cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri Pertanian
ISSN : 02163160     EISSN : 22523901     DOI : 10.24961/j.tek.ind.pert
The development of science and technology in agriculture, has been instrumental in increasing the production of various agricultural commodities. But climate change is also uncertain world led to decreased agricultural productivity. World energy crisis resulted in higher prices of agricultural commodities due to competition between food and energy are higher. Efforts to utilize biomass (agricultural products) has started a lot of research, not only as raw material for bioenergy, but also in an attempt to exploit agro-products into valuable economic products, and realize clean production in agro-industry.
Arjuna Subject : -
Articles 646 Documents
PEDOMAN  BAGI PENULIS Jurnal Teknologi Industri Pertanian Ketentuan Umum   Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti  terlampir.Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan form Panduan Bagi Penulis Jurnal TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertnian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PEDOMAN  BAGI PENULIS Jurnal Teknologi Industri Pertanian Ketentuan Umum   Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti  terlampir.Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan.  Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk  naskah asli dan softcopy dalam CD atau dapat dikirim via email.  Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file.  Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax :  0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail:  jurnal_tip@yahoo.co.id.atau jurnal_tip@ipb.ac.id Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian.  Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penulis.   Standar Penulisan Naskah diketik dengan jarak 1,5 spasi kecuali Judul, Abstrak, Judul Gambar dan Judul Tabel diketik 1 spasi.  Naskah diketik di atas kertas A4 dalam 1 kolom dan dengan jumlah kata antara 4000 sampai 7000 kata termasuk gambar dan tabel yang diketik pada file terpisah dari teks.Naskah diketik menggunakan program Microsoft Word, kecuali Tabel dan Grafik menggunakan Microsoft Excel, dan Gambar menggunakan JPEG atau TIFF.  Huruf standar yang digunakan untuk penulisan adalah Times New Roman 12. Naskah disusun dengan urutan: judul, nama penulis, alamat lengkap instansi setiap penulis, abstrak, pendahuluan, bahan dan metode, hasil dan pembahasan, kesimpulan, ucapan terima kasih (kalau ada) dan daftar pustaka. Alamat instansi (jalan, nomor, kota, kode pos) dan alamat e-mail penulis perlu dituliskan dengan jelas. Tata nama latin binomial atau trinomial (italik) digunakan untuk tanaman, hewan, serangga dan penyakit.  Nama lengkap kimia digunakan untuk senyawaan pada penyebutan pertama kali.Satuan pengukuran dipakai Sistem Internasional (SI).Penulisan angka desimal untuk Bahasa Indonesia dengan koma (,) dan untuk Bahasa Inggris dengan titik (.).  Tatacara Penulisan Naskah Judul. Judul harus singkat, spesifik dan informatif yang mencerminkan secara tepat isi naskah, dengan jumlah kata maksimal 15 kata ditulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Judul diikuti dengan nama pengarang, institusi dan alamat, serta catatan kaki yang merujuk penulis yang bertanggungjawab untuk surat menyurat (corresponding author), lengkap dengan alamat surat, nomor telpon & faksimili serta alamat e-mail. Abstrak. Abstrak ditulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak tidak boleh lebih dari 250 kata dalam satu paragraf.  Abstrak berisi intisari dari keseluruhan naskah, yakni latar belakang, tujuan, metode, hasil-hasil penting, pembahasan, dan kesimpulan.  Hindari penggunaan singkatan kecuali yang telah umum digunakan. Kata kunci (keywords) ditulis dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, terdiri atas tiga hingga lima kata/frase, dan disusun berdasarkan kepentingan dan disajikan pada bagian akhir abstrak. Pendahuluan. Pada bagian ini disajikan latar belakang yang didukung dengan intisari pustaka, tujuan dan apabila diperlukan ruang lingkup penelitian, sehingga pembaca dapat mengevaluasi hasil kajian tanpa harus membaca publikasi sebelumnya.  Pustaka yang digunakan harus yang benar-benar relevan dengan penelitian yang dilakukan. Tinjauan pustaka sebaiknya diintegrasikan pada bagian pendahulan, metodologi, dan pembahasan. Bahan dan Metode.  Bagian ini berisi informasi teknis dan rinci, sehingga percobaan dapat diulang dengan baik oleh peneliti lainnya.  Jika digunakan peralatan/instrumen khusus maka perlu diberikan spesifikasi alat dan kondisi operasi. Hasil dan Pembahasan. Bagian ini menyajikan hasil penelitian, baik dalam bentuk teks, tabel, atau gambar.  Penggunaan foto sangat dibatasi pada hasil yang jelas.  Setiap gambar dan tabel diberi nomor secara berurut dan harus diacu pada naskah. Gambar 1, Gambar 2, dan Tabel 1 adalah contoh penulisan judul gambar dan tabel.     Gambar 1.   Hubungan antara konsentrasi natrium perkarbonat, jumlah air dan daya serap air setelah perendaman selama 2 jam     Gambar 2.   Interaksi antara konsentrasi natrium perkarbonat dan jumlah air terhadap kadar minyak   Tabel 1. Komposisi media transmisi Komposisi Jumlah (g/l)KH2PO4 3MgSO4.7H2O 0,5(NH4)2SO4 0,3CaCl2 0,25FeCl3.6H2O 0,02  Kesimpulan dan Saran Kesimpulan ditulis secara ringkas tetapi menggambarkan substansi hasil penelitian yang diperoleh. Saran diberikan secara jelas untuk dapat ditindaklanjuti oleh pihak yang relevan. Ucapan Terima Kasih. Bagian ini dapat digunakan untuk mengapresiasi penyandang dana serta institusi dan personal yang membantu selama penelitian dan penyusunan naskah publikasi. Daftar Pustaka diperlukan untuk semua sitasi dan disusun berdasarkan urutan abjad menggunakan author-date system. Pustaka yang digunakan merupakan pustaka mutakhir (10 tahun terakhir) dengan proporsi pustaka jurnal lebih dari 50%, dan pustaka primer yang relevan.  Tidak diperkenankan menggunakan pustaka kutipan sebagai acuan pustaka. Jurnal ini direferensikan sebagai J Tek Ind Pert., untuk jurnal-jurnal lainnya gunakan singkatan-singkatan berdasarkan Chemical Abstracts abbreviations. Jurnal Sunarti TC, Nunome T, Yoshio N,  Hisamatsu M. 2001.  Study on outer chains from amylopectin between immobilized and free debranching enzymes.  J Appl  Glycosc 48 (1): 1-10. Buku Baker RW.  2004.  Membrane Technology and Application. 2nd ed.  West Sussex: John Wiley & Sons, Ltd. Chapter dalam Buku White PJ dan Tziotis A.  2004.  New corn starch.  Di dalam Eliasson AC (ed.), Starch in Food:  Structure, function and application.  Cambridge: CRC Press. P295-320. Prosiding Sunarti TC dan Yuliasih I.  2006.  Fractionation of Sago Starch Using Hot Water Solubiliza-tion Method. Proceedings of Malaysian Chemistry Conference 2006 – International Conference on Green Chemistry. Petaling Jaya, Malaysia. 19-21 September 2006.   Tesis/Disertasi Yuliasih I.  2007.  Fraksinasi dan asetilasi pati sagu serta aplikasinya sebagai campuran plastik sintetik. [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor. Jurnal Elektronik Romo DMR, Grosso MV, Solano NCM, Castano DM. 2007. A most effective method for selecting a broad range of short and medium chain-length polyhidroxyalcanoate producing microorganisms. Electron J Biotechnol 10:e349-57, doi 10.2225. Paten Robinson JM. 2010. Methods of digesting cellulose to glucose using slats and microwave (muwave) energy. US Patent No: US2010/0044210 A1.     SURAT PERNYATAAN   Kepada Yth. Redaksi Jurnal Teknologi Industri Pertanian Di Tempat   Bersama ini kami kirimkan naskah Judul      : ..................................... Penulis   : 1. ............ 2. ............ dst. Instansi : 1. ............. 2. ............. dst. Untuk dapat diterbikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian.  Kami menyatakan bahwa naskah tersebut belum pernah diterbitkan, dan selama naskah ini masih dalam proses penelaahan dan penyuntingan tidak akan diajukan untuk diterbitkan di media manapun, kecuali kami telah mencabut secara resmi naskah tersebut dari Jurnal Teknologi Industri Pertanian.   Mohon agar korespodensi (corresponding author) ditujukan kepada : Nama                     : ....................... Alamat                  : ....................... Telpon/HP/e-mail : .......................   Demikian surat pernyataan ini, atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih.   .............., ................................... 201... Hormat kami,         ( ...............................................)                                
MODEL KEBIJAKAN TEKNOLOGI DALAM MENGHADAPI PERUBAHAN IKLIM Anggara hayun A, Machfud, Ani Suryani, Sutrisno TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model kebijakan teknologi dalam menghadapi keragamaniklim dengan fokus pada kebijakan teknologi pascapanen padi dalam menghadapi perubahan iklim. Modelkebijakan teknologi terdiri dari sub model evaluasi kebijakan teknologi, sub model pengukuran kemampuanteknologi, sub model penentuan kategori perubahan iklim dan sub model formulasi kebijakan teknologi. Analisisyang digunakan dalam studi ini adalah Analytical Hierarchy Process, Non Numeric Multi Expert Multi CriteriaDecision Making (ME-MCDM), Delphi, dan fuzzy inference System. Hasil dari penelitian berupa skenariokebijakan teknologi dalam menghadapi perubahan iklim. Skenario kebijakan teknologi difokuskan padaperubahan iklim basah.Kata kunci: kebijakan teknologi, evaluasi kebijakan teknologi, kemampuan teknologi, perubahan iklim,formulasi kebijakan teknologi.
PROSES PENYIAPAN GRITS JAGUNG UNTUK PRODUKSI TEPUNG JAGUNG Anton Yulianto, E. Gumbira Sa'id, Titi Candra Sunarti, Bambang Hariyanto TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kondisi proses penyiapan grits jagung hibrida untukproduksi tepung jagung dan mempelajari fenomena pengaruh penambahan papain terhadap kekerasan,kandungan protein, morfologi, dan sifat rheologi tepung jagung yang dihasilkan. Pemilihan degerminatordilakukan terhadap 3 (tiga) tipe peralatan, yaitu polisher beras (tipe A), penyosoh jagung (tipe B) dan peralatanhasil modifikasi (tipe C), sedangkan lama waktu perendaman biji dilakukan selama 10, 20, 30, 40, dan 50 menit.Grits yang dihasilkan selanjutnya diinkubasi dengan papain pada suhu ruang (30oC), konsentrasi papain 0,1; 0,5dan 1,0% atau 70,9; 354,5; dan 709 U/100 mL larutan, dan waktu inkubasi 3, 6, 12 dan 24 jam. Degerminatortipe C dan waktu perendaman 20 menit memberikan hasil grits terbaik, yaitu kandungan lemak 0,75% danrendemen 61,66%. Kekerasan dan kandungan protein grits cenderung menurun seiring dengan peningkatankonsentrasi enzim dan waktu inkubasi. Penurunan kekerasan grits tersebut diikuti dengan meningkatnyakehalusan tepung jagung yang dihasilkan. Pengamatan dengan (Scanning Electron Microscope) SEMmenunjukkan terjadinya penguraian matriks protein pada horny endosperm. Hasil analisis sifat visco amilografidengan RVA menunjukkan profil amilografi tepung yang dihasilkan memiliki kesamaan dengan profil amilografipati jagung komersial.Kata kunci: grits jagung, degerminasi, kekerasan, papain, tepung jagung, ukuran partikel
SIFAT FISIK DAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL DARI BUNGKIL BIJI JARAK PAGAR Ika Amalia Kartika, Farah Fahma, Mohamad Yani, Dede Hermawan TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bungkil biji jarak pagar adalah salah satu produk samping (by-product) dari pengolahan biji jarak pagarmenjadi minyak jarak dan biodiesel, yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagai by-productdengan kandungan protein (18%) dan serat (39%) yang tinggi, bungkil biji jarak pagar memiliki potensi untukdimanfaatkan sebagai bahan baku papan partikel. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik danmekanik papan partikel yang diproduksi dari bungkil biji jarak pagar, dan mengetahui pengaruh perlakuanvariasi kadar air bungkil (7%, 20%), konsentrasi gliserol (0%, 4%) dan waktu pengukusan bungkil (0, 30, 60menit) terhadap mutu papan partikel. Adapun standar pengujian yang digunakan adalah JIS A 5908-2003. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kadar air bungkil, konsentrasi gliserol dan waktu pengukusan mempengaruhisifat fisik dan mekanik papan partikel. Namun demikian, hanya peningkatan kadar air bungkil yang berpengaruhsecara signifikan terhadap peningkatan mutu papan partikel. Pada 2 taraf kadar air bungkil yang diuji dalam studiini, semakin tinggi kadar air bungkil, kerapatan, kekuatan lentur dan keteguhan patah papan partikel semakinmeningkat, sedangkan daya serap airnya cenderung menurun. Sifat fisik dan mekanik papan partikel dari bungkilbiji jarak pagar secara umum belum memenuhi standar JIS A 5908-2003 dan belum sesuai untukpemanfaatannya sebagai material konstruksi.Kata kunci: papan partikel, bungkil, jarak pagar, kekuatan lentur, keteguhan patah
PEMETAAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI TEMPE DI KABUPATEN BOJONEGORO, JAWA TIMUR Mohd. Harisudin TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bojonegoro adalah wilayah yang menjadi langganan banjir sungai Bengawan Solo setiap tahunnya.Kondisi ini perlu disikapi dengan baik oleh pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang sebagian besarpenduduknya berprofesi sebagai petani. Pengembangan agroindustri (khususnya tempe) adalah salah satualternatif dalam meningkatkan kinerja sektor pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan posisiagroindustri tempe diantara agroindustri yang berkembang di Kabupaten Bojonegoro, serta merumuskan strategipengembangannya. Metode dasar penelitian adalah deskriptif analitik berbasis pada data primer dan skunder.Pemetaan prioritas agroindustri yang berkembang dianalisis dengan Analytical Hierarchy Process (AHP), danperumusan alternatif strategi dianalisis dengan Matriks Internal-Eksternal (IE). Keputusan pemilihan strategiditentukan dengan Quantitative Startegic Planning Matrix (QSPM). Hasil penelitian menunjukkan bahwaagroindustri tempe menempati urutan pertama sebagai agroindustri unggulan di Kabupaten Bojonegoro.Berdasarkan analisis matriks IE, maka posisi bersaing agroindustri tempe berada pada kuadran V (strategipengembangan produk dan penetrasi pasar). Berdasarkan QSPM diperoleh rekomendasi strategi yang palingtepat dilakukan oleh pelaku agroindustri tempe di Bojonegoro adalah strategi pengembangan produkKata kunci: agroindustri, tempe, AHP, QSPM
PERBANDINGAN PENILAIAN SIKLUS HIDUP (LIFE CYCLE ASSESSMENT) PRODUKSI BIODIESEL SECARA KATALIS DARI CRUDE PALM OIL DAN CRUDE JATROPHA CURCAS OIL Kiman Siregar, Armanyah H. Tambunan, Abdul K. Irwanto, Soni S. Wirawan, Tetsuya Akari TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sektor energi memainkan peran penting bagi Indonesia dan bahkan dunia dalam mencapai tujuan pembangunannya. Salah satu isu yang berkaitan dengan negara-negara yang berusaha untuk memanfaatkan bahan bakunya telah muncul secara global dalam pengembangan produksi biodiesel, misalnya USA yang menggunakan kacang kedelai, Eropa menggunakan rapeseed dan Asia khususnya Indonesia menggunakan minyak sawit. Isu global lainnya menempatkan lingkungan sebagai pertimbangan utama, karena produksi biodiesel menghasilkan emisi gas yang meningkatkan risiko pemanasan global dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Negara-negara Eropa mengklaim bahwa pengolahan biodiesel yang berasal dari minyak sawit menyebabkan peningkatan emisi karbon yang ditransfer ke atmosfer. Metode yang tepat untuk menganalisis masalah tersebut melalui Penilaian Siklus Hidup (LCA). Produksi biodiesel di Indonesia menggunakan kelapa sawit sebagai bahan bakunya. Selain itu, penggunaan jatropha juga dianjurkan karena merupakan tanaman yang tidak dapat dimakan dan beradaptasi dengan berbagai kondisi tanah kritis yang ada di Indonesia. Studi ini merupakan penilaian komparatif siklus hidup dari produksi biodiesel dari minyak sawit dan jarak yang diproduksi di Indonesia. Analisis dikelompokkan ke dalam tahapan produksi tidak stabil dan tahap produksi stabil untuk mengakomodasi karakteristik pertumbuhan alami dari kedua tanaman ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produksi biodiesel dari kelapa sawit memberikan nilai yang lebih tinggi pada potensi pemanasan global (GWP) daripada jarak pagar. Penggunaan agro-kimia, seperti pupuk, herbisida, insektisida dan pestisida, memberikan kontribusi yang signifikan terhadap total nilai GWP, yaitu masing-masing 68,14% untuk kelapa sawit dan 37,56% untuk jarak pagar. Karakteristik emisi dari kedua tanaman selama periode produktivitas tidak stabil ditemukan berbedaJurnal Teknologi Industri Pertaniandengan produktivitas stabil. Nilai GWP dan konsumsi energi untuk memproduksi biodiesel dari kelapa sawit ditemukan lebih tinggi dari jarak pagar.Kata kunci: penilaian siklus hidup, minyak mentah sawit, minyak mentah jarak pagar, biodiesel
RANCANG BANGUN SISTEM BISNIS BERBASIS INTERNET (E-BUSINESS) UNTUK AGROINDUSTRI KULIT SAMAK (LEATHER) Yandra Arkeman, Ono Suparno, dan Citra Wanurmarahayu TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merancang bangun sistem bisnis berbasis web (e-business) untukkomoditas agroindustri kulit, mengembangkan pelayanan sistem transaksi online (e-commerce), pelayananpelanggan dan kerjasama dengan rekan bisnis yang dapat menunjang pemasaran komoditas kulit di Indonesia.Ruang lingkup dari penelitian ini adalah perancangan sistem bisnis berbasis internet (e-business) untukkomoditas kulit yang mencakup penginformasian produk, transaksi jual beli, serta pelayanan pelanggan dan kerjasama dengan rekan bisnis berupa pertukaran data dan informasi. Metodologi penelitian yang digunakan adalahtahapan pendekatan sistem serta siklus hidup pengembangan sistem yang terdiri dari lima tahap, yaitutahapinvestigasi sistem, tahap analisis sistem, tahap perancangan sistem, tahap penerapan sistem dan tahappemeliharaan sistem. Penelitian ini merupakan sebuah layanan website simulasi sebuah perusahaan contoh (PTCitra Leather Trading), yang diberi nama E-CLT. Sistem ini menyediakan fasilitas pelayanan jual beli produkkulit yang telah disamak dan produk-produk yang terbuat dari kulit. Data mengenai spesifikasi produk dan hargadidapatkan dari lima perusahaan. Untuk data mengenai kulit samak didapat dari Pabrik Kulit Ali Ahmad diCibuluh, sedangkan untuk data produk-produk kulit didapat dari Perusahaan Kulit Primatama Leather (Garut),dan tiga perusahaan yang memasarkan secara online. Produk Finished Leather yang dijual terdiri dari empatjenis kulit, yaitu: Nubuck Sapi, Corrected Sapi dan Lining Kambing dan Pickle. Sementara itu Finished Productyang dijual terdiri dari jaket kulit, rompi, tas dan sepatu kulit, serta aksesori dari kulit. Pembuatan website inimenggunakan program Macromedia Dreamweaver,Adobe Photoshop CS3, Photoshape dan database mySQL.Terdapat tujuh menu utama pada homepage website, yang dapat diakses oleh customer yakni Home, Product,Costumer, Contact, Supplier and Other Industries, Payment and Delivery, dan Customer Services. Sementara ituuntuk Administrator, menu yang tersedia yaitu peng-update-an produk, biaya pengiriman dan status pesanan,pengecekan transaksi, serta penghitungan laba/rugi per bulan per item produk dan juga informasi grafikpenjualan per tahun. Mekanisme pembayaran pada E-CLT menggunakan fasilitas transfer antar bank. Validasipembayaran dilakukan dengan mengirimkan bukti slip setoran pembayaran melalui e-mail.Kata kunci: e-business, kulit samak, sistem bisnis, disain, e-commerce
SELEKSI PARAMETER DIELEKTRIK PENENTUAN MASA KADALUWARSA BISKUIT (WAFER) DENGAN PENDEKATAN REGRESI LINIER, FEATURE SELECTION (RELIEFF) DAN ARTIFICIAL NEURAL NETWORK Erna Rusliana Muhamad Saleh, Erliza Noor , Taufik Djatna, Irzaman TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sifat dielektrik produk pangan memiliki korelasi kuat dengan kadar air, yang merupakan parameter kritis kadaluwarsa pangan kering. Terdapat 14 parameter dielektrik, yaitu impedansi (Z), Modulus Young (Y), Phase, Kapasitasi seri (Cs), Kapasitansi paralel (Cp), Displacement (D), Induktansi seri (Ls), Induktansi parallel (Lp), Muatan lisrik (Q), Resistansi seri (Rs), Konduktansi (G), Resistansi paralel (Rp), Kerentanan (X) dan Medan induksi (B).. Masing-masing parameter memiliki tingkat korelasi berbeda-beda dengan kadar air untuk setiap jenis pangan. Penyeleksian tingkat korelasinya menjadi hal yang diperlukan untuk efisiensi penentuan masa kadaluwarsa, khususnya pada biskuit (wafer). Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menyeleksi parameter dielektrik yang berhubungan dengan masa kadaluwarsa biskuit (wafer). Pengukuran dilakukan dengan LCR-meter pada frekuensi 42Hz- 5MHz untuk rangkaian arus tetap (Constant Current/CC) 1 Ampere dan tegangan tetap (Constant Voltage/CV) 10 Volt. (2) untuk dasar desain alat ukur prediksi masa kadaluwarsa berbasiskan parameter dielektrik yang telah diseleksi sebelumnya. Data diolah dengan pendekatan regresi linier, feature selection (ReliefF) dan Artificial Neural Network. Hasil seleksi menunjukkan parameter yang berhubungan dengan masa kadaluwarsa adalah kapasitansi paralel. Kondisi rangkaian yang terpilih adalah CC. Range frekuensi terbaik adalah 42 Hz- 351,65 Hz (frekuensi rendah) dan 4721,13 Hz – 50054,56 Hz (frekuensi tinggi). Pendesainan alat ukur masa kadaluwarsa biskuit dirancang berdasarkan hasil seleksi parameter ini dengan metode rangkaian RC.Kata kunci: dielektrik, masa kadaluwarsa, wafer, regresi linier, ReliefF, ANN
REKONSENTRASI LARUTAN GULA PADA PROSES DEHIDRASI OSMOTIK IRISAN MANGGA (Mangifera indica L.) DENGAN TEKNIK DISTILASI MEMBRAN DCMD Lilis Sucahyo, Leopold O Nelwan, Dyah Wulandani, Hiroshi Nabetani TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTeknik distilasi membran DCMD (direct contact membrane distillation) dengan jenis membran ultrafiltrasi PP (polypropylene) digunakan untuk merekonsentrasikan larutan gula pada proses dehidrasi osmotik buah mangga (varietas Indramayu). Variabel yang digunakan adalah konsentrasi larutan gula pada taraf 30, 35, 40 oBrix serta suhu sisi dingin permeat membran pada suhu 5, 10, 15oC. Dehidrasi osmotik dilakukan selama 8 jam dengan suhu umpan membran 50oC. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi larutan akan meningkatkan laju kehilangan air, laju perpindahan padatan terlarut, penyusutan massa dan volume. Perbedaan suhu umpan dan permeat membran juga menyebabkan meningkatnya fluks membran. Fluks permeat yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 0,051-0,135 L/m2h serta derajat konsentrasi rejeksi membran DCMD sebesar 96,5%, menunjukkan distilasi membran DCMD efektif dalam proses rekonsentrasi larutan gula.Kata kunci : dehidrasi osmotik, rekonsentrasi gula, distilasi membran DCMD
KARAKTERISTIK MEKANIK, PERMEABILITAS DAN BIODEGRABILITAS PLASTIK BIODEGRADABLE BERBAHAN BAKU KOMPOSIT PATI TERMOPLASTIK-LLDPE Waryat, Muhammad Romli, Ani Suryani, Indah Yuliasih, S. Johan A. Nasiri TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik sebagai kemasan suatu produk sudah banyak dipakai dan digunakan dalam kurun waktu lama. Namun, limbah plastik tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dikarenakan plastik sulit untuk terdegradasi oleh mikroorganisme. Usaha untuk mengurangi ketergantungan terhadap plastik salah satunya pada penggunaan plastik ramah lingkungan dari bahan baku yang dapat diperbaruhi dengan metode pencampuran / blending. Permasalahan yang dihadapi dalam pembuatan plastik biodegradable berbahan baku campuran antara bahan alami dan sintetis adalah tidak kompatibel antara kedua bahan tersebut karena bahan alami bersifat hidrofilik/polar dan bahan sintetis bersifat hidrofobik/non polar. Untuk meningkatkan kompatibilitas antara kedua campuran itu perlu ditambahkan bahan seperti compatibilizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik mekanik, barrier dan kemampuan degradasi plastik biodegradable berbahan baku campuran pati termoplastik-LLDPE.  Penelitian ini dibagi menjadi dua tahap yaitu pembuatan pati termoplastik dan pembuatan plastik biodegradable. Karakteristik kekuatan tarik, perpanjangan putus, ketahanan bentur, permeabilitas oksigen plastik biodegradable berbahan baku pati termoplastik-LLDPE cenderung menurun, sedangkan karakteristik permeabilitas terhadap uap air dan kemampuan biodegrabilitas cenderung meningkat dengan semakin meningkatnya kandungan pati termoplastik. Adanya compatibilizer LLDPE-g-MA menghasilkan sifat mekanik lebih baik pada plastik biodegradable. Kata kunci: plastik biodegradable, pati termoplastik, compatibilizer MA-g-LLDPE

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 35 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 3 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 3 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 2 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 3 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 2 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 1 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 3 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 2 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 1 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 3 (2017): Jurnal Teknologi industri Pertanian Vol. 27 No. 2 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 1 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 3 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 2 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 1 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 3 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 2 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 1 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 3 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 2 (2014): Jurnal Teknologi Industry Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertnian Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 2 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 1 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 2 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 1 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 13 No. 3 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian More Issue