cover
Contact Name
Mukhamad Irfan
Contact Email
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Phone
+6281802668223
Journal Mail Official
semnasplp.wg@ugm.ac.id
Editorial Address
Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Indonesian Journal of Laboratory
ISSN : 26554887     EISSN : 26551624     DOI : 10.22146/ijl.v3i1
Jurnal ini bersifat open acces, bertujuan untuk membantu pengembangan profesi bagi Pranata Laboratorium Pendidikan Indonesia. Adapun ruang lingkupnya meliputi: 1. Bidang Agrokompleks dan Biologi, meliputi berbagai bidang disiplin ilmu, seperti kedokteran hewan, kehutanan, pertanian, peternakan, teknologi pertanian dan biologi 2. Bidang Kesehatan, meliputi bidang disiplin ilmu farmasi, keperawatan, kedokteran dan kedokteran gigi 3. Bidang Sains (MIPA), meliputi bidang disiplin ilmu matematika dan ilmu pengetahuan alam dan geografi, 4. Bidang Teknik, meliputi bidang disiplin ilmu arsitektur, komputer, teknologi informasi, elektro, kimia, industri, nuklir, permesinan, dan geodesi
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 1 Tahun 2022" : 6 Documents clear
Pembuatan Penyerap Cairan/Darah pada Luka Vacuum-Assisted Closure (VAC)
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.69843

Abstract

Kegiatan pembuatan Vacuum-assisted closure (VAC) memiliki peran yang penting dalam membantu mempercepat penyembuhan luka luar, baik yang diakibatkan oleh kecelakaan maupun luka karena diabetes yang selalu mengeluarkan cairan/darah. Pengadaan peralatan import yang sangat mahal, membuat keprihatinan kami untuk membuat alat ini, yang akan sangat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dengan beaya yang terjangkau. Pembuatan alat ini mungkin dapat  menjadi solusi dalam mengatasi mahalnya peralatan. Pembuatan dan modifikasi mempertimbangkan aspek efisiensi biaya dan memanfaatkan peralatan yang ada di Laboratorium. Casing dibuat menggunakan campuran rezin dan katalis, rangkaian sederhana dengan komponen elektronik yang mudah didapatkan dipasaran adaptor 12v, Vacum mini, indicator vacuum, gelas/botol ukur dan selang diameter 6mm. Setelah rangkaian elektronik selesai dibuat tinggal menggabungkan saja dan rangkaian elektroniknya dimassukan dalam casing. Hasil penyerapan cairan luka dapat diatur dengan berbagai vareasi tegangan dan waktu.
Rekondisi Mesin Emco CNC VMC-200 Basuki Rachmat
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.72109

Abstract

Mesin Emco CNC VMC-200 adalah mesin milling yang semua pergerakan sumbu, spindle dan pergantian alat irisnya sudah dikontrol menggunakan CNC (Computer Numerical Control). Mesin ini masuk dalam golongan mesin kelas industri, meskipun dengan skala terbatas. Kerusakan yang umum terjadi pada mesin ini adalah pada beberapa komponen elektronik dan mekaniknya karena usia mesin dan terjadi keausan, sehingga komponen yang ada sudah tidak berfungsi secara normal. Komponen elektronik seperti main komputer rusak sehingga tidak bisa lagi melakukan pembacaan dan penyimpanan program. Controller pada masing-masing sumbu dan sistem pembangkit tenaga untuk spindle juga yang berkaitan dengan sistem ATC (Automatic Tools Changer). Komponen mekanik yang sering rusak pada kopling encoder masing-masing sumbu dan sistem ATC. Kerusakan lain pada ballscrew karena terjadi gesekan antar komponen sehingga aus atau pecah. Berdasarkan hal-hal tersebut, maka perlu diperbaiki dengan cara bagian elektronik dan mekanik diganti dengan yang baru sehingga mesin dapat digunakan lagi sesuai peruntukannya. Setelah kedua bagian diperbaiki, diharapkan mesin ini mampu dioperasikan untuk proses pemesinan sesuai dimensi dan ketelitian yang standar.
Analisis Penentuan Kadar Besi (Fe) dalam Air Limbah Tambang Batu Bara Menggunakan Spektrofotometer UV-Vis Made Yuri Suryani; Adhe Paramita; Hendro Susilo; Inggit Kresna Maharsih
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.72451

Abstract

Kegiatan industri di Kalimantan lebih dari 70% merupakan industri pertambangan batu bara. Limbah hasil kegiatan pertambangan dapat menyebabkan pencemaran air yang mengakibatkan turunnya kualitas air akibat kandungan air limbah tambang yang mengandung logam berat terlarut dengan sifat asam yang tinggi. Oleh sebab itu diperlukan adanya pengujian kadar besi pada air limbah tambang sebagai upaya pengendalian pencemaran air agar sesuai dengan baku mutu air limbah pertambangan. Pengambilan contoh sampel uji air limbah berdasarkan SNI 6989.59-2008 yaitu sampel air limbah diambil dari tiga titik lokasi kolam penataan area stockpile pada industri pertambangan batu bara di Kabupaten Sangatta, Kalimantan Timur. Validasi setiap parameter uji dilakukan di Laboratorium Terpadu ITK  dengan pengulangan untuk masing-masing sampel uji sebanyak 7 (tujuh) kali pengulangan. Pada parameter validasi metode analisis untuk uji linearitas pada air limbah diperoleh nilai koefisien korelasi regresi linier (r) sebesar 0,999; batas deteksi dan batas kuantitasi diperoleh sebesar 0,141 mg/L dan 0,470 mg/L. Pada uji presisi sampel uji air limbah tambang A, B dan C didapatkan nilai %RSDr sebesar 1,602%; 0,829% dan 0,782%. Nilai %recovery pada masing-masing air limbah adalah 103,429%, 108,870% dan 95,116%. Hasil pengujian kadar besi (Fe) menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan pengompleks tiosianat (KSCN) pada limbah A, B dan C adalah 0,721 mg/L, 2,786 mg/L dan 4,961 mg/L. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kadar besi sampel air limbah tidak melebihi batas ambang air limbah pertambangan.
Metode Penyimpanan Stek Cabang Bambu Petung (Dendrocolomus asper) untuk Menunjang Kegiatan Praktikum Jito Jito Jito
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.72884

Abstract

Keberhasilan suatu kegiatan praktikum pada acara pembudidayaan stek tanaman, seperti stek cabang bambu petung (Dendrocalamus asper) tidak lepas dari pemilihan pohon induk, cara pengambilan dan penyimpanannya. Manfaat bambu adalah sebagai bahan konstruksi bangunan, mebel dan sebagai bahan pembuatan aksesori. Oleh sebab itu dalam upaya menyiapkan perbanyakan tanaman secara vegetatif, bahan stek cabang bambu petung tersebut memerlukan metode penyimpanan yang baik. Kondisi bahan stek merupakan kunci keberhasilan dalam pembudidayaan suatu stek tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penurunan kadar air dan kemampuan tumbuh pada stek cabang bambu petung sebelum digunakan sebagai bahan praktikum. Penelitian ini menggunakan metode penyimpanan secara konvensioal dengan menggunakan ice box, karung goni basah, kulit pohon pisang dan kontrol selama 10 hari dengan setiap metode penyimpanan terdiri dari 5 sampel stek cabang bambu petung, sehingga total sampel stek cabang yang di amati ada 20.Hasil penelitian penurunan kadar air dan persen tumbuh pada masing-masing metode penyimpanan adalah ice box 3,24% dengan persentasi tumbuh 100%, karung goni basah 13,56% dengan persentasi tumbuh 60%, kulit pohon pisang 7,32% dengan persentasi tumbuh 80% dan kontrol 46,93% dengan presentasi tumbuh 0%. Dengan ini menunjukkan bahwa metode penyimpanan stek cabang bambu petung menggunakan ice box adalah yang terbaik.
Pengaruh Waktu Destilasi terhadap Ketepatan Uji Protein Kasar pada Metode Kjeldahl dalam Bahan Pakan Ternak Berprotein Tinggi Rina Ispitasari; Haryanti Haryanti
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.73468

Abstract

Pakan penyumbang biaya produksi terbesar dalam industri peternakan karena dibutuhkan setiap hari. Salah satu zat gizi penting dalam pakan yaitu protein. Kandungan protein dalam pakan disesuaikan dengan jenis ternak maupun fase yang sedang dialami pada ternak. Prinsip analisis kadar protein kasar dalam pakan dengan metode Kjeldahl yang terdiri dari tiga tahapan yaitu destruksi, destilasi dan titrasi. Penelitian ini dilakukan pada tahapan destilasi dari tiga tahap yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lamanya waktu destilasi terhadap ketepatan uji protein kasar pada bahan pakan ternak berprotein tinggi dengan metode Kjeldahl. Penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dan tiga ulangan yaitu: P0: waktu destilasi selama 5 menit P1: waktu destilasi selama 7 menit dan P2 waktu destilasi selama 10 menit. Variabel yang diamati adalah kadar protein kasar dalam sampel meat bone meal (MBM), soya bean meal (SBM) dan Maggot dengan metode Kjeldahl. Data yang diperoleh dari setiap perlakuan dianalisis menggunakan aplikasi SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  waktu destilasi tidak mempengaruhi kadar protein kasar secara signifikan. Kadar protein kasar kasein, MBM, SBM dan maggot pada waktu destilasi 5 menit berturut-turut sebesar 91,75±2,22; 52,12±1,37; 45,71±1,10 dan 38,29±0,37 tidak berbeda nyata dengan waktu destilasi 7 sebesar 91,70±1,37; 51,74±1,28; 45,85±1,15 dan 38,40±0,25 serta waktu destilasi 10 menit sebesar 91,81±2,30; 52,04±1,50; 45,90±1,25 dan 38,54±0,12. Hal ini menunjukkan bahwa destilasi selama 5 menit dapat digunakan dalam pengujian protein.
Peningkatan Mutu Air PDAM sebagai Air Baku pada Pembuatan Akuades dengan Tambahan Rangkaian Pengolahan Air Sederhana di Laboratorium Pendidikan Kimia Fakultas Mipa Universitas Lambung Mangkurat
Indonesian Journal of Laboratory Vol 5 No 1 Tahun 2022
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijl.v0i0.73503

Abstract

Ketersedian dan distribusi air PDAM yang bersih dan lancar di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA sangat penting karena diperlukan untuk mendukung semua aktivitas di laboratorium seperti: membersihkan sarana/prasarana laboratorium, mencuci peralatan laboratorium dan sebagai bahan baku pembuatan akuades. Mutu air baku mempengaruhi usia perawatan alat destilasi dan kemungkinan juga akan mempengaruhi mutu akuades yang dihasilkan. Air PDAM yang mengalir di Laboratorium Pendidikan Kimia FMIPA terkadang mutu airnya rendah, hal ini ditandai dengan warna air yang keruh walaupun air PDAM sudah melalui proses pengolahan sebelum didistribusikan ke pelanggan. Untuk meningkatkan dan menjaga mutu air PDAM pada pembuatan akuades, maka dibuat rangkaian pengolahan air sederhana. Berdasarkan hasil penelitian, air PDAM yang melewati proses penyaringan mengalami peningkatan pada parameter DHL dan TDS, dan mengalami penurunan pada parameter TSS dan pH dibanding air PDAM tanpa perlakuan maupun air PDAM yang diendapkan. Berdasarkan parameter daya hantar listrik (DHL), Akuades yang dihasilkan dari air PDAM yang disaring dengan rangkaian pengolahan air sederhana kualitasnya lebih baik dibanding akuades yang dihasilkan dari air PDAM tanpa perlakuan maupun yang diendapkan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6