cover
Contact Name
Otto Fajarianto
Contact Email
ofajarianto@gmail.com
Phone
+6281296890687
Journal Mail Official
ofajarianto@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pemuda Raya No.32, Sunyaragi, Kec. Kesambi, Kota Cirebon, Jawa Barat 45132
Location
Kota cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Agroswagati : Jurnal Agronomi
Core Subject : Agriculture,
JURNAL AGROSWAGATI diterbitkan oleh Sekolah Pascasarjana Universitas Swadaya Gunung Jati. JURNAL AGROSWAGATI tujuannya merupakan kumpulan karya tulis ilmiah hasil riset maupun konseptual bidang agronomi dengan ruang lingkup Budidaya tanaman, Aspek tanah, OPT, Mekanisasi, Pemuliaan, Ilmu dasar tanaman. JURNAL AGROSWAGATI menerima tulisan dari para akademisi maupun praktisi dengan proses blind review, sehingga dapat diterima disetiap kalangan dengan penerbitan jurnal ilmiah berkala terbit setiap dua kali dalam setahun periode Maret dan Oktober dengan nomor p-ISSN 2339-0085 serta e-ISSN 2580-5185.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 1 (2014)" : 6 Documents clear
PENGARUH TAKARAN PUPUK NITROGEN DAN KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN (Cucumis sativus L.) KULTIVAR VENUS Iman Sungkawa; Dukat Dukat; Ade Irawan
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1807

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh takaran pupuk N dan konsentrasi pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun kultivar Venus. Percobaan dilaksanakan di Desa Sindanghayu Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon. Percobaan berlangsung dari bulan November 2012 sampai dengan Januari 2013.Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial.  Perlakuan yang digunakan yaitu takaran pupuk N yang terdiri dari tiga taraf yaitu : n1 = 69 kg N (150 kg urea), n2 = 92 kg N (200 kg urea) dan n3 = 115 kg N (250 kg urea), serta konsentrasi pupuk organik cair terdiri dari tiga taraf yaitu p0 = 0 ml/l, p1 = 2ml/l dan 4 ml/l. Terdapat sembilan perlakuan yang diulang tiga kali. Variabel yang diamati yaitu panjang tanaman, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah buah, bobot buah per tanaman, bobot buah per petak dan panjang buah.Terjadi interaksi antara takaran pupuk N dan konsentrasi pupuk organik cair pada panjang tanaman umur 30 HST, bobot buah per tanaman dan bobot buah per petak. Perlakuan n1p1 memberikan hasil tertinggi pada bobot buah per tanaman (449,17 gram) dan bobot buah per petak (4,93 kg).
PENGARUH TAKARAN PUPUK KALIUM DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) KULTIVAR JERAPAH Tadjudin Suradinata; Harwan Sutomo; Abu Maisy Ichsani
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1808

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah. Selain itu untuk mengetahui hubungan antara komponen pertumbuhan dengan komponen hasil tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea L.) Kultivar Jerapah.Percobaan ini dilakukan di Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, mulai dari bulan April sampai dengan bulan Juli 2010.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan dalam penelitian ini merupakan kombinasi takaran pupuk kalium dan takaran pupuk kandang, yaitu A (50 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), B (100 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton/ha), D (50 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), F (150 kg KCl/ha, dan 7,5 ton/ha), G (50 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), H (100 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha), I (150 kg KCl/ha, dan 10 ton/ha) dan masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali, sehingga terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun per tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per tanaman, bobot polong bernas per petak, bobot biji kering per petak, dan bobot 100 butir biji. Hasil percobaan menunjukkan kombinasi perlakuan takaran pupuk kalium dan pupuk kandang berpengaruh nyata terhadap jumlah cabang umur 56 HST, jumlah polong bernas per tanaman, bobot polong  bernas per tanaman dan per petak, bobot biji kering per petak. Bobot biji kering per petak yang tinggi dihasilkan dengan kombinasi perlakuan C (150 kg KCl/ha, dan 5 ton Pukan/ha) dan E (100 kg KCl/ha, dan 7,5 ton Pukan/ha),  masing-masing  0,50 kg/petak (11,14 ku/ha), 0,52 kg/petak (11,59 ton/ha).Hubungan antara tinggi tanaman (28, 42 dan 56 HST), jumlah daun (42 dan 56 HST), dan jumlah cabang umur 42 HST dengan bobot biji per petak bersifat tidak nyata, sedangkan hubungan antara jumlah daun 28 HST, jumlah cabang umur 28 dan 56 HST dengan bobot biji per petak bersifat nyata dengan keeratan hubungan cukup.
PENGARUH KOMBINASI WAKTU PEMBERIAN PUPUK NITROGEN DAN BOBOT MULSA JERAMI TERHADAP HASIL JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata Sturt.) KULTIVAR BONANZA Achmad Faqih; Wijaya Wijaya; Ade Dwi Timur Putra
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1804

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai waktu pemberian pupuk nitrogen dan bobot mulsa jerami terhadap hasil jagung manis (Zea mays saccaharata Sturt) kultivar bonanza. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan sawah Desa Sindanghayu, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon Jawa Barat. Pada bulan Desember sampai dengan bulan Februari 2013. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri  12 perlakuan & masing-masing perlakuan diulang 3 kali. Perlakuan terdiri: A (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 3 ton/ha) B (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), C (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), D (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 3 ton/ha), E (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), F (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), G (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), H (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha), I (N: Saat Tanam dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), J (N: Saat Tanam, 15 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), K (N: Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha), L (N: Saat Tanam, 45 HST dan Bobot Mulsa 9 ton/ha). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengaruh kombinasi waktu pemberian pupuk nitrogen dan bobot mulsa jerami berpengaruh terhadap diameter tongkol per tanaman, bobot tongkol berkelobot per tanaman, bobot tongkol tidak berkelobot per tanaman, bobot tongkol berkelobot per petak, bobot tongkol tidak berkelobot per petak, bobot biji per tanaman dan bobot biji per petak. Hasil tertinggi pada perlakuan Saat Tanam, 30 HST dan Bobot Mulsa 6 ton/ha menghasilkan bobot biji per petak 2,53 kg setara dengan 6,66 ton/ha.
PENGARUH KOMBINASI TAKARAN PUPUK UREA DAN SP-36 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN (Allium fistulosum L.) Amran Jaenudin; Adib Nahdudin
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1809

Abstract

The  objective  of  the  research  is  to  knowthe effects of the combination of Urea Fertilizer and SP-36 on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.) and to determine dose combination of urea and SP-36 best effect, on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.). The study was conducted from July to September 2013. The method used to experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consists of two factors, namely urea and SP-36. Combination treatments with as much as 9 combination treatments was repeated 3 times, so there are 27 experimental units. Implementation of research activities include land preparation, seed preparation, planting, maintenance, and harvesting. Observed variables, namely : plant height (cm), number of leaves (pieces), number of tillers (fruit), fresh weight per clump (g), fresh weight per plot (kg), nett weight per clump (g), and the nett weight per plot (kg). Treatments dose the combination of Urea 300 kg/ha and SP-36 300 kg/ha, which shows real results, the highest number of tillers with an average 6.0 age 56 (Day After Plant), fresh weight of 137.0 g per clump, fresh weight of 6.14 kg per plot age 60 (Day After Plant), the nett weight of 132.0 g per clump, and the nett weight of 6.06 kg per plot age 60 (Day After Plant).The  objective  of  the  research  is  to  knowthe effects of the combination of Urea Fertilizer and SP-36 on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.) and to determine dose combination of urea and SP-36 best effect, on growth and yield of onion (Allium fistulosum L.). The study was conducted from July to September 2013. The method used to experimental method with a Randomized Block Design (RBD) consists of two factors, namely urea and SP-36. Combination treatments with as much as 9 combination treatments was repeated 3 times, so there are 27 experimental units. Implementation of research activities include land preparation, seed preparation, planting, maintenance, and harvesting. Observed variables, namely : plant height (cm), number of leaves (pieces), number of tillers (fruit), fresh weight per clump (g), fresh weight per plot (kg), nett weight per clump (g), and the nett weight per plot (kg). Treatments dose the combination of Urea 300 kg/ha and SP-36 300 kg/ha, which shows real results, the highest number of tillers with an average 6.0 age 56 (Day After Plant), fresh weight of 137.0 g per clump, fresh weight of 6.14 kg per plot age 60 (Day After Plant), the nett weight of 132.0 g per clump, and the nett weight of 6.06 kg per plot age 60 (Day After Plant).
Pengaruh Tingkat Kematangan Kompos dan Pupuk Daun terhadap Serapan N dan Pertumbuhan serta Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Anto Sugiharto; Rochanda Wiradinata; Tetty Suciaty
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1805

Abstract

Teknologi budidaya bawang merah yang ditawarkan, secara teknis, harus dapat memecahkan masalah yang dihadapi petani, dapat meningkatkan efisiensi usahatani, produktivitas, dan mutu hasil panen. Salah satu teknologi budidaya bawang merah adalah memanipulasi kondisi lingkungan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman, yaitu dengan pemberian pupuk kompos dan pupuk daun.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) pengaruh interaksi antara tingkat kematangan kompos dan pupuk daun terhadap   serapan N dan pertumbuhan serta hasil bawang merah (2) tingkat kematangan kompos dan pupuk daun yang mana yang memberikan serapan N dan pertumbuhan serta hasil bawang merah (Allium ascalonicum L.) terbaik, dan (3) korelasi antara  serapan N dan pertumbuhan tanaman dengan hasil bawang merah. Penelitian dilaksanakan Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes, dari bulan Juni sampai September 2012.Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK), pola faktorial. Penelitian terdiri dari dua faktor perlakuan, yaitu tingkat kematangan kompos dan pupuk daun yang diulang 3 kali. Faktor pertama yaitu tingkat kematangan kompos (T) terdiri dari tiga taraf yaitu : t0 (kompos mentah), t1 (kompos agak matang), dan t2 (kompos matang). Faktor kedua yaitu pupuk daun (D) terdiri dari empat taraf yaitu : d0 (0 g Rosasol-N/l air), d1 (2 g Rosasol-N/l air), d2 (4 g Rosasol-N/l air), dan d3 (6 g Rosasol-N/l air).Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Terjadi interaksi antara tingkat kematangan kompos dan pupuk daun terhadap bobot umbi segar dan bobot umbi kering per petak. Perlakuan kematangan kompos dan pupuk daun secara mandiri berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun, serapan N tanaman, jumlah umbi per rumpun, bobot umbi segar dan bobot umbi kering per rumpun, (2) perlakuan kompos matang yang dikombinasikan dengan pupuk daun 4 g Rasasol-N/l air, memberikan pengaruh baik terhadap bobot umbi segar dan bobot umbi kering per petak yaitu 7,48 kg per petak dan 6,63 kg per petak, atau setara dengan 11,97 ton/ha umbi segar dan 10,52 ton/ha umbi kering, dan (3) terdapat korelsi positif yang signifikan antara tinggi tanaman, jumlah anakan per rumpun dan serapan N dengan bobot umbi segar dan bobot umbi kering per petak.
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PEMBIBITAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT STEK JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.). Alfandi Alfandi; Yoyo Sunaryo; Agung Sugiana
Agroswagati Jurnal Agronomi Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Program Studi Ilmu Pertanian Pascasarjana UGJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/agroswagati.v2i1.1806

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai komposisi media pembibitan (topsoil, kascing dan arang sekam) terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar, mengetahui komposisi media pembibitan, yang memberikan pengaruh paling baik terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar, dan mengetahui korelasi antara variabel pertumbuhan bibit dengan bobot segar bibit Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan dari 9 (sembilan) perlakuan dan diulang 3 (tiga) kali. Variabel yang diamati yaitu persentase tumbuh bibit stek, pengukuran tinggi tunas, jumlah daun, volume akar, bobot segar bibit.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media pembibitan stek jarak pagar yang berbeda  berpengaruh terhadap tinggi tunas (30 HST), jumlah daun (15, 30, 45, dan 60 HST),  volume akar dan bobot segar tanaman; pada komposisi media tanam berupa campuran topsoil : kascing (1: 1), topsoil : kascing (2:1), topsoil : kascing : sekam (2:1:1), dan topsoil : kascing : sekam (2:2:1) memberikan pengaruh yang paling baik terhadap pertumbuhan bibit jarak pagar (jumlah daun, volume akar, dan bobot segar tanaman) terdapat hubungan yang nyata antara persentase tumbuh (umur 15 HST), tinggi tunas, jumlah daun, volume akar dengan bobot segar tanaman.

Page 1 of 1 | Total Record : 6