cover
Contact Name
Puteri Andika Sari
Contact Email
puteri.andika31@gmail.com
Phone
+6285714178686
Journal Mail Official
puteriandika@ekuitas.ac.id
Editorial Address
Jl. P.H.H. Mustofa No. 31 Bandung 40124 Jawa Barat, Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
ISSN : 25282190     EISSN : 27160149     DOI : 10.52250/p3m
Dharma Bhakti Ekuitas adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang ditertbitkan dan dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) STIE EKUITAS. Jurnal ini diharapkan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Dharma Bhakti Ekuitas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 199 Documents
Penguatan UMKM Desa Berbasis Produk Halal Menuju Desa Mandiri dan Berdampak Muhammad Nur Abdi; Mukminati; Muryani Arsal; Naidah; Saida Said
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1066

Abstract

This Community Service (PKM) activity was carried out by the Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar, at the Balla Barakkaka Ri Galesong Traditional House, Takalar Regency, on October 5–7, 2025. This program aims to increase the capacity and economic independence of village communities by strengthening micro, small, and medium enterprises (MSMEs) based on halal products by utilizing local potential. This activity uses a participatory approach with various methods, including group workshops, Islamic financial literacy training, mapping local economic potential, designing product designs and packaging, and ongoing mentoring. Through collaboration with BTN Syariah and the lecturers of the Faculty of Economics and Business, Muhammadiyah University of Makassar, the community gained an increased understanding of halal principles, access to Islamic capital, and a profit-sharing system without usury. The results of the activity showed a significant increase in Islamic financial literacy, awareness of halal certification, and the competitiveness of local MSMEs. A total of 12 superior village products were proposed for halal certification. In addition, this activity had a positive impact on increasing community income, empowering women and youth, and strengthening local cultural identity. This program is a model for sustainable local economic empowerment and supports the vision of “Independent and Impactful Villages” as a concrete manifestation of higher education’s contribution to community development based on Islamic values ​​and sharia economics. Keywords: community empowerment, MSMEs, halal products, islamic financial literacy, local potential. Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar di Rumah Adat Balla Barakkaka Ri Galesong, Kabupaten Takalar, pada tanggal 5–7 Oktober 2025. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis produk halal dengan memanfaatkan potensi lokal. Kegiatan ini menggunakan pendekatan partisipatif dengan berbagai metode, meliputi workshop kelompok, pelatihan literasi keuangan syariah, pemetaan potensi ekonomi lokal, perancangan desain dan kemasan produk, serta pendampingan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan BTN Syariah dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, masyarakat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai prinsip halal, akses permodalan syariah, dan sistem bagi hasil tanpa riba. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam literasi keuangan syariah, kesadaran sertifikasi halal, serta daya saing UMKM lokal. Sebanyak 12 produk unggulan desa diusulkan untuk memperoleh sertifikasi halal. Selain itu, kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat, pemberdayaan perempuan dan pemuda, serta penguatan identitas budaya lokal. Program ini menjadi model pemberdayaan ekonomi lokal yang berkelanjutan dan mendukung visi “Desa Mandiri dan Berdampak” sebagai wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat, UMKM, produk halal, literasi keuangan syariah, potensi lokal.
Pelatihan Literasi Anti-Korupsi untuk Meningkatkan Sensitivitas dan Keberanian Moral Mahasiswa Marista Dwi Rahmayantis; Sujarwoko; Suhartono; Faisol; Endang Wariyanti; Moch. Muarifin; Khoiriyah; Beyonda Proudy Sujianto; Dimas Sandi Pradana
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1072

Abstract

This community service programme aims to address the low levels of anti-corruption literacy among students at the Mojosari Nganjuk Institute of Technology (ITMN), characterised by a lack of moral sensitivity and the courage to identify and confront corrupt practices in everyday life. The intervention is designed using an Anti-Corruption Literacy Training approach based on Participatory Learning and Action (PLA), which emphasises the active involvement of participants as agents of change, rather than mere recipients of information. The programme concluded with the establishment of the Anti-Corruption Student Community as a platform for sustaining the integrity movement within the university environment. The evaluation results demonstrated a significant impact across three key dimensions. Firstly, participants’ conceptual understanding improved substantially, as reflected in the average post-test score of 82.7 compared to the pre-test score of 52.3. Secondly, moral sensitivity in identifying subtle corruption scenarios increased from 75% to 95% of participants. Thirdly, the moral courage demonstrated in the simulation increased dramatically from 30% to 78%. This study concludes that a training model that is participatory, contextual, and technology-supported has proven effective in enhancing cognitive literacy, fostering moral sensitivity, and empowering students’ moral courage, thereby laying a solid foundation for the realisation of a campus ecosystem characterised by integrity and strong character. Keywords: anti-corruption literacy, moral sensitivity, students.   Abstrak   Korupsi tetap menjadi tantangan multidimensi yang kompleks di Indonesia, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi benteng integritas. Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya literasi anti-korupsi di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Mojosari Nganjuk (ITMN), yang ditandai dengan kurangnya kepekaan moral dan keberanian dalam mengidentifikasi serta menghadapi praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Intervensi yang dirancang menggunakan pendekatan Pelatihan Literasi Anti-Korupsi berbasis Pembelajaran dan Aksi Partisipatif (PLA), yang menekankan keterlibatan aktif peserta sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penerima informasi. Aktivitas utama program meliputi pengembangan modul pembelajaran kontekstual yang relevan dengan realitas kampus, pelaksanaan sesi pelatihan hibrida — mencakup pertemuan tatap muka dan platform daring — yang diintegrasikan dengan metode diskusi kelompok terfokus, simulasi peran berbasis kasus nyata, serta gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta. Program ini diakhiri dengan memfasilitasi pembentukan Komunitas Mahasiswa Anti-Korupsi sebagai wadah keberlanjutan gerakan integritas di lingkungan kampus. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan pada tiga dimensi utama. Pertama, pemahaman konseptual peserta meningkat secara substansial, tercermin dari rata-rata skor post-test sebesar 82,7 dibandingkan pre-test sebesar 52,3. Kedua, sensitivitas moral dalam mengidentifikasi skenario korupsi yang halus meningkat dari 75% menjadi 95% peserta. Ketiga, keberanian moral yang ditunjukkan dalam simulasi meningkat drastis dari 30% menjadi 78%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pelatihan yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan didukung teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kognitif, membangun sensitivitas moral, serta memberdayakan keberanian moral mahasiswa, sehingga membentuk landasan kokoh bagi terwujudnya ekosistem kampus yang berintegritas dan berkarakter. Kata kunci: literasi anti-korupsi, mahasiswa, sensitivitas moral.
Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif Bagi Peningkatan Kompetensi Guru IPA Dalam Penyusunan Kerangka LKPD Surya Gumilar; Irma Fitria Amalia; De Budi Irwan Taofik; Iing Mustain
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1077

Abstract

Generative Artificial Intelligence (Gen AI) has experienced rapid development in the field of education and learning. The use of Gen AI by teachers, especially science teachers, can improve Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competencies that are currently demanded by teachers. This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Gen AI to evaluate the assessment of student abilities by science teachers in the context of science education. A qualitative study design was chosen to explore science teachers' experiences of using Gen AI in preparing LKPD. A total of 30 teachers were given an understanding of the use of the Gen AI application through training activities and coaching visits that were part of the lecturer community service activities. The main objective was to analyze several characteristics of the material and the preparation of LKPD with generative artificial intelligence. The preparation of LKPD GenAI is based on four main activities: (1) hypothesis formation, (2) asking GenAI, (3) discussion, and (4) reflection. All stages are linked to the scientific literacy framework and TPACK aspects. The results of the program showed that respondents agreed with the use of GenAI such as ChatGPT for current learning activities. Science teachers' TPACK competencies can improve during the process of developing student worksheets (LKPD) through group discussions. Teachers are able to select statements from ChatGPT based on concepts they already understand. Teachers also gain new knowledge from ChatGPT statements about the concepts they are asking about. Therefore, Gen AI can be used by teachers to optimize the learning process. Keyword: generative artificial intelligence, GenAI, literacy, science education, TPACK.   Abstrak   Kecerdasan Buatan Generatif (Gen AI) telah mengalami perkembangan pesat pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Penggunaan Gen AI oleh guru khususnya guru IPA dapat memberikan peningkatan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang menjadi tuntutan guru saat ini.  Studi ini bertujuan untuk menyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan Gen AI untuk mengevaluasi penilaian kemampuan siswa oleh guru IPA dalam konteks pendidikan sains. Desain studi kualitatif dipilih untuk mengeksplorasi pengalaman guru IPA tentang penggunaan Gen AI dalam penyusunan LKPD. Sebanyak 30 guru diberikan pemahaman tentang penggunaan aplikasi Gen AI melalui kegiatan diklat dan kunjungan pembinaan yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian dosen. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis beberapa karakteristik materi dan penyusunan LKPD dengan kecerdasan buatan generatif. Penyusunan LKPD GenAI didasarkan pada empat aktivitas utama: (1) pembuatan hipotesis, (2) bertanya kepada GenAI, (3) diskusi, dan (4) refleksi. Seluruh tahapan dikaitkan dengan kerangka literasi sains dan aspek TPACK. Hasil program menunjukkan bahwa responden setuju penggunaan GenAI seperti ChatGPT untuk kegiatan pembelajaran saat ini. Kompetensi TPACK guru IPA dapat mengalami peningkatan selama proses penyusunan LKPD melalui proses diskusi kelompok. Guru mampu menyeleksi pernyataan dari ChatGPT dengan konsep yang telah mereka pahami. Guru juga mendapatkan pengetahuan baru dari pernyataan ChatGPT tentang konsep-konsep yang mereka tanyakan. Sehingga, Gen AI dapat digunakan oleh guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata kunci: Generatif Kecerdasan Buatan, GenAI, literasi, pendidikan sains, TPACK.
Pemahaman Konsep Dasar Akuntansi Bagi Siswa Siswi SMA Kartika XIX-1 Kota Bandung Hana Fadhilah
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1021

Abstract

The issue addressed in this community service activity is the relatively low level of understanding of basic accounting among students at SMA Kartika XIX-1 Bandung. This condition was reflected in the pre-test results, which showed that out of 35 students, only 3 students (8.57%) achieved scores within the range of 81–100, while 15 students (42.86%) obtained scores within the range of 41–60. This activity aimed to improve students’ understanding of basic accounting and enhance their readiness to understand financial practices from an early stage. The method employed was basic accounting training covering topics such as the definition of accounting, the benefits of accounting, the accounting cycle process, types of financial statements, and accounting policies that should be applied in preparing financial reports. Based on the post-test results, the number of students achieving scores within the range of 81–100 increased from 3 students (8.57%) to 10 students (28.57%), while the number of students scoring within the range of 41–60 decreased from 15 students (42.86%) to 5 students (14.29%). In addition, the students expressed satisfaction with the implementation of this community service activity as they gained new knowledge and experiences that had not previously been obtained during their studies at SMA Kartika XIX-1 Bandung. They also expected similar activities to continue to be implemented in schools so that senior high school students can be better prepared to face future challenges and global financial regulations. Keywords : accounting cycle, basic accounting, financial statements   Abstrak Permasalahan yang diangkat dalam pengabdian ini adalah terkait dengan masih rendahnya tingkat pemahaman siswa siswi SMA Kartika XIX-1 Kota Bandung terhadap akuntansi dasar. Hal ini terlihat dari hasil pre-test yang menunjukkan bahwa dari 35 orang, yang mendapatkan range nilai 81–100 hanya sebanyak 3 orang (8,57%), sedangkan yang mendapatkan range nilai 41–60 mencapai 15 orang (42,86%). Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa siswi terhadap akuntansi dasar serta menumbuhkan kesiapan mereka dalam memahami praktik keuangan sejak dini. Metode yang digunakan adalah dengan cara memberikan pelatihan akuntansi dasar, seperti definisi akuntansi, manfaat akuntansi, proses siklus akuntansi, jenis laporan keuangan, serta kebijakan akuntansi yang harus diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan. Berdasarkan hasil post-test menunjukkan bahwa dari 35 orang, yang mendapatkan range nilai 81–100 meningkat dari 3 orang (8,57%) menjadi 10 orang (28,57%), sedangkan yang mendapatkan range nilai 41–60 menurun dari 15 orang (42,86%) menjadi 5 orang (14,29%). Selain itu, siswa siswi juga merasa puas dengan pelaksanaan pengabdian ini karena mereka bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman baru yang belum pernah mereka peroleh selama bersekolah di SMA Kartika XIX-1 Kota Bandung. Harapan mereka kedepannya adalah agar pelaksanaan pengabdian ini dapat terus dilakukan di sekolah-sekolah sehingga siswa siswi SMA dapat lebih siap menghadapi tantangan dan regulasi keuangan global di masa depan. Kata Kunci : siklus akuntansi, akuntansi dasar, laporan keuangan
Pelatihan Literasi Anti-Korupsi untuk Meningkatkan Sensitivitas dan Keberanian Moral Mahasiswa Marista Dwi Rahmayantis; Sujarwoko; Suhartono; Faisol; Endang Wariyanti; Moch. Muarifin; Khoiriyah; Beyonda Proudy Sujianto; Dimas Sandi Pradana
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1072

Abstract

This community service programme aims to address the low levels of anti-corruption literacy among students at the Mojosari Nganjuk Institute of Technology (ITMN), characterised by a lack of moral sensitivity and the courage to identify and confront corrupt practices in everyday life. The intervention is designed using an Anti-Corruption Literacy Training approach based on Participatory Learning and Action (PLA), which emphasises the active involvement of participants as agents of change, rather than mere recipients of information. The programme concluded with the establishment of the Anti-Corruption Student Community as a platform for sustaining the integrity movement within the university environment. The evaluation results demonstrated a significant impact across three key dimensions. Firstly, participants’ conceptual understanding improved substantially, as reflected in the average post-test score of 82.7 compared to the pre-test score of 52.3. Secondly, moral sensitivity in identifying subtle corruption scenarios increased from 75% to 95% of participants. Thirdly, the moral courage demonstrated in the simulation increased dramatically from 30% to 78%. This study concludes that a training model that is participatory, contextual, and technology-supported has proven effective in enhancing cognitive literacy, fostering moral sensitivity, and empowering students’ moral courage, thereby laying a solid foundation for the realisation of a campus ecosystem characterised by integrity and strong character. Keywords: anti-corruption literacy, moral sensitivity, students.   Abstrak   Korupsi tetap menjadi tantangan multidimensi yang kompleks di Indonesia, termasuk di lingkungan pendidikan tinggi yang seharusnya menjadi benteng integritas. Program layanan masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi rendahnya literasi anti-korupsi di kalangan mahasiswa Institut Teknologi Mojosari Nganjuk (ITMN), yang ditandai dengan kurangnya kepekaan moral dan keberanian dalam mengidentifikasi serta menghadapi praktik korupsi dalam kehidupan sehari-hari. Intervensi yang dirancang menggunakan pendekatan Pelatihan Literasi Anti-Korupsi berbasis Pembelajaran dan Aksi Partisipatif (PLA), yang menekankan keterlibatan aktif peserta sebagai subjek perubahan, bukan sekadar penerima informasi. Aktivitas utama program meliputi pengembangan modul pembelajaran kontekstual yang relevan dengan realitas kampus, pelaksanaan sesi pelatihan hibrida — mencakup pertemuan tatap muka dan platform daring — yang diintegrasikan dengan metode diskusi kelompok terfokus, simulasi peran berbasis kasus nyata, serta gamifikasi untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi peserta. Program ini diakhiri dengan memfasilitasi pembentukan Komunitas Mahasiswa Anti-Korupsi sebagai wadah keberlanjutan gerakan integritas di lingkungan kampus. Hasil evaluasi menunjukkan dampak yang signifikan pada tiga dimensi utama. Pertama, pemahaman konseptual peserta meningkat secara substansial, tercermin dari rata-rata skor post-test sebesar 82,7 dibandingkan pre-test sebesar 52,3. Kedua, sensitivitas moral dalam mengidentifikasi skenario korupsi yang halus meningkat dari 75% menjadi 95% peserta. Ketiga, keberanian moral yang ditunjukkan dalam simulasi meningkat drastis dari 30% menjadi 78%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model pelatihan yang bersifat partisipatif, kontekstual, dan didukung teknologi terbukti efektif dalam meningkatkan literasi kognitif, membangun sensitivitas moral, serta memberdayakan keberanian moral mahasiswa, sehingga membentuk landasan kokoh bagi terwujudnya ekosistem kampus yang berintegritas dan berkarakter. Kata kunci: literasi anti-korupsi, mahasiswa, sensitivitas moral.
Penggunaan Kecerdasan Buatan Generatif Bagi Peningkatan Kompetensi Guru IPA Dalam Penyusunan Kerangka LKPD Surya Gumilar; Irma Fitria Amalia; De Budi Irwan Taofik; Iing Mustain
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1077

Abstract

Generative Artificial Intelligence (Gen AI) has experienced rapid development in the field of education and learning. The use of Gen AI by teachers, especially science teachers, can improve Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) competencies that are currently demanded by teachers. This study aims to develop Student Worksheets (LKPD) based on Gen AI to evaluate the assessment of student abilities by science teachers in the context of science education. A qualitative study design was chosen to explore science teachers' experiences of using Gen AI in preparing LKPD. A total of 30 teachers were given an understanding of the use of the Gen AI application through training activities and coaching visits that were part of the lecturer community service activities. The main objective was to analyze several characteristics of the material and the preparation of LKPD with generative artificial intelligence. The preparation of LKPD GenAI is based on four main activities: (1) hypothesis formation, (2) asking GenAI, (3) discussion, and (4) reflection. All stages are linked to the scientific literacy framework and TPACK aspects. The results of the program showed that respondents agreed with the use of GenAI such as ChatGPT for current learning activities. Science teachers' TPACK competencies can improve during the process of developing student worksheets (LKPD) through group discussions. Teachers are able to select statements from ChatGPT based on concepts they already understand. Teachers also gain new knowledge from ChatGPT statements about the concepts they are asking about. Therefore, Gen AI can be used by teachers to optimize the learning process. Keyword: generative artificial intelligence, GenAI, literacy, science education, TPACK.   Abstrak   Kecerdasan Buatan Generatif (Gen AI) telah mengalami perkembangan pesat pada bidang pendidikan dan pembelajaran. Penggunaan Gen AI oleh guru khususnya guru IPA dapat memberikan peningkatan kompetensi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) yang menjadi tuntutan guru saat ini.  Studi ini bertujuan untuk menyusunan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berdasarkan Gen AI untuk mengevaluasi penilaian kemampuan siswa oleh guru IPA dalam konteks pendidikan sains. Desain studi kualitatif dipilih untuk mengeksplorasi pengalaman guru IPA tentang penggunaan Gen AI dalam penyusunan LKPD. Sebanyak 30 guru diberikan pemahaman tentang penggunaan aplikasi Gen AI melalui kegiatan diklat dan kunjungan pembinaan yang menjadi bagian dari kegiatan pengabdian dosen. Tujuan utamanya adalah untuk menganalisis beberapa karakteristik materi dan penyusunan LKPD dengan kecerdasan buatan generatif. Penyusunan LKPD GenAI didasarkan pada empat aktivitas utama: (1) pembuatan hipotesis, (2) bertanya kepada GenAI, (3) diskusi, dan (4) refleksi. Seluruh tahapan dikaitkan dengan kerangka literasi sains dan aspek TPACK. Hasil program menunjukkan bahwa responden setuju penggunaan GenAI seperti ChatGPT untuk kegiatan pembelajaran saat ini. Kompetensi TPACK guru IPA dapat mengalami peningkatan selama proses penyusunan LKPD melalui proses diskusi kelompok. Guru mampu menyeleksi pernyataan dari ChatGPT dengan konsep yang telah mereka pahami. Guru juga mendapatkan pengetahuan baru dari pernyataan ChatGPT tentang konsep-konsep yang mereka tanyakan. Sehingga, Gen AI dapat digunakan oleh guru untuk mengoptimalkan proses pembelajaran. Kata kunci: Generatif Kecerdasan Buatan, GenAI, literasi, pendidikan sains, TPACK.
Implementasi Pembelajaran Immersive Menggunakan Virtual Reality Space Ibnu Hartopo; Nurul Fahmi Arief Hakim; Silmi Ath Thahirah Al Azhima; Mariya Al Qibtiya; Resa Pramudita; Erik Haritman; Andre Reyvaldo Iglesias
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 10 No. 2 (2026): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/dbe.v10i2.1070

Abstract

This community service program is motivated by the low level of teachers’ competence in implementing immersive technology-based learning, particularly in utilizing Virtual Reality (VR) as an innovative learning medium. The partner institutions face several challenges, including a limited understanding of immersive learning concepts, a lack of skills in operating VR devices, minimal innovation in teaching methods, and the absence of continuous support in integrating technology into classroom practices. Therefore, this program aims to enhance teachers’ competencies through the utilization of Virtual Reality Space in immersive learning. The program involved 20 teachers from various subject areas and was conducted through several stages: preparation, training and implementation, evaluation, and follow-up. The proposed solutions include training on the fundamental concepts of immersive learning, hands-on workshops on VR device operation, mentoring in developing VR-based instructional designs, and the establishment of a community of practice to ensure sustainability. The results indicate a significant improvement in teachers’ understanding, skills, and readiness to integrate VR into their teaching practices. Evaluation through pre- and post-training questionnaires showed highly positive responses, with an average satisfaction rate of 87%. These findings suggest that VR-based immersive learning effectively enhances teacher-student interaction, increases student engagement, and improves students’ conceptual understanding. Furthermore, this program contributes to strengthening teachers’ digital literacy and promotes the sustainable adoption of innovative technologies in the partner schools. Keyword: immersive learning, virtual reality, training, teacher competence, educational innovation Abstrak Program pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kompetensi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran berbasis teknologi immersive, khususnya dalam pemanfaatan Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran inovatif. Mitra menghadapi beberapa permasalahan, antara lain keterbatasan pemahaman terhadap konsep pembelajaran immersive, kurangnya keterampilan dalam mengoperasikan perangkat VR, minimnya inovasi dalam metode pembelajaran, serta belum adanya dukungan berkelanjutan dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, program ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui pemanfaatan Virtual Reality Space dalam pembelajaran immersive. Program ini melibatkan 20 guru dari berbagai bidang mata pelajaran dan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu persiapan, pelatihan dan implementasi, evaluasi, serta tindak lanjut. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan konsep dasar pembelajaran immersive, workshop praktik penggunaan perangkat VR, pendampingan dalam pengembangan desain pembelajaran berbasis VR, serta pembentukan komunitas praktisi untuk menjamin keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman, keterampilan, dan kesiapan guru untuk mengintegrasikan VR ke dalam praktik pembelajaran. Evaluasi melalui kuesioner pra dan pascapelatihan menunjukkan respons yang sangat positif, dengan tingkat kepuasan rata-rata mencapai 87%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pembelajaran immersive berbasis VR efektif dalam meningkatkan interaksi antara guru dan siswa, meningkatkan keterlibatan siswa, serta memperdalam pemahaman konsep pembelajaran. Selain itu, program ini juga berkontribusi dalam memperkuat literasi digital guru dan mendorong adopsi teknologi inovatif secara berkelanjutan di sekolah mitra. Kata kunci: pembelajaran immersive, virtual reality, pelatihan, kompetensi guru, inovasi pendidikan
Pelatihan Penulisan Cerpen Berbantuan Kecerdasan Buatan untuk Siswa SMK Kartika di Kota Cirebon Risma Khairun Nisya; Deden Sutrisna; Trian Pamungkas
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.785

Abstract

This project aims to train students of SMK Kartika Kota Cirebon in using artificial intelligence to synthesize short stories, while understanding its limitations in capturing symbolic meanings and signs. The training adopts Roland Barthes' semiotic perspective to delve into the symbolic meanings in short stories. The method used is a practical approach, which includes preparation, implementation, and evaluation stages. In the preparation stage, a preliminary study was conducted through questionnaires to assess students' knowledge of artificial intelligence and their interest in short story writing. The implementation stage consisted of short lectures, demonstrations of AI usage, and workshops on short story synthesis. Students were encouraged to directly use AI in generating story ideas, plots, and characters, as well as receiving constructive feedback. The training results showed an improvement in students' understanding of artificial intelligence and Roland Barthes' semiotic theory. Students were able to use AI to synthesize short stories and understand how to integrate AI outputs with their own creativity. Additionally, they were equipped with skills to publish short stories on digital platforms such as Wattpad and Fizzo. In conclusion, this training successfully enhanced the creative writing skills students, provided a deep understanding of the role and limitations of AI in short story writing, and emphasized the importance of human involvement in the literary creative process. This training is expected to equip students with relevant skills in the Society 5.0 era and open opportunities for them to contribute to the world of digital literature. Keywords: Artificial Intelligence, short story synthesis, roland barthes semiotics, training, digital publication. --------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Abstrak Proyek ini bertujuan untuk melatih siswa SMK Kartika Kota Cirebon dalam menggunakan kecerdasan buatan untuk mensintesis cerpen, sekaligus memahami keterbatasannya dalam menangkap makna simbolik dan tanda. Pelatihan ini mengadopsi perspektif semiotika Roland Barthes untuk mendalami makna simbolik dalam cerpen. Metode yang digunakan adalah metode praktik, yang meliputi tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap persiapan, dilakukan studi pendahuluan melalui kuesioner untuk menilai pengetahuan siswa tentang kecerdasan buatan dan minat mereka terhadap penulisan cerpen. Praktik menggunakan teknologi Artificial intelligence (AI) seperti ChatGPT. Tahap pelaksanaan terdiri dari kuliah singkat, demonstrasi penggunaan AI, dan workshop sintesis cerpen. Siswa diajak untuk mencoba langsung menggunakan AI dalam menghasilkan ide cerita, plot, dan karakter, serta mendapatkan feedback konstruktif. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang kecerdasan buatan dan teoritis semiotika Roland Barthes. Siswa mampu menggunakan AI untuk mensintesis cerpen dan memahami bagaimana mengintegrasikan hasil AI dengan kreativitas mereka sendiri. Selain itu, mereka juga dibekali dengan keterampilan mempublikasikan cerpen di platform digital seperti Wattpad dan Fizzo. Kesimpulannya, pelatihan ini berhasil meningkatkan keterampilan menulis kreatif siswa SMK Kartika Kota Cirebon, memberikan pemahaman mendalam tentang peran dan keterbatasan AI dalam penulisan cerpen, serta menekankan pentingnya peran manusia dalam proses kreatif sastra. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali siswa dengan keterampilan yang relevan di era Society 5.0 dan membuka peluang bagi mereka untuk berkontribusi dalam dunia sastra digital. Kata kunci: Kecerdasan buatan, sintesis cerpen, semiotika roland barthes, pelatihan, publikasi digital.
Peningkatan Pengetahuan Segmenting, Targeting, Positioning serta Value Proposition Canvas Untuk Peningkatan Usaha pada UKM Produk Makanan Ringan “Mola” Kota Bandung Teguh Iman Basuki; Dodi Supriyanto
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.787

Abstract

Business competition is very tight, marked by many companies that cannot survive long, so that efforts and strategies are needed from business actors, many of which are not optimal in implementing marketing strategies and producing products to meet the needs and desires of customers. Likewise, many MSMEs are unable to survive due to inability and limited resources and knowledge. They are able to produce and sell goods without having adequate knowledge about the advantages of their products, as well as the target market they are targeting, and do not even understand at all whether the products they make and sell are in accordance with the wishes and needs of consumers, in their minds the important thing is that the goods they produce and sell are bought by consumers. Mola as one of the healthy food producers in the city of Bandung is also still not optimal in carrying out these activities so that the growth of its products remains, even tends to decline, even though the strategies they implement are quite good by utilizing social media and marketplaces. Community service is intended to provide increased knowledge to business actors so that they are able to grow and develop. The methods in implementing community service include, first, the preparation stage, namely by conducting direct reviews and interviews to obtain various information related to the problem, second, the socialization stage, namely by conveying the achievements and direction of the activity and third, the implementation stage, namely compiling a marketing strategy design and value proposition canvas. The results of this activity are that the perpetrators are able to understand the material and contribute to helping develop a marketing strategy in order to be able to compete.  Keywords: positioning, segmenting, targeting, value proposition canvas   Abstrak Persaingan bisnis sangat ketat ditandai dengan banyak perusahaan yang tidak bisa bertahan lama sehingga diperlukan usaha dan strategi dari para pelaku bisnis, banyak yang belum optimal dalam penerapan strategi pemasaran dan menghasilkan produk dalam memenuhi apa yang diperlukan dan kehendak pelanggan. Demikian juga banyak UMKM yang tidak mampu bertahan hidup karena ketidakmampuan dan keterbatasan sumber daya serta pengetahuan. Mereka mampu memproduksi dan menjual barang tanpa memiliki pengetahuan yang memadai mengenai keunggulan produk mereka, serta pasar sasaran yang mereka targetkan, bahkan tidak paham sama sekali apakah produk yang mereka buat dan jual sesuai dengan kehendak dan keperluan konsumen, dalam pikiran mereka yang penting barang yang mereka produksi dan jual dibeli oleh konsumen. Mola sebagai salah satu produsen makanan sehat di kota Bandung juga masih belum optimal dalam melaksanakan kegiatan tersebut sehingga pertumbuhan produknya tetap, bahkan cenderung menurun, meskipun strategi yang mereka terapkan sudah cukup baik dengan memanfaatkan media sosial dan marketplace. Pengabdian kepada masyarakat ditujukan untuk memberikan peningkatan pengetahuan kepada pelaku bisnis agar mampu tumbuh dan berkembang. Metode dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat antara lain pertama, tahap persiapan yaitu dengan melakukan peninjauan langsung dan wawancara agar memperoleh berbagai informasi terkait permasalahan, kedua, tahap sosialisasi yaitu dengan menyampaikan capaian dan arah dari kegiatan dan ketiga tahap pelaksanaan yaitu menyusun desain strategi pemasaran serta value proposition canvas. Hasil kegiatan ini pelaku usaha mampu memahami materi serta berkontribusi dalam membantu menyusun strategi pemasaran agar mamapu bersaing. Kata kunci: positioning, segmenting, targeting, value prosition canvas
Peningkatan Literasi Digital Dalam Green Marketing Di Desa Wisata Way Tebing Cepa (WTC) Kabupaten Lampung Selatan Susi Indriyani; Fadhilah Dirayati; Senna Enzovani; Armalia Reny WA; Renandi Ekatama Surya
Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas Vol. 9 No. 2 (2025): Jurnal Dharma Bhakti Ekuitas
Publisher : Universitas Ekuitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52250/p3m.v9i2.791

Abstract

Taman Baru Village is a village in Kalianda District, South Lampung Regency, Lampung Province, Indonesia. This village covers an area of approximately 1.13 km² with a population of about 2,500 people. Taman Baru is known for its promising natural tourism potential, especially with the presence of attractive beaches and waterfalls. In addition, this village offers various other tourist destinations, such as tourist parks and recreational areas. Transportation access to Taman Baru Village is relatively good, making it is easily accessible from the nearest city. This activity aims to enhance public understanding of various management aspects, especially green marketing and entrepreneurship. Furthermore, the activity provides education related to environmental health based on community health and health promotion, as well as strengthening community skills in information technology and law. The implementation of the Community Partnership Program (PKM) begins with a counseling session, followed by practical assistance based on the material that has been provided. The success of this activity is supported by experts from lecturers at Mitra Indonesia University, as well as students who serve as assistants. Additionally, the involvement of the community and local officials also contributed to the smooth implementation of PKM. The main benefit of this activity is to increase community awareness and ability in managing tourist villages in an integrated manner, so that the development of tourism potential in the village can be carried out harmoniously and sustainably, in line with the needs and welfare of the local population. Keywords : Green Marketing, Health Literacy, Legal Literacy, Technology Literacy.   Abstrak Desa Taman Baru merupakan salah satu desa di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Indonesia. Desa ini memiliki luas sekitar 1,13 km² dengan jumlah penduduk sekitar 2.500 jiwa. Taman Baru dikenal memiliki potensi wisata alam yang menjanjikan, terutama dengan keberadaan pantai dan air terjun yang menarik. Selain itu, desa ini juga menawarkan berbagai destinasi wisata lainnya, seperti taman wisata dan taman rekreasi. Akses transportasi menuju Desa Taman Baru tergolong baik, sehingga mudah dijangkau dari kota terdekat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai berbagai aspek manajemen, khususnya green marketing (pemasaran hijau) dan kewirausahaan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi terkait kesehatan lingkungan berbasis kesehatan komunitas dan promosi kesehatan, serta memperkuat keterampilan masyarakat dalam penguasaan teknologi informasi dan hukum. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dimulai dengan sesi penyuluhan, yang kemudian dilanjutkan dengan pendampingan praktik berdasarkan materi yang telah diberikan. Keberhasilan kegiatan ini didukung oleh tenaga ahli dari dosen Universitas Mitra Indonesia, serta mahasiswa yang berperan sebagai pendamping. Selain itu, keterlibatan masyarakat dan pejabat setempat turut berkontribusi dalam kelancaran pelaksanaan PKM. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengelola desa wisata secara terpadu, sehingga pengembangan potensi wisata di desa dapat dilakukan secara harmonis dan berkelanjutan, selaras dengan kebutuhan serta kesejahteraan penduduk setempat. Kata kunci: Pemasaran Hijau, Literasi Kesehatan, Literasi Hukum, Literasi Teknologi.