cover
Contact Name
Parwito
Contact Email
parwito@fdi.or.id
Phone
+6281328676033
Journal Mail Official
journalsinta@gmail.com
Editorial Address
Jl. Kebun Veteran No 12, Kel. Nusa Indah Kec. Ratu Agung Kota Bengkulu
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural)
ISSN : 27212637     EISSN : 27217892     DOI : https://doi.org/10.37638/sinta.1.1.1-6
SINTA JOURNAL is published by Perkumpulan Dosen Muda Bengkulu PDM Bengkulu and distributed twice a year. SINTA JOURNAL is dedicated to researchers and academic intent on publishing research, scientific thinking, and other original scientific ideas. SINTA JOURNAL is an international, open access, peer reviewed and evidence based scientific journal published by PDM Bengkulu. The article published in the SINTA JOURNAL is the author original work with a broad spectrum of topics. Detailed scopes of articles accepted for submission are SINTA JOURNAL includes a wide range of tropical agricultural fields and disciplines to create a platform for the authors to make their contribution towards the journal and the editorial office promises a peer review process for the submitted manuscripts for the quality of publishing. The scopes of the journal include, but are not limited to, the following fields Agronomy, Horticulture, Plant Breeding, Soil Sciences, Plant protection, Plant Ecology, Plant Biotechnology, Crop Sciences, Agricultural Statistics, Bioinformatics, Agribusiness, Agroindustry, Forestry and Environmental Sciences, Animal Husbandry, and Marine Sciences. The journal is published in both print and online versions, and the online version is available for free.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2023)" : 12 Documents clear
Karakteristik Mutu Sirup Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Sirup Kopi Arabika (Coffea arabica) dengan Penambahan Konsentrasi Gula Lina Widawati; Methatias Ayu Moulina; Rio Rikardo
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.1-8

Abstract

Varietas kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia adalah jenis robusta dan arabika. Pengolahan sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika merupakan salah satu upaya diversifikasi produk olahan kopi yang berpotensi. Tujuan penelitian ini untuk mengkarakteristik mutu sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari dua faktor yaitu jenis kopi dan konsentrasi gula. Dari hasil penelitian didapat bahwa viskositas sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika antara 31,25 cP hingga 85,21 cP. Semakin tinggi penambahan gula maka semakin tinggi viskositas sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika. Penggunaan jenis kopi yang berbeda dan penambahan konsentrasi gula yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata pada kadar kafein sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika. Penilaian warna sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika antara 2,65 (agak suka) hingga 3,78 (suka). Penilaian rasa sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika antara 2,95 (agak suka) hingga 3,95 (suka). Penilaian aroma sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika antara 3,65 (suka) hingga 3,95 (suka). Penilaian tekstur sirup kopi robusta dan sirup kopi arabika antara 1,90 (tidak suka) hingga 4,04 (suka).
KONDISI SOSIAL EKONOMI ANGGOTA KELOMPOK WANITA TANI DALAM PEMANFAATAN TANAH PEKARANGAN DI KABUPATEN NGANJUK Sudarmini Sudarmini; Sumarji Sumarji; Ratna Dewi Mulyaningtiyas
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.59-68

Abstract

ABSTRACTEmpowerment is one of the solutions to overcome social problems that hit, including poverty. Utilization of Yard Land is one way to empower members of the Women Farmer Group (KWT). The purpose of this study was to determine the socio-economic conditions of the members of the Women Farmer Group in the Utilization of Yard Land in Nganjuk Regency. This type of research uses qualitative methods. This research be carried out in Prambon, Tanjunganom and Ngronggot Districts, Nganjuk Regency. This research will be carried out for 2 (two) months, from November to December 2022. The data collected consists of primary data and secondary data. Primary data is planned to be obtained by several methods, including direct interviews, observation methods or structured observations from Women Farmer Groups (KWT). The method of determining informants was purposive sampling, namely 15 people, 5 people were taken from each sub-district. Data analysis using qualitative analysis. The results of the study were that the condition of socio-economic factors was related to the role of farmer members of women's farmer groups in the use of yard land. with a group of women farmers, they can develop their ability to create creative ideas and increase their household income/economy by utilizing the yard around the house. Socio-economic factors gender, age, education, number of family dependents, experience.Keywords: Farming Women's Group, Socio-Economic Conditions, Utilization of Yard Land
Persepsi dan Perilaku Petani dalam Pelestarian Hutan Rakyat di Kabupaten Purworejo Komariyati Komariyati
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.9-22

Abstract

Keberadaan hutan rakyat di wilayah hulu DAS Bogowonto mendukung upaya konservasi tanah dan air yang menjadi penyangga kehidupan masyarakat sehingga perlu dilestarikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi dan perilaku masyarakat dalam upaya pelestarian hutan rakyat serta faktor pendukung dan faktor penghambat. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Lokasi peneltian yaitu wilayah hulu DAS Bogowonto yang dipilih karena masyarakatnya telah lama mangembangkan hutan rakyat secara swadaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa persepsi masyarakat tentang hutan rakyat yaitu, menganggap keberadaan hutan rakyat sangat penting, perlu dijaga dan dipertahankan agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Perilaku masyarakat berkaitan dengan aspek ekologi, ekonomi sosial, dan budaya diantaranya adalah menjaga keberlangsungan hutan rakyat dengan menanam, memelihara, serta tidak melakukan kegiatan yang merusak hutan. Hasil hutan rakyat berupa kayu, dan non kayu dapat memenuhi kebutuhan sendiri dan dipasarkan. Masyarakat ikut serta secara aktif dalam kegiatan-kegiatan hutan rakyat, kerjasama dengan instansi terkait, adanya peran aktif perempuan dan adanya norma yang mengatur pelestarian lingkungan. Perilaku menanam, berkumpul dan tebang butuh muncul dan membudaya di masyarakat. Faktor pendukung yaitu adanya kearifan lokal, peran aktif dan kerjasama masyarakat dengan stakeholder. Faktor penghambat yaitu fungsi ekonomi hutan rakyat kurang, sumberdaya manusia masih rendah dan aksesibilitas wilayah kurang memadai.
Karakteristik Fisikokimia dan Organoleptik Marshmallow Jambu Kristal Afkir (Psidium guajava Varr. Kristal) Dengan Perlakuan Penambahan Gelatin dan Putih Telur Moch. Fakhrul Azharuddin; Ulya Sarofa; Ratna Yulistiani
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.81-92

Abstract

ABSTRAKJambu kristal afkir dapat diolah menjadi marshmallow dikarenakan pemanfaatannya belum optimal dan memiliki vitamin C yang tinggi. Permasalahan tekstur yang kurang lembut dan kurang kenyal sering kali terjadi dalam pengolahan marshmallow. Penggunaan gelatin dan putih telur untuk memperbaiki tekstur marshmallow. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gelatin dan putih telur terhadap karakteristik fisikokimia dan organoleptik marshmallow. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan dua faktor, faktor I adalah penambahan gelatin (10%, 12%, 14% b/v) dan faktor II adalah penambahan putih telur (6%, 8%, 10% b/v). Hasil penelitian menunjukkan penambahan gelatin dan putih telur memberikan pengaruh terhadap kadar air, kadar abu, total padatan terlarut, nilai pH, dan hardness, tetapi tidak berpengaruh terhadap total gula reduksi, nilai IC50 dan vitamin C. Hasil penelitian terbaik adalah marshmallow dengan penambahan gelatin 14% dan putih telur 10% dengan kadar air 32,14%, kadar abu 2,68%, total padatan terlarut 13,71°Brix, kadar gula reduksi 11,91%, pH 6,84, vitamin C 4,38mg/100g, IC50 41,85 ppm, hardness 1,55 N, rasa 2.85 (agak suka), aroma 2.86 (agak suka), warna 3.67 (biasa), dan tekstur 2.95 (agak suka).ABSTRACTRejected crystal guava can be processed into marshmallows because its utilization is not optimal and it has high vitamin C. Texture problems that are less soft and less chewy often occur in marshmallow processing. Use gelatin and egg white to improve the texture of the marshmallows. This study aims to analyze the effect of the addition of gelatin and egg white on the physicochemical and organoleptic characteristics of marshmallows. The research method used was a completely randomized design (CRD) with two factors, factor I was the addition of gelatin (10%, 12%, 14% b/v) and factor II was the addition of egg white (6%, 8%, 10 %b/v). The results showed that the addition of gelatin and egg white had an effect on water content, ash content, total dissolved solids, pH value, and hardness, but had no effect on total reducing sugars, IC50 value, and vitamin C. The best research results were marshmallows with the addition of gelatin 14 % and egg white 10% with a water content of 32.14%, ash content of 2.68%, total dissolved solids 13.71°Brix, reducing sugar content of 11.91%, pH 6.84, vitamin C 4.38mg/100g, IC50 41.85 ppm, hardness 1.55 N, taste 2.85 (rather like), aroma 2.86 (rather like), color 3.67 (ordinary), and texture 2.95 (rather like).
SIFAT FISIK TABLET KONVENSIONAL KULIT MANGGIS, JERUK KEPROK DAN KULIT NAGA MERAH Tiara Puspita Sumardi; Dedin Finatsiyatull Rosida
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.23-34

Abstract

Pangan fungsional adalah pangan dengan kandungan komponen aktifnya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan. Tablet konvensional merupakan bentuk sediaan padat mengandung zat aktif dengan atau tanpa bahan pengisi. Tablet konvensional dapat dibuat dari serbuk kulit buah seperti kulit buah manggis, buah naga merah dan buah jeruk keprok. Beberapa keuntungan tablet konvensional diantaranya adalah mudah cara pemakaiannya, relatif stabil dalam penyimpanan serta harganya relatif murah. Adapun senyawa bioaktif yang terkandung didalam kulit-kulit buah tersebut seperti flavonoid yang berperan sebagai antioksidan. Metode Pembuatan tablet kulit manggis, naga merah dan jeruk keprok menggunakan metode kempa langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi tablet konvensional terbaik dengan perlakuan jenis serbuk kulit buah serta rasio perbandingan bahan penghancur (pati singkong) dan bahan pengikat (maltodekstrin). Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan satu faktor dan dua kali ulangan. Perlakuan terbaik didapatkan pada tablet konvensional menggunakan serbuk kulit jeruk keprok dengan proporsi maltodekstrin 20% dan pati singkong 0% dengan nilai kadar air 4,053%, keseragaman bobot 459,63 mg, waktu hancur 2.58, kekerasan 6,43 kg, friabilitas 0,55%. 
Analisis Pendapatan dan Kelayakan Usahatani Kopi (Studi Kasus di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli) Marcella Anesa Br Ginting; I Ketut Suamba
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.69-80

Abstract

Usahatani kopi arabika di Desa Catur ialah salah satu mata pencaharian penting penduduk setempat. Misi dari riset ini guna mengetahui seberapa besar pendapatan serta  bagaimana kelayakan usahatani masing-masing subak di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli. Metode analisa informasi yang dipakai yakni deskriptif kuantitatif, tanpa membuat pertimbangan, ataupun mengaitkan dengan variabel yang lain. Terdapat 2 kategori data yang digabungkan, ialah data primer serta sekunder. Cara pengumpulan data yang dipakai yakni studi pustaka dan wawancara. Kemudian dari data-data yang didapatkan dimasukkan kedalam perhitungan sesuai dengan parameter dan indikator yang ada untuk mendapatkan variabel yang dicari. Berdasarkan hasil analisis, tingkat pendapatan petani kopi di Subak Tri Guna Karya, Wanasari Kenjung, dan Tri Karya Nadi selama proses produksi sebesar Rp22.569.926,00, Rp20.130.000,00, dan Rp14.969.412,00. Total penerimaannya sebesar Rp36.944.444,00, Rp29.475.000,00, dan Rp22.764.710,00. Sedangkan total biayanya sebesar Rp13.981.481,00, Rp9.345.000,00, dan Rp7.795.294,00. Berdasarkan R/C Ratio, B/C Ratio, dan BEP, ketiga subak tersebut menunjukkan nilai 1 yang artinya usahatani kopi di Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli bermanfaat serta layak untuk diusahakan. Dari hasil analisis yang didapat, disarankan petani kopi perlu lebih memperhatikan biaya produksinya, agar pendapatan petani tidak turun, serta petani pun diharapkan mengetahui keterampilan dan teknologi budidaya kopi yang tepat guna mencapai produksi yang lebih tinggi.
PENGARUH PROPORSI SARI LABU SIAM DAN EKSTRAK BUNGA TELANG SERTA PENAMBAHAN GELATIN TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHMALLOW Heidy Wandita; Rosida Rosida
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.35-50

Abstract

Labu siam mengandung beberapa vitamin yang baik serta memiliki beberapa manfaat kesehatan, namun pemanfaatannya masih kurang optimal. Sehingga peneliti melakukan pengolahan labu siam untuk dijadikan produk yang lebih bermanfaat dan digemari yaitu berupa marshmallow. Salah satu jenis permen lunak dengan tekstur ringan, lembut, dan kenyal hasil pencampuran gula, pewarna, serta bahan pembentuk gel. Kandungan pektin pada labu siam yang dinilai kurang sehingga perlu adanya penambahan bahan pembentuk gel berupa gelatin. Penggunaan ekstrak bunga telang bertujuan untuk memperbaiki warna dan meningkatkan kadar antioksidan sehingga memperbaiki nilai mutu serta karakteristik produk. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh proporsi sari labu siam dan ekstrak bunga telang serta penambahan gelatin terhadap karakteristik marshmallow. Menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor I proporsi sari labu siam dan ekstrak bunga telang (90:10. 80:20, 70:30) dan Faktor II penambahan gelatin (8%, 10%, 12%). Perlakuan terbaik dengan perlakuan proporsi sari labu siam dan ekstrak bunga telang (70:30) serta penambahan gelatin 12% yang menghasilkan karakteristik produk dengan kadar air 21,187%, kadar abu 1,789%, aktivitas antioksidan 52,866%, kadar pektin 1,513%, kadar antosianin 21,187%, kadar gula reduksi 3,070%, hardness 0,149 N, serta skor hasil uji organoleptik warna 3,16; rasa 3,6; aroma 3,28; dan tekstur 3,28.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Dengan Dosis Yang Berbeda Terhadap Kelangsungan Hidup Dan Pertumbuhan Benih Ikan Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus) Aprianita Aprianita; Zulkhasyni Zulkhasyni; Novita Hamron; Indra Warman
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.93-104

Abstract

Ikan Lele sangkuriang (Clarias gariepinus) termasuk ikan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mudah dibudidayakan. Permasalahan utama dalam budidaya ikan yang sering ditemukan adalah serangan penyakit. Walaupun ikan lele memiliki ketahanan tubuh tinggi terhadap penyakit dan mampu beradaptasi di lingkungan dengan berbagai kondisi, bukan berarti ikan lele tidak akan terserang hama dan penyakit. Beberapa alternatif yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengunakan bahan alami salah satunya adalah temulawak. Temulawak mengandung zat aktif berupa bahan kimia diantaranya flavonoid, antorrizol, kurkuminoid yang didalamnya terdapat zat kuning (kurkumin) dan desmetoksi kurkumin, minyak atsiri, protein, lemak, selulosa dan mineral. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret hingga Mei 2018 berlokasi di kelurahan Gunung Alam, Arga Makmur, Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu (P0) : Tidak diberikan ekstrak temulawak, Perlakuan (P1) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 2 ml/unit, Perlakuan (P2) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 4 ml/unit, Perlakuan (P3) : Diberikan dosis ekstrak temulawak 6 ml/unit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian Dosis ekstrak temulawak berpengaruh sangat nyata terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan lele sangkuriang (Clarias graepinus) terbaik pada perlakuan P3 (Dosis ekstrak 6 ml) sebesar 84% dan menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 17 gram.
FORMULASI TABLET KUYAH DARI MINYAK ATSIRI JERUK KALAMANSI (Citrofortunella microcarpa) DENGAN VARIASI PEMANIS SORBITOL Aina Fatkhil Haque; Elly Mulyani; Dewi Winni Fauziah; Joeis Joeis
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.51-58

Abstract

In the essential oil of calamansi orange peel, the main component is limonene, which is known to have antimicrobial and antiseptic activity. The chewable tablet dosage form is considered suitable to be combined with calamansi orange essential oil which has been proven to have antibacterial properties, so it is necessary to add variations of sorbitol sweetener. The general objective of this research is to obtain chewable tablets that have good physical properties and taste that are accepted by the market. This study examined (1) the physical evaluation test of all chewable tablet formulations meeting the physical evaluation requirements (weight uniformity test, size uniformity test, and taste response test) (2) taste response test was carried out on variations in the use of sorbitol. The chewable tablets were formulated in 3 groups, FI (Sorbitol 50%), FII (sorbitol : 60%) and FIII (Sorbitol : 70%), and the formulation of the chewable tablets used the direct compression method. The test results for the physical properties of the tablets showed that all tablets met the requirements. The effect on the use of sorbitol in the formulation increased the hardness, friability, and sweetness of the tablets, but had no effect on the uniformity of the weight and uniformity of the size of the tablets. The formulation of the chewable tablet which was very good was seen from the results of the physical properties test and the taste response of the tablet and the best formulation was Formula III
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Alih Fungsi Lahan Di Desa Nanjungan Wira Merina; Yossie Yumiati; Eko Sumartono
SINTA Journal (Science, Technology, and Agricultural) Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muda (PDM) Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/sinta.4.1.105-114

Abstract

This agricultural land has been converted into sustainable agricultural land for corn commodities which caused rice production to experience crop failure due to damage to the river water dam in Nanjungan village causing rice plants to experience drought. The purpose of this study was to compare the income levels of rice farmers before and after planting corn in Nanjungan Village?, to find out what factors influence land conversion? The research method used was the difference in income levels of rice farmers before and after planting corn as indicated by a simple random sample in the research and discussion. income before function transfer Rp. 21,029,148, - Income after land conversion Rp. 31.102.014,-. Factors that affect the conversion of multiple linear regression analysis partially affect price (X_2), income (X_3), while for production (X_1), farming experience (X_4), number of family dependents (X_5) have no significant effect.

Page 1 of 2 | Total Record : 12