cover
Contact Name
Moh. Toriqul Chaer
Contact Email
toriqul210874@gmail.com
Phone
+6281233999046
Journal Mail Official
jurnal.almurabbi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya 30 Paron Ngawi 63253 Telp. (0351) 748378
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman
ISSN : 2406775X     EISSN : 25407619     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
AL-MURABBI : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman, ISSN : 2540-7619 (online) , ISSN : 2406-775X (printed) adalah peer-review jurnal yang diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur. Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari dan Juli AL-MURABBI : Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman memperhatikan dengan penerbitan asli (Kepustakaan atau lapangan) artikel penelitian yang berhubungan dengan keragaman intelektual, metodologis dan keragaman subtansi pemikiran dalam pendidikan, dan mendorong adanya intensitas dialog antara pendidikan sarjana dan praktisi pendidikan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2023): Juli" : 5 Documents clear
Masjid Sebagai Pusat Trilogi Pembinaan Tarbiyah Islamiyyah para Salafus Shalih Zainab Rahmatulloh Hikmatul Haq
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.4815

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the procedures of the salafus shalih fostering Islamic tarbiyah in the classical era focused on the centre, namely the mosque. A descriptive qualitative method was used in this study, with the type of library research and reviewing several references and literature to obtain the necessary study data. The results of the study stated that the mosque became the centre of the trilogy, an inseparable unit from the madrasa and Pondok, which became the successful procedure on the excellent salafus in fostering Islamic tarbiyah for the ummah and the transformation of the Islamic education system in classical times which started from: First, the mosque system as a trilogy centre. In the early days of Islam, this mosque system was a place for students who wanted to learn to pray, zakat, fasting from the righteous salafus. The development of the current mosque system has separated the system between Islamic boarding schools and madrasas to maintain the existence of a mosque that is calm and solemn. Second, the classic pondok system, a substitute for the mosque system, which is like a halaqah place for religious knowledge, but at this time, it is complicated to find the classic pondok system because it is influenced by several modern system regulations that require following the currents of modern times. Third, the madrasa system is a substitute for a mosque whose position is equivalent to a Pondok; modern Western educational methods have integrated madrasas into the present era. Keywords: Mosque, Boarding Schools, Madrasah, Salafus Shalih Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tatacara para salafus shalih membina tarbiyah islamiyyah pada zaman klasik terfokus pada pusatnya yaitu masjid. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini, dengan jenis penelitian kajian pustaka dan mengkaji beberapa referensi serta literatur untuk memperoleh data kajian yang diperlukan. Hasil penelitian menyebutkan bahwa masjid menjadi pusat trilogi satu kesatuan tak terpisahkan dari madrasah dan pondok yang menjadi tatacara sukses para salafus shalih dalam membina tarbiyah islamiyyah pada umat dan transformasi sistem pendidikan Islam di zaman klasik yang bermula dari: Pertama, sistem masjid sebagai pusat trilogi. Pada awal permulaan Islam, sistem masjid ini merupakan tempat para murid yang ingin belajar shalat, zakat, puasa kepada para salafus shalih. Perkembangan sistem masjid saat ini telah memisahkan sistem antara pondok dan madrasah Islam dengan tujuan mempertahankan eksistensi masjid yang bersifat tenang dan khusyuk. Kedua, sistem pondok klasik, pengganti sistem masjid yaitu seperti tempat halaqoh ilmu agama, namun saat ini sangat susah menemukan sistem pondok klasik karena dipengaruhi oleh beberapa peraturan sistem modern yang mengharuskan mengikuti arus zaman modern. Ketiga, sistem madrasah sebagai pengganti masjid yang kedudukannya setara dengan pondok, madrasah di era sekarang telah menyatu dan terintegrasi dengan mengikuti metode pendidikan Barat modern. Keywords: Masjid, Pondok Pesantren, Madrasah, Salafus Shalih.
Penggunaan Metode Aktif Learning Tipe Group Diskusi Pada Mata Pelajaran Akidah Akhlak Siswa di MTs Mambaul Huda Bojonegoro Burhanuddin, Hamam; Nur Hidayatul Khusna, Siti; Firda Rizka Rachma Wahdani, Firda
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5062

Abstract

Abstract: This research aims to ascertain the use of active learning methods on the subject of aqidah morals at Madrasah Mambaul Huda. In learning activities, there are several problems faced by educators, including sleepy students, chatting in class during learning, a lack of concentration on the explanations conveyed by the teacher, a soft feeling of students' curiosity, students who don't dare to argue and are passive in class, and low achievement of the minimum completeness criteria. With the above problems, educators took the initiative to change learning strategies by applying the active learning method of group discussions. This qualitative research method uses a descriptive-qualitative approach using observation, in-depth interviews, and documentation. The research results are active learning strategies, including students being able to solve problems, express opinions, respect others, think critically, and want to express their ideas. The inhibiting factors for active learning are discussions dominated by students who like to talk, students who aren't talking tend to be busy alone, discussions take up a lot of time, and sometimes, the themes discussed must be more appropriate. Keywords: Active Learning Method, Aqidah Akhlak, Learning Outcome Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penggunaan metode pembelajaran aktif untuk meningkatkan aktivitas Peserta didik pada materi aqidahakhlak Madrasah Mambaul Huda, selama kegiatan pembelajaran pendidik dihadapkan pada beberapa masalah antara lain Peserta didik mengantuk, mengobrol di kelas saat belajar, kurang fokus pada pendidik. penjelasan, rasa ingin tahu peserta didik rendah, peserta didik tidak berani membantah, kelas pasif, standar ketuntasan minimal rendah. Menyikapi permasalahan di atas, pendidik berinisiatif mengadopsi metode pembelajaran aktif diskusi kelompok untuk mengubah strategi pembelajaran. Metode penelitian ini adalah kualitatif (penelitian lapangan) dengan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam, catatan. Temuan penelitian adalah strategi pembelajaran aktif, antara lain Peserta didik mampu memecahkan masalah, mengemukakan pendapat, Menghormati orang lain, Peserta didik berpikir kritis dan mau mengungkapkan ide-idenya, penghambat belajar aktif adalah waktu diskusi yang dominan dan terkadang kurangnya korespondensi topik yang dibahas. Kata kunci: Metode Active Learning, AqidahAkhlak, Hasil Belajar Kognitif.
Strategi Koping Religius terhadap Stres Akademik Siswa SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi Indah Fitri Sri Wulandari; Arih Merdekasari
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5142

Abstract

Abstract: Internal and external pressures on student learning at school can cause academic stress. The ability to manage stress will raise the spirit of achievement, but uncontrolled academic stress will affect the decline in learning outcomes as well as physical and psychological disorders. This study aims to determine religious coping strategies for academic stress in SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi. Case studies on three research subjects comprised 3 Karya Pembangunan Paron high school students who became female at Asy Syakur Islamic Boarding School. Methods of data collection using interviews and observation. Data validation uses triangulation, namely source triangulation. The study's results explain the physical symptoms of academic stress often shown by students, namely dizziness and cold sweats. The psychological symptoms that are felt are anxiety and sadness. This causes students to carry out emotional coping strategies through sharing with those closest to them. The dynamic aspect of faith encourages him to choose the plan from negative religious coping to positive religious coping. Passive religious deferral by submitting to Allah without much effort and punishing reappraisal considers the problems faced as a rebuke from Allah Swt. It is changed to a positive spiritual coping strategy when it doesn't work. Collaborative religious coping by trying to solve the problem optimally, then relying on Allah Swt, and benevolent reappraisal by introspecting himself by getting closer to Allah Swt. Keywords: Academic Stress, Religious coping, Students Abstract: Tekanan internal dan eksternal dalam pembelajaran siswa di sekolah dapat menyebabkan stress akademik. Kemampuan mengelola stress akan membangkitkan semangat berprestasi, tetapi stres akademik yang kurang terkendali akan mempengaruhi penurunan hasil belajar serta gangguan fsik dan psikologis. Penelitian ini bertujuan mengetahui strategi koping religius terhadap stres akademik siswa SMA Karya Pembangunan Paron Ngawi. Studi kasus pada 3 subyek penelitian terdiri dari 3 siswa SMA Karya Pembangunan Paron yang menjadi santriwati di Pondok Pesantren Asy Syakur. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Validasi data menggunakan triangulasi, yaitu triangulasi sumber. Hasil penelitian menjelaskan gejala fisik stres akademik yang sering ditunjukkan siswa yaitu pusing dan keringat dingin. Sedangkan gejala psikologis yang dirasakan adalah gelisah dan sedih. Hal ini menyebabkan siswa melakukan strategi koping emosi melalui sharing dengan orang terdekat. Aspek keimanan yang dinamis mendorongnya memilih jenis strategi dari koping religius negatif ke koping religius positif. Passive religious deferral dengan pasrah kepada Allah Swt tanpa banyak usaha, dan punishing reappraisal menganggap permasalahan yang dihadapi sebagai teguran dari Allah Swt. Ketika tidak berhasil, maka dirubah menjadi strategi koping religius positif. Collaborative religious coping dengan berusaha optimal menyelesaikan masalahnya, kemudian bertawakal kepada Allah Swt, dan benevolent reappraisal dengan mengintropeksi dirinya dengan cara mendekat kepada Allah Swt. Keywords: Koping religius, Siswa, Stres Akademik
Self-Compassion Pada Wanita Yang Pernah Mengalami Keguguran Hanifah, Khanifah; Deslinda, Gadis; Ernawati
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5201

Abstract

Abstract: Women who have had miscarriages are prone to experiencing mental health problems, such as experiencing stress, frustration and depression. Women need high self-compassion to be able to overcome them. Women who experience a lack of self-compassion will become maladaptive, such as assuming they have a problem, always judging others negatively, and being bound by negative emotions. Self-compassion is an open attitude, moved by the suffering experienced, compassion and care for oneself, understanding one's shortcomings and failures without judging, accepting one's strengths and weaknesses, and realizing the same experience can happen to others. This study aims to get an overview of self-compassion in women who have had a miscarriage. This qualitative research uses a phenomenological approach by collecting data using interviews, observation and documentation. This study involved three female informants who had experienced a miscarriage using purposive sampling and significant other techniques. The survey results show that self-compassion can help individuals accept when facing problems. The researcher concluded that the three informants had self-compassion in themselves and that there were three components of self-compassion in the three informants of this study. Keywords: Miscarriage; self-compassion; Woman Abstak: Wanita yang pernah mengalami keguguran rentan mengalami gangguan kesehatan mental, seperti mengalami stress, frustasi dan depresi. Wanita membutuhkan self compassion yang tinggi untuk dapat mengatasinya. Wanita yang mengalami self-compassion yang kurang maka akan menjadi maladaptif seperti menganggap bahwa dirinya bermasalah, selalu menilai orang lain secara negatif, dan selalu terikat dengan emosi negative. Self-compassion adalah sikap terbuka, tergerak oleh penderitaan yang dialami, kasih sayang dan peduli diri sendiri, memahami kekurangan dan kegagalan seseorang tanpa menghakimi, menerima kelebihan dan kekurangan seseorang, dan menyadari pengalaman yang sama dapat terjadi pada orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mengenai self-compassion pada wanita yang pernah mengalami keguguran. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan pengumpulan data mengunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini melibatkan tiga informan wanita yang pernah mengalami keguguran menggunakan teknik purposive sampling dan significant other. Hasil penelitian dapat diperoleh bahwa self-compassion dapat membantu individu menerima ketika menghadapi persoalan dalam hidupnya. Peneliti menyimpulkan bahwa ketiga informan memiliki self-compassion dalam dirinya, sesuai dengan terdapatnya tiga komponen self-compassion dalam diri ketiga informan penelitian ini. Kata Kunci: Keguguran; Self-compassion; Wanita
Implikasi Ikhlas Pada Resiliensi Remaja Dalam Menghadapi Masalah Keluarga Samsul Hadi; Ayu Apriliya; Syamsul Bakri; Yusup Rohmadi
AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan dan Keislaman Vol 10 No 1 (2023): Juli
Publisher : Lembaga Penelitian, Publikasi dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M), STIT Islamiyah Karya Pembangunan Paron, Ngawi, Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53627/jam.v10i1.5428

Abstract

Abstract: This study aimed to determine the impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems. This research method is a qualitative phenomenological study. The research subjects consisted of 3 female high school students at Karya Pembangunan Paron High School who had family problems with economic difficulties, orphans and divorce. Methods of data collection using observation, interviews and documentation. The results showed that family problems faced by adolescents included financial challenges caused by parents who did not have a permanent job, the issue of orphaned youth and the problem of lack of attention from parents due to a broken home divorce. A sincere picture of childhood in dealing with family problems, namely surrendering to Allah SWT. Adolescent resilience in dealing with family problems through family behaviour that supports each other, friendship environmental factors, the understanding that everything owned is only a deposit and expressions of gratitude. The impact of sincerity on the resilience of adolescents in dealing with family problems is obtaining inner satisfaction, understanding that we should not love the world excessively, feeling relieved after letting go and being persistent in doing good. Keywords: Sincere, Resilience, Family Problem, Youth Abstract: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga. Metode penelitian ini merupakan studio kualitatif fenomenologi. Subjek penelitian terdiri dari 3 siswi remaja SMA Karya Pembangunan Paron yang memiliki masalah keluarga kesulitan ekonomi, yatim dan perceraian. Metode pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan keluarga yang dihadapi remaja antara lain masalah kesulitan ekonomi yang disebabkan oleh faktor orang tua yang tidak memiliki pekerjaan tetap, masalah remaja yatim dan masalah kurangnya perhatian orang tua akibat dari broken home perceraian. Gambaran ikhlas remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu berserah diri kepada Allah SWT. Resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga melalui perilaku keluarga yang saling mendukung, faktor lingkungan pertemanan, pemahaman bahwa segala yang dimiliki hanya titipan, dan ungkapan syukur. Dampak ikhlas pada resiliensi remaja dalam menghadapi masalah keluarga yaitu memperoleh kepuasan batin, memaknai bahwa kita tidak seharusnya menyayangi dunia secara berlebihan, merasa lega setelah mengiklaskan dan istiqomah dalam melakukan kebaikan. Kata Kunci: Ikhlas, Resiliensi, Masalah Keluarga, Remaja

Page 1 of 1 | Total Record : 5