cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri Pertanian
ISSN : 02163160     EISSN : 22523901     DOI : 10.24961/j.tek.ind.pert
The development of science and technology in agriculture, has been instrumental in increasing the production of various agricultural commodities. But climate change is also uncertain world led to decreased agricultural productivity. World energy crisis resulted in higher prices of agricultural commodities due to competition between food and energy are higher. Efforts to utilize biomass (agricultural products) has started a lot of research, not only as raw material for bioenergy, but also in an attempt to exploit agro-products into valuable economic products, and realize clean production in agro-industry.
Arjuna Subject : -
Articles 646 Documents
VEHICLE ROUTING PROBLEM (VRP) DENGAN ALGORITMA GENETIKA PADA PENDISTRIBUSIAN SAYURAN DATARAN TINGGI Alim Setiawan Slamet, Hariman Hidayat Siregar dan Aziz Kustiyo TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Permasalahan yang umumnya terjadi dalam distribusi sayuran dataran tinggi adalah bagaimana meminimalkan total biaya transportasi tanpa mengorbankan waktu penyelesaian tujuan untuk mengurangi risiko penurunan kualitas sayuran selama perjalanan. Masalah yang dihadapi mencakup multi-moda yang heterogen, sumber tunggal, perjalanan tunggal, dan multi-produk. Permasalahan tersebut dapat dimodelkan sebagai vehicle routing problem (VRP). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh jalur pendistribusian pada masalah vehicle routingsayuran dataran tinggi yang mendekati optimal menggunakan algoritma genetika. VRP termasuk dalam non-polynominal hard (NP-hards), yang umumnya menggunakan pendekatan heuristik untuk menemukan solusi. Algoritma genetika merupakan salah satu metode heuristik untuk mencari rute atau jalur distribusi sayuran yang memenuhi tujuan. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengurangan waktu distribusi sekitar 1 jam 58 menit atau peningkatan efisiensi waktu sekitar 32,22% dan pengurangan pemanfaatan armada oleh 1 dari awalnya 7 armada yang digunakan atau peningkatan sekitar 14,28%. Studi ini menunjukkan penggunaan algoritma genetika dalam VRP dapat menghasilkan solusi yang lebih optimal dalam pendistribusian sayuran dataran tinggi. Kata kunci: algoritma genetika, sayuran dataran tinggi, optimasi, vehicle routing problem
PENAMBAHAN CPO DAN RPO SEBAGAI SUMBER PROVITAMIN A TERHADAP RETENSI KAROTEN, SIFAT FISIK, DAN PENERIMAAN GULA KELAPA Hidayah Dwiyanti, Hadi Riyadi, Rimbawan, Evy Damayanthi, Ahmad Sulaeman TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Penambahan minyak sawit kasar (CPO) atau minyak sawit merah/red palm oil (RPO)  pada pembuatan gula kelapa selain akan meningkatkan kandungan provitamin A juga berpengaruh terhadap tekstur dan sifat sensori produk. Penelitian ini  bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan CPO dan RPO terhadap retensi karoten, sifat fisik dan sensori gula kelapa.  Gula kelapa yang diperkaya provitamin A dibuat dengan penambahan CPO ataupun RPO dan jumlah penambahannya (30 mL, 60 mL dan 90 mL)/10 L  nira kelapa. Hasil penelitian menunjukkan kadar total karoten dan retensi karoten meningkat sejalan dengan meningkatnya jumlah penambahan minyak sawit merah, tetapi sebaliknya tekstur berkurang kekerasannya. Retensi dan kadar total karoten gula kelapa CPO lebih tinggi dibandingkan gula RPO (p<0,05).  Gula kelapa dengan penambahan CPO maupun RPO 30 mL/10 liter nira kelapa mempunyai penerimaan secara keseluruhan yang tertinggi, serta masing masing mempunyai retensi karoten 63,38% dan 25,30%, kadar total karoten  3946 dan 1337 μg/100 g serta kadar  β-karoten 487 dan 291 μg/100 g. Kata kunci: gula kelapa, minyak sawit merah, karoten, sensori
ANALISIS MODEL KEBERLANJUTAN USAHA BERBASIS AGEN PADA MINAPOLITAN UDANG M. Fuad F. Mu’tamar, Eriyatno, Machfud, Kadarwan Soewardi TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Minapolitan sebagai kerangka pengembangan agroindustri perikanan perlu terus dilakukan, agar produksi perikanan dapat meningkat dan berdampak positif pada perekonomian masyarakat suatu wilayah. Salah satu aspek yang dikembangkan adalah konsep klaster Minapolitan berbasis agen. Pendekatan berbasis agen sebagai solusi kompleksitas persoalan dunia nyata yang semakin rumit, akibat interaksi antar pelaku dengan perilaku yang berbeda-beda. Analisis model keberlanjutan usaha berbasis pendekatan agen pada Minapolitan udang memberi gambaran bahwa keberlanjutan ekonomi dalam klaster minapolitan ditentukan oleh perilaku petambak sebagai agen produsen udang dalam melakukan budidaya udang. Rerata nilai B/C ratio bagi petambak pengguna bibit unggul hasil simulasi mencapai 2,1. Kualitas komoditas udang menentukan tingkat keuntungan pedagang. Keuntungan yang didapatkan pedagang kecil lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan pedagang besar dalam klaster minapolitan agroindustri udang. Kata kunci: keberlanjutan usaha, pendekatan agen, minapolitan
PREDIKSI KANDUNGAN KATEKIN GAMBIR (Uncaria gambir Roxb.) DENGAN SPEKTROSKOPI NIR Andasuryani, Yohanes Aris Purwanto, I Wayan Budiastra, Khaswar Syamsu TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Kandungan katekin merupakan penentu utama dari mutu gambir (Uncaria gambir Roxb.). Pada perdagangan gambir secara tradisional, penentuan kandungan katekin dilakukan berdasarkan pengalaman dari petugas pemeriksa sehingga metode ini bersifat subjektif. Metode kuantitatif dilakukan dengan metode kimia, namun metode ini bersifat denstruktif, mahal dan membutuhkan waktu sehingga tidak sesuai untuk pengukuran kandungan katekin dalam gambir secara real time. Tujuan penelitian adalah mengembangkan model kalibrasi untuk memprediksi kandungan katekin dalam gambir tepung dan bongkahan menggunakan spektroskopi near infrared (NIR). Model dikembangkan dengan metode partial least square (PLS) dan pra perlakuan normalization between 0 and 1 (n01) dan first derivative Savitzky-Golay 9 points (dg1). Penentuan jumlah faktor PLS optimum berdasarkan pada nilai consistency dan predicted residual error sum square of validation set (V-Set PRESS). Evaluasi terhadap ke dua model menunjukkan bahwa model yang dihasilkan dapat memprediksi kandungan katekin dalam gambir tepung dan bongkahan. Model mempunyai nilai koefisien korelasi yang tinggi (>0,90), nilai standard error of calibration set (SEC) dan standard error of validation set (SEP) yang rendah, dan perbedaan yang kecil antara SEC dengan SEP. Penelitian ini memperlihatkan bahwa spektroskopi NIR dapat memprediksi kandungan katekin dalam gambir secara akurat dan presisi. Kata kunci: gambir, katekin, PLS, spektroskopi NIR
REDUKSI SISA PELARUT ETANOL OLEORESIN KAYU MANIS (Cinnamomum burmannii) Lia Umi Khasanah, R. Baskara Katri Anand , Rohula Utami, Pratiwi Kusumaningrum, Mesi Waningsih TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi proses destilasi kolom serta kondisi proses destilasi kolom packing yang optimum dalam mereduksi kadar sisa pelarut etanol destilat kayu manis (Cinnamomum burmannii) pada variasi suhu destilasi (73, 78, dan 83oC) dan waktu destilasi (3, 4, dan 5 jam), mengetahui kadar sisa pelarut etanol oleoresin kayu manis setelah pengovenan serta mengetahui karakteristik oleoresin kayu manis yang meliputi kadar senyawa aktif dan kadar minyak atsiri. Hasil prediksi RSM menunjukkan bahwa kadar sisa pelarut etanol destilat kayu manis sebesar 0 ppm diperoleh dengan destilasi kolom pada  suhu 85oC selama 3 jam 8 menit dan destilasi kolom packing pada suhu 83oC selama 6 jam 40 menit. Akan tetapi, hasil verifikasi menunjukkan bahwa kadar sisa pelarut etanol lebih tinggi daripada hasil prediksi RSM yaitu sebesar 201957,4 ppm untuk destilasi kolom dan 107631 ppm untuk destilasi kolom packing. Pengovenan destilat pada suhu 80oC selama 3 jam mampu menghasilkan kenampakan fisik oleoresin berupa cairan kental atau pasta berwarna coklat kemerahan dengan kadar sisa pelarut 0 ppm untuk destilat destilasi kolom dan 82,75 ppm untuk destilat destilasi kolom packing.  Karakteristik mutu oleoresin kayu manis dengan destilasi kolom adalah kadar sinamaldehida 6,83%, kadar kumarin 51,11% dan kadar minyak atsiri 9,91%. Karakteristik mutu oleoresin kayu manis destilasi kolom packing pada kadar sisa pelarut etanol optimum adalah kadar sinamaldehida 69,48% dan kadar minyak atsiri 9,96%. Kata kunci : Cinnamomum burmannii, destilasi, kayu manis, oleoresin, sisa pelarut
ANALISIS DAN MITIGASI RISIKO RANTAI PASOK KOPI GAYO BERKELANJUTAN DENGAN PENDEKATAN FUZZY Rachman Jaya, Machfud, Sapta Raharja, Marimin TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Manajemen rantai pasokan produk pertanian seperti kopi Gayo berbeda dengan manajemen rantai pasokan pada produk manufaktur, karena produk pertanian memiliki sifat mudah rusak, musiman, bentuk dan ukurannya yang bervariasi, skala usaha kecil serta kamba, sehingga sangat rentan terhadap risiko kerugian bagi pelakunya. Tujuan dari penelitian ini mengetahui faktor-faktor risiko yang paling berpengaruh dan menentukan mitigasinya dalam struktur rantai pasok kopi Gayo. Metode yang digunakan adalah sintesis logika fuzzy, proses hirarki analitik dan fuzzy inference system (FIS) dengan penalaran Mamdani, sedangkan defuzzyfikasi secara centroid. Pakar yang terlibat berjumlah lima orang dengan latar belakang akademisi (berkualifikasi doktor), peneliti (doktor) dan praktisi (minimal telah berkecimpung 20 tahun pada usaha kopi Gayo). Hasil F-AHP menunjukkan bahwa pada petani, risiko terbesar adalah mutu dan budidaya dengan mitigasi berupa memperbaiki teknologi budidaya, fokus kepada penggelolaan hama dan penyakit, pada pedagang pengepul adalah pemenuhan mutu dan harga, dengan mitigasi berupa memperbaiki teknik pengeringan melalui penggunaan para-para dan pengering mekanis. Pada agroindustri risiko terbesar adalah mutu dan harga dengan mitigasi risiko melalui kontrak dengan mekanisme revenue-sharing. Secara keseluruhan berdasarkan analisis FIS, risiko yang dihadapi pelaku rantai pasok kopi Gayo adalah pada kategori sedang dengan urutan petani, pedagang pengepul dan agroindustri. Kata kunci: mitigasi risiko, rantai pasok berkelanjutan, kopi Gayo, logika fuzzy
PENGGUNAAN MODEL PENGADUK PITCHED BLADE TURBIN DAN FIVE BLADE TURBIN PADA PRODUKSI BIODIESEL DARI RESIDU MINYAK DALAM TANAH PEMUCAT BEKAS (SBE) SECARA IN SITU Ani Suryani, Suprihatin dan M. Rifky Rachmad Lubis TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tingginya kandungan minyak sawit dalam SBE berpotensi dimanfaatkan dalam produksi biodiesel. Teknik yang sesuai digunakan dalam proses produksi biodiesel ini adalah esterifikasi dan transesterifikasi in situ. Keuntungannya lebih efisien dan waktu proses lebih singkat, sehingga dapat menyebabkan peningkatan rendemen biodiesel. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja model pengaduk mana yang terbaik (five-blade turbin atau pitched-blade turbin) dan variasi rasio pelarut metanol/heksana/SBE dalam mendapatkan rendemen dan mutu biodiesel yang terbaik. Hasil analisis ragam menunjukkan kondisi proses in situ yang terbaik adalah dengan menggunakan pengaduk model pitched-blade turbin dan variasi rasio metanol/heksana/SBE 6:0:1 pada suhu 65oC dengan kecepatan pengadukan 650 rpm. Kondisi ini menghasilkan rendemen biodiesel 90,17%, densitas 0,85 mg/mL, viskositas 6 cSt, bilangan asam 0,77KOH/g, bilangan penyabunan 287,59 mg KOH/g, gliserol total 0,21%, kadar ester alkil 99,76%. Kata kunci: biodiesel, pengaduk five-blade turbin, pitched-blade turbin, proses esterifikasi dan transesterifikasi in situ, tanah pemucat bekas (SBE)
Panduan Bagi Penulis Panduan Bagi Penulis TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti  terlampir.Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan.  Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk  naskah asli dan softcopy dalam CD atau dapat dikirim via email.  Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file.  Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax :  0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail:  jurnal_tip@yahoo.co.id.atau jurnal_tip@ipb.ac.id Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian.  Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penulis
SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN CERDAS PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI KARET ALAM DENGAN PENDEKATAN PRODUKTIVITAS HIJAU MENGGUNAKAN FUZZY AHP Hendra, Marimin, dan Yeni Herdiyeni TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 2 (2014): Jurnal Teknologi Industry Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT An industry that is closely related to environmental issues is the natural rubber industry. Production increase of natural rubber related with increase of garbage or waste that cause negative impact to the environment. Productivity is comparison between production outcome against resources used and productivity is one important indicator of production outcome assessment. The objectives of this research were to design software  of intelligent decision support systems to measure the green productivity, to provide solutions and simulations an increase of productivity in the natural rubber agroindustry. The software used  a fuzzy-rule to measure green productivity based on economic data and seven sources of waste generation data such as energy, water, materials, garbage, transportation, emissions, and biodiversity. Fuzzy analytical hierarchy process (Fuzzy AHP) was used to select the four alternatives on cultivation and processing of natural rubber agroindustry which have major influence on productivity improvement and reduce environmental impact which became a green productivity concept. The final results software was a simulation of the best alternative in the form of seven sources of waste generation and economic data.   Keywords:intelligent decision support system, fuzzy rule-base,fuzzy AHP, green productivity
BIOGAS FORMATION FROM RICE STRAW AND MARKET WASTE IN SEMI-DRY FERMENTATION SYSTEM Muhammad Romli, Suprihatin, Nastiti S. Indrasti, Angga Y. Aryanto TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 2 (2014): Jurnal Teknologi Industry Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi penggunaan jerami padi dan fraksi organik limbah pasar untuk menghasilkan biogas dan produk samping lainnya menggunakan sistem fermentasi semi-kering. Satu set digester 1,5 L digunakan untuk menentukan potensi biogas dari berbagai jenis biomassa dalam operasi secara curah, dan satu set digester 10 L digunakan untuk mengevaluasi pengaruh  cara pemberian umpan selama pencernaan semi-kontinyu. Dalam kasus jerami padi, produksi biogas maksimal 10 L/kgVS dicapai selama 20 hari degradasi secara curah pada suhu terkendali 32o C.  Untuk sampah pasar, produksi biogas maksimal 50 L/kgVS diperoleh selama periode yang sama. Tingkat produksi biogas ini sekitar 60% lebih tinggi dibandingkan dengan produksi biogas pada suhu kamar. Digester dengan umpan 75% jerami segar menghasilkan  biogas  42 L/kgVS, tertinggi dibandingkan dengan digester kontrol (100% jerami segar) serta digester dengan umpan 50% jerami segar.  Digester dengan umpan 75% sampah  pasar  segar menghasilkan produksi biogas 40 L/kgVS, lebih tinggi daripada yang dijalankan dengan 50% umpan segar. Namun, keduanya lebih rendah dibandingkan dengan digester kontrol yang menghasilkan  biogas  52 L/kgVS. Cara pemberian umpan dengan mengganti hanya 75% volume digester dengan jerami padi segar menyebabkan pH digester lebih stabil. Nilai-nilai parameter kinetika produksi biogas dari jerami padi adalah Rmax: 1,37-2,07 (l/kgVS.hari), A: 15,82-42,25 (L/kgVS), dan λ: 0,4-2,0 hari,  sedangkan sampah pasar Rmax: 1,58-3,55 (L/kgVS.day), A: 31,09-51,84 (L/kgVS), dan λ: 0,2-1,2 hari. Kata kunci: jerami padi, sampah pasar, biogas, fermentasi semi- kering, lindi, digesta

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 35 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 3 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 3 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 2 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 3 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 2 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 1 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 3 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 2 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 1 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 3 (2017): Jurnal Teknologi industri Pertanian Vol. 27 No. 2 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 1 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 3 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 2 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 1 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 3 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 2 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 1 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 3 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 2 (2014): Jurnal Teknologi Industry Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertnian Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 2 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 1 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 2 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 1 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 13 No. 3 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian More Issue