cover
Contact Name
A.Amirul Mu'minin
Contact Email
amirul.muminin@hangtuah.ac.id
Phone
+6282257527797
Journal Mail Official
fisheries@hangtuah.ac.id
Editorial Address
Program Studi Perikanan, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan, Universitas Hang Tuah Jl. AR Hakim No. 150, Sukolilo, Keputih, Surabaya 60111 No. Telp.031-5945864, Fax: 031-5946261
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Fisheries : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan
Published by Universitas Hang Tuah
ISSN : 26563746     EISSN : 26850664     DOI : http://dx.doi.org/10.30649/fisheries.v2i2
Aim : results of research or scientific articles from intellectuals, practitioners and students Scoope : social economy of fisheries, aquaculture, processing of fishery products, and utilization of fishery resources, and marine science
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019): Oktober" : 6 Documents clear
Hasil Tangkapan Ikan Kakap Putih (Latescalcarifer) Pada Ukuran Mata Jaring Insang Yang Berbeda Di Perairan Pesisir Kota Surabaya abdillah, ahmad rifqi; Subagio, Hari; Rosana, Nurul
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.19

Abstract

Nelayan pesisir Kota Surabaya menggunakan alat tangkap jaring insang dasar (bottom gillnet) dalam menangkap ikan kakap putih. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh ukuran mata jaring yang berbeda pada jaring insang dasar. Penelitian ini di lakukan bulan Maret hingga Mei 2019 di perairan pesisir kota Surabaya dengan metode observasi untuk mengetahui hasil tangkapan ikan kakap putih (Lates calcarifer) dan pengaruh ukuran mata jaring yang berbeda. Pengambilan data dilakukan 15 kali sebagai ulangan dan 2 perlakuan berupa ukuran mata jaring 6 inchi dan 7 inchi sehingga diperoleh 30 data. Hasil penelitian menunjukan hasil tangkapan utama ikan kakap (Lates calcarifer) sebanyak 65% dan hasil tangkapan sampingan sebanyak 35% diantaranya ikan laosan (Eleutheronema Tetradactylum), rajungan (Portanus pelagicus), dan dukang (Hexanematichthys). Jumlah hasil tangkapan pada mata jaring 6 inchi lebih besar dari pada ukuran 7 inch. Namun berdasarkan anilisis uji t di simpulkan tidak ada pengaruh penggunaan ukuran mata jaring 6 inchi atau 7 inchi terhadap hasil tangkapan ikan kakap putih. Perbedaan jumlah hasil tangkapan ikan kakap putih di antara kedua ukuran mata jaring tersebut kemungkinan di sebabkan oleh beberapa factor lingkungan yakni arus, suhu, dansalinitas.
Strategi Pengembangan Ekowisata Pesisir Dalam Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Hidayat, M. Taufiq; Ramly, Moh.
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.21

Abstract

Pengembangan  ekowisata merupakan kegiatan yang dilakukan bersama komunitas masyarakat dengan cara meningkatkan partisipasi aktif masyarakat dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup dan menyelesaikan persoalan yang dialami oleh komunitas masyarakat khususnya di pamekasan. Program pengembangan masyarakat dapat dilakukan berdasarkan kearifan lokal berupa peningkatan partisipasi masyarakat dan berjalan secara berkelanjutan pada ekosistem hutan mangrove. Pemanfaatan ekosistem mangrove untuk konsep wisata (ekowisata) sejalan dengan pergeseran minat  wisatawan yaitu wisatawan yang hanya datang melakukan wisata saja tanpa ada unsur pendidikan dan konservasi menjadi new tourism yaitu wisatawan yang datang untuk melakukan wisata yang didalamnya ada unsure pendidikan dan konservasi.            Penelitian ini dilakukan dengan metode penulusuran ke masyarakat pesisir terutama hutan mangrove yang perlu restorasi meliputi penelitian dalam hal partisipasi masyarakat pesisir. Penelitian ini berjenis studi kasus dengan menggunakan metode kualitatif dan metode deskriptif, dan analisis data menggunakan SWOT. Luaran dari penelitian ini adalah meningkatnya partisipasi masyarakat pesisir Montok dalam memanfaatkan ekosistem hutan mangrove.            Hasil perhitungan dari nilai ranting dan bobot faktor interrnal strategi pengembangan dan pengelolaan ekowisata mangrove di Kelompok Sadar Wisata Wilayah Kusuma Talang Siring  di peroleh nilai akhir fakt or internal adalah 1,55. Dan faktor ekternal adalah 1,6. Dan berada pada kuadran I yaitu pertumbuhan artinya untuk meningkatkan pengembangan dan pengelolaan.  Diperlukan suatu tindakan kebijakan partisipasi masyarakat Montok dalam engelola keberadaan ekosistem hutan mangrove yang efektif dan efisiensi. Sehingga dapatm emberikan dampak baik bagi masyarakat terutama pentingnya hutan mangrove yg mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi seperti mengelola bagian-bagian mangrove menjadi kopi , teh dan sirup
Perbandingan Komposisi Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Menggunakan Alat Pemanggil Ikan Berbasis Gelombang Bunyi Di Perairan Kenjeran rifai, muhammad; Rosana, Nurul; Sofijanto, M Arief
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.22

Abstract

Jawa Timur adalah salah satu propinsi di Indonesia yang memiliki potensi perikanan, di perairan Kenjerana Surabaya Jawa Timur jumlah nelayan dan armada perikanan yang harus dikelola dengan baik, salah satu unit penangkapan yang ada adalah jaring insang dasar, target ikan hasil tangkapan dari alat tangkap ini adalah jenis ikan kakap putih (Lates calcarifer). Dengan penambahan alat pemanggil ikan berbasis gelombang  bunyi diharapkan dapat meningatkan hasil tangkapan. Penelitian ini membandingkan 2 perlakuan dan 16 kali ulangan dari penelitian ini didapatkan perbandingan jumlah hasil tangkapan jaring insang dasar tidak menggunakan alat bantu pemanggil ikan yaitu 31 ekor dan yang menggunakan alat pemanggil ikan 39 ekor ikan. Jenis hasil tangkapan jaring insang dasar yang tidak menggunakan alat bantu pemanggil ikan, jenis dan presentase jenis ikan yaitu kakap (Lates calcarifer)  12%. Laosan (Eleutheronema tetradactylum) 12%. Sumbal (Glossolepis incisus) 12%. Presentase menggunakan alat pemanggil ikan ada 6 jenis yaitu sotong (Mastigoteuthis flammea) 1%, rajungan (Portunas pelagicus) 1%, laosan (Eleutheronema tetradactylum) 11%, manyung (Ariidae) 3%, kakap putih (Lates calcalifer) 83%, bandeng (Chanos-chanos)1%,
Upaya Pemanfaatan Benih Ikan Kerapu Cantang Yang Mempunyai Bentuk Abnormal Untuk Usaha Budidaya Ismi, Suko
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.17

Abstract

Benih kerapu yang abnormal  biasanya mempunyai harga yang sangat murah dan bahkan tidak laku untuk dijual untuk  kerapu cantang karena mempunyai pertumbuhan yang cepat benih yang cacat masih bisa dimanfaatkan yaitu untuk benih pada produksi kerapu konsumsi yang pemasarannya dalam betuk fillet. Tujuan penelitian ini adalag memanfaatkan benih ikan kerapu cantang yang cacat untuk benih budidaya sehingga mempunyai nilai tambah dan dapat menjadi satu usaha yang menguntungkan. Benih  yang dipakai pada penelitian ini adalah ikan kerapu cantang yang cacat : insang, mulut dan ekor  dengan ukuran panjang rata-rata 6,50 ± 0,46 cm dan berat 6,21 ± 1,30 g, jumlah 9.000 ekor. Ikan dipelihara selama 120 hari pada 3 buah bak beton ukuran 2,0 x 3,0 x 1,2 m yang diisi air laut dengan volume 5,0-6,0 m3 dengan kepadatan ikan masing-masing 3.000 ekor/bak, setiap 30 hari kepadatan ikan dijarangkan hingga menjadi 9 bak dengan kepadatan antara 700-900 ekor/bak. Hasil penelitian panjang rara-rata 19,91±0.37 cm dan berat 102,35 ± 2,75 g, kelangsungan hidup 82,30% dengan total produksi 740,7 kg, penjualan benih mengacu pada berat ikan dengan harga Rp.100.000/kg. Hasil analisis menunjukan usaha menghasilkan  R/C ratio 1,68 salama satu siklus produksi, artinya usaha tersebut menguntungkan.
Uji Kinerja Alat Pengasapan Ikan “EFHILINK” Joesidawati, Marita Ika; Suwarsih, Suwarsih; Nuruddin, Abdul Wahid
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.18

Abstract

Metode pengasapan ikan yang digunakan oleh pengolah ikan asap di Kabupaten Tuban masih sangat tradisional dan masih dengan peralatan sederhana. Kapasitas produksi ikan asap juga masih sangat rendah dan belum memenuhi standard SNI. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan membuat dan melakukan uji coba alat pengasapan. Parameter yang diukur untuk menguji kenerja alat pengasapan ini lama pengasapan untuk menghasilkan kualitas ikan asap yang sesuai standar SNI, jumlah bahan bakar terpakai, suhu pengasapan, kelembaban ruang pengasapan dan kadar air ikan asap yang dicapai, dan volume asap cair yang dihasilkan. Untuk mengetahui hasil uji kinerja alat pengasapan dilakukan pengamatan organoleptik terhadap tingkat kesukaan (uji kesukaan). Hasil uji coba  menunjukkan suhu dan kelembaban dalam ruang pengasapan cenderung berbeda antar tiap rak dengan membentuk pola yang hampir serupa. Design alat yang tertutup menyebabkan produksi dan penyebaran asap lebih merata.  Sisa bahan bakar yang dihasilkan selama pembakaran 3 jam mencapai 50% dan  masih dapat digunkan 5-6 jam lagi. Kadar air  ikan asap (Ikan Tongko) sesuai SNI yaitu 60%. Uji organoleptik rata-rata diatas 3  (suka)  dan volume asap cair sebanyak 50 ml selama proses pengasapan 3 jam
Pengaruh Suhu Dan Konsentrasi Propolis Yang Berbeda Terhadap Rasio Jantan Dan Betina Serta Kelangsungan Hidup Ikan Nila Merah (Oreochromis sp.) Kambu, Fernandes; Trisyani, Ninis; Yuniar, Is
FISHERIES : Jurnal Perikanan dan Ilmu Kelautan Vol 1, No 2 (2019): Oktober
Publisher : Universitas Hang Tuah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30649/fisheries.v1i2.20

Abstract

Ikan nila merah (Oreochromis sp.) memiliki laju pertumbuhan yang berbeda antara jantan dan betina. Ikan nila jantan memiliki rata-rata pertumbuhan yang relatif cepat dibandingkan ikan nila betina. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan teknologi jantanisasi. Teknik yang umum dilakukan adalah sex reversal menggunakan hormon pemicu. Propolis adalah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk alih kelamin pada ikan. Proses pengarahan kelamin ikan dapat dilakukan dengan manipulasi suhu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh suhu dan konsentrasi propolis yang berbeda terhadap rasio jantan dan betina ikan nila merah dan mengetahui berapa konsentrasi suhu dan konsentrasi propolis terbaik yang mempengaruhi rasio jantan dan betina ikan nila merah serta pengaruh suhu dan konsentrasi propolis terhadap kelangsungan hidup ikan nila merah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan dua taraf perlakuan suhu dan tiga taraf perlakuan konsentrasi propolis. Hasil analisa anova menunjukkan bahwa suhu dan konsentrasi propolis yang digunakan pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap jenis kelamin jantan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dihasilkan. Persentase jenis kelamin jantan tertinggi diperoleh pada interaksi suhu 30 ⁰C dan konsentrasi propolis 0,075 ml/liter sebesar 92,32 % namun tidak berbeda nyata dengan kontrol yaitu sebesar 91,55 %.

Page 1 of 1 | Total Record : 6