cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Teknologi Industri Pertanian
ISSN : 02163160     EISSN : 22523901     DOI : 10.24961/j.tek.ind.pert
The development of science and technology in agriculture, has been instrumental in increasing the production of various agricultural commodities. But climate change is also uncertain world led to decreased agricultural productivity. World energy crisis resulted in higher prices of agricultural commodities due to competition between food and energy are higher. Efforts to utilize biomass (agricultural products) has started a lot of research, not only as raw material for bioenergy, but also in an attempt to exploit agro-products into valuable economic products, and realize clean production in agro-industry.
Arjuna Subject : -
Articles 646 Documents
PRODUKSI ETANOL DENGAN METODE SSF DARI BAHAN BAKU BERBASIS KERTAS YANG MENDAPAT PERLAKUAN FISIK BERBEDA Nyoman Jaya Wistara, Vera Junita Sitanggang dan Euis Hermiati TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi produktivitas bioetanol dari unbeaten pulp, beaten pulp, non-printed paper dan laser-printed paper dengan menggunakan metode sakarifikasi dan fermentasi simultan (simultaneous saccharification and fermentation – SSF). Khamir yang digunakan adalah Saccharomyces cerevisiae, diaplikasikan dalam konsentrasi 10%, 15% dan 20%, dengan waktu inkubasi selama 3, 4, dan 5 hari. Konsentrasi etanol dianalisis menggunakan kromatografi gas, kemudian digunakan untuk menghitung rendemen etanol dan konversi selulosa. Kadar karbohidrat sampel yang cenderung tinggi (lebih dari 70%) mengindikasikan bahwa pulp yang digunakan berpotensi baik untuk produksi bioetanol. Konversi selulosa (8,24%) dan produksi etanol (5,4%) tertinggi ditemukan pada beaten pulp yang difermentasikan dengan konsentrasi khamir 15% dan waktu inkubasi 3 hari. Perlakuan beating diasumsikan dapat meningkatkan rendemen etanol, namun demikian, bahan kimia dan mineral aditif pada kertas menghambat proses hidrolisis enzimatik dan tinta menghambat fermentasi gula sederhana.Kata kunci:bioetanol, pulp putih, penggilingan, kertas bercetak laser,SSF
APLIKASI PEWARNA BUBUK ALAMI DARI EKSTRAK BIJI PINANG (Areca catechu L.) PADA PEWARNAAN SABUN TRANSPARAN Yernisa, E. Gumbira-Sa'id dan Khaswar Syamsu TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPewarna alami merupakan alternatif pewarna yang tidak toksik, dapat diperbaharui (renewable), mudah terdegradasi dan ramah lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan biji pinang (Areca catechu L.) sebagai pewarna alami. Biji pinang diekstrak kemudian dikeringkan menggunakan pengering semprot (spray drier) menghasilkan pewarna bubuk. Biji pinang mengandung polifenol yang bermanfaat untuk kulit sehingga pewarna bubuk ekstrak biji pinang yang dihasilkan diaplikasikan pada sabun transparan yang biasa digunakan sebagai sabun perawatan dan kecantikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan bubuk ekstrak biji pinang dan jenis minyak terhadap karakteristik sabun transparan yang dihasilkan. Bubuk ekstrak biji pinang yang digunakan adalah bubuk ekstrak biji pinang tanpa bahan pengisi dan bubuk ekstrak biji pinang dengan bahan pengisi (gum arab 2% b/b). Minyak yang digunakan untuk membuat sabun transparan terdiri dari dua jenis, yaitu minyak kelapa dan campuran minyak kelapa dengan kelapa sawit (15:5 b/b). Kontrol yang digunakan adalah sabun transparan tanpa penambahan bubuk ekstrak biji pinang. Semua kombinasi perlakuan jenis minyak dan jenis pewarna bubuk ekstrak biji pinang menghasilkan sabun transparan pada kisaran warna merah kuning. Jenis minyak berpengaruh terhadap stabilitas busa dan kekerasan sabun transparan pada semua jenis pewarna bubuk ekstrak biji pinang yang digunakan dimana campuran minyak kelapa dan minyak kelapa sawit (15:5 b/b) menghasilkan sabun transparan dengan stabilitas busa yang lebih tinggi dan kekerasan yang lebih rendah dibandingkan dengan perlakuan menggunakan minyak kelapa akan tetapi tidak berbeda nyata pada kadar air dan nilai pH. Jenis pewarna bubuk ekstrak biji pinang tidak berpengaruh nyata terhadap kadar air, kekerasan dan nilai pH tetapi berpengaruh terhadap stabilitas busa sabun transparan. Keberadaan bahan pengisi gum arab pada bubuk ekstrak biji pinang meningkatkan stabilitas busa pada sabun transparan yang menggunakan bahan baku minyak kelapa. Penggunaan gum arab pada bubuk pewarna ekstrak biji pinang dapat menurunkan perubahan warna pada sabun transparan selama penyimpanan enam bulan.Kata kunci: Pinang, pewarna alami bubuk, sabun transparanPENDAHULUANPinang (Areca catechu L.) merupakan salah satu tanaman palma yang dapat menghasilkan warna. Biji pinang mengandung senyawa golongan polifenol, yaitu flavonoid dan tanin (Amudhan et al.,
MODIFIKASI FERMENTASI HIDROLISAT ASAM Eucheuma cottonii MENJADI BIOETANOL MENGGUNAKAN Saccharomyces cerevisiae DAN Pachysolen tannophilus Muhammad Syukur Sarfat, Mulyorini Rahayu nigsih, Ani Suryani, Dwi Setyaningsih TIN
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah adalah modifikasi fermentasi bioetanol secara curah dari rumput laut (Eucheuma cottonii) sebagai substrat sehingga dihasilkan rendemen produk bioetanol yang tinggi. Jenis gula yang terdapat pada hidrolisat asam Eucheuma cottonii terdiri dari 4,95% galaktosa, 0,25% glukosa, 0,04% xilosa, dan 0,02% maltoheptaosa. Produksi etanol tertinggi dari Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 2,38% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 79,09% efisiensi penggunaan substrat, dan 56,30% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari. Produksi etanol tertinggi dari Pachysolen tannophilus IPBCC AC IX teradaptasi adalah 0,11% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 15,39% efisiensi penggunaan substrat, dan 2,60% efisiensi fermentasi yang difermentasi selam 4 hari. Produksi etanol tertinggi dengan perlakuan culture refresh menggunakan Pachysolen tannophilus IPBCC AC IX teradaptasi setelah fermentasi berlangsung 24 jam oleh Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 0,81% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 82,42% efisiensi penggunaan substrat, dan 19,79% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari. Produksi etanol tertinggi dengan perlakuan culture refresh menggunakan Saccharomyces cerevisiae IPBCCAL IX teradaptasi setelah fermentasi berlangsung 24 jam oleh Saccharomyces cerevisiae IPBCC AL IX teradaptasi adalah 1,76% (v/v) etanol pada fermentasi cair, dengan 53,06% efisiensi penggunaan substrat, dan 43,53% efisiensi fermentasi yang difermentasi selama 6 hari.Kata kunci: bioetanol, Eucheuma cottonii, Pachysolen tannophilus, Saccharomyces cerevisiae
ANALISIS KEBERLANJUTAN USAHA PENGRAJIN EKONOMI KREATIF KERAJINAN SUTERA DI PROVINSI SULAWESI SELATAN Helda Ibrahim, Siti Amanah Darwis S.Gani, Ninuk Purnaningsih TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKEkonomi Kreatif memiliki konsep mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan pengetahuan dari sumber daya manusia sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonomi yang berbasis sumber daya alam sekarang menjadi berbasis sumber daya manusia, dari era pertanian ke era industri dan informasi. Peningkatan sistem perubahan baik dari sosial, lingkungan, ekonomi, kelembagaan dan perilaku kewirausahaan membutuhkan suatu proses yang berkelanjutan. Proses ini berupaya meningkatkan potensi masa kini dan masa depan untuk memenuhi kebutuhan dan aspirasi manusia. Tujuan Penelitian untuk menganalisis keberlanjutan usaha pengrajin ekonomi kreatif dan menentukan faktor-faktor pengungkit terhadap keberlanjutan usaha pengrajin ekonomi kreatif. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Wajo dan Bulukumba. Sampel adalah 215 pengrajin ekonomi kreatif. Pengumpulan data dilakukan pada bulan Januari sampai April 2012 terdiri dari data primer dan sekunder. Analisa data dilakukan dengan menggunakan pendekatan Multi Dimensional Scaling. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hasil simulasi Rap-UEK secara keseluruhan menunjukkan status kurang berkelanjutan sebesar 48,97% dan faktor-faktor pengungkit yang perlu diperhatikan berdasarkan hasil analisis leverage pada Dimensi Ekonomi ada tiga atribut, Dimensi Dimensi Sosial dan Lingkungan ada empat atribut , Dimensi Kelembagaan ada tiga atribut dan Dimensi Perilaku Kewirausahaan Usaha Ekonomi Kreatif ada tiga atribut.Kata kunci: analisis, keberlanjutan, ekonomi kreatif, pengrajin sutera
ANALISIS BEBAN KERJA PADA PROSES PRODUKSI CRUDE PALM OIL (CPO) DI PABRIK MINYAK SAWIT DENGAN KAPASITAS 50 TON TBS/JAM M. Atta Bary, M. Faiz Syuaib dan Muchlis Rachmat TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengolahan Tandan Buah Segar (TBS) menjadi Crude Palm Oil (CPO) merupakan proses ekstraksi minyak yang dilakukan di Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PKS). Tahapan proses di PKS dibagi dalam stasiun pengolahan yaitu loading ramp, sterilizer, thresher, screw press, klarifikasi, pabrik biji, serta stasiun penyuplai energi yaitu ketel uap dan ruang mesin. Kegiatan pengolahan TBS di PKS berkapasitas 50 ton TBS/jam berlangsung selama 24 jam per hari. Pekerjaan relatif berat, kondisi lingkungan kerja yang bising, suhu panas dapat mengakibatkan resiko kelelahan ataupun kecelakaan kerja dan penurunan produktivitas kerja. Analisis beban kerja melalui melalui metode pengukuran denyut jantung secara langsung pada operator saat melakukan pekerjaan dapat menggambarkan kondisi beban kerja yang sebenarnya terjadi. Analisis denyut jantung dilakukan untuk mengetahui tingkat beban kerja yang dialami operator secara kualitatif dan kuantitatif. Indikator tingkat beban kerja (kualitatif) menggunakan istilah Increase Ratio of Heart Rate (IRHR). Laju konsumsi energi (beban kerja kuantitatif) menggunakan istilah Total Energi Cost (TEC) dalam satuan kkal per menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat beban kerja secara umum adalah ―ringan‖ sampai dengan ―sedang‖ dengan nilai IRHR antara 1,15 sampai 1,74. Tingkat beban kerja tertinggi terjadi pada stasiun ketel uap dengan IRHR 1,74. Tingkat konsumsi energi (tenaga kerja manusia) adalah 1,58 sampai 3,30 kkal/menit.Kata kunci: pabrik minyak sawit, beban kerja, pengolahan tandan buah segar
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP PERUBAHAN WARNA LABEL CERDAS INDIKATOR WARNA DARI DAUN ERPA (Aerva sanguinolenta) Rini Nofrida, Endang Warsiki dan Indah Yuliasih TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSekarang ini, kemasan pangan berperan aktif dan dinamis yang memungkinkan berinteraksi dengan produk dan lingkungan atau dikenal dengan kemasan cerdas. Label cerdas telah memungkinkan untuk memantau dan mengkomunikasikan informasi tentang kualitas makanan terkemas dengan bantuan indikator warna. Label cerdas indikator warna pada penelitian ini adalah film khitosan-PVA (polivinil alkohol) dengan pewarna alami daun erpa (Aerva sanguinolenta). Kemasan cerdas indikator warna disimpan pada empat kondisi penyimpanan, yaitu pada suhu beku ((-10)±2°C), dingin (3±2°C), ruang (25±3oC) dan perlakuan dengan paparan sinar matahari pada suhu 40oC. Kinerja film diamati dengan melihat perubahan warna label. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film yang disimpan pada suhu 40°C dengan paparan cahaya, secara visual berubah warna dari merah ke kuning dalam waktu dua jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film yang disimpan pada freezer memiliki warna lebih stabil selama 78 hari dengan nilai L berkisar 41,10- 44,04 (merah hingga kuning). Film pada suhu dingin dapat mempertahankan warna merah – kuning merah hingga penyimpanan selama 7 hari dan pada hari ke-8 berubah warna menjadi kuning. Untuk film indikator yang disimpan pada suhu ruang mengalami perubahan warna kurang dari satu hari dan warna berubah dari merah menjadi kuning dengan L di atas 50. Penyimpanan pada suhu 40oC dan diberi penyinaran matahari menyebabkan film indikator mengalami perubahan warna lebih cepat, yaitu pada jam ke-2 penyimpanan.Kata kunci: label cerdas, indikator warna, khitosan, polivinil alkohol, daun erpa
RANCANG BANGUN SISTEM PRODUKSI INDUSTRI ENERGY BAR BERBASIS PISANG Yusuf Andriana, Machfud, Indah Yuliasih, Akmadi Abbas TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenjualan energy bar (EB) berbasis serealia dan buah-buahan mengalami pertumbuhan signifikan di berbagai negara. Ketersediaan bahan baku pisang di Indonesia menjadikan produk EB prospektif untuk dikembangkan dalam skala industri. Dibutuhkan rancangan sistem produksi agar industri mampu meningkatkan daya saingnya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat model sistem produksi industri EB pisang dalam bentuk sistem penunjang keputusan berbasis web. Pendekatan rekayasa sistem digunakan untuk membangun model sistem produksi industri EB, dengan menekankan pada beberapa komponen sistem yaitu teknologi proses, neraca massa dan energi, tata letak fasilitas, pemilihan lokasi industri, dan analisis kelayakan finansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model menggambarkan sistem produksi pada industri EB pisang. Pada aspek kelayakan finansial model lebih sensitif terhadap penurunan harga jual produk dibandingkan kenaikan harga bahan baku.Kata kunci: sistem produksi, energy bar, pisang, sistem penunjang keputusan berbasis web
Panduan Bagi Penulis Panduan Bagi Penulis TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1. Penulis harus menjamin bahwa naskah yang dikirimkan adalah asli dan tidak pernah dipublikasikan di jurnal lainnya, yang dinyatakan dengan surat pernyataan seperti terlampir.2. Naskah yang akan dipublikasikan pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian dapat berupa hasil penelitian, analisis kebijakan, komunikasi singkat, opini, gagasan dan review.3. Naskah dapat ditulis dalam Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris menggunakan format yang sesuai dengan kaidah bahasa yang digunakan. Editor tidak menerima naskah yang tidak memenuhi persyaratan yang diminta.4. Penentuan layak tidaknya naskah yang akan dipublikasikan ditentukan oleh Dewan Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian atas masukan mitra bestari yang kompeten.5. Naskah dikirimkan ke editor sebanyak tiga eksemplar dalam bentuk naskah asli dansoftcopy dalam CD atau dapat dikirim via email. Naskah ditulis dalam Microsoft Word, Gambar/grafik dalam Microsoft Excel dan tuliskan nama pengarang sebagai nama file. Naskah dapat dikirimkan dengan softcopynya kepada : Editor Jurnal Teknologi Industri Pertanian, Departemen Teknologi Industri Pertanian (TIN), Fateta IPB, Kampus IPB Darmaga PO Box 220 Bogor 16002, Telpon/Fax : 0251-8625088; 0251-8621974; dengan alamat e-mail: jurnal_tip@yahoo.co.id.atau jurnal_tip@ipb.ac.id6. Hak Cipta tulisan yang dimuat ada pada Jurnal Teknologi Industri Pertanian. Penulis yang naskahnya dimuat diharuskan membayar kontribusi biaya penerbitan sebesar Rp 75.000,- per halaman. Biaya tambahan untuk pencetakan halaman berwarna menjadi tanggung jawab penulis.
STRATEGI IMPLEMENTASI PEMANFAATAN LIMBAH CAIR PABRIK KELAPA SAWIT MENJADI ENERGI LISTRIK (Studi Kasus di Provinsi Lampung) Sarono, E. Gumbira Sa'id, Ono Suparno, Suprihatin, Udin Hasanudin TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pemerintah Indonesia menargetkan 60% pabrik kelapa sawit (PKS) Indonesia harus memiliki fasilitas methane capture pada tahun 2020, sehingga diperlukan strategi yang tepat untuk mempercepat implementasi pemanfaatan limbah cair pabrik kelapa sawit (palm oil Mill effluent,POME) menjadi energi listrik. Tujuan penelitian ini adalah menentukan strategi yang dapat ditempuh untuk implementasi penanganan POME menjadi energi listrik. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Strategi implementasi dianalisis menggunakan metode SWOT dan analytical hierarchy process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang menjadi prioritas utama dalam implementasi pemanfaatan POME menjadi energi listrik adalah (1) pembuatan regulasi yang mewajibkan semua PKS memanfaatkan energi listrik yang bersumber dari biogas POME, (2) mendorong peningkatan infrastruktur yang menunjang bisnis biomasa berbasis kelapa sawit, dan (3) pembuatan petunjuk pelaksanaan yang akomodatif tentang penjualan energi listrik berbasis biogas ke PT PLN (Persero). Kata kunci: strategi implementasi, POME, metana, energi listrik
PRODUKSI BIOETANOL DARI HIDROLISAT PATI SINGKONG RACUN DENGAN FERMENTASI REPEATED-BATCH OLEH Saccharomyces cerevisiae TERIMOBILISASI PADA AMPAS SINGKONG Liesbetini Haditjaroko, Khaswar Syamsu, Anya Meryandini, Ahmad Jaelani Manurung TIP
Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian
Publisher : Department of Agroindustrial Technology, Bogor Agricultural University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Produksi bioetanol secara curah oleh sel mikroba bebas memiliki kelemahan, yaitu produktivitas dan efisiensinya yang rendah. Dalam penelitian ini sel Saccharomyces cerevisiae diimobilisasi menggunakan ampas singkong. Bahan ini merupakan hasil samping produksi pati singkong dan belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses produksi bioetanol dari pati singkong racun dengan fermentasi secara repeated-batch 6 siklus oleh S.cerevisiae terimobilisasi pada ampas singkong. Metode penelitian ini terdiri atas ekstraksi pati, pembuatan hidrolisat pati secara enzimatis, perlakuan terhadap ampas singkong oleh HCl 3% (v/v), imobilisasi S.cerevisiae pada ampas singkong, serta fermentasi secara repeated-batch. Pada penelitian ini diperoleh rendemen pati sebesar 26,20% (b/b) serta efisiensi konversi pati menjadi hidrolisat pati sebesar 36,89% (b/b). Penggunaan ampas singkong hasil perlakuan oleh HCl telah mampu mengimobilisasi sel sebanyak 1,76x1011 sel/g carrier. Fermentasi secara repeated-batch oleh S.cerevisiae terimobilisasi pada ampas singkong dengan kadar total gula awal 140 g/L telah menghasilkan etanol berkadar 42,72-63,66 g/L, produktivitas 1,78-2,66 g/L/jam, yield sebesar 0,33-0,47 g etanol/g gula, persentase konversi gula sebesar 90,80-95,74%, serta efisiensi sebesar 65,91-93,13%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode imobilisasi yang digunakan memiliki kestabilan yang baik, serta didapatkan produktivitas bioetanol, persentase konversi gula dan efisiensi yang tinggi dengan fermentasi secara repeated-batch. Kata kunci: ampas singkong, bioetanol, fermentasi, repeated-batch, Saccharomyces cerevisiae

Filter by Year

2004 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 35 No. 3 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 2 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 35 No. 1 (2025): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 2 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 34 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 3 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 33 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 3 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 32 No. 1 (2022): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 3 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 2 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 31 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 3 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 2 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 30 No. 1 (2020): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 3 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 2 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 29 No. 1 (2019): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 3 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 2 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 28 No. 1 (2018): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 3 (2017): Jurnal Teknologi industri Pertanian Vol. 27 No. 2 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 27 No. 1 (2017): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 3 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 2 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 26 No. 1 (2016): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 3 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 2 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 25 No. 1 (2015): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 3 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 24 No. 2 (2014): Jurnal Teknologi Industry Pertanian Vol. 24 No. 1 (2014): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 3 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 2 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 23 No. 1 (2013): Jurnal Teknologi Industri Pertnian Vol. 22 No. 3 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 2 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 22 No. 1 (2012): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 3 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 2 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 21 No. 1 (2011): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 3 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 2 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 20 No. 1 (2010): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 3 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 2 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 19 No. 1 (2009): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 2 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 18 No. 1 (2008): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 3 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 2 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 17 No. 1 (2007): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 3 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 16 No. 1 (2006): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 2 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 15 No. 1 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 3 (2005): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 2 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 14 No. 1 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian Vol. 13 No. 3 (2004): Jurnal Teknologi Industri Pertanian More Issue