cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285277389989
Journal Mail Official
jurnal.libria@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jln. Ar-Raniry No.1 Darussalam - Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry
ISSN : 20861532     EISSN : 25498606     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
This journal specializes in any topics and subjects related to the Librarianship, information and documentation, also it present the subjects and topics related to archives and literacy
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY" : 6 Documents clear
STUDI KOMPARATIF KEBIJAKAN PENGEMBANGAN KOLEKSI ELEKTRONIK PADA PERPUSTAKAAN PERGURUAN TINGGI Handisa, Rattahpinnusa Haresariu
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/24751

Abstract

Abstract Most university libraries do not yet have an electronic collection development policy document. Ideally, key aspects of collection development need to be included to ensure the effectiveness and efficiency of procurement of electronic information resources. The aim of this study is to compare the two electronic collection development policies of two leading university libraries in Australia, namely the University of Queensland Library (PUQ) and the University of Melbourne Library (PUM) in order to identify the key elements of these collection development policies. The research results show that PUM has a more comprehensive electronic collection development policy because the document includes fundamental elements, namely: objectives, policy rationale, scope, statements of authority, responsibilities and technical criteria. In contrast, the electronic collection development policy at PUQ excludes core elements, such as: mission statement, general statement, narrative statement and policy review. It is recommended that electronic collection development policies in university libraries should include fundamental elements, namely: introduction, general statement, mission statement, general statement, narrative statement and policy review. The existence of an electronic collection development policy document is a form of the library's commitment to adapting. with the digital ecosystem. Keywords: development policy, electronic collections, comparison, e- preferred policy, ebook, born digital, ejournal Abstrak Sebagian besar perpustakaan perguruan tinggi belum memiliki dokumen kebijakan pengembangan koleksi elektronik. Idealnya, aspek-aspek kunci dari pengembangan koleksi perlu dicantumkan guna menjamin efektivitas dan efisiensi pengadaan sumber informasi elektronik. Studi ini bertujuan adalah membandingkan dua kebijakan pengembangan koleksi elektronik dua perpustakaaan universitas terkemuka di Australia, yakni Perpustakaan Universitas Queensland (PUQ) dan Perpustakaan Universitas Melbourne (PUM) guna mengidentifikasi elemen kunci dari kebijakan pengembangan koleksi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PUM memiliki kebijakan pengembangan koleksi elektronik yang lebih komprehensif karena dokumennya mencakup unsur-unsur fundamental, yaitu: tujuan, kebijakan dasar pemikiran, cakupan, pernyataan otoritas, tanggung jawab dan kriteria teknis. Sebaliknya, kebijakan pengembangan koleksi elektronik di PUQ mengecualikan unsur-unsur inti, seperti: pernyataan misi, pernyataan umum, pernyataan naratif dan review kebijakan. Direkomedasikan bahwa Kebijakan pengembangan koleksi elektronik pada perpustakaan perguruan tinggi seyogyanya mencakup unsur-unsur fundamental, yaitu: pendahuluan, pernyataan umum, pernyataan misi, pernyataan umum, pernyataan naratif dan review kebijakan.Keberadaan dokumen kebijakan pengembangan koleksi elektronik merupakan wujud komitmen perpustakaan perpustakaan perguruan tinggi beradaptasi dengan ekosistem digital. Kata kunci : kebijakan pengembangan, koleksi elektronik, komparasi, e-preferred policy, ebook, born digital,ejournal
PRESERVASI SEBAGAI UPAYA MENJAGA KELESTARIAN ARSIP STATIS Khariroh, Umi
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/24755

Abstract

Abstract Preservation activities are the process of protecting archives against damage or repairing damaged archives. Static archive preservation activities are carried out to create archives that are sustainable both physically and in terms of information. Preservation is carried out with two activities, namely preventive preservation which is to prevent damage to archives, and curative preservation which is to repair/maintain archives. Preventive preservation activities include selecting the type of storage facility, selecting archival media, regulating temperature and humidity, camphorization and silica gel, environmental cleaning, and fumigation. Meanwhile, curative preservation activities include lamination, encapsulation, joining/patching (leaf casting), lamination with conqueror paper, Lamatex cloth, replacing damaged or worthy of replacement archive boxes and replacing paper and textual static archive wrapping. Keywords: Static archives, preventive preservation, curative preservation. Abstrak Kegiatan preservasi merupakan proses perlindungan arsip terhadap kerusakan atau perbaikan terhadap arsip yang rusak. Kegiatan preservasi arsip statis dilaksanakan untuk menciptakan arsip yang lestari baik secara fisik maupun informasinya. Preservasi dilakukan dengan dua kegiatan yaitu preservasi preventif yang bersifat pencegahan kerusakan arsip, dan preservasi kuratif bersifat perbaikan/ perawatan arsip. Kegiatan preservasi preventif meliputi pemilihan jenis sarana simpan, pemilihan media arsip, pengaturan suhu dan kelembaban, kamperisasi dan silica gell, pembersihan lingkungan, dan fumigasi. Sedangkan kegiatan preservasi kuratif diantaranya adalah laminasi, enkapsulasi, menyambung/ menambal (leaf casting), laminasi dengan kertas konqueror, lamatex cloth, penggatian boks arsip yang rusak atau layak ganti dan penggatian kertas dan pembungkus arsip statis tekstual.Kata kunci: Arsip statis, preservasi preventif, preservasi kuratif.
PEMANFAATAN KATALOG SEBAGAI SARANA TEMU KEMBALI PADA PERPUSTAKAAN MILIK PAK HJ. OO Kamil, Muhammad Fadhil; Rukmana, Evi Nursanti; Rohman, Asep Saeful
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/24756

Abstract

Abstract A library is a working unit that has a place to collect, manage, store, and organize a collection of library materials regularly, and has the purpose of being used by libraries as a pleasant source of information or learning. Collections on libraries should therefore be arranged and processed to the best of their ability in order for information to be stored and used quickly and appropriately. On libraries it is also mandatory to have an information re-meeting system. Of the many key tasks on the system for information re-establishment from library ownership is processing library materials often referred to as cataloging. Catalogue itself has a meaning which is the process of creating a catalog containing data from a collection, both from the physical perspective of the book and the contents of the collection. The writing of this article aims to find out how the catalog utilizes in processing library materials on the library owned by Mr. Hj. Oo. One way is to do cataloging activities on the library. Catalogueing library materials makes library materials on library collections systematically neat and can be recovered quickly and accurately. In addition, the power of cataloging library materials has a great influence on the success of library tasks and functions. Therefore, cataloguing activities should be done professionally. The research conducted on this article uses descriptive qualitative research methods. Mr. Hj. Oo's library has many unprocessed library materials by conducting cataloging activities on the library. After cataloging activities were carried out on the library owned by Mr. Hj. Oo made the library systematically organized. Therefore, cataloging activity is a powerful way to embed existing library materials on the library owned by Mr. Hj. Oo.Keywords: Catalouguing; Library; Library Materials; Processing Abstrak Perpustakaan ialah unit kerja yang mempunyai tempat untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, serta mengatur koleksi bahan pustaka dengan teratur, dan mempunyai tujuan untuk digunakan oleh para pemustaka sebagai sumber informasi atau sarana pembelajaran yang menyenangkan. Oleh karena itu, koleksi pada perpustakaan harus diatur dan diolah sebaik mungkin agar informasi dapat disimpan dan digunakan dengan cepat dan tepat. Pada perpustakaan juga diwajibkan memiliki sistem temu kembali informasi. Dari banyaknya tugas utama pada sistem temu kembali informasi dari kepemilikan perpustakaan ialah mengolah bahan perpustakaan yang sering disebut sebagai katalogisasi. Katalogisasi sendiri mempunya arti yaitu adalah proses pembuatan katalog yang memuat data-data dari suatu koleksi, baik dari segi fisik buku maupun isi dari koleksi buku tersebut. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan katalog dalam mengolah bahan pustaka pada perpustakaan milik Pak Hj. Oo. Salah satu caranya ialah melakukan kegiatan pengkatalogkan pada perpustakaan tersebut. Katalogisasi bahan pustaka membuat bahan pustaka pada koleksi perpustakaan menjadi tertata rapih secara sistematis dan dapat ditemukan kembali dengan cepat serta akurat. Selain itu, kekuatan katalogisasi bahan pustaka mempunyai pengaruh yang besar pada keberhasilan tugas serta fungsi perpustakaan. Maka dari itu, kegiatan katalogisasi harus dilakukan secara profesional. Penelitian yang dilakukan pada artikel ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Pada perpustakaan milik Pak Hj. Oo mempunyai banyak bahan pustaka yang belum diolah dengan melakukan kegiatan katalogisasi pada perpustakaan tersebut. Setelah kegiatan katalogisasi dilakukan pada perpustakaan milik pak Hj. Oo menjadikan perpustakaan tersebut tertata rapih secara sistematis. Oleh karena itu, kegiatan katalogisasi ialah cara yang ampuh untuk mengolaj bahan pustaka yang ada pada perpustakaan milik Pak Hj. Oo.Kata Kunci: Katalogisasi; Bahan Pustaka; Pengolahan; Perpustakaan
KOMPETENSI TEACHER LIBRARIAN DALAM KONSEP TEORI KOGNITIF SOSIAL (SELF EFFICACY) Ernawati, Ernawati
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/24749

Abstract

Abstract The term teacher librarian (Teacher Librarian) is not widely known in Indonesia. The USA states that a Teacher Librarian is a teacher who has a background in librarianship. This brief article describes Teacher Librarian competency using a social theory approach, namely using the concept of Self Efficacy. There are four components that a Teacher Librarian must have, namely competence, management, education and technology. Although this competency is still not fully implemented in Indonesia. However, states like America have empowered TL as a way to develop libraries in the educational environment. Meanwhile, the concept of Self Efficacy itself is a tool in measuring a TL's ability to improve their performance and competence in accordance with the regulations applicable in their country. In contrast to Indonesia, the TL position itself is selected from teaching staff who serve as teachers with criteria and conditions set by the government even though in practice it does not match expectations and reality in the field. This article tries to provide an overview of Teacher Librarians and their presence in school libraries and uses Self Efficacy as a tool to measure one's qualities and abilities as a Teacher Librarian. Keywords: Competence, Teacher Librarian, Self Efficacy Abstrak Istilah guru pustakawan (Teacher Librarian) belum banyak dikenal di Indonesia. Negara USA menyebut Teacher Librarian adalah seorang pengajar (guru) yang memiliki latar belakang dalam keperpustakaan (librarianship). Artikel ringkas ini mendeskripsikan tentang kompetensi Teacher Librarian dengan pendekatan teori sosial yaitu menggunakan konsep Self Efficacy. Terdapat empat komponen yang harus dimiliki oleh Teacher Librarian yaitu kompetensi, manajemen, pendidikan dan teknologi. Meskipun kompetensi ini masih belum sepenuhnya terlaksana di Indonesia. Namun pada Negara bagian seperti Amerika telah memberdayakan TL ini sebagai salah satu pengembangan keberadaan perpustakaan dilingkungan pendidikan. Sedangkan konsep Self Efficacy sendiri menjadi salah satu alat bantu dalam mengukur kemampuan seorang TL dalam meningkatkan kinerja dna kompetensinya sesuai dengan ketentuan yang berlaku dinegaranya. Berbeda dengan Indonesia posisi TL sendiri dipilih dari tenaga pendidik yang menjabat sebagai guru dengan kriteria dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah meskipun pada prakteknya tidak sesuai harapan dan kenyataan dilapangan. Artikel ini mencoba memberikan gambaran tentang Teacher Librarian dan keberadaannya di perpustakaan sekolah serta menggunakan Self Efficacy sebagai alat bantu mengukur kualitas dan kemampuan diri sebagai Teacher Librarian. Kata Kunci : Kompetensi , Teacher Librarian, Self Efficacy
Pelaksanaan Penyusutan Arsip di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran Adna, Putri Latifa; Sukaesih, Sukaesih; Sujana, Lusi Romaddyniah
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/17702

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan secara mendalam mengenai penyusutan arsip yang dilakukan di Record Center Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Objek penelitian pada penelitian ini adalah seorang informan yang menjabat sebagai staf arsiparis di Record Center Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Padjadjaran dengan menggunakan purposive sampling untuk memilih informan. Jenis data yang digunakan adalah data deskriptif. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi, wawancara, dan studi pustaka. Sementara itu, analisis data yang diterapkan pada penelitian di antaranya adalah reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Untuk menguji keabsahan data, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dengan cara membandingkan hasil pengamatan dengan hasil wawancara dan menguji kebenaran keduanya dengan dokumen yang mendukung. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan bahwa kegiatan penyusutan arsip di Record Center Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran dilaksanakan melalui tiga tahap, yaitu tahap pemindahan, tahap penyerahan, dan tahap pemusnahan dengan berpedoman pada Peraturan Rektor Universitas Padjadjaran.
EVALUASI DESAIN INTERFACE PADA APLIKASI IPUSNAS BERDASARKAN TEORI EVALUASI HEURISTIK NIELSEN Hikmat, Arsyad Nuzul
LIBRIA Vol 16, No 1 (2024): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/24750

Abstract

Abstract Evaluation of interface design, hereinafter referred to as interface, is part of the assessment of the interface of a system or application. With this evaluation, you can find out what advantages and disadvantages the interface design has. Basically, an interface design can be said to be good if the interface is easy to understand and not complicated for users to use even if the user is in the beginner category, conversely if the interface is good, cool but difficult to understand then the interface cannot be categorized as a good interface. Next, this research will focus on the interface design of a National Library application specifically for the Android platform with the name Ipusnas which is currently available in version 1.4.1. using heuristic evaluation from Nielsen which has 10 indicators. The evaluation results show that the IPusnas application can be stated to be good in its interface design and can help application users. Although there are still several shortcomings in the Ipusnas application. Keywords: User Interface (UI); Nielsen Heuristic Evaluation, Ipusnas android Abstrak Evaluasi desain interface, selanjutnya disebut antarmuka merupakan sebuah bagian dari penilaian terhadap antarmuka suatu sistem atau aplikasi. Dengan evaluasi tersebut maka dapat ditemukan kekurangan dan kelebihan apa yang dimiliki desain antarmuka tersebut. Pada dasarnya desain antarmuka dapat dikatakan baik apabila antarmuka tersebut mudah dipahami dan tidak rumit untuk digunakan oleh pengguna walaupun pengguna tersebut dalam kategori pemula, sebaliknya apabila antarmuka tersebut bagus, keren namun sulit untuk dipahami maka antarmuka tersebut belum dapat dikategorikan sebagai antarmuka yang baik. Selanjutnya penelitian ini akan memfokuskan pada desain antarmuka dari suatu aplikasi Perpustakaan Nasional khusus untuk platform android dengan nama Ipusnas yang saat ini tersedia dalam versi 1.4.1. menggunakan evaluasi heuristik dari Nielsen yang memiliki 10 indikator. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa aplikasi IPusnas dapat dinyatakan telah baik dalam desain antarmukanya dan dapat membantu pengguna aplikasi. Walaupun masih terdapat beberapa kekurangan pada aplikasi Ipusnas.Kata Kunci : User Interface (UI); Evaluasi Heuristik Nielsen, Ipusnas android

Page 1 of 1 | Total Record : 6