi dapat dimulai berdasarkan analisis pola perilaku (animal behaviour) orangutan itu sendiri yang nantinya menentukan kebutuhan, bentuk, dimensi dan pola hubungan ruang dari bangunan konservasi. Diharapkan dengan rumusan metode yang ditrapkan pusat konservasi ini selain merespon aspek lingkungan juga dapat merespon aspek ekonomi berupa ekosistem baru bagi pemberdayaan lingkungan maupun sosial di sekitarnya. Perumusan modul perencanaan ini dapat menjadi acuan dan diterapkan konsepsinya ke dalam pemberdayaan kawasan lainnya untuk membantu memfasilitasi pelestarian orangutan dari aspek pendekatan mikro maupun makro upaya pelestarian populasi hidupnya.
PERANCANGAN RUMAH DUKA DAN MEMORIAL PARK DENGAN KONSEP ONE-STOP-FUNERAL-SERVICE DI KOTA CILEGON Hanlim, Febry Khesia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses berduka merupakan pengalaman yang sangat pribadi dan kompleks, dengan reaksi emosional yang beragam setiap individu. Kehilangan seseorang dapat memicu berbagai perasaan negatif, termasuk kesedihan, kehilangan, dan rasa sakit batin. Kubler-Ross mengidentifikasi lima tahapan dalam proses berduka, yaitu denial, anger, bargaining, depression, dan acceptance, yang membantu memahami perjalanan emosional yang dihadapi oleh individu yang berduka. Namun, dalam situasi kehilangan, keluarga yang ditinggalkan juga dihadapkan pada tuntutan praktis terkait proses pemakaman. Di Indonesia, pemakaman umumnya dilakukan melalui penguburan atau kremasi, sesuai dengan tradisi dan kepercayaan turun-temurun. Fasilitas pemakaman seperti krematorium, rumah duka, dan kolumbarium menjadi penting dalam proses penanganan kematian di luar upacara pemakaman. Kota Cilegon, sebagai kota dengan keragaman agama dan budaya, masih belum memiliki fasilitas rumah duka yang lengkap. Perancangan rumah duka dengan konsep one-stop-funeral service menjadi penting untuk mengetahui bagaimana merancang sebuah rumah duka yang menyediakan layanan kedukaan dengan konsep one-stop-service sehingga mampu memenuhi kebutuhan, mendukung, dan menciptakan lingkungan yang nyaman dan aman bagi keluarga yang berduka. Kata kunci: Kematian, Rumah Duka, Krematorium, Kolumbarium, Memorial Park