cover
Contact Name
Dr. Ir., Nurtati Soewarno, M.T
Contact Email
nurtati@itenas.ac.id
Phone
+6222-7272215
Journal Mail Official
terracotta@itenas.ac.id
Editorial Address
Tata Usaha Prodi Arsitektur Institut Teknologi Nasional Bandung - Itenas Gedung 17 Lantai 1 Jl. P.H.H. Mustofa No 23 Bandung - Jawa Barat 40124
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA
ISSN : -     EISSN : 27164667     DOI : https://doi.org/10.26760/terracotta
Core Subject : Engineering,
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA adalah Jurnal Ilmiah yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian dan pengembangan teknologi dalam bidang-bidang utama : Perancangan Arsitektur (gedung), Stuktur dan Konstruksi, Teknologi Bangunan, Perencanaan Kota dan Asitektur Kota, Perumahan dan Permukiman, serta Teori-Metoda dan Sejarah Arsitektur.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2020)" : 6 Documents clear
Photogrammetry dalam Perancangan: Pemetaan dan Pemodelan Kawasan Desa Wisata Dewi, Nitih Indra Komala
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4292

Abstract

Pemetaan kawasan dalam bentuk model yang terukur dengan memanfaatkan teknologi digital dapat mempermudah proses pencitraan kawasan Desa Wisata dan mempermudah dalam proses desain. Artikel mengkaji mengenai studi kelayakan pemodelan visual tiga dimensi (3D) berbasis foto pada lingkup kawasan dengan objek studi Kampung Wisata Rotan Galmantro, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon. Beberapa tahapan dilakukan dalam proses pemetaan kawasan ini, antara lain: (1) Tahap pertama melakukan persiapan sebelum proses pemodelan dilakukan, diantara mempersiapkan alat berupa drone dengan spesifikasi kamera 4K, pemilihan program yang akan digunakan untuk pemotretan, pemilihan teknik pengambilan foto, perencanaan cakupan luas wilayah pengukuran; (2) Tahap kedua melakukan proses pengecekan kondisi lapangan, kalibrasi drone sebelum penerbangan, pemotretan kawasan, pemeriksaan hasil pengambilan gambar, pengolahan foto udara menjadi data kawasan, kalibrasi ukuran dan pemodelan 3D. Hasil pemodelan tiga dimensi bagian dari kawasan Kampung Rotan Galmantro menggunakan teknologi photogrammetry memberikan hasil pemodelan visual tiga dimensi kawasan dengan akurasi yang baik, sesuai dengan kondisi eksisting tanpa harus membuat 3D model dari awal. Proses Perancangan menjadi lebih mudah dan efektif
Fasilitas Ruang Khusus Pada Sekolah Inklusi Binar Indonesia (Bindo) di Bandung Utami, Mamiek Nur; Putra, Wahyu Buana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4289

Abstract

Diterbitkannya Rencana Induk Pengembangan Pendidikan Inklusif Tingkat Nasional Tahun 2019 – 2024, memperkuat keinginan pemerintah membuat konsep sekolah pendidikan inklusi. Sekolah Inklusi merupakan sebuah pelayanan pendidikan dimana Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dijadikan satu ruang dengan anak normal. Mereka belajar bersama, meskipun kemungkinan materi yang diberikan berbeda. Saat ini belum ada standar fasilitas kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi. Penelitian ini menganalisa kebutuhan ruang, persyaratan ruang sekolah yang dapat mendukung proses belajar pada sekolah inklusi. Analisa kebutuhan ruang untuk sekolah inklusi ini berdasarkan karakteristik umum yang terdapat pada anak lamban belajar, kesulitan belajar, autis dan Attention Deficit Hyperactive Disorder (ADHD). Metode yang dipakai adalah metodologi kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sekolah inklusi harus ada ruang-ruang khusus dengan persyaratan ruang yang khusus pula.
Perubahan Pola Parkir Akibat Penambahan Fungsi Bangunan di Kawasan Paskal Hypersquare di Kota Bandung Parliana, Dewi
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4314

Abstract

Perubahan  tatanan fungsi dan massa bangunan yang diakibatkan oleh perluasan pada sebuah kawasan kota akan mengakibatkan perubahan pada fungsi lainnya, diantaranya fungsi parkir. Penelitian ini akan mengkaji mengenai perubahan kawasan Paskal 23 di Kota Bandung Indonesia yang berkaitan dengan parkir serta aspek – aspek yang menunjang parkir lainnya  yaitu perabot jalan. Paskal 23 awalnya adalah kawasan pertokoan berupa deretan ruko 23 Paskal Shopping Center berlokasi di kawasan one stop business strategis di pusat kota Bandung. Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi transformasi pada elemen-elemen fisik yang difokuskan pada parkir, perabot jalan yang berpotensi membentuk kawasan Paskal Hypersquare. Metode yang digunakan menggunakan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif, pendekatan studi morfologi kota, dan dilihat secara diakronik, yaitu menganalisis transformasi parkir, dan perabot jalan,  pada kawasan Paskal Hypersquare  berdasarkan data sebelum hingga sesudah Mall 23 Paskal dibangun. Data-data diperoleh dari observasi langsung ke wilayah penelitian dan observasi pustaka lain, serta pembahasan yang bersifat deskriptif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan  transformasi elemen-elemen fisik kota terkait Parkir adalah adanya penambahan parkir pada Mall 23 Paskal. Terkait Perabot jalan dapat disimpulkan bahwa setelah Mall 23 Paskal dibangun ada penambahan elemen fisik yang mendukung pada pencapaian ke arah Mall 23 Paskal.. Elemen Parkir dan Perabot jalansangatlah berpengaruh terhadap pembentuk kawasan di Paskal Hypersquare. Elemen fisik pembentuk kawasan Paskal Hypersquare telah memenuhi aspek perencanaan sebuah kawasan.Kata Kunci: Transformasi Paskal Hypersquare, Parkir, Perabot jalan
Pengaruh Penggunaan Material Bambu Terhadap Fasad Bangunan Amfiteater Taman Buah Mekarsari Bogor Muhsin, Ardhiana
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4315

Abstract

Seiring dengan isu lingkungan yang berkembang di Indonesia saat ini, arsitek diharapkan dapat menciptakan bangunan dengan material yang ramah lingkungan dan terbarukan. Efisiensi penggunaan material bangunan sangat diperlukan guna mempertahankan sumber daya alam yang ada di negara ini.Salah satu material yang ramah lingkungan serta mudah didapatkan di Indonesia yaitu material bambu. Bambu memiliki beberapa keunggulan dibanding kayu yaitu memiliki masa pertumbuhan yang cepat. Bambu, dalam waktu lima tahun sudah dapat dimanfaatkan sebagai bahan konstruksi bangunan, dapat dilengkungkan karena memiliki elastisitas serta memberikan nilai dekoratif yang tinggi. Fasad secara arsitektural dapat diartikan kulit terluar/selubung yang mencerminkan wajah bangunan. Umumnya bagian badan memiliki porsi terbesar karena bidang ini mudah terlihat dan diolah dengan banyak ragam desain namun pada arsitektur bambu bagian yang lebih mendominasi adalah kepala yang direpresentasikan berupa atap. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Bagian yang dianalisis diantaranya adalah kriteria desain bangunan yang dapat mengatasi problematika material bambu di lokasi iklim tropis, karakteristik dan penggunaan material pada bangunan yang menggunakan bambu, yang pada akhirnya menentukan ekspresi dan karakter serta komposisi fasad bangunan yang menggunakan bambu. Hasil akhir diketahui faktor-faktor tersebut ternyata memang mempengaruhi tampilan fasad bangunan bambu secara keseluruhan yang umumnya didominasi oleh atap bangunan.
Penilaian Greenship GBCI Dalam Penerapan Reuse Material Di Café Day N Nite Bandung Sulistiawan, Agung Prabowo
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4342

Abstract

 AbstrakPenerapan penggunaan kembali barang bekas (reuse material) sebagai bahan bangunan di Indonesia menjadi sebuah upaya dalam mewujudkan arsitektur ramah lingkungan. Salah satu contoh penggunaan material bekas yaitu penggunaan material peti kemas atau kontainer bekas pakai. Material peti kemas yang digunakan kembali pada bangunan, menjadikan bangunan yang unik dan ramah lingkungan serta membantu melestarikan lingkungan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai bangunan Cafe Day N Nite Bandung yang menggunakan material peti kemas bekas berdasarkan kriteria Sumber dan Siklus Material pada Greenship Green Building Council Indonesia (GBCI). Dalam penelitian ini metodologi penelitian yang digunakan adalah metodologi kualitatif berupa survey lapangan dan wawancara. Analisa yang dilakukan merujuk pada kriteria Sumber dan Siklus Material menurut Greenship GBCI yang meliputi Refrigeran Foundamental, Penggunaan Gedung dan Material Bekas, Material Ramah Lingkungan, Penggunaan Refrigeran tanpa ODP, Kayu Bersertifikat, Material Prafabrikasi, dan Material Regional. Berdasarkan hasil analisa dapat disimpulkan bahwa Cafe Day N Nite Bandung memenuhi total presentase sebesar 79% penilaian berdasarkan kriteria Sumber dan Siklus Material pada Greenshp GBCI. Kata kunci: reuse material, peti kemas, ramah lingkungan
Permeabilitas Dan Konektifitas Pada Pola Jaringan Jalan Kawasan Hunian Cihapit Bandung Permata, Dian Duhita
Jurnal Arsitektur TERRACOTTA Vol 2, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/terracotta.v2i1.4276

Abstract

Kawasan Cihapit Bandung merupakan kawasan hunian yang telah dibentuk sejak tahun 1920-1925 yang ditata menarik dengan pola jaringan jalan ‘organic grid’.  Kawasan yang awalnya diperuntukkan bagi pegawai menengah ke bawah ini telah dilengkapi dengan fasilitas hunian, pasar, pertokoan dan ruang terbuka hijau.  Seiring berjalannya waktu, kawasan Cihapit saat ini tidak mengalami perubahan banyak baik terhadap pola jaringan jalan. Pola jaringan jalan yang terhubung satu dengan lainnya serta persimpangan-persimpangan yang berjarak kurang dari  2,6 km2 menyebabkan kawasan ini cukup nyaman untuk diakses. Beberapa koridor jalan berfungsi sebagai penghubung menuju kelas jalan yang lebih besar sehingga kawasan ini seringkali menjadi akses alternatif.  Penelitan ini menganalisis mengenai permeabilitas serta konektifitas pada pola jaringan jalan di  kawasan Cihapit Bandung terkait dengan  kondisi tata guna lahan serta klasifikasi jalan.  Kondisi tata guna lahan dibandingkan pada dua periode yaitu tahun 1933 dan 2015 sehingga dapat disimpulkan perubahannya.  Sedangkan klasifikasi jalan kawasan Cihapit dianalisis setiap koridor secara detail baik dimensi maupun elemen pendukung koridor termasuk kondisi drainase, jalur pedestrian dan vegetasi.

Page 1 of 1 | Total Record : 6