cover
Contact Name
Bangun I R Harsritanto
Contact Email
bangunirh@arsitektur.undip.ac.id
Phone
+6281229999446
Journal Mail Official
jpps@arsitektur.undip.ac.id
Editorial Address
architecture campuss, faculty of engineering, Universitas Diponegoro, Jl Prof Soedarto SH, Tembalang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Poster Pirata Syandana
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 27156397     DOI : -
Jurnal Poster Pirata Syandana (ISSN : 2715-6397)is an architecture poster journal publication in colaboration of Department of Architecture in Engineering Faculty at Diponegoro University with TA committee. Jurnal Poster Pirata Syandana is a scientific publication and communication media of design methods architecture design, human settlement, building construction, history of architecture, environmental design and building sciences. architecture education material and behaviour in architecture
Articles 940 Documents
RUMAH SAKIT UMUM TIPE C DI TENGARAN KABUPATEN SEMARANG DENGAN PENDEKATAN HEALING THERAPEUTIC ARCHITECTURE Ramadhani, Trie Ulfa
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan adalah salah satu aspek penting yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Rumah sakit merupakan suatu fasilitas umum yang dibentuk untuk meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat. Saat ini, untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Semarang telah tersedia fasilitas kesehatan berupa 6 unit Rumah Sakit Umum, 26 unit Puskesmas dan 69 unit Puskesmas Pembantu. Berdasarkan data di laman sirs.kemkes.go.id, diketahui bahwa ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Kabupaten Semarang masih kurang sebanyak 203 TT. Kabupaten Semarang terdiri dari 19 kecamatan dengan luas wilayah seluruhnya kurang lebih 1.019,27 km2 dan dihuni oleh 1.068.492 jiwa. Ditinjau dari lokasi rumah sakit yang telah ada, rumah sakit di Kabupaten Semarang belum mencapai pola persebaran yang merata. Umumnya fasilitas kesehatan berada pada pusat pemerintahan kabupaten, yaitu Ungaran dan beberapa wilayah di sekitarnya. Sedangkan masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Semarang selama ini menggantungkan pelayanan kesehatan mereka pada Kota Salatiga. Wilayah selatan tersebut terdiri dari enam kecamatan yaitu, Kecamatan Kaliwungu, Tengaran, Suruh, Susukan, Bancak serta Pabelan. Bersamaan dengan rencana pemerintah untuk membangun rumah sakit hijau (green hospital) di Kecamatan Tengaran. Rumah Sakit Umum Tipe C yang akan dirancang disertai dengan pendekatan healing therapeutic architecture berfokus pada sensory design untuk mendukung penyembuhan pasien melalui rangsangan pada 5 panca indra. Healing therapeutic sebagai pendekatan utama menjadikan penghuni bangunan sebagai fokus, hal ini berdasarkan fakta dan tujuan untuk menunjang serta menjalin interaksi fisik dan psikologis penghuni. Berdasarkan prinsip integrated with nature, rumah sakit ini akan difasilitasi dengan Therapeutic Garden.
PERANCANGAN RUMAH SUSUN UNTUK MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KOTA SEMARANG Aththariq Passa, Muhammad
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan rumah susun berkelanjutan sebagai solusi atas kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Jawa Tengah menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Provinsi ini memiliki tingkat kemiskinan yang signifikan dan masih banyak penduduknya yang tinggal dalam kondisi perumahan yang tidak memadai. Melalui pendekatan desain yang berkelanjutan, penelitian ini akan mengintegrasikan prinsip-prinsip ekonomi, sosial, dan lingkungan untuk menciptakan perumahan yang ramah lingkungan, terjangkau, dan memperhatikan kebutuhan serta aspirasi masyarakat. Dengan melakukan penelitian mendalam tentang kondisi sosial-ekonomi dan lingkungan di Jawa Tengah, penelitian ini akan menyajikan strategi perancangan yang mencakup pemilihan lokasi yang tepat, tata ruang yang efisien, penggunaan bahan bangunan ramah lingkungan, serta penyediaan infrastruktur yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Diharapkan bahwa melalui penelitian ini, dapat dihasilkan gagasan-gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan akses masyarakat berpenghasilan rendah di Jawa Tengah terhadap perumahan layak huni yang memadai dan berkelanjutan, serta berkontribusi pada pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di wilayah tersebut.
PENGEMBANGAN LEMBAGA PEMASYARAKATAN PEMUDA TANGERANG Hasya, Abghia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 157 (DESEMBER 2023)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan Program Perencanaan dan Perancangan Arsitektur (LP3A) dengan judul Pengembangan Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Tangerang memuat penjabaran landasan dalam membangun sebuah institusi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) khusus pemuda yang dilengkapi fasilitas penunjang dengan tujuan pengembangan para Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dan menjawab masalah overkapasitas pada lingkungan Lapas. Lokasi perancangan berada di bangunan eksisting Lembaga Pemasyarakatan Pemuda Kelas IIA Tangerang yang berada di Jalan Jl. LPK Pemuda No.1, Buaran Indah, Tangerang, yang kondisinya masuk ke dalam kategori bangunan cagar budaya sehingga mendatangkan tantangan tersendiri dalam proses perancangan. Perencanaan bangunan fasilitas baru di dalamnya diharapkan dapat membantu tujuan utama perancangan yang berupa pelaksanaan pembinaan pemuda di dalam lapas, serta melengkapi fungsi bangunan lama sekaligus menanggapi permasalahan yang ada di area tersebut. Penyusunan LP3A merupakan bagian dari kelengkapan Tugas Akhir Arsitektur yang berperan sebagai dasar penyusunan perancangan bangunan. Melalui pendekatan yang aktual dan pertimbangan sisi arsitektural yang menjadi pedoman bagi penulis untuk menghasilkan rancangan yang solutif terhadap masalah-masalah yang dihadapi bangunan eksisting (kondisi lingkungan hidup WBP, overkapasitas, keseimbangan ratio ruang terbuka-tertutup, dan pembinaan WBP yang berupa peningkatan keterampilan teknik maupun nonteknis serta asimilasi dan edukasi). Permasalahan-permasalahan tersebut beberapa di antaranya sudah lama ada dan mengakar pada lapas yang ada di Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Maka dari itu, diperlukan solusi yang tepat agar dapat memicu munculnya perbaikan dan perkembangan terhadap sistem lapas yang ada saat ini, salah satunya melalui perancangan fasilitas-fasilitas yang dapat mewadahi pembinaan WBP yang merupakan hasil pemikiran yang telah disusun dan dijabarkan dalam LP3A ini.
PENGEMBANGAN KAWASAN MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG BERBASIS CAGAR BUDAYA Prasetyani, Tesalonika
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Lama Semarang sebagai wilayah yang terkenal dengan kawasan cagar budaya memiliki beragam bangunan bersejarah, terutama yang berasal dari masa penjajahan Belanda. Area ini tidak hanya menarik bagi para wisatawan yang tertarik dengan peninggalan budaya, tetapi juga menjadi pusat kegiatan masyarakat lokal untuk memahami identitas dan akar budaya kota Semarang. Sebagai salah satu institusi budaya yang memelihara, memamerkan, dan memperkenalkan sejarah Kota Semarang kepada masyarakat, Museum Kota Lama menjadi salah satu instrumen pelestarian dan penghargaan terhadap sejarah dan warisan budaya kota Semarang. Museum ini dibangun di sudut bastion Benteng Kota Lama untuk menandai keberadaan Benteng Kota Lama sebagai cikal bakal pertumbuhan Kota Semarang. Sebagai bangunan yang terletak di kawasan cagar budaya, museum ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai-nilai historis dan arsitektur asli Benteng Kota Lama Semarang. Rancangannya juga tidak selaras dengan tata bangunan sebelumnya, dan menghadapi tantangan dalam hal tata ruang dan sirkulasi. Oleh karena itu, untuk mengembalikan citra masa lalu Benteng Kota Lama Semarang, Museum Kota Lama perlu dirancang kembali dengan memperhatikan aspek pelestarian cagar budaya dan adaptasi terhadap lingkungan. Rancangan Pengembangan Kawasan Museum Kota Lama Semarang akan menyajikan tampilan bangunan yang disesuaikan dengan berbagai pertimbangan mencakup harmonisasi antara skala massa, proporsi fasad bangunan, material, warna, komposisi massa, hingga langgam arsitektural dan lanskapnya melalui pendekatan urban infill. Hal ini dilakukan agar identitas Kota Semarang dapat dirasakan dengan lebih nyata oleh masyarakat.
CONSERVING HARMONY : AGRICULTURE HUB FOR HUMAN, FOOD, AND NATURE Irawan, Erlangga Yosie
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan populasi penduduk merupakan sebuah fenomena yang terjadi di semua benua, dengan Indonesia sebagai salah satuyna. Jumlah penduduk yang terus bertambah secara eksponensial ini diperkirakan akan bertambah 1,2% tiap tahunnya, menurut www.bps.go.id. Makanan merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia untuk hidup, tumbuh, dan berkembang. Di Indonesia, sumber penghasil makanan primer adalah kegiatan agrikultur, yang dimana memerlukan beberapa petak lahan untuk ditanami, dibudidayakan, dan dikembangkan sumber-sumber pangan berupa hasil pertanian, perkebunan, dan juga peternakan. Realitanya, di masa perekonomian zaman sekarang yang menguntungkan industri yang mengandalkan kecepatan, efisiensi, dan kapital sebanyak mungkin, kegiatan agraris mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat-masyarakat lokal (Evizal, 2022) dan sering digantikan oleh korporat-korporat masif yang tidak jarang mengalihfungsikan lahan yang awalnya merupakan pertanian, perkebunan, dan peternakan menjadi lahan perumahan, industry. Kabupaten Semarang merupakan salah satu kabupaten di Indonesia yang mengandalkan pertanian sebagai sektor unggulan penghasil keperluan pangan dan penggerak ekonomi masyarakat (Nurjayanti dan Sukbekti, 2017). Namun demikian, sektor yang mendominasi sebagai sumber ekonomi di ungaran untuk sekarang yaitu sektor industri dengan kontribusi sebesar 41,81 % terhadap perekonomian Kabupaten Semarang, Maka dari itu, isu utama yang muncul dari konversi lahan pertanian tersebut yaitu food security, Ketahanan pangan harus mencakup faktor ketersediaan, distribusi, dan konsumsi (Prabowo, 2010).
KOMPLEKS SENI DAN WISATA MULTIFUNGSI DI SEMARANG Sholikhah, Nabila Putri Nur
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesenian dan kebudayaan memegang peranan penting dalam memelihara dan mengembangkan warisan budaya suatu daerah, serta menjadi faktor utama dalam industri pariwisata. Kota Semarang, sebagai Ibu Kota Jawa Tengah, memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu dilestarikan. Namun, aktivitas kebudayaan di kota ini menunjukkan penurunan, terutama karena kurangnya minat generasi muda terhadap kesenian dan kebudayaan daerah. Oleh karena itu, perlu dirancang Kompleks Seni dan Wisata Multifungsi di Kota Semarang dengan pendekatan arsitektur Neo Vernakular sebagai fasilitas untuk pengembangan seni dan kebudayaan, meliputi gedung pertunjukan seni, balai pelatihan seni, dan galeri seni. Selain itu, kompleks ini juga menawarkan fasilitas untuk meningkatkan wisata dan ekonomi lokal, seperti foodcourt UMKM, coffee shop, dan objek arsitektur ikonik. Dengan hadirnya kompleks ini, diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap kesenian dan kebudayaan daerah, serta memberikan kontribusi positif terhadap ekonomi dan pariwisata Kota Semarang
PERANCANGAN HEALTH RESORT AND SPA DI KAWASAN WISATA GUCI, KABUPATEN TEGAL DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR EKOLOGIS Fadhila, Adzana Gita
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kawasan Wisata Guci merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di kaki Gunung Slamet dan masuk ke wilayah administrasi Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah. Kawasan wisata ini memiliki potensi unggulan berupa sumber air panas alami yang bermanfaat untuk relaksasi. Oleh sebab itu, Kawasan Wisata Guci banyak didatangi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara yang ditunjukkan dengan naiknya angka pengunjung dari tahun 2021 hingga 2022. Akan tetapi, keberadaaan kawasan wisata ini terus berkembang tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, termasuk keberadaan cagar alam yang harus berganti status menjadi taman wisata alam akibat terjadinya penurunan kualitas lingkungan sehingga tidak lagi memenuhi kriteria cagar alam. Dengan dilakukannya studi lapangan dan literatur, didapatkan berbagai data mengenai kurangnya jumlah fasilitas penginapan yang ada pada kawasan ini, khususnya pada hotel berbintang. Tidak hanya itu, ditemukan pula fenomena berupa kepadatan bangunan dan pelanggaran pembangunan pada kawasan cagar alam yang mengakibatkan degradasi lingkungan pada Kawasan Wisata Guci. Oleh sebab itu, diperlukan pembangunan fasilitas penginapan berupa Health Resort and Spa untuk mewadahi kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke Kawasan Wisata Guci, khususnya yang berkaitan dengan relaksasi dan rekreasi dengan tetap memperhatikan keadaan alam sekitar yang diwujudkan melalui penggunaan pendekatan Arsitektur Ekologis untuk membuka lahan baru demi meminimalisir dampak pembangunan yang terjadi terhadap lingkungan.
REDESAIN STASIUN PASAR SENEN DI JAKARTA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HIJAU Ihsan, Farrell
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menurut geografis Kota Jakarta mempunyai luas kota sekitar 661,52 km2 yang mana terletak di bagian barat laut Pulau Jawa, dengan posisi yang mana berbatasan dengan Provinsi Banten di bagian Baratdan Provinsi Jawa Timur di Bagian . Provinsi DKI Jakarta terdiri dari 5 wilayah kotamdya dan 1 kabupaten Administrasi, yaitu Jakarta Pusat, Utara, Jakarta Baratm, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur, serta Kabupaten Kepulauan Seribu. Menurut Badan Pusat Statistik Kota Jakarta memiliki jumlah penduduk yang diperkirakan mencapati 10,64 juta jiwa pada tahun 2022, dengan peningkatan 0,38% dari tahun sebelumnya. Sementara menurut sumber lain, Wikipedia dan Databoks yang mana mengidentifikasi jumlah penduduk Jakarta mencapai 11,24 juta jiwa pada tahun 2023. Oleh karena itu dapat diperkirakan jumlah penduduk DKI Jakarta berkisar antara 10,64 jiwa hingga 11,24 jiwa pada tahun 2022 – 2023. Jakarta merupakan pusat ekonomi, bisnis, dan politik yang sangat maju, sehingga Kota Jakarta menjadi tempat berditinya kantor – kantor pusat yang terletak di pusat kota Jakarta. Kota Jakarta ini juga menjadi tempat kedudukan Lembaga kepemerintahan dan kantor sekertariat ASEAN.
PUSAT KERAJINAN BATU MUNTILAN Nafisha, Azzahra Amalia
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecamatan Muntilan adalah kawasan di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah yang termasuk dalam salah satu lokasi pendukung pengembangan KSPN Borobudur. Terdapat potensi usaha kreatif berupa kerajinan batu yang berpusat di Tamanagung, Sedayu, dan Keji Muntilan serta Pabelan, Mungkid dengan jumlah 518 perajin. Kondisi terkini perajin dan penjual kerajinan saat ini tidak terkoordinir dan mayoritas berjualan di sepanjang pinggir jalan provinsi. Hal ini menimbulkan gangguan aktivitas lalu lintas jalan provinsi yang menjadi jalur utama Semarang-Yogyakarta. Minimnya sarana penyediaan informasi dan pengembangan fasilitas juga menjadikan usaha kerajinan ini cenderung stagnan dan tidak mengalami banyak perkembangan, terutama pada masa-masa pasca pandemi. Maka diperlukan sebuah pusat kerajinan batu dalam mengatasi permasalahan tersebut sekaligus meningkatkan sarana wisata di Kabupatena Magelang.
PERANCANGAN SEMARANG INDOOR ARENA DENGAN PENERAPAN IDENTITSA KOTA SEMARANG Ramadhani, Rizka
Jurnal Poster Pirata Syandana PERIODE 158 (JUNI 2024)
Publisher : Architecture Department, Engineering Faculty, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan yang dapat memberikan manfaat tidak langsung pada sektor ekonomi. Berbagai acara olahraga dapat menghadirkan banyak wisatawan sehingga olahraga berkontribusi dalam bidang ekonomi melalui pariwisata olahraga. Kota Semarang yang merupakan Ibukota Jawa Tengah memiliki salah satu misi untuk mengembangkan pariwisata olahraga guna meningkatkan daya saing daerah. Salah satu hal penting dari pariwisata olahraga adalah prasarana olahraga itu sendiri. Di Semarang, belum terdapat GOR dengan kapasitas lebih dari 3.000 penonton dan berstandar internasional. Maka dari itu, perancangan GOR berkapasitas besar dan berstandar internasional menjadi hal penting untuk mewujudkan misi Kota Semarang. Perlu adanya hal yang menjadi penanda identitas kota untuk merepresentasikan daerah dan menjadi daya tarik juga daya saing daerah. Pencarian identitas Kota Semarang melalui struktur formal bangunan ciri khas kota diperlukan untuk kemudian diterapkan ke dalam perancangan GOR.