cover
Contact Name
SYUKRI ALFAUZI HARLIS
Contact Email
syukrialfauzi@uinib.ac.id
Phone
+6281287883493
Journal Mail Official
al-aqidah@uinib.ac.id
Editorial Address
Kampus Lubuk Lintah, Jln. Prof. Mahmud Yunus padang
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
JURNAL AL-AQIDAH
ISSN : 20860439     EISSN : 27464830     DOI : -
AL-AQIDAH contains the results of research on Philosophy, Islamic Philosophy and Thought . The main focus of the Jurnal includes: 1. Philosophy, 2. Islamic Philosophy, 3. Islamic Thought, 4. Theology, 5. Islamic theology, 6. Sufism.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2018)" : 8 Documents clear
PERJUANGAN UMAT ISLAM UNTUK INDONESIA ABAD 20 Amin, Saidul
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (841.345 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2207

Abstract

Abstrak : Gerakan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari peranan umat Islam, baik pra kemerdekaan, saat kemerdekaan dan pasca kemerdekaan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari pergerakan yang dilakukan oleh umat Islam baik secara pendekatan politik, organisasi sampai kepada gerakan perlawan terhadap kependudukan penjajah. Lahirnya gerakan tersebut tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendukung yang berkembang pada masa itu, yang telah melahirkan pergerakan di tengah tengah umat Islam, terutama pada abad ke 20.Kata Kunci : pergerakan, Islam, politik, nasionalisme
IDENTITAS AGAMA LOKAL (Studi Kasus Aliran Kebatinan) Darmansyah, Darmansyah
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (424.042 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2202

Abstract

Abstrak :  Eksistensi agama lokal seperti aliran kebatinan meskipun mengalami diskriminasi tetaplah berkembang dan banyak diminati. Klaim keberaran yang kerap kali disuarakan oleh agama formal seperti Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu tidak membuat penganut agama lokal takut apalagi pindah kepercayaan. Menariknya, penganut agama “resmi” secara sadar atau tidak, sering bercampur keyakinannya dengan kepercayaan agama lokal.Kata kunci : Politik identitas, Agama Lokal, Kebatinan
MUSLIM MODERAT BARAT VERSUS ISLAM Rais, Zaim
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.91 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2208

Abstract

Abstrak : Sebuah istilah muncul kepermungkaan setelah berkembangnya Isu radikalisme dan terorisme yang sering dihubung-hubungkan dengan Umat Islam, yaitu moderat. Terjadi perdebatan ditengah-tengah kehidupan hari ini dalam memahami makna moderat tersebut, bagaiaman dan siapa yang dianggap sebagai muslim yang moderat atau berpaham moderat. Ada kebingungan interpertasi dalam memahami makna ini, terutama jika dilihat dari perspektif Islam dan diluar Islam.Kata Kunci : Muslim, Barat, Moderat 
RESPONDEO ERGO SUM : BELAJAR TANGGUNG JAWAB DARI LEVINAS Elfi, Elfi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.688 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2203

Abstract

Abstrak : Masalah utama dalam tulisan ini adalah  relasi antar sesama manusia seharusnya didasari oleh suatu tanggungjawab bukan sekedar  kewajiban etis saja. Karena tanggung jawab dapat  menjadi dasar bagi pertanggungjawaban kepada Tuhan.  Untuk mewujudkan ini Levinas berangkat dari analisisnya tentang peranan subjek yang bersifat totalitas. Semuanya harus ditentukan subjek. Padahal sesungguhnya, objek yang selama ini terabaikan dapat membuat subjek menjadi ada. Subjek ditentukan objek. Objek membuat subjek menjadi ada, objek membuat subjek  bertanggung jawab. Hasilnya, Levinas mampu mengangkat posisi objek yang terabaikan itu menjadi sentral. Objek itu adalah yang lain selain subjek. objek bisa berbentuk manusia atau lainnya. Namun yang dimaksud objek  di sini adalah manusia, orang lain, wajah dalam keberlainannya.Kata kunci : Tanggung Jawab
Re Thinking of Islamic Thought: MODERATION OF ISLAM IN ARTS PERFORMANCE Jamaldi, Jamaldi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.478 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2204

Abstract

Abstract :        The aims of the study: (1) Describe the values of Indonesiaan instilled in boarding school. (2) Describe the moderation of Islam that respects differences in pesantren (Islamic Boarding School). (3) Describes the relationship between growing Indonesianan values in pesantren with the moderation of santri who uphold the dignity of humanity personally and socially sovereign humanity. This study used a quantitative approach. The research found: (1) The values of the Indonesian-owned santri (students) pertained high. (2) The moderation attitudes of the santri are high. (3) There is a relationship between the understanding of Indonesian-owned santri with Islamic moderation developed pesantren. Conclusion: Pesantrens are also agents of change of thought, especially the planting of Indonesian values. Then at the same time pesantren also penumbuhkembangan moderasi Islam tolerant, cooperate, mutual respect so as able to build moderate Islam in the middle of society, in realizing harmonization in social life. Keyword : Islam Kean Indonesiaan, Moderation, Pesantren and Harmony Society.
KONFIGURASI POLITIK DALAM PEMBENTUKAN HUKUM PERBANKAN SYARI’AH Bakhtiar, Bakhtiar
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.097 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2205

Abstract

Abstrak :         Hukum perbankan syariah terbentuk pada era reformasi melalui prosedur pengambilan keputusan politik atas usul dari DPR RI. Pada awal orde reformasi produk hukum lebih cenderung kepada karakter responsif. Semua pilar-pilar demokrasi dapat berperan. Hanya saja, produk hukum yang dilahirkan lebih banyak melayani lembaga-lembaga internasional atau pemodal karena konfigurasi politik lebih cenderung kepada oligharkhi-kartel. Lahirnya hukum ini sejalan dengan semakin eksisnya perbankan syariah dalam memberikan kontribusi dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sebagai produk politik, hukum perbankan syariah lahir setelah terjadinya berbagai perubahan mendasar terutama perubahan konstruksi kekuasaaan kehakiman yang dilaksanakan oleh Mahkamah Agung dan Badan Peradilan yang berada di bawahnya. Lahirnya hukum perbankan syariah mengikuti karakter hukum responsif karena undang-undang ini menjadi perwujudan kebutuhan masyarakat, jaminan bagi kepastian usaha dan jaminan perlindungan hukum, memberi keleluasaan ruang dan gerak kepada pihak perbankan syariah untuk mengembangkan  dan menciptakan inovasi dalam produk dan pelayanan perbankan syariah. Di samping itu hukum ini juga jawaban pelaksanaan hukum  yang sesuai dengan Pancasila dan telah mengakomodir kebutuhan hukum agama. Dalam proses pembentukannya semua stakeholder berperan secara aktif baik partai politik atau kekuatan politik, organisasi masyarakat, pemerintah maupun masyarakat.Kata Kunci : konfigurasi, bank syariah, politik
HUBUNGAN SAINS DAN AGAMA PERSPEKTIF KUNTOWIJOYO Alfred, Alfred
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.873 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2206

Abstract

Abstrak : Kuntowijoyo melihat, bahwa pertumbuhan sains di Indonesia merupakan problem yang akut. Menurutnya, sains umum sekarang ini sedang terjangkit krisis, tidak dapat memecahkan banyak persoalan, mengalami kemandekan dan dipengaruhi oleh banyak faktor seperti peradaban, etnis, ekonomis, politis, jender, dan lainnya. Permasalahan sains tersebut tidak terlepas dari akar sejarah dimana abad pertengahan merupakan momentum dari terjadinya konflik antara sains dan agama. Pemberontakan para ilmuan terhadap gereja telah memicu tumbuhnya sains-sains bermasalah selama ini, namun itu disebabkan oleh keangkuhan gereja atas otoritasnya, sehingga sains yang dihasilkan tidak ikut campur dalam urusan agama. Kuntowijoyo seorang cendekiawan muslim yang berlatar belakang ilmu umum (sains murni), menginginkan agar terjalinnya hubungan yang harmonis antara sains dan agama. Melihat permasalahan tersebut, Kuntowijoyo menawarkan suatu bentuk penyikapan baru dalam melihat hubungan antara sains dan agama. Tawaran Kuntowijoyo tersebut akan di-identifikasi dari konsep Ian Barbour mengenai empat tipologi dalam melihat hubungan sains dan agama yaitu konflik, independen, dialog dan integrasi. Konsep Ian Barbour ini, akan menjadi pendekatan bagi peneliti untuk meneropong Kuntowijoyo dalam melihat hubungan antara sains dan agama.Kata Kunci : Sains, Agama, Intergrasi Kesainsan
PARADIGMA PEMIKIRAN TEOLOGI MAHASISWA FAKULTAS USHULUDDIN IAIN IMAM BONJOL PADANG Ermagusti, Ermagusti
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.498 KB) | DOI: 10.15548/ja.v10i2.2201

Abstract

Abstrak : Penelitian ini  mencoba menggali corak pemikiran keagamaan mahasiswa. Adapun pemikiran keagamaan yang menjadi fokus penelitian ini adalah Ilmu teologi Islam atau disebut Ilmu kalam atau Ilmu Tauhid. Teologi Islam yang dimaksud adalah Ilmu yang membicarakan bagaimana persepsi manusia tentang Tuhannya dan bagaimana pula hubungan manusia dengan TuhanNya. Menurut Harun Nasution ( 1989:136) mempelajari teologi Islam merupakan suatu keharusan agar seseorang punya landasan aqidah yang kuat, yang kokoh, sehingga tidak mudah terombang ambing oleh peredaran zamanKata kunci : Pemikiran, Teologi 

Page 1 of 1 | Total Record : 8