cover
Contact Name
Lukita Purnamayati
Contact Email
lukita.purnamayati@live.undip.ac.id
Phone
+6285753079256
Journal Mail Official
jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Editorial Address
Laboratory of Fish Processing Technology Department of Fisheries, Faculty of Fisheries and Marine Science Diponegoro University, Indonesia Telp. +6224-7474698 Fax. +6224-7474698 Email : jitpi.thp.fpik@live.undip.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : -     EISSN : 26853701     DOI : -
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan menyajikan artikel hasil penelitian yang mencakup penerapan ilmu-ilmu perikanan(biologi perikanan, menejemen sumberdaya perikanan, budidaya perikanan) dan teknologi produk hasil perikanan yang berkaitan dengan penanganan hasil perikanan, penerapan teknologi tradisional dan baru, pendinginan dan pembekuan, pengemasan dan penyimpanan, keamanan produk hasil perikanan, dan pemanfaatan limbah hasil perikanan, serta ilmu-ilmu perikanan.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2022)" : 8 Documents clear
APLIKASI TEKNOLOGI IONISASI TEGANGAN TINGGI UNTUK PENGAWET IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) Diana Melantina; Fronthea Swastawati; Abdul Syakur
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.12061

Abstract

Ikan tongkol merupakan salah satu produk perairan yang rentan terhadap kemunduran mutu dan umur simpan yang singkat. Salah satu cara untuk memperlambat penurunan mutu ikan segar adalah dengan menambahkan ozon selama penyimpanan. Ozon dipilih sebagai pengawet ikan karena ozon merupakan senyawa yang dapat membunuh bakteri dan memiliki kemampuan oksidasi yang kuat. Ikan segar membutuhkan proses pengawetan yang baik untuk memperlambat penurunan mutu dan memperpanjang umur simpan. Proses pengawetan ikan dilakukan dengan cara ikan dicuci dengan air bersih, ikan ditimbang, ikan diletakkan pada chamber, selanjutnya ikan diawetkan menggunakan ozon. Analisa terdiri dari organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar protein, dan TPC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengawetan dengan ozon terhadap karakteristik ikan tongkol dengan lama pengawetan terbaik. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan lama waktu pengawetan (0 menit, 30 menit dan 60 menit) sebanyak 3 kali ulangan. Data yang diperoleh diuji dengan uji normalitas, uji homogenitas, analisis sidik ragam (ANOVA), dan beda nyata jujur (BNJ) untuk mengetahui perbedaan nyata pada perlakuan. Hasil analisa data menunjukkan bahwa ozon dengan lama waktu pengawetan yang berbeda mempunyai pengaruh yang berbeda nyata (P<5%) terhadap semua parameter uji yaitu organoleptik, kadar air, kadar lemak, kadar protein dan TPC. Berdasarkan hasil penelitian, ikan tongkol terbaik yaitu lama pengawetan menggunakan ozon selama 30 menit dengan nilai organoleptik 7,93 ≤ µ ≤ 7,99, kadar air 72,09  0,20 (%), kadar lemak 1,44  0,03 (%), kadar protein 26,20  0,15 (%), dan TPC 1,3 x 103(CFU/ml).
APLIKASI LABEL INDIKATOR MUTU ALAMI DARI EKSTRAK KAYU SECANG PADA KEMASAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) PRESTO Febri Aji Prakoso; Achmad Suhaeli Fahmi; Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.12922

Abstract

Penentuan mutu produk perikanan dinilai masih sulit dilakukan, tidak praktis dan bersifat destructive. Beberapa tahun terakhir dikembangkan metode untuk menentukan mutu produk perikanan kemasan komersial mengunakan label indikator mutu. Penelitian ini menggunakan indikator alami ekstrak kayu secang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola penurunan mutu bandeng presto dan pola perubahan warna label dengan perlakuan suhu dingin (10℃) dan suhu ruang (28℃) yang disimpan selama 72 jam serta untuk mengetahui kehandalan label indikator mutu bandeng presto. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, terjadi perubahan nilai pada uji mutu bandeng presto dan uji perubahan warna label indikator mutu. Nilai pH naik dengan rentang nilai dari 5,35 s.d. 5,58 pada suhu 10℃ dan 5,35 s.d. 6,89 pada suhu 28℃. Nilai TVBN naik dengan rentang nilai 11,6 s.d. 22,56 mgN/100g pada suhu 10℃ dan 11,6 s.d. 48,82 mgN/100g pada suhu 28℃. Nilai TPC juga semakin bertambah selama penyimpanan dengan rentang nilai 1,6×10⁴ s.d. 4,03×10⁴ pada suhu 10℃ dan 1,6×10⁴ s.d. 5,17×10⁴ pada suhu 28℃. Nilai sensori semakin turun selama penyimpanan dengan rentan nilai dari 8,67 s.d. 7,55 pada suhu 10℃ dan 8,67 s.d. 6,4 pada suhu 28 Label indikator mutu bandeng presto menunjukkan respon yang baik selama penyimpanan. nilai L*a*b label indikator ketika bandeng presto segar dengan nilai TVBN 11,6 mgN/100g yaitu berturut turut 62,96 ; 27,81 ; 45,85. Nilai L*a*b label indikator ketika bandeng presto dalam kondisi busuk dengan nilai TVBN 48,82 mgN/100g yaitu berturut turut 40,62; 48,96; 14,94. Hal ini menunjukkan penurunan kualitas bandeng presto memiliki hubungan dengan perubahan warna label indikator.
APLIKASI METHYL RED SEBAGAI LABEL INDIKATOR KESEGARAN IKAN BANDENG (Chanos chanos) PADA SUHU PENYIMPANAN DINGIN YANG BERBEDA Ihsan Fadhli; Eko Nurcahya Dewi; Achmad Suhaeli Fahmi
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.12694

Abstract

Kesegaran ikan merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan keseluruhan mutu dari suatu produk perikanan. Mutu kesegaran dapat mencakup kenampakan, rasa, bau, dan juga tekstur yang secara sadar ataupun tidak sadar akan dinilai oleh pembeli atau pengguna dari produk tersebut. Penentuan kesegaran produk perikanan meliputi uji TVBN, TPC, pH dan sensori. Salah satu metode yang dikembangkan dalam penentuan kesegaran produk perikanan yaitu label indikator kesegaran pada kemasan. Label tersebut akan memudahkan konsumen dalam menentukan kualitas ikan yang dikemas. Penelitian ini menggunakan indikator pH methyl red sebagai indikator kolorimetri. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan laju kemunduran mutu ikan bandeng segar dengan perlakuan suhu 5oC dan 10 oC yang diuji secara destructive dan non-destructive melalui perubahan warna label indikator kesegaran methyl red yang diukur menggunakan image digital selama penyimpanan dingin. Berdasarkan pengujian yang telah dilakukan, terjadi perubahan nilai pada uji kesegaran ikan dan uji perubahan warna label indikator kesegaran. Nilai TVBN dan TPC akan semakin bertambah selama penyimpanan. Nilai pH, organoleptik, kadar air dan WHC semakin turun selama penyimpanan. Warna label indikator kesegaran methyl red berubah dari merah menjadi kuning selama penyimpanan. Label indikator kesegaran methyl red menunjukkan respon yang baik selama penyimpanan. Nilai L*, b*, Red dan Green meningkat selama penyimpanan, sedangkan nilai a* dan Blue menurun selama penyimpanan.
PENGARUH PENAMBAHAN GULA TERHADAP LEMAK PADA TERASI UDANG REBON (Acetes sp.) DENGAN LAMA FERMENTASI YANG BERBEDA Putri Islami; Laras Rianingsih; Sumardianto Sumardianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.12873

Abstract

Shrimp paste atau terasi merupakan salah satu produk olahan tradisional yang terbuat dari udang yang difermentasi. Salah satu masalah pada penurunan mutu produk terasi adalah terjadinya oksidasi lemak. Penambahan gula pada fermentasi diharapkan dapat meningkatkan senyawa antioksidan yang dihasilkan dari reaksi Maillard. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan gula terhadap perubahan lemak selama penyimpanan pada terasi udang rebon. Metode penelitian yang digunakan yaitu experimental laboratories dengan pola percobaan faktorial 2x3 dan dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan penambahan konsentrasi gula (0% dan 10%) dan lama fermentasi (0 hari, 30 hari, dan 90 hari). Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan. Berdasarkan hasil yang diperoleh konsentrasi gula 10% memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan angka iod, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar lemak dan fenol. Lama fermentasi memberikan pengaruh nyata terhadap kadar air dan fenol, tetapi tidak memberikan pengaruh nyata terhadap kadar lemak. Hasil menunjukan bahwa uji kadar air terbaik pada perlakuan gula 10% dengan lama fermentasi 0 hari sebesar 44,06%; uji kadar lemak terbaik pada perlakuan gula 10% dengan lama fermentasi 30 hari sebesar 7,10%; uji kadar fenol terbaik pada gula 0% dengan lama fermentasi 90 hari sebesar 1,36%; dan angka iod terbaik pada gula 0% dengan lama penyimpanan 30 hari sebesar 10,14 mg/g.
PEMANFAATAN KOLAGEN GELEMBUNG RENANG IKAN MANYUNG (Arius thalassinus) SEBAGAI PENGEMULSI BODY CREAM Catur Sekarsari; Fronthea Swastawati; Retno Ayu Kurniasih
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.13128

Abstract

Gelembung renang ikan manyung (Arius thalassinus) merupakan limbah perikanan hasil proses pembuatan ikan manyung asap dan jambal roti. Gelembung renang memiliki potensi sebagai sumber kolagen ikan. Kolagen merupakan protein pembentuk makhluk hidup yang memiliki sifat hidrofilik sehingga dapat dimanfaatkan dalam bidang pangan maupun kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penambahan kolagen gelembung renang ikan manyung konsentrasi berbeda sebagai pengemulsi produk kosmetik body cream. Body cream dibuat dengan menambahkan kolagen gelembung renang ikan manyung dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 0%, 2,5%, 5%, dan 7,5%. Parameter yang diuji meliputi viskositas, stabilitas emulsi, pH, hedonik, daya lekat, dan daya sebar. Penelitian menggunakan metode eksperimental laboratoris dengan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) tiga kali pengulangan dan data statistik diolah menggunakan SPSS 26. Pengujian parametrik dianalisis menggunakan uji sidik ragam dan uji lanjut Beda Nyata Jujur (BNJ). Pengujian non parametrik dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjut Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konsentrasi kolagen yang berbeda memberikan pengaruh berbeda nyata (P<0,05) terhadap karakteristik body cream, yaitu semakin tinggi konsentrasi kolagen maka semakin tinggi nilai viskositas, stabilitas emulsi, pH dan daya lekat. Semakin tinggi konsentrasi kolagen, semakin rendah daya sebar dan uji hedonik menunjukkan hasil fluktuatif. Secara umum formulasi body cream terbaik yaitu pada pengggunaan kolagen gelembung renang ikan manyung konsentrasi 7,5% berdasarkan stabilitas emulsi yang paling mendekati 100% yaitu 84,22±1,38%.
KUALITAS IKAN KEUMAMAH TONGKOL (Euthynnus affinis) KHAS ACEH DENGAN LAMA WAKTU PEREBUSAN YANG BERBEDA Said Nabil Amanullah; Eko Nurcahya Dewi; Romadhon Romadhon
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.12695

Abstract

Ikan keumamah merupakan salah satu produk olahan ikan khas Aceh yang diolah melalui proses perebusan dan pegeringan. Waktu perebusan dalam proses pembuatan ikan keumamah yang berlebihan dapat menurunkan kandungan nutrisi dan gizi dari produk. Lama waktu perebusan bertujuan untuk mempertahankan dan memastikan kualitas ikan keumamah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan lama waktu perebusan ikan keumamah terhadap kualitas kimia, fisik dan mikrobiologi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah model Rancangan Acak Lengkap dengan perlakuan lama waktu perebusan 20, 30 dan 40 menit sebanyak 3 kali pengulangan. Data parametrik dianalisa menggunakan uji ANOVA dan uji Beda Nyata Jujur, sedangkan non parametrik menggunakan uji Kruskal Wallis. Hasil penelitian menunjukkan lama waktu perebusan yang berbeda berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap parameter yang diuji. Lama perebusan yang efektif untuk mempertahankan nutrisi ikan keumamah namun tetap sesuai selera konsumen adalah 20 menit dengan penurunan kadar protein 62,02%, kadar lisin 1,202%, kadar lemak 1,25%, kadar air 19,62%, aktivitas air 0,563, nilai log angka lempeng total 2,93 kol/g dan nilai hedonik dengan selang kepercayaan 6,42 <μ< 6,46. Pengamatan permukaan daging dilakukan untuk mengetahui bagaimana kenampakan bentuk permukaan, jaringan dan serat dari daging ikan keumamah menggunakan metode scanning electron microscope menunjukkan ikan keumamah dengan waktu perebusan 20 menit memeliki memiliki rongga atau pori-pori pada daging yang cukup banyak dan masih terlihat.
PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK TEPUNG TULANG SOTONG (Sepia sp.) Naili Rohmah; Retno Ayu Kurniasih; Sumardianto Sumardianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.13097

Abstract

Industri pengolahan sotong meningkat seiring dengan permintaan produk tersebut sebagai komoditas unggulan dalam ekspor. Pengolahan sotong seperti pengolahan fillet sotong dan produk olahan sotong lainnya menyebabkan adanya hasil samping, salah satunya tulang sotong. Kandungan mineral dalam tulang sotong utamanya kalsium dan fosfor dapat dimanfaatkan sebagai tepung tulang sotong. Tujuan penelitian ini yaitu mengkaji pengaruh perbedaan metode ekstraksi terhadap karakteristik tepung tulang sotong serta menentukan metode terbaiknya. Pembuatan tepung tulang sotong dilakukan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan perlakuan perbedaan metode ekstraksi yaitu ekstraksi menggunakan presto dengan aquades selama 3 jam, ekstraksi alkali dengan NaOH 1,5 N selama 2 jam serta gabungan metode presto dan alkali. Masing-masing metode dilakukan 3 kali ulangan. Parameter uji tepung tulang meliputi rendemen, derajat putih, kadar air, kadar protein, kadar abu, kadar kalsium dan kadar fosfor. Data parametrik dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan analisis uji lanjut yaitu Beda Nyata Jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan metode ekstraksi berpengaruh nyata (p<5%) terhadap karakteristik tepung tulang sotong. Metode ekstraksi alkali efektif dalam menghasilkan kadar abu 94,14%, kadar kalsium 35,14%, kadar fosfor 0,08%, dengan rendemen 58,20%, derajat putih 85,41%, kadar air 3,02%, serta kadar protein 2,35%. 
KARAKTERISTIK MINYAK IKAN MAS (Cyprinus carpio) DARI HASIL DRY RENDERING DENGAN SUHU DAN WAKTU YANG BERBEDA Koko Seviyanto; Slamet Suharto; Apri Dwi Anggo
Jurnal Ilmu dan Teknologi Perikanan Vol 4, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jitpi.2022.13236

Abstract

Pemanfaatan ikan mas (Cyprinus carpio) selama ini hanya sekedar pada dagingnya saja sedangkan isi perut atau jeroan ikan mas belum dimanfaatkan dan biasanya hanya dibuang. Jeroan ikan mas memiliki kandungan minyak ikan yang dapat dimanfaatkan. Minyak ikan merupakan asupan minyak esensial yang mengandung banyak nutrisi penting yang dibutuhkan oleh tubuh. Pemanfaatan minyak ikan dapat dilakukan memalui proses ekstraksi. Salah satu metode ekstraksi minyak ikan yang sering digunakan yaitu dry rendering. Penelitian ini dilakukan melalui dua tahap. Tahap I menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) dengan suhu (40oC, 60oC, 80oC, dan 100oC) dan waktu (2 jam, 3 jam, dan 4 jam) yang berbeda. Hasil dari tahap I diketahui bahwa waktu dry rendering selama 2 jam memberikan hasil yang paling optimal. Parameter uji tahap I meliputi nilai rendemen (11,05%), citra warna (R:148, G:109, B:14), dan organoleptik (8,53<µ<8,86). Penelitian kemudian dilanjutkan pada tahap II dengan menerapkan waktu dry rendering optimal pada tahap I. Rancangan percobaan pada tahap II menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan suhu 40oC, 60oC, dan 80oC selama 2 jam. Data nonparametrik dianalisis dengan Kruskal-Wallis dan uji lanjut Mann-Whitney. Data parametrik dianalisis menggunakan ANOVA dan uji lanjut Tukey HSD. Berdasarkan tahap I dan tahap II dry rendering minyak ikan mas optimal pada suhu 80oC selama 2 jam dengan slip melting point (35,13oC), warna hunlab (L:60,86, a:-5,31, b:17,6), angka iod (6,76%), angka peroksida (8,63%), kadar air (0,86%), dan angka asam lemak bebas (1,44%).

Page 1 of 1 | Total Record : 8