cover
Contact Name
Suherman
Contact Email
suherman@ar-raniry.ac.id
Phone
+6285277389989
Journal Mail Official
jurnal.libria@ar-raniry.ac.id
Editorial Address
Perpustakaan Pascasarjana UIN Ar-Raniry, Jln. Ar-Raniry No.1 Darussalam - Banda Aceh, 23111
Location
Kota banda aceh,
Aceh
INDONESIA
LIBRIA: Library of UIN Ar-Raniry
ISSN : 20861532     EISSN : 25498606     DOI : -
Core Subject : Science, Social,
This journal specializes in any topics and subjects related to the Librarianship, information and documentation, also it present the subjects and topics related to archives and literacy
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY" : 10 Documents clear
Eksistensi Perpustakaan dalam Melestarikan Khazanah Budaya Bangsa Nurjannah, Nurjannah
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2411

Abstract

Budaya merupakan warisan yang memiliki nilai tinggi bagi suatu bangsa. Budaya akan mengarahkan pemahaman anak bangsa terhadap suasana masyarakat dan perbedaannya, atmosfir politik yang mengitarinya, dan tingkat perkembangan intelektual yang melingkupinya. Warisan budaya dimaksud meliputi sesuatu yang berwujud seperti filosofi, nilai, keyakinan, kebiasaan, konvensi, adat istiadat, etika dan lain sebagainya. Sebagai negara yang kaya dengan khazanah budaya, sudah sepatutnya pemerintah dan seluruh elemen warga negara Indonesia untuk melestarikan warisan yang tinggi nilainya kemusnahan. Disinilah perlu peran perpustakaan untuk menyelamatkan warisan tersebut dengan mengumpulkan, menyimpan, mengawetkan, dan melestarikan hasil karya cipta, rasa dan karsa bangsa. Salah satu cara pelestarian informasi adalah melakukan transformasi melalui alih media dan promosi budaya. i
Preservasi Arsip Nufus, Ade
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2405

Abstract

Tulisan ini berjudul Preservasi Arsip dengan rumusan masalah bagaimanakah tahapan dalam kegiatan preservasi arsip. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah library research dan tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan tahapan yang harus dilakukan saat melakukan kegiatan preservasi arsip. Karena nilai informasi yang terkandung dalam arsip merupakan informasi yang berharga, maka arsip harus dirawat, dilestarikan dan mendapatkan penanganan yang baik. Preservasi arsip yang dilakukan berbeda-beda sesuai dengan bahan dasar arsip diantaranya kertas, foto, digital dan bahan dasar lainnya. Begitu juga tempat penyimpanan dan pengaturan suhu, cahaya bahkan kelembaban terhadap penyimpanan arsip. Preservasi arsip adalah kegiatan menjaga keberlangsungan siklus hidup arsip agar informasi yang terkandung tetap dapat diakses. Karena ketahanan arsip tersebut akan sangat bergantung terhadap pengelolaan maupun tindakan preservasi yang dilakukan sepanjang siklus hidup arsip. Preservasi secara umum bertujuan untuk mencegah risiko kerusakan agar tidak terjadi dalam jangka waktu yang cepat, hal ini biasanya dilakukan dengan pemilihan fasilitas dan penyimpanan yang berkualitas baik penanganan yang tepat oleh staff, serta mengidentifikasi atau menggandakan bagian yang rusak untuk diperbaiki agar informasi tetap dapat diakses.
Master Plan Desain dan Implementasi Sisitem Informasi Perpustakaan Berbasis Web Repository (Webometrics) Afrina, Cut
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2412

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat master plan desain implementasi sistem perpustakaan berbasis web repository (webometrics) dengan penggunaan aplikasi GDL yang pertama kali dipakai di perpustakaan belum sepenuhnya berjalan secara maksimal. Oleh sebab itu analisis ini terpusat pada aplikasi E-prints dalam meningkatkan Web Repository (webometrics). Hasil penelitian dan pembahasan tentang master plan desain dan implementasi sistem informasi perpustakaan berbasis web repository (webometrics) adalah bahwa perangkat lunak E-prints pada perpustakaan UIN Sunan Kalaijaga Yogyakarta sudah biasa dinilai oleh QS World University. Dari hasil penilai QS World University Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga menempati rangking ke 5 di tahun 2015. Hasil ini sangat berpontensi dalam meningkatkan sistem informasi yang ada di perpustakaan.
Meningkatkan Profesionalisme Pustakawan Referensi di Perguruan Tinggi melalui Komunikasi yang Efektif Yusrawati, Yusrawati
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2407

Abstract

Dewasa ini, perkembangan informasi semakin cepat layaknya udara yang kita hirup tiap detik. Informasi pun semakin beragam bila ditinjau dari segi media, isi, dan cakupannya. Dalam hal ini, pentingnya sumber daya manusia yaitu pustakawan yang akan menggerakkan roda dan mengembangkan perpustakaan agar berperan serta secara optimal . Kata pustakawan berasal dari kata “pustaka”, sehingga penambahan kata “wan” diartikan sebagai orang yang pekerjaannya atau profesinya terkait erat dengan dunia pustaka atau bahan pustaka. Dalam bahasa Inggris pustakawan disebut “librarian”. Kemudian istilah pustakawan berkembang lagi yaitu sama-sama mengelola informasi diantaranya pakar informasi, pakar dokumentasi, pialang informasi, manager pengetahuan, dan sebagainya. Pustakawan referensi merupakan sumber daya manusia yang harus memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam memenuhi pelayanannya kepada pemustaka secara professional sesuai dengan kebutuhan. Pelayanan ini dilakukan oleh pustakawan terlatih khusus untuk memenuhi kebutuhan informasi pemustaka, baik secara langsung bertatap muka, melalui telepon, maupun secara elektronik. Pustakawan tidak hanya menjawab pertanyaan substantif, tetapi juga membimbing pemustaka untuk memilih dan menggunakan sarana yang tepat untuk penelusuran informasi. Pustakawan mengarahkan pemustaka ke sumber informasi, membantu mereka mengevaluasi, bahkan merujuk ke sumber di luar perpustakaan. Namun pada kenyataannya, sekarang ini belum semua pustakawan referensi yang berada di perguruan tinggi memiliki sikap komunikatif terhadap pemustaka. Pentingnya komunikasi yang efektif dalam memberikan layanan referensi di perpustakaan perguruan tinggi tidak bisa terlalu menjadi tolak ukur, namun ini dapat menjadi pondasi kesuksesan bagi pustakawan referensi untuk memahami pertanyaan pemustaka dan memenuhi kebutuhan informasi mereka. Bidang referensi merupakan titik pertemuan antara perpustakaan dan lingkungan eksternal. Bidang ini adalah salah satu bidang dari perpustakaan dimana terjadinya interaksi langsung dengan publik. Oleh karena itu, pustakawan referensi berfungsi sebagai pelayan informasi. Efektivitas dan efesiensi dari menjembatani tersebut didasarkan pada kemampuan pustakawan untuk berkomunikasi yang efektif dengan pengguna, tujuannya untuk mempromosikan perpustakaan di mata masyarakat dan meningkatkan eksistensi perpustakaan.
Penggunaan Teknologi Informasi dalam Pelayanan Sumber Informasi di Perpustakaan Rahmawati, Nurul Alifah
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2390

Abstract

Perpustakaan sebagai pusat sumber informasi identik dengan layanan yang merupakan ujung tombak dari kegiatan di perpustakaan yang berhubungan langsung dengan pemustakanya. Perpustakaan juga dituntut untuk semakin mengembang diri dalam melayani kebutuhan informasi para penggunanya. Perkembangan perpustakaan di era globalisasi ini identik dengan teknologi. Perpustakaan yang memiliki sistem teknologi informasi dapat melakukan pelayanan secara lebih efektif dan efisien bagi pemustakanya. Penerapan teknologi ke dalam perpustakaan ini meliputi penerapan teknologi pada pengolahan informasi atau bahan pustaka, pada layanan sirkulasi, maupun pada kegiatan rumah tangga perpustakaan lainnya. Dalam layanan sumber informasi peran teknologi informasi ialah sebagai penunjang pelayanan tersebut. Karena jika pada era teknologi ini perpustakaan tidak bisa mengimbangi perkembangan teknologi tersebut, perpustakaan secara perlahan akan kehilangan peminatnya. Perkembangan layanan sumber informasi di perpustakaan dengan penggunaan teknologi di dalamnya dapat meningkatkan kualitas layanan yang diberikan perpustakaan. Terdapat layanan perpustakaan tanpa dinding atau library without walls dimana pengguna dapat mengakses informasi yang dimiliki perpustakaan kapanpun serta dimanapun penggguna itu berada. Selain itu juga terdapat layanan kerjasama dengan perpustakaan lain untuk memenuhi kebutuhan penggunanya.
Program Pengembangan Perpustakaan UIN Ar-Raniry Suherman, Suherman
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/1225

Abstract

Perpustakaan Perguruann Tinggi yang dikelola secara professional akan melahirkan lulusan Perguruan Tinggi yang memiliki keunggulan kompetitif (competitive advantages) di bidang akademik, moral dan spiritual. Jika lulusan semacam ini dapat dilahirkan, maka citra Perguruan Tinggi menjadi baik dan memiliki nilai tambah dibandingkan dengan perguruan tinggi lain. Hal ini pula yang perlu dipertimbangkan oleh UPT Perpustakaan UIN Ar-Raniry karena realita di lapangan masih mengindikasikan bahwa Perpustakaan masih kurang eksis dan kurang diminati civitas akademika. Hal ini disebabkan perpustakaan masih belum mampu menyediakan kebutuhan informasi pemustakanya di samping layanan yang masih kurang baik serta fasilitas lain yang belum membuat pemustaka merasa nyaman berada di perpustakaan. Oleh karena itu, adanya suatu rencana pengembangan yang baik menjadi suatu keniscayaan demi meningkatkan kebutuhan informasi para pemustaka dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia pada umumnya dan pendidikan di UIN Ar-Raniry pada khususnya agar dapat menghasilkan output yang berdaya saing tinggi menuju 'world class university library'.
Komunikasi Non-Verbal Pustakawan sebagai Penyaji Informasi Andayani, Sri
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2397

Abstract

Komunikasi non-verbal merupakan komunikasi yang tercipta secara non-lisan yang berlangsung secara alamiah, contohnya dari ekspresi wajah. Pesan dapat diketahui meskipun seseorang tidak sedang berbicara. Selain itu, juga dapat menunjang komunikasi verbal seseorang. Apabila komunikasi non-verbal tidak efektif maka akan berpengaruh negatif ke komunikasi verbal. Pesan yang disampaikan secara verbal akan terlihat meyakinkan dan dipercaya jika didukung oleh pola komunikasi non-verbal yang efektif. Oleh karena itu, penting bagi pustakawan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara non-verbal. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang pola komunikasi non-verbal yang efektif bagi pustakawan. Pembahasan dalam artikel ini diharapkan dapat menjadi saran dan inspirasi bagi pustakawan dalam melaksanakan kewajibannya sebagai penyaji infromasi di perpustakaaan.
Peran Pustakawan dalam Manajemen Konflik di Perpustakaan Yuliana, Cut Putroe
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2408

Abstract

Artikel ini berjudul Peran Pustakawan dalam Manajemen konflik di Perpustakaan dimanafokus pembahasan dari artikel ini adalah bagaimana seorang pustakawan dapat berperan dengan baik dalam organisasinya untuk menyelesaikan gesekan-gesekan yang terjadi di dunia perpustakaan. Untuk mewujudkan itu semua Pustakawan dituntut untuk memiliki kompetensi, pengetahuan dan keterampilan dalam hal penyediaan informasi dan mampu menemukan solusi dari setiap problematika pada saat terjadi kesalahpahaman menerjemahkan ide-ide yang ada antara pustakawan dan pegawai perpustakaan dan pemustaka. Pada umumnya konflik berlangsung dalam lima tahap, yaitu tahap potensial, konflik terasakan, pertenangan, konflik terbuka, dan akibat konflik. Konflik dapat dicegah atau dikelola dengandisiplin, pertimbangan pengalaman dalam tahapan kehidupan, komunikasi, mendengarkan secara akti,danteknik ataukeahlian untuk mengelola konflik.
Peran Pemimpin dalam Menghadapi Trend Perpustakaan di Kantor Perpustakaan Arsip Daerah (KPAD) Gunung Kidul Yogyakarta Rahmi, Nurul
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2392

Abstract

Pemimpin dan kepemimpinan adalah sesuatu yang tak dapat dipisahkan karena merupakan suatu kesatuan. Seorang pemimpin harus mempunyai jiwa kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan terbentuk dari suatu proses dari waktu ke waktu hingga akhirnya akan terbentuk karakteristik kepemimpinan. Perpustakaan umum mempunyai tugas melayani masyarakat umum atau semua anggota lapisan masyarakat yang memerlukan jasa perpustakaan dan informasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif karena metode ini paling cocok digunakan untuk mengembangkan teori yang dibangun melalui data yang diperoleh di lapangan (field research). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan wawancara. Hasil yang didapatkan yaitu adalah bahwa kepala perpustakaan KPAD Gunung Kidul sangat menerapkan visi dan misi perpustakaan. KPAD Gunung Kidul tidak hanya tempat untuk membaca dan meminjam koleksi tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Saat ini ada sekitar 14 desa yang dibina oleh perpustakaan KPAD Gunung Kidul dan pada tahun 2017 ini akan ditambah 10 desa sehingga jumlah desa yang akan dibina nantinya berjumlah 24 desa.
Dampak Media Sosial terhadap Komunikasi Interpersonal Pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Husna, Nailul
LIBRIA Vol 9, No 2 (2017): LIBRIA: LIBRARY OF UIN AR-RANIRY
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/2400

Abstract

Pada tulisan ini penulis berusaha untuk melihat bagaimana dampak media sosial terhadap komunikasi interpersonal pustakawan yang berada di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Kehadiran media sosial telah mampu mengubah pola komunikasi pustakawan. Di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga rata-rata pustakawan menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial mempunyai dampak negatif terhadap komunikasi interpersonal pustakawan di Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga. Pustakawan dalam kesehariannya saat ini lebih cenderung untuk melakukan komunikasi di media sosial daripada melakukan komunikasi interpersonal secara langsung. Padahal komunikasi interpersonal yang dilakukan secara tatap muka (langsung) mempunyai dampak yang besar terhadap kemajuan ataupun pengembangan perpustakaan. Dengan komunikasi interpersonal pustakawan lebih merasa dihargai, sehingga akan tumbuh ide-ide kreatif guna pengembangan perpustakaan. Kehadiran media sosial bukan hanya berdampak pada komunikasi interpersonal tetapi juga berdampak pada hubungan interpersonal pustakawan. Media sosial telah mengubah sikap dan gaya hidup pustakawan, pustakawan yang pada mulanya bersikap ramah akan mengalami perubahan menjadi cuek dengan keadaan disekitarnya karena perhatiannya telah dialihkan pada media sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 10