cover
Contact Name
Charlie D. Heatubun
Contact Email
charlie_deheatboen@yahoo.com
Phone
-
Journal Mail Official
ishjurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Brigjen Mariner(Purn)Abraham O. Atururi, Kompl. Perkantoran Arfai, Manokwari 98311
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan
ISSN : 27160491     EISSN : 2722516X     DOI : https://doi.org/10.47039/ish
Core Subject : Agriculture, Social,
Igya ser hanjop adalah jurnal yang menyediakan sumber informasi ilmiah yang ditujukan untuk peneliti, lembaga penelitian, instansi pemerintah, dan pemangku kepentingan. Jurnal ini menerbitkan manuskrip penelitian asli yang berfokus pada hasil penelitian tentang semua aspek pembangunan berkelanjutan.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 8 no 1 (2026)" : 6 Documents clear
Hubungan Faktor Sosial Ekonomi dengan Keragaman Konsumsi Pangan Rumah Tangga di Bentang Laut Kepala Burung Papua Fitryanti Pakiding; Ramadhan Tri Admaja; Dariani Matualage
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2025.59-70

Abstract

Household dietary diversity is an important indicator for assessing food security and the nutritional quality of families. This study aims to analyze the influence of socioeconomic factors, including maternal education, main source of income, household assets, and distance to the market, on household dietary diversity in the coastal region of the Bird's Head Peninsula, West Papua. This quantitative research applied a household survey across eight coastal areas, and data were analyzed using Chi-Square tests to examine the relationship between socioeconomic variables and dietary diversity. The results show that all tested variables significantly influenced dietary diversity (p < 0.05). These findings highlight the need for context-based and socioeconomic-oriented interventions to improve food and nutrition security in coastal communities.
Produksi Hasil Tangkapan Ikan Bottom Gill Net di Kampung Pakreki Numfor Andriano M Abidondifu; Fanny FC Simatauw; Bayu Pranata; Thomas F Pattiasina; Fitriyah I. Saleh; Selfanie Talakua
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2026.27-34

Abstract

Kabupaten Biak Numfor memiliki potensi sumberdaya perikanan laut yang melimpah, terdiri dari ikan pelagis dan demersal dengan total produksi mencapai 840 ton/tahun, dimana produksi ikan demersal sebesar 540 ton/tahun. Salah satu alat tangkap yang banyak digunakan masyarakat adalah jaring insang dasar bottom gill net karena bersifat selektif dan bernilai ekonomis. Namun, semakin berkurangnya sumberdaya perikanan dan tingginya permintaan pasar menjadi tantangan bagi nelayan di Pulau Numfor, khususnya di Kampung Pakreki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi hasil tangkapan ikan nelayan jaring insang dasar di Kampung Pakreki Pulau Numfor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2024 dengan titik lokasi pengambilan data yaitu, Kampung Pakreki Pulau Numfor. Produksi hasil tangkapan ikan yang tertangkap jaring insang dasar di perairan Kampung Pakreki memiliki total produksi sebesar 170,82 kg dengan tangkapan yang bervariasi dari setiap responden. Kampung Pakreki memiliki 29 jenis ikan dari 11 Famili dengan jumlah 500 ekor, tangkapan tertinggi adalah famili Siganidae sebanyak empat jenis yang terdiri dari 237 ekor dengan berat 65,565 kg dan tangkapan terendah pada famili Caesionidae dengan hanya satu jenis.
Perubahan Tutupan Lahan dan Implikasinya pada Emisi Carbon di Keerom, Papua: Suatu Analisis Spasial–Temporal Ester Mumu; Zulfikar Mardiyadi; Francine Hematang
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2026.1-17

Abstract

.
Risiko Stunting di Papua Barat  dengan Penerapan Regresi Generalized Poisson, Quasi Poisson, dan Binomial Negatif Mastiur Renita Damanik; Esther Ria Matulessy; Rium Hilum; Trigarcia Maleachi Randa; Dahlia Gladiola Rurina Menufandu
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2025.19-26

Abstract

Keluarga berisiko stunting merupakan keluarga yang memiliki faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting pada anak. Jumlah keluarga berisiko stunting termasuk data cacah (count data) yang umumnya dimodelkan menggunakan regresi Poisson. Namun, model regresi Poisson mengasumsikan kondisi equidispersi, yaitu nilai rata-rata sama dengan varians. Overdispersi terjadi ketika varians lebih besar daripada rata-rata. Dalam kasus seperti itu, model alternatif yang lebih sesuai diperlukan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan model terbaik jumlah keluarga yang berisiko stunting pada tingkat kecamatan di Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 dengan menggunakan regresi Generalized Poisson, Quasi Poisson, dan Binomial Negatif. Data yang digunakan merupakan data sekunder dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua Barat yang mencakup 86 kecamatan. Variabel independen yang digunakan adalah jumlah keluarga tidak mempunyai sumber air minum utama yang layak, jumlah keluarga tidak mempunyai jamban yang layak, jumlah PUS 4 Terlalu, dan jumlah keluarga bukan peserta KB modern. Hasil analisis menunjukkan bahwa data mengalami overdispersi dengan nilai sebesar  berdasarkan uji Deviance dan  berdasarkan uji Pearson Chi-Square. Berdasarkan kriteria Root Mean Square Error (RMSE), model Quasi Poisson memberikan nilai RMSE terkecil sebesar , dibandingkan Generalized Poisson sebesar  dan Binomial Negatif sebesar . Oleh karena itu, model terbaik untuk memodelkan jumlah keluarga yang berisiko stunting di Provinsi Papua Barat pada tahun 2024 adalah regresi Quasi Poisson.  
Etnozologi Suku Maybrat : Cara Berburu Satwa Liar dan Pemanfaatannya di Distrik Moswaren Sorong Selatan Fitriani Rumalean; Keliopas Krey; Febriza Dwiranti
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2025.35-45

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengkaji etnozoologi Suku Maybrat di Distrik Moswaren, Kabupaten Sorong Selatan, dengan fokus pada jenis satwa liar yang diburu, pola pemanfaatannya, teknik berburu, serta persepsi masyarakat terhadap satwa yang dilindungi. Penelitian menggunakan metode deskriptif melalui wawancara semi-terstruktur terhadap 27 pemburu. Responden didominasi oleh laki-laki (96,3%) dengan tingkat pendidikan sebagian besar SMA (84,4%). Sebanyak 14 spesies satwa liar dimanfaatkan masyarakat, meliputi mamalia, burung, reptil, ikan, dan udang galah. Perburuan dilakukan secara subsisten menggunakan peralatan berburu tradisional. Hasil buruan dimanfaatkan sebagai sumber protein hewani, sumber pendapatan, kebutuhan upacara adat, serta bahan pembuatan ornamen tradisional dari beberapa bagian tubuh satwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat mengenai status perlindungan satwa masih terbatas. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tekanan terhadap spesies yang memiliki nilai konservasi tinggi. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan kapasitas masyarakat melalui penyuluhan dan pendampingan mengenai konservasi satwa liar, disertai penguatan kolaborasi antara hukum negara dan hukum adat dalam pengelolaan perburuan. Penyusunan peraturan kampung yang mengatur larangan atau pembatasan perburuan spesies tertentu menjadi salah satu langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan satwa liar secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di wilayah adat Suku Maybrat.  
Keragaman dan Pemanfaatan Vegetasi Kampung Fef, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya Via Dolorosa; Armansyah K. Rachim; Anbriansyah; Yance de Fretes
Igya ser hanjop: Jurnal Pembangunan Berkelanjutan Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Papua Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47039/ish.8.2026.47-58

Abstract

Papua merupakan salah satu wilayah tropis dengan keanekaragaman flora tertinggi di dunia, namun informasi mengenai kekayaan spesies, sebaran, dan status konservasinya masih terbatas. Pada September 2025, dilakukan survei vegetasi di hutan dataran rendah dan pegunungan bawah Kampung Fef menggunakan 38 petak contoh berukuran 20 × 20 m. Survei ini mencatat 294 spesies tumbuhan dari 81 famili dengan sekitar 1.561 individu yang mencakup berbagai bentuk pertumbuhan. Diantaranya terdapat 11 spesies endemik Papua dan enam spesies bernilai konservasi tinggi. Tingginya keanekaragaman dan nilai konservasi tersebut menunjukkan bahwa hutan Fef merupakan habitat penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Kepala Burung Papua serta menjadi dasar ilmiah bagi penelitian lanjutan dan upaya konservasi jangka panjang.

Page 1 of 1 | Total Record : 6