JURNAL AL-AQIDAH
AL-AQIDAH contains the results of research on Philosophy, Islamic Philosophy and Thought . The main focus of the Jurnal includes: 1. Philosophy, 2. Islamic Philosophy, 3. Islamic Thought, 4. Theology, 5. Islamic theology, 6. Sufism.
Articles
98 Documents
PENGUATAN ISLAM MODERAT DI ERA POST TRUTH: Telaah atas Situs Online Islami.co
Nurman, Silmi Novita
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (724.969 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v11i2.1421
Menjamurnya situs-situs Islam belakangan ini di satu sisi tentu memudahkan orang untuk mengakses informasi, namun di sisi lain dengan banyaknya situs tersebut masyarakat tidak lagi memiliki akses langsung terkait kebenaran dari informasi yang dihadirkan sehingga pembaca terlempar jauh dan dipaksa untuk mempercayainya. Kebenaran tidak terletak pada fakta yang ada, melainkan pada perspektif subjektif yang belakangan disebut post-truth, terlepas apakah informasi yang disuguhkan itu bernada provokasi atau caci-maki. Oleh karena itu, islami.co adalah situs Islam yang moderat sebagai counter-hegemony atas situs-situs yang sarat provokasi tersebut. Dengan mengusung menyebarkan dan mendukung tumbuhnya masyarakat yang penuh toleransi dan kedamaian, baldatun toyyibatun yang diberkahi Allah dan diimpikan semua manusia. Ini adalah bagian dari alasan bahwa Islam moderat perlu dimasifkan di era post-truth. Kata Kunci: Islam Moderat, Post-Truth dan Islami.co
PERJUANGAN UMAT ISLAM UNTUK INDONESIA ABAD 20
Amin, Saidul
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (841.345 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v10i2.2207
Abstrak : Gerakan perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia tidak bisa lepas dari peranan umat Islam, baik pra kemerdekaan, saat kemerdekaan dan pasca kemerdekaan dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia. Hal itu dapat dilihat dari pergerakan yang dilakukan oleh umat Islam baik secara pendekatan politik, organisasi sampai kepada gerakan perlawan terhadap kependudukan penjajah. Lahirnya gerakan tersebut tidak lepas dari faktor-faktor yang mempengaruhi dan mendukung yang berkembang pada masa itu, yang telah melahirkan pergerakan di tengah tengah umat Islam, terutama pada abad ke 20.Kata Kunci : pergerakan, Islam, politik, nasionalisme
NEGARA DALAM PEMIKIRAN MOHAMMAD NATSIR
Sukri, Alfahjri
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (731.702 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v11i2.1416
Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana pemikiran Mohammad Natsir tentang negara dan faktor-faktor yang mempengaruhi munculnya pemikiran tersebut. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dengan memberikan gambaran dan mengalisis pemikiran Natsir tentang negara. Data penelitian ini diperoleh dari analisis dokumen dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan, Negara dalam pemikiran Natsir berfungsi sebagai alat dalam menjalankan syariat Islam. Menurutnya, dengan Islam, negara akan memiliki akar yang kuat. Mengenai bentuk negara, Natsir tidak terpaku dengan bentuk negara apapu, baginya bentuk apa saja boleh asalkan syariat Islam dijalankan. Natsir juga tidak mensyaratkan seorang kepala negara menggunakan label khalifah dan tidak harus dari keturunan Quraish. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi pemikiran Natsir mengenai negara yaitu pengaruh lingkungan kecil Natsir yang lahir di Minangkabau, pengaruh dari tokoh ulama nasional secara langsung dan tokoh ulama internasional secara tidak langsung (bacaaan), sosialisasi politiknya di organisasi dan partai Islam serta konteks politik Indonesia saat itu. Kata Kunci: Mohammad Natsir, Islam, Negara, Indonesia
IDENTITAS AGAMA LOKAL (Studi Kasus Aliran Kebatinan)
Darmansyah, Darmansyah
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (424.042 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v10i2.2202
Abstrak : Eksistensi agama lokal seperti aliran kebatinan meskipun mengalami diskriminasi tetaplah berkembang dan banyak diminati. Klaim keberaran yang kerap kali disuarakan oleh agama formal seperti Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, Konghucu tidak membuat penganut agama lokal takut apalagi pindah kepercayaan. Menariknya, penganut agama “resmi” secara sadar atau tidak, sering bercampur keyakinannya dengan kepercayaan agama lokal.Kata kunci : Politik identitas, Agama Lokal, Kebatinan
STUDI ORIENTALIS TERHADAP ISLAM: DORONGAN DAN TUJUAN
Harlis Yurnalis, Syukri Al Fauzi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (358.277 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v11i1.909
Orient dalam bahasa Prancis dan mustasyriq dalam bahasa arabnya, dan kita mengenalnya dengan istilah orientalis, suatu istilah yang sudah begitu dekat dengan telinga dunia akademisi. Studi orientalis terus mengalami perkembangannya dari masa kemasa, dengan berbagai macam dinamika yang terus berkembang. Tidak henti-hentinya dunia Barat meneliti tentang segala aspek yang berhubungan dengan ke-Timuran. Tentunya hal ini juga menjadi perhatian bagi kita terhadap keseriusan dalam orientalismenya. Satu sisi yang menarik untuk penulis uraikan dalam tulisan ini, diantara begitu banyaknya hal yang bisa dibahas terkait dengan orietalisme, dengan menggunakan pendekatan kualitatif, deskriptif. Terkait dengan studi orientalis terhadap Islam. Dimana penulis melihat ada beberapa faktor dan dorongan yang menyebabkan salah satu kajian orientalis focus terhadap Islam, baik dipengaruhi oleh faktor sejarah, ideology, politik, kepentingan imperialism, dan murni karena objektifitas ilmu pengetahuan.
STRATEGI DAKWAH MOHAMMAD NATSIR: RESPON TERHADAP KRISTENISASI DAN NATIVISASI DI INDONESIA
Rahmah, Nova Nur
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (943.723 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v12i1.1567
The evangelism and nativisation which is one of lack of aqidah which until today remains a da’wah challenge. Muhammad Natsir as one of the leading national and international has da’wah strategy to oversee the Muslim faith. This research focuses on the study of how the Mohammad Natsir’s da’wah strategy in response evangelism and nativisation. This is a qualitative research with a historical approach analysis, and using techniques of data collection is the library research and interviews with DDII competent administrators as a primary source. As for other sources used are books, journals that discussed the history of evangelism and nativisation in Indonesia. The analysis method used in this study is an inductive. The type of this research is explanatory. The results of this study, concluded that M. Natsir’s da’wah strategy in response to evangelism and nativisation is to strengthen the Islamic faith in a way to make people aware their existence as a Muslim and aware their missionary challenge through education, da’wah fardhiyah, structural da’wah,and cultural da’wah. The steps are chosen is to educate every Muslim and to unite ummah in the middle of Indonesian diversity. Keywords: Da’wah, Strategy, Evangelism, Nativisation.
OPTIMALISASI PERAN SERTA ULAMA DALAM DERADIKALISASI AGAMA
Hidayat, Thaufiq
JURNAL AL-AQIDAH Vol 12, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (848.707 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v12i2.2273
Various acts of radicalism, which brought several disadvantages and anxieties to Indonesia's peace, have captured the attention of various circles. The act of radicalism that follows violence, threats and even murder becomes a separate motive that contributes to the problem of religious affairs, especially Islam. So far a number radical actions has been carried out by certain Muslims and this has been falsely taken to label Islam as a violent religion. Therefore, it is necessary to held deradicalization programs aimed particularly at religious leaders among society. This act counts as the antithesis of violent radicalism.This study aims to illustrate the steps and actions that must be taken by scholars to alleviate the problem of radicalism. This study used description method. The deradicalization programs begin with the socialization of the negative effects of radicalism held by the government agency for countering terrorism (BNPT) to religious leaders, then the leaders preach it through various media.
DEMOKRASI BARAT: PROBLEM DAN IMPLEMENTASI DI DUNIA
Rozi, Shofwan;
Heriwanto, Heriwanto
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1034.799 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v11i2.1422
Tampaknya terjadi kecenderungan global di mana demokrasi tidak lagi sekedar menjadi wacana intelektual (intellectual discourse), melainkan obsesi politik berbagai negara, khususnya negara -negara berkembang. Indonesia adalah salah satu negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia dan salah satu negara yang menganut sistem demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah negara India dan Amerika Serikat. Dari berbagai pengalaman pemilihan umum dan penerapan demokrasi di negeri-negeri Islam atau di Barat sendiri, tampak jelas bahwa pemilu adalah alat penjajahan untuk kepentingan Barat. Dari berbagai pengalaman demokrasi negeri-negeri Islam tersebut kita juga bisa mengambil pelajaran bahwa demokrasi hanya menghantarkan perubahan rezim, bukan perubahan pada sistem. Jalan demokrasi ini demikian masif ditawarkan dan dipaksakan Barat di negeri-negeri Islam sebagai sebuah solusi atas berbagai krisis yang melanda. Demokrasi memuluskan liberalisasi ekonomi sebagai alat penjajahan Barat untuk merampok kekayaan alam negeri Islam. Demokrasi juga sebagai alat untuk mengokohkan boneka Barat dan melegitimasi penjajahan mereka atas dunia Islam. Kata Kunci: Demokrasi, Barat, Muslim, dan Problem
MUSLIM MODERAT BARAT VERSUS ISLAM
Rais, Zaim
JURNAL AL-AQIDAH Vol 10, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.91 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v10i2.2208
Abstrak : Sebuah istilah muncul kepermungkaan setelah berkembangnya Isu radikalisme dan terorisme yang sering dihubung-hubungkan dengan Umat Islam, yaitu moderat. Terjadi perdebatan ditengah-tengah kehidupan hari ini dalam memahami makna moderat tersebut, bagaiaman dan siapa yang dianggap sebagai muslim yang moderat atau berpaham moderat. Ada kebingungan interpertasi dalam memahami makna ini, terutama jika dilihat dari perspektif Islam dan diluar Islam.Kata Kunci : Muslim, Barat, Moderat
GERAKAN NEO-REVIVALISME ISLAM
Jamaldi, Jamaldi
JURNAL AL-AQIDAH Vol 11, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (703.866 KB)
|
DOI: 10.15548/ja.v11i2.1417
Gerakan neo-revivalisme Islam merupakan gerakan yang dilakukan oleh kaum modernis muslim dalam rangka mempersatukan dan memperkokoh masyarakat muslim. melalui upaya pembaharuan iman dan proses reinterpretasi warisan peradaban Islam masa lalu ke dalam dunia kontemporer. Kemunculan gerakan ini merupakan sebagai jawaban dari kondisi realitas dan modernitas di bawah pengaruh dominasi budaya Barat. Adapun karakteristik gerakan neo-revivalisme Islam ini pertama, menyoroti kondisi internal masyarakat Islam yang tidak terorgnisir secara sosio-politik. Kedua, upaya membuka kembali gaung pintu ijtihad dan berpegang teguh pada prinsip pokok ajaran Islam serta ketiga, pemurnian aqidah pokok Islam dari pengaruh faham yang merusak. Gerakan neo-revivalisme Islam di Pakistan oleh Abu A’la al-Maududi dalam organisasi “Jama’at al-Islami”, Hasan al-Banna melalui organisasi Ikhwanul Muslimin muncul di Mesir. Kata Kunci : Neo-revivalisme Islam, pembaharuan, pemurnian, tradisionalis konservatif