cover
Contact Name
Nasaruddin
Contact Email
nasarhb@gmail.com
Phone
+6285242574293
Journal Mail Official
jtajdid@gmail.com
Editorial Address
LP2M Institut Agama Islam Muhammadiyah Bima, Gedung Lantai III, Jln. Anggrek No. 16 Ranggo NaE Kota Bima NTB, Telp. 0374-44646, Fax. 0373-45267
Location
Kota bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
TAJDID: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan
Published by IAI Muhammadiyah Bima
ISSN : 25498983     EISSN : 26146630     DOI : https://doi.org/10.52266/tadjid
TAJDID merupakan jurnal pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Frekuensi penerbitan dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun setiap bulan April dan Oktober oleh LP2M IAI Muhammadiyah Bima. TAJDID akan menyajikan ide-ide yang up to date disertai dengan solusi-solusi yang relevan seputar pemikiran keislaman dan kemanusiaan. Terlepas dari itu, secara tehknisnya bahwa TADJID hadir untuk mempermudah penulis, peneliti, mahasiswa, guru bahkan stakeholder lainnya yang berkepentingan akan teori-teori yang relevan yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan/referensi secara luas. TAJDID berkomitmen kuat akan selalu hadir sebagai solusi dalam konteks pengembangan keilmuan dibidang keagamaan dan kemanusiaan (sosial).
Articles 537 Documents
KARAKTERISTIK PEMIKIRAN HADIS TUAN ABDUL BA’ITS NASUTION: KAJIAN TOKOH HADIS KONTEMPORER DI MANDAILING NATAL Sukma Dahlia Nasution; Novizal Wendry; Luqmanul Hakim
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6907

Abstract

Kajian hadis di Nusantara sering kali mengabaikan peran strategis ulama lokal yang memegang sanad keilmuan internasional. Pemilihan topik atas tokoh Tuan Abdul Ba’its Nasution didasarkan pada signifikansi kiprahnya di Mandailing Natal; sebuah anomali intelektual yang berhasil mensintesiskan sanad global dari Universitas Ummul Qura Makkah dengan kearifan tradisi lokal Nusantara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi tokoh dan analisis isi (content analysis) terhadap 34 naskah karyanya, dipadukan dengan telaah atas metode pengabdian sosial dan pengajarannya di masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pengabdian keilmuan Tuan Ba’its diimplementasikan melalui dua strategi komprehensif. Pertama, pendekatan kultural di majelis taklim menggunakan literatur ringkas (Tulisan) guna mewujudkan demokratisasi pemahaman hadis harian bagi masyarakat awam. Kedua, pendekatan institusional di pesantren menggunakan naskah tematis yang mendalam (Shohifah) sebagai instrumen pendidikan sekaligus kritik sosial kontemporer yang responsif terhadap patologi masyarakat (seperti korupsi dan money politics). Lebih jauh, melalui posisinya sebagai Rais Syuriyah NU dan Penasihat Bupati, Tuan Ba'its sukses mentransformasikan teks keagamaan menjadi rekayasa sosial dan kebijakan birokrasi.
“KONSEP MAKANAN HALALAN THAYYIBAN DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS TAFSIR TEMATIK DAN RELEVANSINYA TERHADAP GIZI MODERN” Moh Safrudin; Nurhilaliyah Nurhilaliyah; Faza Achsan Baihaqi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep makananhalalan thayiban dan bergizi dalam perspektif al-Quran melaluipendekatan tafsir tematik (maudhui). Metode yang digunakanadalah penelitian kepustakaan (library research) dengan analisisdeskriptif-analitik terhadap ayat-ayat al-Quran yang berkaitandengan tema makanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alQuran secara komprehensif membahas konsep makanan yangmencakup dimensi halal, thayib, dan bergizi sebagai satukesatuan yang tidak terpisahkan. Konsep halalan thayibandalam al-Quran bukan sekadar persoalan hukum fiqh,melainkan merupakan perintah ilahi yang menyentuh aspekkesehatan jasmani, kesejahteraan rohani, dan kemaslahatansosial umat manusia. Tafsir tematik terhadap ayat-ayatmakanan dalam al-Quran mengungkapkan bahwa Islam telahmerumuskan konsep gizi seimbang jauh sebelum ilmu gizimodern berkembang. Temuan ini diharapkan dapat menjadilandasan normatif bagi umat Islam dalam menentukan polamakan yang sehat, halal, dan sesuai dengan petunjuk al-Quran.
RO’AN : BENTUK PRAKTIS PENDIDIKAN EKOLOGI PESANTREN Linda Listiyani; Taufiqurrahman Taufiqurrahman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6912

Abstract

Problematika sampah di Indonesia telah menjadi krisis ekologis yang dipicu oleh rendahnya kesadaran dan tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan, bukan semata faktor teknis. Pendidikan ekologi berperan sebagai fondasi utama dalam membangun relasi timbal balik antara manusia dan alam guna mencegah bencana seperti banjir. Lembaga pendidikan nonformal seperti pesantren memiliki potensi strategis untuk menanamkan nilai-nilai ekologis melalui praktik keseharian, salah satunya tradisi Ro’an di Pondok Pesantren Al-Buruj Jepara. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa tradisi Ro’an tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan gotong royong membersihkan sampah, tetapi juga menjadi media internalisasi kesadaran ekologis yang berkelanjutan di kalangan santri. Praktik ini membentuk kebiasaan kolektif dalam memilah, mengelola, dan mengurangi sampah secara mandiri, sekaligus memperkuat tanggung jawab moral santri terhadap lingkungan sebagai bagian dari ajaran Islam. Dengan demikian, pendidikan ekologi berbasis kearifan lokal terbukti mampu menjembatani kesenjangan antara pengetahuan lingkungan dan tindakan nyata. Kesimpulannya, penguatan pendidikan ekologi melalui tradisi seperti Ro’an di pesantren dapat menjadi model alternatif berbasis komunitas untuk menanggulangi krisis sampah dan mencegah banjir di lingkungan pesantren dan sekitarnya.
KEDUDUKAN HAK ASUH ANAK (HADHANAH) PASCA PERCERAIAN DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM DAN KOMPILASI HUKUM ISLAM (KHI) Alifah Rosiyah; Syarif Hidayatullah; Jainuddin Jainuddin
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.6921

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hak asuh anak (hadhanah) pasca perceraian dalam perspektif hukum Islam dan Kompilasi Hukum Islam (KHI), serta mengkaji relevansi dan implementasinya dalam praktik hukum di Indonesia. Fokus utama penelitian ini adalah memahami konsep hadhanah dalam fiqh, ketentuan normatif dalam KHI, serta perbandingan keduanya dalam menentukan pihak yang paling berhak mengasuh anak berdasarkan prinsip kemaslahatan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer berupa Al-Qur’an, Hadis, dan Kompilasi Hukum Islam, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan (library research), sedangkan analisis data menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan komparatif antara hukum Islam dan KHI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam hukum Islam, hadhanah bertujuan untuk menjaga kemaslahatan anak dengan menempatkan ibu sebagai pihak yang lebih berhak mengasuh anak yang belum mumayyiz. Sementara itu, KHI mengatur secara normatif melalui Pasal 105 bahwa anak di bawah usia 12 tahun berada dalam pengasuhan ibu, dengan ayah tetap bertanggung jawab terhadap nafkah. Dalam praktiknya, hakim di pengadilan agama tidak selalu menerapkan ketentuan tersebut secara kaku, melainkan mempertimbangkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat kesesuaian antara konsep hadhanah dalam hukum Islam dan KHI dalam hal tujuan, yaitu perlindungan dan kesejahteraan anak, meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan
REKONSTRUKSI EPISTEMOLOGIS TEORI SELF TRANCENDENCE ABRAHAM MASLOW BERBASIS KARAKTERISTIK ULUL ALBAB DALAM AL-QUR'AN Muhammad Aminullah; Yan Yan Supriatman
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.7038

Abstract

Krisis eksistensial dan kebangkrutan spiritual masyarakat modern pada dekade ketiga abad ke-21 menyingkap keterbatasan paradigma psikologi sekuler Barat. Meskipun Abraham Maslow menggagas teori Self-Transcendence sebagai puncak hierarki kebutuhan, konsep tersebut mengidap bias antroposentrisme-sekuler yang mereduksi pengalaman transendental sebatas sensasi psikologis sesaat tanpa jangkar teologis yang personal, sehingga rawan terjebak pada eskapisme spiritual (spiritual bypassing). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan rekonstruksi epistemologis terhadap teori Self-Transcendence Maslow dengan memosisikan karakteristik Ulul Albab yang bersumber dari Surah Ali 'Imran ayat 190–191 sebagai matriks fondasinya. Menggunakan metode kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan Redesain Integrasi-Kritik, riset ini merombak struktur internal teori konvensional tersebut dengan menempatkan pandangan hidup Islam (Islamic worldview) sebagai acuan evaluatif tertinggi. Hasil penelitian memformulasikan sebuah konsep orisinal baru yang disebut Model Transendensi Teo-Sains. Model ini merekonstruksi tiga dimensi fundamental: (1) mentransformasikan peak experiences menjadi ekstase intelektual-spiritual melalui dialektika simultan antara dzikr (kesadaran teologis) dan fikr (riset ilmiah atas sunnatullah); (2) menyelesaikan dikotomi sains dan agama dengan memosisikan aktivitas ilmiah (ayat kauniyah) sebagai tangga metodologis menuju Tuhan dan wahyu (ayat qauliyah) sebagai kompas moral; serta (3) menggeser orientasi aksiologis dari kepuasan personal pasif menjadi tanggung jawab sosial kekhalifahan (khil?fah) demi kemaslahatan publik (ma?la?ah) yang dikunci oleh akuntabilitas eskatologis (faqin? ‘a??ban-n?r). Rekonstruksi teoretis ini berimplikasi penting bagi pengembangan kurikulum pendidikan yang holistik dan kajian tafsir al-Qur’an dengan tema-tema psikologi.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI ERA 5.0 Yusroh Alquriyah; Mohammad Khusnul Hamdani
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.7187

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana teknologi digital digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Era 5.0, di mana teknologi dan kehidupan manusia terpadu dengan lebih cerdas, efektif, dan berfokus pada kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati, berbicara langsung, dan mencatat berbagai dokumen agar bisa memperoleh gambaran yang lengkap mengenai penggunaan teknologi digital dalam kegiatan belajar mengajar. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital, seperti platform belajar online, media pembelajaran interaktif, dan berbagai aplikasi pendidikan, dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses ke sumber belajar, serta meningkatkan motivasi dan partisipasi siswa. Selain itu, teknologi digital juga membantu guru dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proses belajar mengajar dengan cara yang lebih kreatif dan fleksibel. Namun, penerapan teknologi digital masih mengalami beberapa hambatan, seperti kurangnya fasilitas infrastruktur, perbedaan tingkat kemampuan menggunakan teknologi, serta kesiapan tenaga manusia. Sebab itu, perlu kerja sama bersama antara lembaga pendidikan, guru, murid, dan pemerintah dalam meningkatkan kemampuan digital dan menyediakan fasilitas serta sarana yang cukup. Dengan begitu, penggunaan teknologi digital di Era 5.0 bisa menjadi cara yang tepat untuk meningkatkan mutu pembelajaran yang lebih kreatif, ramah semua kalangan, dan fokus pada pengembangan kemampuan yang dibutuhkan di abad ke-21
STRATEGI KEPALA MADRASAH DALAM MEWUJUDKAN MADRASAH UNGGUL DI MTS HIDAYATUL MUTA’ALLIMIN WONOAYU SIDOARJO M Rivky Musyaddad Aminullah; Bachtiar Hariyadi
Tajdid: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Kemanusiaan Vol. 10 No. 1 (2026): April
Publisher : LP2M IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/tajdid.v10i1.7303

Abstract

Pemimpin sangat penting dalam mengoordinasikan, dan menyelaraskan seluruh sumber daya pendidikan yang ada di madrasah. Seorang kepala madrasah dapat dikatakan sebagai pemimpin yang efektif apabila mampu menjalankan fungsi kepemimpinannya dengan baik, yaitu mendorong, memengaruhi, dan mengarahkan seluruh aktivitas serta perilaku warga madrasah untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Selain itu, inisiatif dan kreativitas kepala madrasah menjadi faktor penting dalam mewujudkan keunggulan dan peningkatan mutu madrasah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah, faktor pendukung dan penghambat, serta upaya yang dilakukan dalam mewujudkan MTs Hidayatul Muta'allimin sebagai madrasah unggulan.Top of FormBottom of Form Penelitian dilaksanakan di madrasah tersebut dengan subjek penelitian seorang kepala madrasah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi secara langsung guna memperoleh informasi yang akurat terkait strategi kepemimpinan yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan berbagai strategi dalam mewujudkan madrasah unggulan, yaitu melalui pengembangan kompetensi guru, optimalisasi penggunaan media pembelajaran dan fasilitas pendidikan, pelaksanaan supervisi akademik secara berkala, penguatan kerja sama dengan masyarakat, serta penerapan budaya disiplin di lingkungan madrasah. Implementasi strategi tersebut dilakukan secara sistematis dan berkelanjutan guna meningkatkan kualitas proses dan hasil pendidikan, sehingga mampu mewujudkan madrasah yang unggul.