cover
Contact Name
Rahmat Nur
Contact Email
rahmat.nur@ulm.ac.id
Phone
+6282346468651
Journal Mail Official
padaringan@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Brigjen H. Hasan Basri, Pangeran, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70123
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Padaringan : Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi
ISSN : -     EISSN : 26848104     DOI : https://doi.org/10.20527
Core Subject : Education, Social,
Padaringan adalah Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Pendidikan, Sosiologi dan Antropologi yang diterbitkan tiga kali setahun (Januari,Mei,dan September) oleh Program Studi Pendidikan Sosiologi yang memuat tentang aspek : (1) Hasil Penelitian,(2) Opini, resensi buku maupun info pendidikan, sosiologi serta antropologi yang aktual dalam bidang keilmuan masing-masing.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2019): (Januari)" : 5 Documents clear
Cinderella Dalam Arus Perubahan Sosial (Telaah Sosial Budaya Terhadap Film Cinderella) Nasrullah, Sigit Ruswinarsih
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (638.166 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3019

Abstract

Sebuah cerita dongeng yang menyebar ke segenap penjuru dunia, biasanya menjadi inspirasi untuk dilakukan atau pun sebaliknya dihindari oleh seseorang. Selain itu, penyebaran dari sebuah cerita akan semakin meluas dan ingatan masyarakat akan disegarkan kembali manakala cerita dongeng ditampikan dalam bentuk film. Film Cinderella adalah salah satu contoh yang menarik untuk dikaji. Penelitian ini beranjak dari anggapan bahwa sebuah cerita pada umumnya dilihat pada permukaan saja. Pun, cerita Cinderella dapat menjadi inspirasi bahwa kesuksesan itu dapat terjadi tanpa kerja keras. Pengumpulan data penelitian yang dilakukan secara penuh melalui observasi dengan cara menonton film dan mentransformasikan cerita kedalam teks sinopsis, telah mendapatkan temuan bahwa perubahan sosial yang dilakukan oleh agen perubah yakni Cinderella dilakukan penuh perjuangan, ketabahan, keberanian dan kejujuran serta tanpa ambisi kekuasaan..
Onomastis Sebuah Studi Folklor Atas Beberapa Tempat Di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan Alfisyah Alfisyah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.499 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3020

Abstract

Sebagai bagian dari bahasa, onomastis dapat merefleksikan realitas kultural baik itu fakta, peristiwa, gagasan ataupun ide yang dapat diteruskan karena berhubungan dengan pengetahuan tentang dunia. Onomastik juga dapat merefleksikan sikap dan kepercayaan serta pandangan suatu masyarakat. Artinya kata-kata maupun nama yang hadir mengungkapkan fenomena serta mencerminkan perilaku dan pandangan masyarakat pemiliknya. Seperti penamaan kampung Pangambangan yang secara etimologis berarti tukang kambang “pembuat rangkaian kembang” karena dahulu bahkan sampai sekarang di wilayah tersebut banyak bermukim para pembuat rangkaian kembang. Dengan menggunakan metode deskriptif-kualitatif ditunjang oleh pengumpulan data dengan menginventarisir nama kampung yang digunakan pada beberapa wilayah di kota Banjarmasin. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penamaan sebuah tempat dapat memberi merefleksikan budaya lokal yaitu budaya Banjar serta dapat memberi cerminan pandangan masyarakat.
Wacana Kesetaraan Gender Studi Pada Mahasiswa Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Lambung Mangkurat Lumban Arofah
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.986 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3021

Abstract

Dalam dekade terakhir ini, upaya pengarus utamaan gender menjadi diskursus di berbagai kalangan aktivis perempuan, keluarga-keluarga, wartawan, dunia pendidikan maupun kalangan politisi. Begitupun strategi-strategi telah ditawarkan dengan tujuan agar kesetaraan gender tercapai terutama dalam pendidikan yang dianggap dimensi kunci. Mengingat pentingnya kaitan antara gender dan pendidikan, penelitian ini akan berusaha untuk mendapatkan gambaran persepektif gender menurut Mahasiswa FKIP mengingat mereka disiapkan untuk menjadi guru pelajaran. Sehingga, perspektif mereka tentang gender nantinya akan diturunkan kepada anak-anak didik dimana mereka mengajar. Penelitian ini juga berusaha untuk menginvestigasi darimana wacana gender itu berasal dan bagaimana operasionalisasi konsep gender bagi mahasiswa.
PENGETAHUAN LOKAL IBU TENTANG PENTINGNYA GIZI DAN SARAPAN PAGI BAGI ANAK (Studi :Anak Sekolah Dasar di Masyarakat Pesisir Pulau Kerayaan Kab. Kotabaru) Syahlan Mattiro
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.52 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3017

Abstract

Tingkat pengetahuan gizi yang tinggi dapat membentuk sikap yang positif terhadap masalah gizi. Pada akhirnya pengetahuan akan mendorong seseorang untuk menyediakan makanan sehari-hari dalam jumlah dan kualitas gizi yang sesuai dengan kebutuhan. Kadar gizi anak dipengaruhi olehpengasuhnya dalam hal ini adalah ibu. Kurangnya pengetahuan dan salah konsepsi tentang kebutuhan pangan dan nilai pangan adalah umum dijumpai setiap negara di dunia. Kemiskinan dan kekurangan persediaan pangan yang bergizi merupakan faktor penting dalam masalah kurang gizi. Lain sebab yang penting dari gangguan gizi adalah kurangnya pengetahuan tentang gizi atau kemampuan untuk menerapkan informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hariJumlah anak usia sekolah cukup besar, karena anak sebagai  aset sumber daya manusia dan generasi penerus perlu diperhatikan kehidupannya. Anak sekolah dalam kehidupan sehari-harinya sangat aktif, disamping itu juga mereka dalam masa pertumbuhan yang cepat. Pada kondisi ini anak harus mendapatkan makanan yang bergizi baik kuantitas maupun kualitas. Dengan meningkatnya status gizi anak akan memberikan sumbangan dalam mencerdaskan bangsa.Pada usia sekolah banyak faktor yang mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan mental dan jasmani. Salah satunya adalah masalah gizi, Jalan untuk menempuh perbaikan gizi anak agar prestasi belajar tidak terganggu salah satunya yaitu dengan perbaikan pola makan di keluarga dengan menekankan pentingnya makan pagi sebelum berangkat sekolah. Golongan anak SD sudah lebih aktif memilih makanan yang disukai. Kebutuhan energi lebih besar karena lebih banyak melakukan aktifitas fisik yang meningkat seperti olahraga, bermain, membantu orang tua dan sebagainya. Energi yang masuk melalui makanan harus sesuai dengan kebutuhan anak.
Perilaku Ekonomi Sosial Nelayan Di DesaPaminggir Seberang Kecamatan Paminggir Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Sigit Ruswinarsih
PADARINGAN (Jurnal Pendidikan Sosiologi Antropologi) Vol 1, No 1 (2019): (Januari)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (369.8 KB) | DOI: 10.20527/padaringan.v1i1.3018

Abstract

Tulisan ini bermaksud memberikan gambaran tentang aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat nelayan. Pada umumnya masyarakat nelayan terutama yang tinggal di daerah pesisir terindikasi sebagai masyarakat yang hidup serba substantif. Masyarakat nelayan yang menjadi subyek penelitian adalah nelayan yang beroperasi di daerah perairan darat seperti sungai dan daerah rawa di Desa Paminggir Seberang. Pada masyarakat seperti ini menimbulkan pertanyaan bagaimana mereka mengelola perilakunya dalam memenuhi kebutuhan. Oleh masyarakat setempat sebutan nelayan adalah meiwak. Aktivitas meiwak tergantung pada musim. Musim kemarau adalah musim dimana paiwakan berpesta dengan hasil yang melimpah. Meiwak dilakukan dalam rangka pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga. Saat melakukan aktivitas inilah tampak jalinan relasi sosial antar sesama paiwakan, antar paiwakan dengan pemakelar ikan dan juga dengan sesama tetangga sebagai konsumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 5