cover
Contact Name
Luluk Ulfa Hanasah
Contact Email
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Phone
+6287712411600
Journal Mail Official
jurnalmezurashii@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Jl. Semolowaru No. 45 Surabaya Phone 0315931800 (Ext 89)
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Mezurashii: Journal of Japanese Studies
ISSN : 27220567     EISSN : 27220567     DOI : https://doi.org/10.30996/mezurashii
Mezurashii: Journal of Japanese Studies is a biannual peer-reviewed, open-access journal published by the Faculty of Cultural Science, University of 17 Agustus 1945 Surabaya. The journal encourages original articles on various issues within Japanese Studies, which include but are not limited to linguistics, literature, and culture. Mezurashii: Journal of Japanese Studies accepts to publish a balanced composition of high-quality theoretical or empirical research articles, comparative studies, case studies, review papers, exploratory papers, and book reviews. All accepted manuscripts will be published either online and in printed journal.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2020)" : 7 Documents clear
MAKNA SEMIOTIK BUSHU NIKUDZUKI (?) DALAM KAMUS KANJI TADASHIKU KAKERU TADASHIKU TSUKAERU CHUUGAKUKANJI 1130 Yogi Andriant Inzaghi; Novi Andari
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4303

Abstract

Abstrak: Kanji adalah salah satu huruf yang dipakai oleh masyarkat jepang dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu unsur yang mempengaruhi bentuk kanji adalah bushu. Bushu memiliki peranan penting terhadap makna kanji karena masyarakat Jepang juga menggolongkan kanji berdasarkan bushu yang dimiliki kanji tersebut. Semua huruf kanji memiliki bushu yang berfungsi untuk mempermudah dalam memahami kanji. Salah satu bushu yang menarik adalah nikudzuki (?), karena bushu tersebut memiliki bentuk yang mirip dengan kanji tsuki (?) yang berarti “Bulan”, akan tetapi bushu nikudzuki malah tidak berhubungan dengan “Bulan” melainkan berhubugnan dengan “Daging”. Dalam penelitian ini akan mencari tahu makna kanji yang memiliki bushu nikudzuki yang terdapat pada kamus kanji Tadashiku Kakeru Tadashiku Tsukaeru Chuugakukanji 1130. Tujuan penelitian ini untuk memahami makna kanji yang memiliki bushu nikuduzuki. Peneitian ini menggunakan naritachi untuk mengetahui asal-usul pembentukan kanji. Dan menggunakan metode deskriptif sebagai desain penelitan dan kualitatif sebagai pendekatan. Dari semua data yang ditelaah menggunakan analisis semiotik 27 diantaranya memiliki arti yang berkaitan erat dengan bushu nikudzuki (?) atau daging. Sementara 2 data lainnyayaitu? (datsu) dan? (shou) tidak memiliki hubungan erat dengan nikudzuki (?).Kata kunci: Makna, Kanji, Bushu, Nikudzuki Abstract: Kanji is one of the letters used by Japanese people in everyday life. One element that affect the form of kanji is bushu. Bushu has an important part on the meaning of the kanji because Japanese people also classify the kanji based on the kanji’s bushu. All kanji have bushu which functions to make it easier to understand kanji. One interesting bushu is nikudzuki (?), because it has a shape similar to kanji tsuki (?) which means "Moon", but nikudzuki bushu is actually not related to "Moon" but relates to "Flesh". In this research will find out the meaning of the kanji that has the nikudzuki bushu contained in the Kanji dictionary Tadashiku Kakeru Tadashiku Tsukaeru Chuugakukanji 1130. The purpose of this study is to understand the meaning of the kanji that has nikuduzuki bushu. This research uses naritachi to find out the origin of the formation of kanji. And using descriptive methods as a research design and qualitative as an approach. Of all the data analyzed using semiotic analysis, 27 of them have a meaning that is closely related to nikudzuki (?). While 2 other data, ? (datsu) and ? (shou) do not have a close relation with nikudzuki (?). Keywords: Meaning, Kanji, Bushu, Nikudzuki
EKSISTENSI KEHADIRAN: SEBUAH REFLEKSI FILSAFAT Zida Wahyuddin
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4598

Abstract

Abstrak: Tulisan ini merefleksikan eksistensi kehadiran manusia pada konteks modern dan postmodern. Pada konteks ini, manusia sebagai individu dikaruniai akal dan pikiran untuk menuntunnya pada suatu kebaikan dan kebenaran. Metode yang akan digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan filsafat. Analisa akan berpusat pada konteks sebagian isu-isu terkini yang terjadi di Indonesia. Hasil analisis akan dibaca dengan konsep-konsep filsafat, khususnya tentang fenomena manusia sebagai individu pada konteks modern dan postmodern di Indonesia. Hasilnya adalah kontribusi pengetahuan terkait refleksi eksistensi manusia baik sebagai individu dan subjek pada konteks tertentu dipahami sebagai ruang yang dinamis dalam memperoleh suatu pengetahuan kemudian mendialogkannya kembali untuk mengagumi keberbedaan. Selain itu, tulisan ini memberikan sumbangan tentang bagaimana prilaku manusia sebagai individu memiliki strategi dalam menyikapi isu-isu disekitarnya.Kata kunci: Eksistensi kehadiran, refleksi filsafat, modern, postmodern Abstract: This paper reflects the existence of human presence in modern and postmodern contexts. In this context, humans as individuals are endowed with reason and thoughts to guide them to goodness and truth. The method to be used is a qualitative descriptive method with a philosophical approach. The analysis will focus on the context of some of the current issues occurring in Indonesia. The results of the analysis will be read with philosophical concepts, especially regarding the phenomenon of humans as individuals in modern and postmodern contexts in Indonesia. The result is the contribution of knowledge related to the reflection of human existence, both as an individual and as a subject in a certain context, which is understood as a dynamic space in obtaining knowledge and then dialogue again to admire differences. In addition, this paper contributes to how human behavior as an individual has a strategy in addressing surrounding issues. Keywords: Existence, presence, reflection on philosophy, modern, postmodern
ANALISIS UNGKAPAN BAHAGIA DALAM MANGA GOCHUUMON WA USAGI DESU KA? VOLUME 1 Mochamad Alqhollibi Hamzah; Eva Amalijah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4299

Abstract

Abstrak: Manga merupakan salah satu karya sastra yang barasal dari Jepang. Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? adalah Manga karya Koi. Manga ini menceritakan tentang kehidupan sehari-hari tokoh utama bernama Cocoa Hoto. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti ungkapan bahagia dan faktor penyebab bahagia dalam Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? volume 1. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikolinguistik. Penelitian ini menghasilkan beberapa temuan sebagai berikut. Pertama, ungkapan bahagia tidak hanya diungkapkan karena tindakan tokoh utama sendiri, tetapi juga karena ucapan dan tindakan dari tokoh lain. Berikutnya, Ungkapan bahagia masing-masing tokoh berbeda sesuai kondisi bahagia dan faktor penyebabnya. Selanjutnya, Faktor penyebab bahagia dalam Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? volume 1 terdiri dari: 1) kenikmatan ada 7; 2) pekerjaan ada 1; 3) masa depan ada 2; 4) persahabatan dan dukungan sosial 9; 5) hubungan sosial ada 2; 6) gratifikasi ada 5; 7) kesehatan ada 2; 8) masa lalu ada 1. Dan faktor penyebab bahagia yang paling banyak adalah persahabatan dan dukungan sosial.Kata kunci: Psikolinguistik, Ungkapan Bahagia, Faktor Bahagia, Manga Abstract: Manga is one of the literary works that originated from Japan. Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? is a work manga by koi. This manga tells about the daily life of the main character named Cocoa Hoto. This research aims to researching the expression of happiness and the factors that cause happiness in the Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? volume 1. This research uses a qualitative descriptive method and the approach uses a psycholinguistic approach. The data in this research are happy expressions taken from the words of the characters. This research produces the following findings: First, the expression of happiness is not only expressed by the actions of the main character himself, but also because of the words and actions of other characters. Next, the happy expressions of each character differ according to happy conditions and their causal factors. Hereinafter, Factors causing happiness in the Manga Gochuumon wa Usagi Desu ka? volume 1 consists of: 1) pleasure there are 7; 2) work there are 1; 3) future there are 2; 4) friendship and social support there are 9; 5) social relations there are 2; 6) gratification there are 5; 7) health there are 2; 8) past there are 1.  And the most contributing factors to happiness are friendship and social support. Keywords: Psycholinguistics, Happy Expressions, Factor of Happy, Manga
WUJUD ALIH KODE DAN CAMPUR KODE DALAM LIRIK LAGU YUNA ITO PADA ALBUM HEART Amylia Ayu Swastika; Luluk Ulfa Hasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4599

Abstract

Abstrak: Alih kode adalah gejala peralihan pemakaian bahasa karena berubahnya situasi, Campur kode dapat terjadi saat seorang penutur mencampur dua bahasa atau ragam bahasa tanpa ada situasi atau keadaan berbahasa yang menuntut percampuran tersebut. Alih kode dan campur kode tidak hanya terjadi dalam percakapan, namun juga terdapat dalam bentuk lagu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud alih kode dan campur kode dalam lirik lagu “yuna ito” pada album heart. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Analisis dilakukan dengan membaca dan memahami teks lirik lagu serta melakukan reduksi data dan mengklarifikasi data berupa wujud alih kode dan campur kode. Dalam penelitian ini ditemukan dua data yaitu data alih kode dan campur kode. Data alih kode yang ditemukan adalah wujud alih kode antar kalimat terdapat 9 data, wujud alih kode dalam kalimat terdapat 8 data, dan wujud alih kode tag sebanyak 2 data. Adapun wujud campur kode ditemukan data sebagai berikut, penyisipan unsur berwujud kata berupa 7 data, penyisipan unsur berwujud frasa sebanyak 10 data, penyisipan unsur berwujud klausa sebanyak 12 data, penyisipan unsur berwujud perulangan kata sebanyak 4 data, penyisipan unsur berwujud baster sebanyak 14 data.Kata kunci: Sosiolinguistik, Alih kode, Campur kode, Lirik lagu Abstract: Code switching is a symptom of language switching due to changing situations. Code mixing can occur when a speaker mixes two languages or varieties of languages without any situation or language condition that demands such mixing. Code switching and code mixing not only occur in conversation, but also in the form of songs. This study aims to describe the form of code switching and code mixing in the lyrics of the song "yuna ito" on the album heart. The research method used in this research is descriptive qualitative. The analysis was carried out by reading and understanding the song lyric text as well as doing data reduction and clarifying the data in the form of code switching and code mixing. In this study, two data were found, namely code switching and code mixing data. The code transfer data found were the form of code switching between sentences, there were 9 data, the form of code switching in a sentence contained 8 data, and the form of code switching was 2 data. As for the form of code mixing, the data were found as follows, insertion of word elements in the form of 7 data, insertion of phrase tangible elements as much as 10 data, insertion of clause tangible elements as many as 12 data, insertion of word repetitive tangible elements as many as 4 data, insertion of baster tangible elements as many as 14 data. Keywords: Sociolinguistics, Code switching, Mix code, Song lyrics
ANALISIS GAYA BAHASA LIRIK LAGU ITSUWA MAYUMI PADA ALBUM “MAYUMI THE BEST KOKORO NO TOMO” Nurul Hikmah Mudjiati; Cuk Yuana
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4300

Abstract

Abstrak: Lagu adalah salah satu media hiburan yang diminati oleh masyarakat di manapun berada, lebih dari itu lagu juga digunakan sebagai identitas, media penyampaian pesan kepada masyarakat. Lirik lagu Itsuwa Mayumi yang ada dalam album “Mayumi The Best Kokoro No Tomo” ditulis sesuai dengan gaya bahasa yang dikuasainya. Penelitian ini mengangkat tema gaya bahasa lirik lagu Itsuwa Mayumi dengan tujuan untuk mengetahui gaya bahasa yang dipakai Itsuwa Mayumi dalam lirik lagu yang diciptakannya. Data yang digunakan adalah lirik lagu Itsuwa Mayumi yang ada dalam album “Mayumi The Best Kokoro No Tomo”. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sedangkan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan stilistika. Hasil analisis dari gaya bahasa lirik lagu yang diciptakan Itsuwa Mayumi antara lain: gaya bahasa metafora, personifikasi, simile, hiperbola, litotes, paradoks, pertanyaan retoris, dan repetisi. Diantara gaya bahasa tersebut yang paling sering digunakan adalah gaya bahasa metafora, personifikasi, dan simile. Sehingga bisa dikatakan ciri khas lirik lagu yang diciptakan Itsuwa Mayumi lebih banyak menggunakan gaya bahasa metafora, personifikasi, dan simile.Kata kunci: stilistika, gaya bahasa, lirik lagu Abstract: The song is one of the entertainment media that is in demand by people everywhere, more than that the song is also used as an identity, a medium for delivering messages to the public. The lyrics of Itsuwa Mayumi's song in the album "Mayumi The Best Kokoro No Tomo" were written in accordance with the style of language under their control. This study raises the theme of the language style of song lyrics of Itsuwa Mayumi with the aim to find out the style of language used by Itsuwa Mayumi in the lyrics of the songs she created. The data used are the lyrics of the song Itsuwa Mayumi in the album "Mayumi The Best Kokoro No Tomo". The method used is descriptive qualitative method. While the approach used is a statistical approach. The results of the analysis of the style of song lyrics created by Itsuwa Mayumi include: metaphorical style, personification, simile, hyperbole, litotes, paradox, rhetorical questions, and repetition. Among the language styles most frequently used are metaphorical, personification, and simile styles. So that it can be said that the song lyrics created by Itsuwa Mayumi use more metaphorical, personified, and simile language styles. Keywords: stylistics, language style, song lyrics
MAJAS DALAM HAIKU KARYA MATSUO BASHO Badai Tris Suhendar; Umul Khasanah
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4600

Abstract

Abstrak: Tulisan ini memaparkan hasil analisis majas yang terkandung dalam Haiku (puisi Jepang) karya Matsuo Basho dalam buku Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Haiku-haiku tersebut sebagian merupakan catatan perjalanan semasa hidupnya. Di dalam 40 haiku yang dianalisis, didapati bahwa majas perbandingan adalah yang paling banyak digunakan.  Di dalamnya, metafora adalah majas yang paling banyak digunakan, yakni 15 kali. Selain itu ada pula majas personifikasi (6), hiperbola (5), alegori (4), dan simile (3). Selain itu ditemukan pula bahwa dalam beberapa haiku, Basho menggunakan lebih dari satu majas.Kata kunci: Stilistika, Majas, Haiku, Matsuo Basho Abstract: This paper discussed about figure of speech in Haiku (Japanese poems) written by Matsuo Basho in Basho’s Haiku: Selected Poems of Matsuo Basho. Some of his haiku are the record of journey during his life. In 40 haiku analyzed, metaphor is the most used figure of speech, that is 15 times. Aside from that, personification 6 times, hyperbole 5 times, allegory 4 times, and simile 3 times. It is also found that in some of haiku, Basho used more then one figure of speech. Keywords: stylistics, figure of speech, haiku, Matsuo Basho
HONNE TATEMAE SEBAGAI CERMINAN INTERAKSI MASYARAKAT JEPANG DALAM DRAMA 1 RITTORU NO NAMIDA KARYA SUTRADARA MASANORI MURAKAMI Ervina Dwi Cahya Aprilia Nilamsari; Rahadiyan Duwi Nugroho
Mezurashii: Journal of Japanese Studies Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : Japanese Department Faculty of Cultural Science Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/mezurashii.v2i2.4301

Abstract

Abstrak: Orang Jepang dalam berkomunikasi memerhatikan siapa lawan bicara mereka. Orang Jepang cenderung memosisikan diri mereka dalam kelompok. Kelompok tersebut dikenal dengan istilah uchi soto. Orang Jepang dalam berbicara dengan orang lain dikenal pula dengan kebiasaan bicara yang jarang berterus terang yang disebut dengan istilah honne tatemae. Honne tatemae sebagai suatu bentuk interaksi masyarakat Jepang dituangkan melalui karya sastra, salah satunya drama 1 Rittoru no Namida. Permasalahan dalam penelitian ini mengenai honne tatemae yang terdapat pada drama 1 Rittoru no Namida. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan honne tatemae dalam drama ini. Hasil penelitian menyatakan bahwa Honne Tatemae yang terdapat dalam drama ini merupakan cerminan masyarakat Jepang dalam berkomunikasi. Honne biasa diungkapkan kepada kelompok uchi yaitu keluarga, sedangkan tatemae diungkapkan dengan melihat situasi dan kondisi lawan bicara. Tatemae dilakukan untuk berbagai tujuan tetapi tetap pada tujuan yang berkaitan dengan menjaga kedamaian antarmanusia.Kata kunci: drama, 1 Rittoru no Namida, honne-tatemae, sosiologi sastra; uchi-soto Abstract: Japanese people, in conducting communication, pay attention to whom their interlocutor is. Japanese people tend to put themselve in a group. The group is known as uchi soto. Japanese people speaking habit to put on an act while having conversation with others is called honne tatemae. Honne tatemae as a form of Japanese society interaction is reflected in literary work and one of them is a play in 1 Rittoru no Namida. The research problem was related to honne tatemae reflected in 1 Rittoru no Namida. The objective of this research was to explain honne tatemae reflected in the play under investigation. Based on the findings of conducted analysis, the researcher concluded that honne tatemae in the intended play is the reflection of Japanese society in communicating. Honne is usually expressed in uchi groups namely family, but tatemae is usually expressed by considering the situation and condition of the interluctor. Tatemae is conducted for various purposes but those are still related to the purpose of preserving peace among humans. Keywords: drama,1 Rittoru no Namida, honne-tatemae, sociology of literature, tatemae, uchi-soto

Page 1 of 1 | Total Record : 7